
Hansell membaringkan Airyn di ranjang UKS, bahkan ia megambil beberapa obat merah yang sudah berada di kotak obat untuk diletakan disisi ranjang, Hansell melihat permukaan tangan Airyn yang tergeros, membuat pria itu mengertakan gigi dengan geram sebab Nona Petrov yang ia sayangi terluka ulah mereka, namun yang terpenting saat ini mengobati gadis yang Hansell sukai, dan terkait balas dendam ia bisa melakukanya setelah itu.
Pria itu mengusap pipi Airyn dengan sikap lembut, bahkan ia membuka kota obat dengan segera untuk mengobati gadis itu, Hansell terlihat amat telaten mensterilkan luka sembari menuangkan obat merah diatas kulitnya, baru saja sikap Hansell amat serius mendalami peran sebagai tenaga kesehatan, Airyn menahan tangan pria itu, bahkan Nona Petrov menghentikan sikap Hansell untuk memaksanya tersenyum manis diantara kerutan dahi yang begitu dalam.
“Aku baik-baik saja” ujar Airyn dengan lembut, tentu gadis itu mendorong tubuh Hansell untuk mundur seraya menuruni ranjang dengan cepatnya, Airyn mendorong Hansell agar duduk, bahkan ia memaska pria itu bertukar posisi sambil menyingsingkan lengan baju mengobati luka yang begitu parah mengoros tangan nya, tentu Airyn memahami bagaimana situasi Hansell yang begitu emosional, namun tetap saja, luka jika dibiarkan hal ini akan menjadi infeksi, untuk itulah, dari pada mengobati goresanya yang tidak berarti, membalut luka di tubuh Hansell lebih berguna dan lebih baik untuk mereka.
“Aku baik-baik saja” paksa Hansell ketika menahan tangan Airyn, bahkan ia menatap mata gadis itu dengan pandangan penuh cinta diantara rasa takut atas apa yang hampir saja menimpanya.
“Hansell, patuhlah” dengus Airyn dengan jengkel.
Bahkan ia menajamkan mata untuk memperingati agar Hansell tetap diam, sadar ia tidak bisa menolak gadis itu, membuat Hansell melepaskan cengkraman tanganya, membiarkan Nona Petrov mensterilkan lukanya sembari membantunya membalut bagian kulit yang terbuka.
“Bagaimana bisa kau melakukan hal seperti ini Hansell” lirih Airyn diantara kesibukanya, membuat Hansell memandangi wajah Nona Petrov seraya bersikap bungkam untuk menjawab dirinya. “Kau hampir saja membuatku takut, aku berterimakasih kau menyelamatkaan aku dari pelecehan itu, tapi melihat kau hampir membunuhnya, aku merasa lebih baik dilecehkan saja”
“Airyn…..” Uansell meraih gadis itu kepelukanya, membenamkan kepalanya disebagian dada Hansell, bahkan jantungnya bergemuruh hebat atas kata mengerikan yang tak ingin ia dengar.
__ADS_1
“Jangan katakan hal itu, aku tidak ingin mendengarnya. Jangan takuti aku dengan hal seperti itu Airyn, aku sungguh takut”
“Apa yang kau takutkan?” tanya Nona Petrov dengan tenang, bahkan ia mendengar tiap detakan jantung dari pria yang dicintainya, namun pertanyaan yang Airyn lontarkan tentu tidak bisa Hansell jawab, bahkan ia tidak kuasa melanjutkan penuturanya.
“Apa kau takut aku akan menjadi gadis yang tidak suci lagi, apa kau takut aku tidak akan memiliki harga diri lagi, apa kau takut aku akan menjadi wanita yang hina. Aku tahu kau takut, dan mungkin jika aku menjadi seperti itu, kita tidak akan mungkin bersama, aku tahu kau tidak akan bersama Airyn yang memiliki aib” terus Nona Petrov dengan senyum getir.
“Kau salah” kejar Hansell dengan segera, membuat Airyn terdiam ketika pria itu melepaskan pelukanya, bahkan Hansell memaksa Airyn menatap kedua matanya ketika tangan pria itu menangkup kedua pipi Airyn dengan penuh kasih sayang. “Aku tidak takut dengan apapun tentang dirimu, bahkan seperti apapun dunia membicarakanmu, aku tidak akan takut sama sekali. Yang aku takutkan hanya kamu, apakah kau siap hidup jika berada diposisi itu, aku……sungguh takut kehilanganmu, aku……tidak siap melihat kau menderita…….bahkan aku ingin membunuh mereka yang berbicara tidak benar tentangmu, untuk itulah, percayalah padaku, aku menyukaimu tanpa aku megerti hal apa yang aku suka” tutur Hansell penuh ketulusan, bahkan matanya berkaca-kaca menatap Airyn, diantara raga yang begitu terluka menyaksikan Airyn menangis di pelukanya, membuat Hansell sadar ia sudah jatuh cinta terlalu dalam, bahkan air mata Airyn yang terus keluar dengan telaten Hansell hampuskan, bahkan ia memeluk gadis itu seolah menghirup dalam rasa nyaman dari permukaan tubuhnya.
“Hansell, kenapa harus aku yang kau cintai?” batin Airyn dengan begitu sakitnya, rasanya menjangkau dunia Hansell dan memilikinya menjadi rintangan paling sulit untuk Airyn hadapi, sebab jika Airyn memliki pria itu, ia harus siap menempatkan Hansell di dalam bahaya, seperti apa yang terjadi hari ini, Hansell yang Airyn kenali sebagai manusia berjiwa lembut dan tidak pernah menyakiti siapapun, tapi untuk membela dirinya bahkan melindunginya, Hansell hampir membunuh orang lain, begitupun dengan kejadian yang terjadi pada pertemuan malam itu, Airyn hampir saja mengumunkan pada dunia siapa Hansell bagi dirinya, dan membuat mereka akan mengejar Jansell untuk meruntuhkan Airyn, dengan begitu besarnya ancaman yang terus Airyn berikan, apakah ia pantas mencintai Hansell.
“Kemarikan tanganmu, aku akan membalutnya” paksa Airyn dengan sikap kasar, bahkan ia cukup gemas saat Hansell mengodanya dan bahkan memperlakukanya dengan lembut, apakah pria itu tidak sadar sikapnya seperti ini tidak layak dikatakan sebagai anak sekolahan, untung Airyn memiliki Frada, sehingga dengan mudah menghapus tampilan gambar mereka yang sudah terekam di cctv, bahkan Airyn tidak percaya ia begitu luluh ketika dipeluk oleh Hansell.
*
Beberapa menit berlalu, bahkan Airyn baru saja menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, gadis itu merapikan kotak obat untuk ia letakan di tempat Hansell mengambilnya, namun seorang wanita mengetuk pintu UKS, bahkan membuat kedua pasangan itu mengalihkan padangan kearah luar hingga seorang guru berdiri diambang pintu.
__ADS_1
“Hansell, kau harus ke kantor. Orang tua Rendra ingin menemuimu di ruangan kepala sekolah” ungkapnya dengan nada perintah.
“Lalu bagaimana denganku?” tanya Airyn dengan segera, bahkan ia menunjuk dirinya untuk melihat kearah wanita itu.
“Anda tidak terlibat Nona, kepala sekolah sudah menutupinya, jadi anda tidak perlu berurusan dengan Tuan Kasino lagi” hingga kening Airyn berkerut dalam, bahkan membuatnya menatap jengkel, namun wanita itu berlalu pergi, meningalkan Airyn dan Hansell, sadar atas ketidak terimaan Airyn, tentu Hansell meraih tanganya, menenangkan gadis itu sembari tersenyum manis pada wajah kusutnya.
"Baik buk, saya akan kesana" putus Hansell dengan segera, membuat wanita itu beranjak pergi meninggalkan mereka. “Airyn, bagaimana jika kau istirahat saja, pulanglah lebih awal, aku akan menemuimu nanti malam” bujuk pria itu, sebab tidak melibatkan Airyn adalah jalan keluar terbaik, karna Tuan Kasino memiliki perusahaan yang bergerak di bidang berita, tentu posisi Nona Petrov cukup merugikan jika ia berlaku tanpa berfikir, membuat Hansell tidak ingin ia mengeluarkan kabar yang merugikan Airyn.
“Aku tidak mau, apakah mereka pikir membiarkan aku tidak terlibat adalah jalan keluar. Aku benar-benar ingin menghancurkan mereka, bagaimana bisa mereka memutuskan sebelah pihak disaat aku sendiri menjadi korban”
“Airyn…..mengertilah, membuatmu tidak terlibat dalam urusan sekolah jalan terbaik agar tidak ada berita buruk tentangmu, pulanglah……..aku tidak ingin kau memikirkan banyak hal” bujuknya lagi.
“Tapi Hansell-“
“Aku mencintaimu” putus pria itu disaat mendaratkan ciuman di pucuk kepala Airyn, bahkan Hansell berdiri dengan segera untuk memeluk gadis itu, tubuh Airyn membeku saat menahan nafas atas sikap Hansell, seraya menatap jengkel padanya. “Pulanglah…..dan tidur yang baik, aku akan menghubungimu secepatnya” paksa Hansell ketika mengusap permukaan pipi Nona Petrov, hingga Airyn menganggukan kepala seolah ia tidak puya pilihan untuk menolak.
__ADS_1
Sepakat Airyn tidak akan ikut campur dan pulang ke rumah, membuat pria itu mengantarkan gadisnya kearah luar, bahkan Hansell mengandeng tangan Airyn dengan lembutnya dan bersikap penuh tulus untuk memperlakukan dirinya, setelah melihat Airyn memasuki kabin penumpang, tentu Hansell pergi memenuhi panggilan, sebab kali ini ia perlu menyelesaikan masalah dengan Tuan Kasino terkait anaknya yang gila itu.