Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 20] Ingin di tempatkan di samping Airyn.


__ADS_3

Nampaknya Airyn tidak menyadari apa yang terjadi semalam, tentu saja dosis tinggi bisa membuat seseorang melupakan kejadian itu, tapi untunglah Airyn tidak mengigatnya.


Bahkan Hansell saja begitu malu untuk memandangi gadis itu, bagaimana jadinya jika mereka sama-sama sadar, mungkin ini benar-benar terlihat buruk.


Hari ini adalah jadwal olahraga, dimana setiap siswi dan siswa harus berganti pakaian mereka, bahkan Airyn baru selesai dari loker dan membuang beberapa surat itu ke tempat sampah yang ada di depan lorong.


"Kenapa kau membuangnya?" tanya seseorang padanya, hingga Airyn melihat Hansell sedang ada di belakang, sembari memandangi Airyn yang sibuk membuang surat itu ke tempat sampah.


"Aku bertanya kenapa kau membuangnya?" ucap Hansell sekali lagi, lantaran Airyn tidak mempedulikan pertanyaanya.


"Terus, apakah aku harus membacanya satu persatu dan membalasnya" kesal gadis itu.


"Setidaknya kau bisa melakukan itu, jika ada sedikit waktu luang, bagaimanapun mereka sudah bersusah payah menulis untukmu" balas Hansell dengan ketidak sukaan besar akan sikap Airyn yang tidak menghargai pemberian orang lain.


"Sedikit waktu....." ulang gadis itu sembari membeokan perkataan pria di depanya. "Aku bahkan tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur, kenapa aku harus sibuk-sibuk membaca surat tak penting itu" ketusnya, hingga meninggalkan Hansell untuk berlalu pergi.


Tentu saja Mata Hansell terpaku nanar dengan pandangan diam atas pungung yang beranjak meningalkan, bahkan gadis itu tidak memiliki waktu untuk tidurnya, pantas saja ia tidak tertarik dengan apapun, karna kesibukan pekerjaan serta sekolah, sudah memenuhi jadwal yang padat setiap harinya.


Sungguh gadis yang bodoh, ia menghabiskan masa muda untuk bekerja keras, sekalipun Hansell seperti itu, setidaknya ia masih menghabiskan waktu pribadinya bersama dengan Dikra dan Angeline, keakraban Angeline dan Hellena membuat Hansell juga sedikit akrab denganya.


Seusai pelajaran olahraga, seluruh murid di perkenankan menganti pakaian mereka, membersihkan diri untuk mata pelajaran selanjutnya.


Airyn masih seperti biasa, waktunya istirahat di gunakan untuk mengunjungi taman belakang, bahkan gadis itu sedang mempelajari sesuatu dengan cukup serius, hingga ia terlihat begitu kesal atas sesuatu yang memerlukan kehadiranya.


"Baiklah aku akan kesana, segeralah urus keberangkatan ku besok hari, aku tidak ingin menunda-menunda lagi" ucapnya sambil lalu di lorong yang sunyi itu untuk kembali ke kelas, hingga Hansell yang baru saja menuruni anak tangga dari arah perpustakaan, mendengar ucapan Airyn yang ia lantunkan dengan keras.


Masalah apa yang terjadi hingga Airyn harus sekesal itu, fikir Hansell yang berjalan mengikuti langkahnya, bahkan pria itu tengah mengenggam buku Geografi yang baru saja ia pinjam dari perpustakaan.


"Iya terserah mereka saja, aku akan ke Tiongkok" hingga Gadis itu mematikan ponselnya dengan penuh geram, ternyata orang-orangnya masih tidak bisa membereskan masalahan dan harus menunggunya bergerak, memang orang-orang menyusahkan, kesal Airyn ketika melangkah besar kearah depan.

__ADS_1


"Dia mau ke Tiongkok" ucap Hansell ketika mencuri dengar perjalanan bisnis Airyn. "Apakah ia tidak bisa bersikap tenang dan menghilangkan sikap pemarah itu" fikirnya, ketika tersenyum manis mengharapkan Airyn menjadi gadis yang cukup tenang dan menjalani hidup senormal mungkin.


*


Malam harinya Hansell tidak merasa lapar sedikitpun, ia melewatkan makan malam bersama Hellena dan Angeline, pria itu membentang tubuh diatas ranjang seraya memandangi langit-langit kamar diatas kepalanya.


"Berapa lama Airyn akan ke Tiongkok, apakah gadis itu akan lama meningalkan sekolah?" fikir Hansell dengan penuh gusar. "Kenapa aku merasa kehilangan" kesalnya lagi, hingga membalikan badan kearah samping sembari memandangi jendela kamar.


Hansell bangkit dari kasur itu untuk berdiri di pingir jendela, ia dapat merasa udara dingin malam ini cukup membekukan tubuh jika seseorang berada diluat.


Rasanya perasan itu terus menyiksa ketika memikirkan Airyn yang sepanjang malam ada di pelukanya, jantungnya berdebar seperti kemarin, saat wajah itu amat dingin, nafas itu berhembus lirih di telinga, hingga bibirnya cukup lembut untuk di ingat."Hansell apa yang kau fikirkan" gerutunya saat memukul kepala yang sudah menerka itu.


"Tapi.....kenapa aku terus cemas atas kepergian gadis itu" fikir Hansell ketika memijit kepalanya dengan penuh bingung.


Hingga perasaan kalut itu sunghuh tidak ada obat, selain melakukan sesuatu, Hansell berlalu kearah meja untuk menghubungi Darrel yang mungkin sudah berada di rumahnya.


"Iya Tuan, ada apa?" tanya pria itu.


"Apakah ada pekerjaan di Tiongkok yang memerlukan perhatian khusus?" tanyanya, dengan penuh semangat, membuat Darrel yang ada di seberang sana, merasa bingung atas pertanyaan yang sedang Hansell lemparkan.


"Sebentar Tuan, saya periksa dulu..." ucap Darrel ketika melihat daftar pekerjaan Hansell, ia bahkan memeriksa dengan teliti dan tidak mendapatkan pekerjaan yang memerlukan kehadirian-nya, tapi kenapa Hansell Hamillton bertanya? Biasanya ada sesuatu yang pasti mendesak untuk di lakukanya, untuk itulah ia bertanya. Namun saat ini Darrel sangat yakin, dirinya yang teliti itu sudah menata dengan rapi tanpa ada yang di tinggalkan, namun jika benar Darrel melupakan sesuatu, tamatlah riwayatnya.


"Darrel apakah ada?" terus Hansell hingga memutus perhatianya.


"Tidak ada Tuan...." lirih pria itu dengan penuh takut, hingga ia mempersiapkan mental jika memang ada sesuatu yang di lupakan.


"Begitukah......" balas Hansell dengan memelas, kenapa ia tidak memiliki pekerjaan bulan ini untuk ke luar negri.


"Begitukah?" ulang Darrel dengan bingung, apa maksud pria itu sebenarnya, ia bahkan tidak mengerti apa yang di inginkan Hansell Hamillton sebenarnya. "Tuan apakah anda baik-baik saja, atau apakah ada yang anda butuhkan? Atau saya yang sudah melupakan sesuatu" tanyanya untuk memperjelas duduk perkara.

__ADS_1


"Tidak ada, tapi apakah kau yakin tidak ada pekerjan di Tiongkok untuk ku?" tanya Hansell dengan nada penuh harap.


Membuat Darrel berfikir ulang untuk memahaminya, apakah pria itu ingn pergi ke Tiongkok, untuk itulah ia bertanya seperti ini, tapi kenapa ia pergi kesana. "Sepertinya saya melupakan sesuatu......" balas Darrel dengan segera.


"Apa?" sambung Hansell dengan penuh ingin tahu.


"Bulan ini laporan keuangan di Hotel kita sangat berbelit-belit, nampaknya ada yang sedang di tutupi, tapi saya bisa menangani ini tanpa anda harus kesana, dan-"


"Aku akan menyelesaikan nya Darrel, siapan perjalanan ke Tiongkok besok malam" tukas pria itu dengan penuh semangat, membuat Darrel mengkerutkan kening dengan bingung.


"Tapi ada masalah lain...."


"Apa lagi" kesal pria itu, nampaknya ia sudah salah mencari masalah hingga memang menemukan masalah.


"I-Itu......pihak Nona Petrov sudah melakukan reservasi ke Hotel kita, bahkan mereka memboking-nya untuk besok malam selama 3 hari ke depan, jika anda kesana, bisa saja anda akan bertemu dengan Nona Petrov" ucap Darrel pada pria itu, tentu kejadian kemarin atas pertemuan mereka, membuat Darrel sadar, jika kedua orang besar itu tidak bisa di satukan.


"Benarkah......." ucap Hansell dengan penuh bahagai, bahkan ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutan itu di nada suaranya.


"Be-Benarkah......" ulang Darrel dengan penuh bingung, apakah ponselnya tengah memiliki masalah, hingga pria itu sangat berbeda jauh dari yang Darrel bayangkan. "Tuan bukankah anda sangat membenci Nona Petrov, kenapa anda--"


"Kau siapkan saja seluruh keberangkatan ku besok malam, aku akan ke Tiongkok. Tempatkan aku di samping kamar Airyn" titah Hansell tanpa ada bantahan yang ingin ia dengar.


"Apa!!!" teriak pria itu dengan tidak menyangka, hingga Hansell tersentak mendengar suaranya.


"Kenapa kau berteriak" kasal Hansell di balik ponsel itu.


"Tidak ada Tuan, a-aku minta maaf......aku akan mengurusnya besok hari" ucapnya dengan segera.


"Yasudah, jangan lupa ya...." hingga ponsel itu di akiri sesegera mungkin, bahkan rasanya Darrel masih tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar, tidakah Hansell Hamillton ini sangat membingungkan.

__ADS_1


__ADS_2