Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 18] Membiarkan mereka bersama


__ADS_3

Hansell bergabung dengan Dikra dan Airyn, bahkan tatapan gadis itu menyambutnya dengan penuh pertentangan, membuat Hansell menyungingkan senyum ketika Airyn tetap saja memasang wajah mengerikan padanya.


"Kalian tunggu disini sebentar, aku ingin menemui papaku" ucap Dikra dengan tergesa-gesa, tentu saja alasan sesungguhnya untuk memberi Hansell waktu bersama Airyn.


"Dikra..." lirih pria itu dengan nada pelan, namun Dikra pura-pura tak menghiraukanya, untuk berlalu mencari papanya.


Pria itu benar-benar meninggalkan Hansell dan Airyn berdua disana, bahkan saat ini cangung tengah melingkup mereka, namun Hansell berhasil mengontrol ketenagan dirinya, sekalipun aura mengerikan Airyn terus memancar dengan tajam.


"Pergilah, kenapa kau masih disini" usir gadis itu hingga membuat Hansell menatap nanar pada gadis mengerikan itu, jika bisa di katakan, Airyn gadis pertama yang mengusir Hansell tanpa pertimbangan.


"Aku akan pergi jika Dikra sudah kembali, bagaimanapun aku adalah lelaki yang cukup bertangung jawab Nona, jadi aku akan disini setelah paman William menghampirimu" ucapnya dengan penuh ejekan, membuat lawan bicaranya mengulas senyum dengan manis, hingga Hansell cukup berdebar atas reaksi Airyn barusan.


"Aku bahkan tidak membutuhkan pertangung jawaban mu Tuan Hansell" kesalnya ketika melemparkan pertentangan kearah pria itu.


"Terserah kau saja, tapi aku tidak akan beranjak, jika kau ingin pergi, maka pergilah"


Baru saja kalimat itu Hansell ucapkan, Airyn mengurungkan langkahnya, nampaknya ia seperti tidak mau pergi kemanapun, bahkan Airyn bisa melihat bagaimana orang-orang ingin menjadikanya tangkapan jika Airyn sudah sendirian, mereka pasti akan menjilat dengan memberikan pujian yang melangit dan merendahkan diri hinga ke dasar lautan, untuk itulah berada bersama pria menyebalkan ini, adalah jalan keluar untuk menghindari para lalat yang akan mengerubungi dirinya.


"Kenapa?" seru Hansell sembari menutar gelas indah di tanganya, ia bahkan dapat menebak isi kepala gadis itu dengan sekali menatap matanya. "Apakah kau sedang melihat lautan musuh yang ada disisimu, dan orang-orang yang siap menerkam mu dengan pujian" ledeknya kearah gadis itu.


"Tutup mulutmu, jangan bicara sembarangan, seolah-olah kau mengerti soal diriku" balas Airyn dengan malas, rasanya berdiri bersama Hansell tak ada bedannya dengan para manusia yang suka menjilatnya.


"Minumlah..." sodor pria itu kearah Airyn, tentu saja Hansell dapat mengerti bagaimana Airyn ingin sekali mengambil minuman, namun segala aksesnya cukup jauh, bahkan gadis itu sedang kesal atas pelayanan di hotel ini.


"Tidak mau...." tolaknya.


"Minumlah, ini hanya jus jeruk biasa" ucap Hansell dengan memaksa, namun Airyn diam saja sembari melipat kedua tanganya, tentu sebagai pria yang cukup perngertian dan perhatian Hansell dapat merasakan bagaimana Airyn mengiginkan air untuk di teguk.


Pria itu mengambil paksa tangan Airyn, sembari memindahkan gelas itu ke padanya, ia bahkan bersikap lancang tanpa peduli kemurkaan gadis mengerikan itu.


"Aku tidak mau" tolaknya lagi ketika menyodorkan gelas kearah Hansell.

__ADS_1


"Minumlah, kenapa kau banyak tingkah sekali, apa susahnya untuk menghargai pemberian orang lain"


Tentu melihat pria itu bersiteguh, Airyn tidak sampai hati untuk terus mendebatnya, bahkan rasanya Airyn tidak ingin banyak bicara apapun,selain meneguk minuman itu hingga tandas, sebab ia sunguh kehausan.


Hansell tersenyum manis saat Airyn bertingkah penurut, bahkan Airyn terlihat sangat baik jika ia tidak banyak tingkah dan melongarkan sikap mengerikan penuh perintah itu.


"Kenapa aku pusing sekali" gumam gadis yang sangat cantik dengan haun hitam yang melekak sempurna ke tubuhnya, bahkan gadis itu sedang menyentuh kepalanya yang terasa berputar-putar, tentu Hansell mengkerutkan kening dengan binggung saat menyadari ada yang aneh dari Airyn.


"Airyn, Apa kau baik-baik saja?" tanya Hansell dengan cemas.


"Aku.....kepala ku pusing sekali" lirihnya dengan nada rendah.


"Pusing bagaimana" panik pria itu ketika menyentuh pundak Airyn yang tidak berbahan sedikitpun. "Dimana-nya yang pusing" panik Hansell, namun nampaknya kekuatan Airyn mulai melemah dan bahkan tubuhnya terhayung kearah depan, membuat Hansell menangkap Airyn ke pelukanya, seraya meneriaki namanya dengan sangat kencang.


"Airyn!"


"Hei, kau kenapa?" panik Hansell saat menopang Airyn di pangkuanya.


"Aku tidak memasukan apapun, untuk apa aku....." hingga suara itu terhenti saat Hansell mengigat jika minuman yang ia berikan pada Airyn adalah pemberian Veronica. "Astaga, sialan!" umpat Hansell dengan penuh geram, sembari mengangkat tubuh Airyn sesegera mungkin. "Bertahanlah, aku akan menyelamatkan mu" ucapanya, hingga Hansell bersirobok dengan Paman William dan Dikra, bahkan mereka memperlihatkan wajah panik yang hampir sama dengannya.


"Hansell ada apa dengan Nak Airyn?" tanya beliau, membuat Hansell sadar jika hubungan Airyn dan paman William nampaknya tidak sekedar rekan bisnis, bahkan Beliau memperlaukan Airyn seperti putrinya sendiri.


"Entahlah paman, Hansell masih belum tahu apa yang terjadi...." namun perkataan pria itu terhenti, saat jemari Airyn mulai menjalar kedadanya, menyentuh tubuh Hansell dengan mengoda, hingga rasanya telinga pria itu memerah, tentu melihat apa yang Airyn lakukan membuat William dan Dikra sadar, jika Airyn berada di bawah obat bius, mereka membatasi mata orang untuk melihat kondisi Airyn, membantu Hansell membuka jalan untuk membawa gadis Petrov itu pergi dari sana, bahkan rasanya Hansell sangat bersalah atas apa yang terjadi.


Dikra sudah membuka sebuah kamar mewah di hotel miliknya, menempatkan Airyn disana bersama dengan Hansell disisinya, Dikra tengah mengurus beberapa perihal yang cukup menghebohkan, namun Merry Laurent yang merupakan orang kepercayaan Petrov, tengah murka atas apa yang menimpa Airyn Petrov.


"Bagaimana aku bisa tenang, jika Airyn seperti ini" teriak Merry dengan penuh emosi kearah William yang cukup ia kenali.


"Merry tenanglah, ayo kita bicara sebentar" ucap William kearah Merry, sembari menarik paksa dirinya dari sana.


Pria yang sudah berumur itu membawa Merry ke sebuah ruang privat dimana hanya ada mereka berdua disana, Merry mengusap kepalanya dengan gusar, sembari menghempaskan seluruh benda yang ada di depan mata, hingga tangan William mencegatnya, bahkan ia ingin memeluk Merry namun wanita itu mendorong tubuhnya untuk seger menjauh.

__ADS_1


"Aku mau Veronica itu berakir malam ini" kesal wanita itu, hingga William menghela nafas dengan berat sambil meraih tangan Merry untuk ia tenangkan.


"Baiklah, lakukan apapun yang kau mau, tapi kau harus tenang, jangan sampai Berto sadar jika kau adalah Ibu Airyn, sikapmu yang berlebihan ini bisa saja membuat orang lain sadar, kau tahu sendiri jika rahasia ini harusnya ada diantara kau dan Louis serta Charllot saja" ucap William kehadapan Merry untuk mengigatkanya.


"Aku tahu, aku sudah tenang....."


"Baguslah, tapi terkait Airyn......nampaknya Dokter tidak bisa membantu, karna jika di paksakan akan ternyata kerusakan saraf yang fatal, sebab dosisnya sangat tinggi"


"Jadi apa maksud mu?"


"Maksud ku.....kita percayakan saja pada Hansell" balas William dengan cukup takut.


"Apa kau gila!!" teriak Merry hingga membuat William tersentak.


"Merry, cobalah kau berfikir, siapa yang akan bisa menenangkan Airyn yang seperti ini? Hansell adalah orang yang tepat, bagaimanapun Aku mengenal Hansell dengan baik, ia tumbuh menjadi pria sopan dan sangat beradab, hal itu pasti membuat Hansell tidak akan melangar nilai-nilai yang ia miliki"


"Aku tidak akan mengizinkan nya, jangan berfikir gila William" bantah Merry ketika ingin pergi dari ruangan itu.


"Hansell menyukai Airyn!!" teriak William hingga membuat langkah Merry terurungkan.


"Apa kau bilang?" kesal Merry saat mendengar pernjelasanya, bahkan wanita itu memutar kepala kearah belakang, untuk mengetahui apa maksdu William sebenarnya.


"Anak ku sendiri yang mengatakan, jika di sekolah Airyn dan Hansell banyak sekali melakukan interaksi, bahkan Hansell terus mengamati Airyn diam-diam sekalipun Airyn tidak sadar. Dan Airyn, ia menaruh perhatian kepada pria itu, coba kau fikir kenapa Airyn membantu perusahaan Hansell untuk ia selamatkan, bahkan kita semua tahu jika Airyn dan Hansell sudah berada di sebuah konflik besar yang mungkin akan membuat Airyn murka karnanya.Tapi lihat sekarang, Hansell mampu menyelamatkan perusahanya , karna itu campur tangan Airyn di belakangnya, bukankah ini sangat berbeda dari Airyn yang dingin dan tidak berprasaan, bahkan setelah Hansell membenci dan merendahkanya, Airyn tetap membantu dan tidak menghancurkanya, hal ini menjadi pertanda, bahkan mereka berdua saling peduli" ucap William.


Hingga membuat Merry terdiam atas penjelasanya, tapi bagaimana mungkin Merry membiarkan itu terjadi, ia hanya takut suatu saat nanti masa lalu itu terungkap, dan mereka berdua mengetahuinya.


Dengan membiarkan Airyn dan Hansell saling mengenal, hanya akan membuat mereka saling menyilami masa lalu masing-masing, bahkan Merry sadar jika masa lalu keduanya hanya akan menjadi luka yang terus mengiris saja.


"Aku tidak bisa, aku tidak akan membiarkanya, apa kau gila membiarkan mereka saling mengenal, ini tidak akan berakir baik William"


Tentu William memilih diam, seolah tak ada lagi yang ia ucapkan selain menghargai Merry, hingga pada akirnya Merry membereskan Veronica dan bahkan membiarkan Hansell menyelamatkan Airyn. Sebab Merry juga tidak memiliki pilihan selain itu, sebab para ahlinya sendiri yang mengatakan.

__ADS_1


__ADS_2