Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 60] Pesta: Di rendahkan.


__ADS_3

Hansell memasuki ruangan pesta, bahkan ia tersenyum manis pada seorang wanita yang sudah menanti dirinya di pintu utama untuk memeriksa kartu undangan, tentu setelah undangan yang Hansell berikan terferivikasi mereka mengantarkanya dengan segala hormat.


Membuat Hansell berlalu kearah dalam ketika dirinya sendiri bingung melihat situasi, bahkan Hansell terdiam di tempat saat ia tidak percaya atas apa yang tengah di akses oleh kedua matanya.


“Tampat apa ini” batin Hansell dengan begitu kagumnya, bahkan seluruh macam manusia yang ada di dunia berada di tempat ini, bahkan Hansell tidak percaya atas apa yang sudah disaksikanya.


Ternyata benar kata Xiumin, tempat ini memang dijadikan ajang untuk memperkokoh mata rantai, setidaknya dalam sektor ekonomi, sama halnya dengan politik yang selalu memiliki hubungan Diplomasi, begitupun dalam dunia bisnis, tempat ini menjadi salah satu ajang untuk mereka membentuk kerjasama, bahkan kerjasama antara perusahaan satu dan yang lainya terjalin begitu erat untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga berada di tempat ini, tidak terlalu selit memohon dan mencari rekan, jika mereka memiliki jalur VVIP yang saling menguntungkan satu sama lainya.


Pantas saja kehidupan Airyn sangatlah dingin dan mengerikan, ternyata yang ia hadapi adalah hal seperti ini, tidak heran Nona Petrov sering egois untuk memenuhi kepentinganya sendiri diatas kepentingan manusia lain, sebab melihat dari apa yang Hansell amati, semua orang selalu ingin mencari keuntungan dan bergantung pada kekuasaan, terlepas dari siapa yang menyusahkan dan tidak memenuhi target tertentu.


“Hansell, kau sudah datang” sambut Tuan Shimura ketika menepuk bahu Hansell dengan akrab, bahkan ia tersenyum manis sembari memberikan salam pada pria itu.


“Maaf saya sedikit terlambat, tadi ada sedikit kendal saat di perjlanan” saut Hansell dengan segera, membuat Tuan Shimura memahaminya.


“Tidak apa-apa, acara intinya masih belum dimulai, jadi nikmatilah pesta ini” terus beliau dengan sikap ramah, membuat kedua orang itu saling berbincang untuk membiarkan Hansell merasa sedikit tenang.


Baru saja Hansell bersikap baik-baik saja dan mulai terbiasa dengan acara itu, Tuan Shimura meminta izin untuk undur diri dari tempatnya, bahkan ia meninggalkan Hansell sendirian tanpa ada yang dikenalinya, tentu saja Hansell sedikit bingung untuk bersikap, bahkan ia hanya bisa mengambil beberapa minuman untuk menjadi temanya, tapi siapa yang menduga seorang pria menghampiri dirinya, bahkan ia menyapan Hansell dengan ramah sembari memperkelankan diri, pria itu telihat begitu tampan, jika di lihat dari caranya bicara atau pakaian yang digunakanya, beserta gurat wajahnya yang begitu tajam, pria itu seperti bangsawan arab yang cukup menyenangkan saat diajak berkenalan, bahkan ia berbicara dalam bahasa inggris namun terasa begitu kental dengan aksen arab, yang membuat interaksi keduanya begitu akrab.


“Jika kau berasal dari Irlandia, apakah kau bekerjasama dengan APV Petrov?” tanya pria itu dengan kalimat santai, membuat Hansell sedikit terdiam sebelum akirnya mengulas senyum hangatnya.


“Tidak”


"Apa! Benarkah!! Kenapa kau tidak bekerjasama dengan perusahaan Nona Petrov?” tanyanya dengan bingung, jika ia tidak memiliki relasi dengan Nona Petrov jadi karna siapa ia berada di pesta ini, sebab perwakilan dari Irlandia, hanyalah Nona Petrov yang begitu berpengaruh dan terkemuka dalam dunia bisnis, bahkan orang yang ia ajak bicara bahkan terasa sangat pintar dan lugas, tapi ia mengatakan tidak bekerjasama dengan Nona Petrov, lalu siapa dia, hingga berada di tempat ini.


“Aku tidak bisa bekerja dengan beliau, karna standar Nona Petrov dan perusahaanku masih jauh berbeda, bahkan aku tidak ingin melakukan kerjasama dengan perusahaan besar dalam waktu dekat ini, lantaran terasa sangat sumbang untuk perusahaan yang masih di kembangkan”

__ADS_1


“Apakah……kau mengelola bisnis dalam negri?” tanyanya dengan gurat segan, membuat Hansell tersenyum ramah, sambil mengeluarkan kartu pengenal yang dimilikinya.


“Anda benar, aku masih mengembangkan perusahaan dalam negri, saat ini aku sedang berusaha memperluas bisnis dan bekerja dengan orang hebat Jepang”


“Ohhhh begitu....pantas saja anda tidak mengenali siapapun disini” terusnya dengan binggung. "Jika begitu apakah anda tamu VIP itu?"


"Benar, Tuan Shimura sendiri yang mengajukan undangan itu"


"Oh begitu" terusnya dengan sikap canggung.


Bahkan pria yang berasal dari Aran itu, tidak percaya jika ada perusahaan kecil yang menghadirinya, hingga pembicaraan mereka membuat beberapa telinga jengah, Hansell yang sibuk menjelaskan struktur perusahaanya yang tengah bergerak di bidang jasa, asuransi dan juga layanan masyarakat, kali ini terhenti tepat saat beberapa orang membicarakan tentang pria itu.


“Bagaimana bisa orang seperti itu memasuki pesta ini”


“Apakah ia tidak malu menjelaskan hal seperti itu”


“Aku tidak percaya ada orang sepertinya”


“Untung saja aku tidak mengajaknya bicara”


Mendengar semua hinaan yang di berikan pada Hansell, membuat Ali Muhammad yang berasal dari bangsawan Arab itu cukup malu, rasanya ia ingin undur diri dari hadapan Hanse sebab berada di situasi yang begitu canggung. “Hm…..Tuan Hansell….sepertinya saya memiliki urusan mendadak, nikmati minuman anda” terus pria yang berdarah arab tersebut, membuat Hansell terdiam diposisi ketika sadar apa yang sudah terjadi.


Apakah ini ini tujuan Tuan Shimura mengajaknya ke pesta, untuk mempermalukan dirinya, tapi kenapa ia harus di permalukan, bahkan Hansell dan Suan Shimura tidak akan mendapat, keuntungan.


“Airyn Petrov” bisik seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di samping Hansell, bahkan wanita itu terlihat cantik dan elegan, hingga semua mata kembali jengah menatap dirinya.

__ADS_1


“Apa maksudmu dengan Airyn Petrov?” tanya Hansell kepada wanita itu.


“Perkenalkan namaku, Sabrina. Aku adalah sekretaris Tuan Zat yang saat ini menjadi pengurus inti di markas utama. Senang berkenalan denganmu Tuan Muda Hansell Hamillton, nampaknya anda tengah bingung dengan situasi ini, tapi orang sekelas Hansell Hamillton tidak layak merasa rendah bukan, sebab status yang anda punya lebih tinggi dari semua orang disini, termasuk Airyn......Nona Petrov yang terkenal di pasar perdagangan Iggris, jadi angkatlah kepala anda dengan penuh percaya diri Tuan Muda”


“Diam! Tutup mulutmu!” geram Hansell dengan suara pelan namun penuh penekanan, bahkan ia tidak menyangka ada yang mengenali dirinya.


“Aku mengerti, tapi untuk menyelamatkan dirimu dari sistuasi ini, bukankah kau membutuhkan aku” terus Sabrina dengan penuh perhitungan.


Melihat sikap wanita itu, Hansell tidak punya pilihan lagi, selain membiarkanya bicara, sadar akan isyarat tubuhnya yang jujur untuk meminta tolong, tentu Sabrina mengeluarkan kartu VVIP dan keanggotaan Tuan Zat kedapan mereka, ternyata wanita itu adalah perwakilan dari kelas satu, membuat semuanya terpana diam.


“Selamat malam semuanya, maaf sudah membuat anda terkejut. Tapi Tuan Muda Hamillton bukanlah orang sembarangan, ia termasuk kedalam tonggak sejarah markas bawah tanah, aku fikir kalian semua sudah mendengar sisillah keluarga Hamillton bukan, jadi berhenti membicarakan dirinya, jika kalian tidak ingin berurusan dengan markas utama”


Tentu semua orang terdiam, bahkan mereka tidak percaya jika pria yang sudah mereka bicarakan adalah pewaris tunggal dari markas utama, namun ia menolaknya, bahkan dalam 2 periode ini, keluarga Hamillton memutuskan hubungan itu dengan markas utama, sehingga pengurus yang menjalankanya hanyalan pengurus inti dan yang terkenal itu adalah Tuan Zat.


Hanya saja, Tuan Zat tidak pernah muncul di hadapan publik, beliau adalah pembisnis fenomenal yang sangat di segani, bahkan beliau termasuk kedalam orang berpengaruh dunia yang tidak bisa diekspos media, seperti Nona Petrov.


“Silahkan ikut aku, Tuan Muda Hamillton” ajak Sabrina dengan senyum manisnya.


“Aku tidak memiliki waktu” ketus Hasell dengan segera, disaat dirinya melangkah mundur, bahkan ia begitu jengkel atas kehadiran orang yang mengekpos jati dirinya tersebut.


“Apa kau tidak ingin tahu kenapa Nona Petrov tidak hadir disini, padahal dialah orang yang sepantasnya ada?” terus Sabrina degan senyum menawanya, membuat Hansell membalikan badan sembari menatap tajam kearah Sabrina.


“Apa maksudmu. Apa kau melukai Airyn!” kesal Hansell dengan begitu marahnya.


“Apa kau bodoh, orang mana yang bisa melukainya, bahkan markas utamapun tidak bisa melukai Nona Petrov”

__ADS_1


“Lalu dimana Airyn!” teriak Hansell dengan murka.


“Ikut saja, aku akan menjelaskan semuanya” paksa Sabrina, hingga Hansell mengikuti langkah wanita itu, bahkan ia tidak mengerti bagaimana bisa Airyn tidak ada dan wanita itu malah muncul, sebenarnya apa yang terjadi.


__ADS_2