
"Selamat datang Nona Petrov, perkenalkan namaku Frada" katanya dengan penuh bangga, membuat Airyn terpana melihat gadis itu.
Ternyata benar dia seorang wanita yang seusia dengan Airyn, gadis itu tidaklah orang sembarangan, sebab bisa memaksa Airyn untuk berjalan kesangkarnya.
"Apa ini?" tanya Nona Petrov dengan sikap dingin saat mengamati layar monitor besar yang memampangkan seisi kota dengan kameranya. "Apa kau meretas cctv?" tanya Airyn lagi, namun gadis itu hanya tersenyum hangat sebelum akirnya menarik diri dari kursi yang ia tempati.
"Begitulah, aku hanya ingin melihat aktifitas manusia" sautnya dengan kalimat tenang, seraya melihat kebingungan diwajah Nona Petrov.
"Tapi ini sama saja kau membobol privasi negara, apa kau gila melakukan ini untuk sekedar bersenang-senang"
"Kenapa tidak, aku tidak pernah mengunakan hal ini untuk keuntungan semata, aku hanya ingin melihat rutinitas manusia sebab aku tidak bisa melakukan rutinitas seperti mereka, jadi dimana letak salahnya. Aku bukan penjabat elit yang mengunakan uang rakyat untuk bermain wanita, aku bukan koruptor yang bersenang-senang diatas penderitaan rakyatnya, aku hanya mengunakan kesibukan ini untuk membantu pelayan masyarakat membasmi para sampah, meskipun mengunakan account anonim namun itu cukup menyenangkan untuk mengisi waktu luang"
Sungguh Airyn tidak percaya atas pendengaranya, bahkan ia tidak percaya dengan gadis itu, dengan usia yang sekecil ini, ada seorang wanita yang hidup dibalik dinding bawah tanah yang melihat dunia luar dari balik komputer dan kemampuan jari-jemarinya.
"Lalu apa yang kau mau?" tanya Airyn dengan menantang, saat ini Nona Petrov hanya ingin tahu apa keinginan gadis itu, lantaran ia sudah membobol data internal perusahaan dan masuk dalam sistem untuk peringatan, selain itu dia juga mengali masa lalu Airyn bahkan ia mengetahui seluk belut kehidupanya, untuk itulah, Airyn terpaksa melangkah kearahnya tanpa bisa menghindar lagi.
"Sederhana! Jadikan aku orang kepercayaanmu, dan sediakan tempat terbaik untukku!"
Permintaan yang kata Frada sederhana hanya dibalas diam oleh Airyn, bahkan Nona Petrov mengkerutkan kening dengan sikap jengkel namun perlu meredam emosinya kearah dalam.
"Baiklah" sambung Airyn dengan segera, ketika melipat kedua tanganya untuk bersandar kesisi meja.
__ADS_1
"B-Baiklah?" beo Frada dengan bingung, apa maksud wanita itu, apakah dia tidak ingin mengetahui hal lain lagi, kenapa ia bersikap tenang tanpa ada rasa waspada sedikitpun.
"Ya tentu saja, memangnya apa lagi yang kau butuhkan?" tantang Airyn dengan kalimat santai, sembari mengulas senyum mengerikan seperti dirinya biasa. "Bahkan kau tidak perlu melakukan apapun, karna aku akan memberikanmu uang sebanyak yang kau butuhkan, aku akan memberikan tempat tingggal bahkan menyediakan tempat persembuyian yang aman, kau hanya perlu bersembunyi dibalik punggungku, bukankah itu sederhana"
"Kenapa kau tidak membuat penawaran dan bertanya kenapa aku melakukan hal ini?"
"Memangnya kenapa?" saut Nona Petrov dengan nada mengerikan, membuat Frada membulatkan mata penuh kaget jika Nona Petrov yang ia hadapi ternyata lebih mengerikan dari yang ia bayangkan. "Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu terobsesi untuk menjadi orang kepercayaanku, tapi aku akan memberikan segala bentuk material dan jasa jika kau inginkan, tapi terkait orang kepercayaanku, apa kau fikir dirimu pantas" kejar Nona Petrov dengan tatapan selidik yang membuat Frada bergindik ngeri. "Aku menghargai dan mengapresiasi kemampuanmu Nona, aku juga sudah melacak latar belakangmu Frada Farhaven, kau seorang gadis yang tinggal bersama kedua orang tua hingga usia 15 tahun, tapi didepan matamu mereka dilenyapkan oleh seseorang, untuk itulah tujuanmu bukan uang, tapi perlindungan, sayangnya aku tidak tertarik denganmu" terus Airyn hingga membuat Frada mengerjapkan mata, ia tidak percaya, Nona Petrov ternyata lebih logis dari yang ia bayangkan.
"Bukankah orang tuamu juga meninggal dengan tidak wajar, bahkan aku yakin kau mengetahui hal ini, tapi kenapa kau diamkan" tanya Frada dengan sikap kesal.
"Aku tidak mendiamkanya, aku sedang membangun pondasi kokoh untuk memaksa singa keluar dari persembunyianya"
"Lalu kenapa tidak kau habisi? Bukankah kau memiliki kekuasaan untuk itu" tanya gadis itu dengan ingin tahu tinggi.
"Itu masalah pribadiku. Jangan pernah mencari tahu tentang masalalu ataupun hidupku, karna aku tidak suka dengan orang yang tidak tahu diri Nona Frada. Untuk jaminan atas kehebatanmu, aku akan mengirimkan uang tiap bulanya dengan tempat tinggal yang kau butuhkan, setelah itu menjauh dari hidupku" tandas Airyn dengan nada perintah.
Ia beranjak dari sana untuk keluar sesegera mungkin, bahkan Airyn tidak ingin banyak cerita degan Frada sebab ia masih dalam tahap pemulihan luka, untuk itulah Airyn perlu memberi jeda untuk dirinya sendiri, agar tidak memaksakan diri.
"Tunggu Nona Petrov" bentak Frada dengan penuh tekad seraya mengepalkan tangan menahan pertahanan diri, ia sudah pergi sejauh ini dan berhasil membuat Nona Petrov mendatangi markasnya, bagaimana bisa Frada membiarkan umpan yang sudah temakan oleh sasaran akan lepas dengan mudah.
"Hansell Hamillton" lirih Frada dengan nada tajam yang merasuk kependengaran gadis itu, membuat mata Airyn membulat secara sempurna hingga membalikan badan menantang Frada. "Sepertinya pria yang dekat denganmu itu, sangatlah supel, baik, pengertian dan juga hangat. Sayangnya, Hansell Hamillton tidak sesederhana yang kau fikirkan Nona Petrov"
__ADS_1
"Apa maksudmu!" bentak Airyn dengan murka, bahkan ia menajamkan mata dengan sempurna hingga Frada menarik senyum sungging yang nyaris tak tergambar.
*
Hansell menjabat tangan seorang pria parubaya yang sedang menyapa dirinya, ia memberikan ucapan selamat setelah pria itu menjabat sebagai Direktur utama diperusahaan XONE, nampaknya pesta malam ini akan berakir sampai pagi buta, bahkan banyak sekali rekan bisnis yang datang dari seluruh perusahaan ternama hingga penjabat negara dan juga publik figur lainya.
Hansell tidak mengkonsumsi alkohol dipesta malam ini sebab ia harus sekolah besok harinya, pria itu tengah disapa oleh beberapa aktris ibu kota yang sedang naik daun dipuncak kariernya, hanya saja tidak membuat Hansell tertarik pada mereka.
Pria itu berlalu kearah luar untuk mencari udara segar, ia memandangi lautan dari atas kapal pesiar sambil menetap ditengah lautan, nampaknya perbintangan malam ini sangatlah mendukung pesta, bahkan Hansell tidak menyangka jika malam ini sedikit sempurna untuk pesta perayaan Tuan Cardison.
"Agh sialan!" umpat seorang wanita yang bergabung dengannya, bahkan gadis itu mengunakan gaun terbuka dengan rambut yang ia biarkan menutupi sebagai punggung indahnya, pemandangan dari arah samping dengan jarak yang sedikit jauh membuat Hansell sulit mengakses wajah gadis itu.
Hingga dirinya memalingkan kepala kearah samping sembari menatap Hansell dengan kedua mata bundar yang indah itu. "Airyn" lirihnya dengan kaget.
Begitupun dengan Nona Petrov yang membulatkan mata menatap Hansell yang juga ada disana. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Airyn dengan kalimat tidak menyangka.
"Aku menghadiri pesta Tuan Cardi" balasnya dengan kalimat tenang, sambil melangkah mendekati Airyn, bahkan Hansell tidak percaya Nona Petrov menghadiri pesta yang sama denganya, jika tahu begini, kenapa dia tidak mengak Airyn menjadi pasanganya.
"Untunglah ada kau disini" sambut Hansell dengan tatapan teduh penuh cinta, ia tidak percaya akan bertemu gadis yang ia cintai disini, jika begini pesta malam ini akan menjadi sangat sempurna.
Sedangkan Airyn hanya mampu tersenyum getir, memandangi Hansell yang rasanya semakin menjadi misteri, Frada bilang Hansell tidak sesederhana yang di bayangkan, dan tentu Airyn percaya akan hal itu, sebab baginya Hansell seperti misteri dalam labirnt tersulit, dari banyaknya masalah dan orang yang datang pada hidupnya, hanya pria ini yang tidak memiliki jawaban, seolah ia laki-laki yang tidak bisa Airyn cari tahu pembenaranya diakal, lalu apakah harus ia rasakan dihati?
__ADS_1
"Kenapa jika ada aku disini?" tanya Nona Petrov dengan kalimat rendah, membuat Hansell terdiam sambil menatap kedua mata yang peduli itu.
"Karna aku bahagia setiap kali ada dirimu didekatku" sungguh jantung Airyn bergemuruh hebat, dadanya disesakan atas makna yang tercerna, kenapa pria itu bicara sepenuh hati hingga tatapan yang menanjam seperti belati membuat Airyn sadar, ada seseorang yang berarti bagi dirinya.