Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story oh Hansell Episode : 70] Tidak enak hati.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju kediaman Nona Petrov, Hansell mengamati sikap dingin Airyn, bahkan Hansell sedari tadi terus mengamati dirinya sedangkan Airyn tidak pernah merespon apapun, sadar akan sikap tersebut tentu Hansell mengajak gadis itu bicara, namun sebelum Hansell melakukanya, Airyn terlebih dahulu menceletukan kata. .


“Aku sangat lelah hari ini” ungkap gadis itu, membuat Hansell tidak bisa melakukan apapun selain bersikap diam untuk terus mengawalnya pulang.


Akibat jam tambahan yang diberikan sekolah kepada murid semester akhir, membuat seluruh siswa/siswi meninggalkan sekolah dikeadaan malam, tentu saja dua insan itu tidak seperti pasangan seutuhnya, meskipun mereka sama-sama mengerti rasa suka masing-masing, Hansell tetap tidak berani melampauai batasannya, apalagi saat ini Aiyn tidak dalam keadaan baik untuk bercanda membuatnya semakin sadar diri untuk tidak menganggu Nona Petrov.


Hansell sudah sampai di halaman depan kediaman Petrov, bahkan ada penjagaan yang bersiaga dengan sikap dingin serta profesionalnya, meskipun Hansell sudah mengenalnya dengan cukup dekat, mungkin ini kali pertama bagi Hansell mengantarkan Airyn pulang hingga pintu rumahnya, sebab selama ini Nona Petrov selalu diantar jemput oleh sopir pribadinya ataupun orang kepercayaanya, untunglah kali ini mereka menghabiskan waktu sepanjang jalan sembari menelusuri jalan pulang, membuat Uansell mendapati banyak waktu memandangi dirinya, dan berkunjung ke rumahnya.


Hingga Merry membukan pintu untuk Airyn, bahkan matanya terkesiap tak menyangkan jika Hansell Hamillton juga berdiri disana, tentu tatapan bingung bercampur kaget dari Merry dapat ia tangkap dengan baik, bahkan Hansell memberikan salam penuh sopan sebelum akirnya dibalas oleh Merry dengan penuh sungkan dan ramah.


“Tumben sekali Tuan Muda Hamillton berkunjung ke ke kediaman Petrov, apakah kalian berdua memiliki hubungan yang baik akir-akir ini?” tanya Merry kearah keduanya, sebab beberapa bulan belakangan semenjak Airyn memutuskan sekolah di Irlandia, ia memiliki senyum dan tawa yang hangat, bahkan Airyn terlihat lebih baik dan tenang, apakah semua itu berkat Hansell.


“Ienapa kau menodongnya dengan pertanyaan seperti itu, kau membuatnya canggung saja” tegur Airyn dengan gurat kesal, namun Merry tetap memberikan senyum tulus pada gadis itu.


“Selamat malam Noaa Merry, senang bertemu anda hari ini, saya dan Airyn memiliki beberapa jam tambahan disekolah, karna hari ini kami ingin pulang sambil jalan-jalan, untuk itulah saya mengantarkanya, apakah anda sudah menantinya sedari tadi?”


“Tentu saja, tadinya aku pikir, Nona Petrov tidak tahu jalan pulang, untunglah kau mengantarnya dengan selamat Tuan Muda”


“Ada apa denganmu, kenapa kau bertingkah seolah-olah ibuku” celetuk Airyn dengan tidak suka, membuat Hansell menautkan alis atas sikap kasar Airyn pada orangnya.


“Apakah aku sudah kelewatan, maaf jika menyinggung kalian” saut Merry dengan tidak enak hati.


“Tentu saja, berhenti bersikap peduli dan mencemaskan aku, lebih baik fokus pada kerjaamu, dan kau tidak perlu bertingkah ramah pada Merry, Hansell. Sikapmu ini membuat hubungan kami terasa sangat canggung” terus gadis itu, entah kenapa rasa kesal dan emosinya hari ini ingin sekali ia lampiaskan, bahkan berjalan-jalan dengan tenang tetap tidak melupakan perkataan mereka.


“Airyn kau terlalu kasar-“


“Merry masuklah ke dalam, aku akan disini sebelum Hansell pulang” perintah Airyn pada wanita itu, bahkan sikapnya barusan menghentikan penuturan Hansell.


Tentu dengan patuh merry berlalu kearah dalam diatas rasa bersalah yang dia lakukan, nampaknya ada hal yang terjadi disekolah sehingga Airyn bertingkah dingin dan kasar, apakah terjadi sesuatu lagi?

__ADS_1


Melihat Merry sudah menghilang dari hadapan mereka, membuat gadis itu memalingkan wajah kearah Hansell.


“Pulanglah dengan hati-hati, terimakasih sudah menemani aku hari ini” imbuh Nona Petrov pada pria itu, bahkan membuat Hansell menatap diam diatas kebingungan yang melanda, apakah sudah terjadi sesuatu sehingga ia berubah menjadi asing, memangnya apa yang terjadi, sehingga Airyn berlaku  sangat aneh.


“Apakah terjadi sesuatu dengamu? Atau apakah kau memiliki masalah yang tidak aku ketahui?” tanya Hansell dengan sikap pengertian.


“Memangnya masalah apa yang bisa aku hadapi, untuk orang sepertiku, mencari masalah denganku hanya membuat mereka mencari mati saja, jadi aku tidak memiliki masalah apapun, pulanglah dan jangan bertingkah seolah-olah kau memahami segalanya”


“Airyn kau terlalu kasar hari ini”


“Hansell! Mungkin kau saja yang terlalu perasa hari ini”


“Tidak, aku baik-baik saja dan aku tidak sensitif sama sekali, namun aku bisa merasakan jika sikapmu berubah dingin dan ketus lagi, pasti terjadi sesuatu denganmu, apakah ada yang menganggumu sehingga kau bersikap seperti ini pada Merry”


“Hansell!" bentak Airyn dengan geramnya. "Apa kau tidak bisa mengerti keadaanku, aku baik-baik saja dan tidak ada yang melakukan sesuatu padaku, selain itu hubunganku dan Merry bukan seperti yang kau bayangkan, selain dia bekerja denganku dia tak lebih seperti orang asing yang aku biayai untuk hidup, jadi jangan ikut campur”


“Airyn!” geram Hansell dengan nada meninggi, bahkan perkataan Airyn benar-benar membuat pria itu tersulut emosi. “Kau benar, dia bekerja sebagai orang kepercayaanmu dan mendapatkan kompensasi finansial dari gaji yang kau berikan, namun sebagai orang yang setia, tulus, dan selalu ada disisimu, apakah kau tidak bisa memberikanya sedikit harga diri dan rasa penerimaan yang pantas, setidaknya kau harus menghargai usianya yang mungkin bisa menjadi orang tuamu”


“Sepertinya memang ada yang salah darimu, mungkin kau benar, tidak ada di dunia ini yang mencari masalah dengamu, tidak ada yang akan menganggu dirimu ataupun mencelakaimu, tapi kau lupa Airyn, kau tetap manusia yang bisa terluka dengan hal yang mudah. Jika bukan karna hal yang besar pasti ada sesuatu yang kecil yang sudah menyakitimukan, apa yang menganggu dirimu sampai kau seperti ini!” bentak Hansell dengan sikap jengkel, bahkan tatapanya begitu ganas hingga Airyn menatap penuh tantangan pada pria itu, sadar Hansell menebak semuanya dengan benar, membuat Airyn diam saja tanpa menjawabnya. “Ternyata benar, ada hal kecil yang menyakitimu, apakah penilaian orang lain, perkatan orang lain, atau sikap orang lain!” kejarnya dengan geram. “Jika benar begitu, ceritalah dan katakan apa yang begitu sulit hingga kau mendiamkan aku sepanjang jalan, dan melampiaskan emosimu pada Merry, setidaknya kau harus bicara agar orang mengerti, apakah kau fikir aku bisa paham jika kau terus diam dan bungkan, setidaknya jangan terlalu egois jika kau ingin dipahami oleh orang lain”


“Apa aku mengemis untuk kau pahami” bentak Airyn disaat menepis tangan Hansell. “Apa aku mengemis perhatianmu, apa aku menangis dan berlari kepelukanmu, aku bahkan tidak melakukan itu, kenapa aku harus cerita padamu. Berhentilah ikut campur jika kau tidak ingin hubungan kita berakir, kadang mengetahui terlalu banyak tidak terlalu baik, jadi pergilah, sebelum aku benar-benar muak melihatmu” ketus Nona Petrov tatkala melangkah gusar memasuki rumahnya, bahkan meninggalkan Hansell yang membisu di posisinya sebelum menyaksikan gadis itu menutup pintu dengan sangat kasar.


Tentu Hansell tidak mengerti lagi tentang sikap Airyn yang begitu dingin dan sulit dipahami, bahkan Hansell tidak menyangka sikapnya kepada Merry sangatlah keterlaluan, apakah Airyn tidak bisa menghargai wanita itu dengan sedikit lebih baik, setidaknya perbedaan usia mereka saja amatlah jauh, bagaimana bisa Merry bertahan dengan Nona Petrov yang seperti itu, bahkan Hansell sangat bingung menyaksikan Merry terlihat baik-baik saja diatas kekasaran Airyn yang luar biasa.


Sungguh integritas yang luar biasa, setidaknya Airyn tidak boleh melepaskan orang seperti Merry dari hidupnya.


“Tapi ada apa dengan Airyn? Apa yang salah denganya, hingga bersikap seperti itu?" tanya Hansell penuh kekesalan, hinga pria itu berlalu meninggalkan kediaman Petrov.


*

__ADS_1


Airyn membanting tas yang ia sandang di punggung, bahkan gadis itu meneriaki nama Merry hingga membuat wanita yang sibuk didapur terperagap untuk menyautinya.


“Merry!” teriak Airyn dengan penuh kekesalan, bahkan Nona Petrov hampir naik pitam lantaran Merry tak kunjung datang, tentu saja Merry bergegas secepat mungkin menemui Airyn sembari membawa nampan yang sudah ia siapkan vitamin untuk sistem kekebalan tubuhnya, bahkan membuat wanita itu tidak mengerti hal apa yang membuat emosi putri kandungnya amat berapi-api.


“Nona Petrov, ada apa?” saut Merry ketika mendorong sebagian pintu dengan tubuhnya, bahkan tanganya yang di penuhi nampan membuat Airyn menajamkan mata diatas kekesalan. “Aku sedang menyiapkan vitamin, apakah terjadi sesuatu?” tanya Merry ketika menghampiri gadis itu, bahkan wajah cemasnya terlihat dengan begitu jelas hingga pandangan Airyn berlabuh kearah nampan.


“Apakah karna ini kau tidak bergegas ke ruanganku?” tanya Nona Petrov dengan kalimat dingin, sembari menarik nafasnya untuk melongarkan kesesakan hati.


Bahkan pertanyaan yang Airyn lontarkan membuat Merry cukup bingung sebelum akirnya menatap diam kearah wajahnya, apakah Merry sudah membuat kesalahan sehingga ia mengubah gestur tubuh menjadi mengerikan.


“Apa aku menjadikanmu pembantu untuk mengurus diriku, apa kau ingin bekerja sebagai pelayan rumah tangga ku” lirih Airyn dengan sikap arogan yang membuat tubuh Merry bergindik ngeri.


“No-No sebenarnya-“


“Aku tidak memintamu melakukan semua ini kenapa kau melakukanya!” teriak Airyn disaat menepis sebuah benda yang ada di tangan Merry, bahkan galas yang berisi air itu pecah belah hingga bercecaran dilantai, sungguh Merry terkesiap tak percaya atas sikap kasar Airyn yang begitu mengebu-gebu, bahkan membuat Merry terpana diam sebelum akirnya menarik nafas untuk segera tenang.


“Aku tidak pernah menjadikanmu pembantuku, kenapa kau selalu bertingkah menjengkelkan seperti ini, menanti aku pulang, membuatkan sarapan, membawakan minuman, memberikan vitamin, bahkan menelfon sekolahku, apa kau fikir dirimu pantas melakukan, untuk apa kau bersikap seperti seorang ibu, jika tidak ada yang bisa kau rayu, sadarlah, ayahku sudah meninggal, kenapa kau masih disisiku, apa kau ingin mengambil semua benda yang aku punya, maka ambillah sepuasnya dan pergi!” teriak Airyn dengan begitu gilanya,  bahkan ia sudah cukup sabar dengan semuanya tapi hari ini segala sesuatu seperti menguji batasanya, apakah Airyn harus selelah ini menjadi manusia, kenapa semua orang yang ada disisinya tidak bisa mengerti, bahkan Airyn terlalu lelah dengan dirinya yang penuh tanggung jawab serta kata mengerikan.


“A-Airyn…..apakah terjadi sesuatu?” tanya Merry yang kala iti mendekati Nona Petrov, bahkan ia tidak menyangka jika putrinya akan semarah ini. “Apakah ada yang melukaimu?” terusnya lagi,  bahkan pertanyaan Merry dibalas dengan air mata Airyn, rasanya ia terlalu lelah untuk menjawab pertanyaan ini, tidak hanya Hansell bahkan Merry juga menanyakan apakah terjadi sesuatu padanya.


“Aku lelah dengan semua orang, aku lelah dengan semua manusia, kenapa mereka bicara seenaknya dan menilai sesukanya, apakah tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan selain diriku, apakah aku pernah mengusik atau menganggu, apakah aku mengancam dan berbuat keburukan, aku tidak mencuri, aku tidak membunuh, aku tidak menyiksa, kenapa semua orang terus membicarakan jika diriku mengerikan, kenapa mereka selalu mengatakan aku menyedihkan, kenapa aku terlahir seperti ini, kenapa!! Apakah aku diciptakan untuk menderita dan di tinggalkan oleh kedua orang tuaku, seolah aku perlu menangung tanggung jawab dan penghinaan mereka. Krnapa aku dilahirkan seperti ini Merry, kenapa!” tangis Airyn yang berderai hingga menikam jiwanya tanpa bisa diobati lagi.


“Airyn, siapa yang mengatakan hal seperti itu” lirih Merry diantara tangis penuh pilu, bahkan setiap lontaram kata yang ia ucapkan, menyayat dengan pedih diatas luka yang terus mencabik-cabik, bagaimana cara Merry mengatasi segala pertanyaan ini, sedangkan Airyn adalah darah dagingnya sendiri, bahkan menjelaskan semua kesalah pahaman akan menjadi masalah besar untuk kedepanya.


“Aku lelah!!! Aku tidak pernah ingin menjadi seperti ini, aku tidak ingin memiliki semua ini, aku tidak ingin tinggal disini, tapi kenapa aku harus melakukanya, aku sudah melakukan semuanya dengan baik, tapi setiap kali aku ingin menjalani hidupku sebagai gadis biasa dan ingin dicintai dan di terima senormal mungkin, mereka semua selalu mengasingkan aku, membedakan diriku, dan terus saja menganggapku mengerikan, aku sungguh lelah” teriak Airyn dengan penuh kegilaan, bahkan rasanya ia hampir melukai diri sendiri namun Merry dengan cepat menangkap tubuh Airyn, wanita itu mendekap hangat tubuh anaknya, seraya meredam tangisan pilu agar menenangkan Airyn, sungguh Merry terluka mendengar rintihan yang Airyn utarakan, bahkan ia menyesal sudah menempatkan Airyn dalam penderitaan.


“Maafkan aku…maafkan aku……Airyn” namun tak ada jawaban apapun, selain tangisan Airyn yang memenuhi ruangan kamar, bahkan gadis itu tergeletak dilantai hingga Merry menangkup tubuhnya dengan hati yang berdesir perih.


Saat ini hanya kata maaf yang bisa Merry redam dengan cukup dalam, selain menemani Airyn menjalani hari, Merry perlu melindungi gadis itu disisinya, untuk itulah. menyesali masa lalu hanya akan membuang waktu, lantaran masalah terus menghadang, dan Merry harus menjadi penghalan atas kehancuran yang sedang berjalan menuju tempat Nona Petrov.

__ADS_1


Merry mengusap lembut tubuh Airyn, menenangkan dirinya, sembari memejamkan mata diatas gemuruh dada atas rasa bersalah, apa yang harus Merry lakukan saat ini, rasanya ia ingin mengungkap kebenaran atas identitas Airyn, hanya saja kenyataan bahkan Merry wanita yang mengandung dan melahirkanya akan semakin gila untuk diterima, bahkan Merry sudah membayangkan untuk ada diposisi Nona Petrov, rasanya sangat tidak mungkin seorang anak bisa menerima fakta dirinya setelah seumur hidup mempercayai wanita yang ia panggil ibu bukanlah ibu kandungnya, melainkan pelayan rumah yang dipercayai keluarga adalah wanita yang melahirkanya, bukankah ini gila?


Bahkan Merry sendiri tidak bisa melewati semua kegilaan ini, untuk itulah mengubur fakta dan menutup mulut adalah hal paling benar untuk dilakukanya, terlepas dari apa yang sudah menyakiti dan membuat Airyn menderita, sebab Merry tidak bisa membuka luka lagi atas banyaknya hal yang Airyn derita dengan sangat dalam.


__ADS_2