Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 53] Hansell, aku juga menyukaimu.


__ADS_3

“Apakah hanya itu saja?” putus seorang pria parubaya yang kala itu memandu acara, bahkan ia sedang mengoda Hansell dan bertanya padanya.


Membuat pria itu membalikan kertas yang sedang ia pegang, ternyata dibalik kertas mini itu tertera sebuah hukumaan perlakukan. “Jika ada cinta pertamamu di perkemahan musim panas ini, coba katakan perasaanmu padanya, atau kau memberi tahu siapa orangnya” demi apapun mata Hansell terkesiap tak menyenangka, bagaimana bisa ada hukuman seperti ini, berarti ia perlu memperkenalkan Airyn atau mengutarakan perasaanya, namun diantara dua pilihan ini, tentu akan menjadi hal yang paling sulit untuk Hansell lakukan.


Bagaimanapun Airyn adalah orang yang sulit untuk diajak bekerja sama, bahkan Hansell dapat melihat bagaimana dirinya gugup dan mudah terpengaruh oleh omongan beberapa gadis di dekatnya, hingga rasa tertekan mampu Hansell akses dengan jelas.


“Apakah aku boleh melanggarnya?” tawar Hansell pada pria yang tengah memandu acara.


“Tentu saja, tidak!” tegasnya dengan senyum kelicikan.


“Bagaimanapun sedari tadi, teman-temanmu melakukan hukuman itu dengan baik, bahkan mereka bernyanyi meskipun suaranya tidak merdu, dan berpuisi meskipun lupa dengan syairnya, dan kau harus melakukan perlakuan dalam hukuman itu Hansell, itu sudah peraturan kita sejak awal” tegas beliau.


“Tapi-“


“Bagaimana? Apa kalian mau mendengarkan Hansell mengutarakan perasaanya atau mengakui orangnya?” timpal beliau ketika Hansell ingin membatah ucapanya.


“Apakah boleh kedua-duanya pak, bagaimanapun kita pasti ingin tahu bagaimana asmara Tuan Muda Hamillton” ejek Dikra, bahkan membuat beberapa siswa ataupun siswi membenarkanya, membuat Hansell tidak habis fikir, bagaimana bisa Dikra malah mengkhianati dirinya dan menerjunkanya kejurang.


Melihat desakan dari semua orang yang ada disana, sungguh Hansell tidak memiliki pilihan, rasanya ia ingin menarik kembali ucapanya, ia ingin mengatakan "tidak" karna tidak memiliki cinta pertama, namun apa yang bisa Hansell lakukan, saat hatinya ingin sekali bicara.

__ADS_1


“Apa dia benar-benar kesulitan” gumam Airyn, bahkan gadis itu terus merasa gugup sampai tubuhnya membeku diposisi.


Seklai lagi, tatapan Hansell dan Airyn menyatu, bahkan membuat pria itu menarik keberanian dirinya untuk menuntaskan permainan. “Aku…..” serunya saat mengumpulkan keberanian, bahkan membuat beberapa orang terdiam untuk mendengarkan, hingga tatapan Hansell benar-benar tertuju pada Airyn. “Aku tidak pernah mengetahui sejak kapan aku menyukainya, apakah dari tatapan matanya, sikap dingin dan diamnya, ataupun banyaknya kekurangan yang tidak ia perlihatkan pada dunia, hanya saja aku meyakini satu hal, setiap aku mencoba untuk melupakanya, membuat diriku selalu ingin bersamanya, setiap aku mencoba membenci dari titik kekuranganya, membuat aku selalu menemukan versi terbaik dari pribadinya, bagiku dia tidak lagi sebatas gadis mengerikan yang terus di dongengkan dari mulut kemulut, bagiku, dia adalah gadis terindah yang tidak akan pernah aku temukan pada kehidupan manapun, bahkan saat aku mengutarakan cinta, aku tidak tahu apakah ia benar-benar menangkap semua perasaan yang aku punya, sebab, aku mencintainya dengan berlimpah tanpa aku tahu sebesar apa yang sudah aku curahkan, untuk itulah, aku hanya ingin mengatakan satu hal. Malam ini dia sangat indah bahkan dia gadis tercantik yang bisa aku pandangi tanpa jarak pemisah”


Hingga membuat semua orang tak mampu memudarkan kekagumanya pada perkataan Hansell, bahkan mereka sudah menebak gadis itu ialah Nona Petrov, untuk itulah Airyn benar-benar tidak bisa mekakukan apapun, ketika debaran jantungnya hampir membuatnya kehilangan organ itu dari bagian tubuh terpenting, apakah Hansell sudah menyiapkan kata-kata iti untuk dia hapalkan, sehingga caranya mengutarakan dan tatapan matanya, hampir saja membuat Airyn ingin menangis.


Sedangkan Hellena, mengepalkan tangan dengan geram mendengar ungkapan cinta yang selalu Hellena inginkan, namun ternyata Hansell berikan pada Airyn.


Bahkan selama ini Hellena sadar kenapa ia selalu kalah dari gadis itu, karna Hansell terus menemukaan sisi terbaik dari Airyn tanpa mengenali gadis lain, seolah ia benar-benar menaruh hati dan perhatian pada gadis itu, sehingga tak ada waktu untuk memikirkan gadis lainya.


“Airyn, aku sungguh membencimu” batin Hellena dengan air mata yang berderai, bahkan membuat dirinya masuk ke tenda untuk menenangkan diri, bagaimanapun ia memnag tidak memiliki tempat di hati Hansell, setidaknya Hellena sadar, Airyn memang bukan lawanya dalam hal perasaan.


“Kadang takdir alam memang unik untuk suratan hidup manusia” imbuhnya dengan penuh kasihan.


*


Beberapa siswa kembali ke tenda, bahkan mereka kembali melewati jalur yang sama, hingga Hansell berjalan bersama Airyn, bahkan sedari tadi mereka dipenuhi oleh diam, seolah Airyn mulai gugup berdiri disamping Hansell.


“Airyn, apa kau marah?” tanya pria itu dengan sikap bersalah.

__ADS_1


“Marah? Tidak, aku tidak marah” kejar Airyn dengan segera. “Aku sangat gugup Hansell” batinya ketika mengigit bibir bawahnya, bahkan Airyn tidak berani menatap mata Hansell, sembari berjalan di sampingnya.


“Maafkan aku…..” lirih pria dengan penuturan lambat.


“Maaf untuk apa?” saut Nona Petrov ketika melirik kearah samping.


“Naaf, aku sudah membuatmu menjadi pusat perhatian, aku benar-benar minta maaf” terusnya dengan sikap takut.


Bagaimanapun Hansell sangat mengerti tentang hal itu, bahkan ia berkali-kali melangar batasan privasi yang Airyn terapkan, namun kali ini Hansell malah melampaui dengan kelewatan, pasti Airyn sangat marah dan malu.


“alAstaga, apa dia benar-benar merasa bersalah, sebenarnya aku tidak marah Hansell, aku hanya gugup, tapi aku terlalu malu untuk bicara bahwa diriku tengah gugup” gumam Nona Petrov ketika menatap panjang kearah Hansell.


“Kita sudah sampai” ungkap pria itu ketika Airyn membalas perkataannya dengan sikap diam. “Tidurlah, lupakan apa yang sudah aku lakukan” terusnya lagi dengan senyum hangat, bahkan Hansell mengengam bahu Airyn untuk menatap lekat kearahnya. “Airyn, aku sungguh-sungguh menyukaimu, aku mengatakan semua ini agar kau tahu bahwa aku tidak menyukai gadis manapun, tapi aku akan merasa bersalah jika hal ini kau jadikan sebagai beban, untuk itulah berhenti berfikir yang tidak-tidak, dan maafkan aku, sekarang tidurlah……besok pagi kita harus menghadapi hari yang berat” ungkapnya ketika mengusap kepala Airyn dengan sayang, bahkan membuat gadis itu menganggukan kepala ketika Hansell membalikan badan dengan segera, hingga Airyn tidak menyangka jika sikapnya membuat pria itu merasa khawatir.


“Hansell” sambungnya dengan sedikit berteriak, membuat pria itu membalikaan badan kearah belakang sembari menatap Airyn dengan jarak mereka yang cukup jauh. “Sepertinya aku mulai menemukan jawaban atas keraguan ini”  terusnya lagi, hingga pria itu terkesiap diposisi atas lontaran kata mengejutkan dari Nona Petrov.


“A-Airyn….”


“Aku…….juga menyukaimu” sontak mata Hansell membulat secara sempurna, bahkan ia tidak menyangka Airyn membalas perasaanya dengan waktu sesingkat ini, Hansell kira ia perlu berjuang dan menunggu, tapi teryata malam ini Hansell mendapatkan jawabanya.

__ADS_1


 


__ADS_2