
Airyn meneguk minuman kemasan itu dengan tegukaan kasar, bahkan ia meremukan botol plastik dengan penuh kekesalan sembari menghampaskanya ke tempat sampah yang ada didekat mereka, bahkan Hansell menyelisik kearah gurat wajah Nona Petrov seolah ingin tahu hal apa yang membuatnya marah dan kesal.
“Apakah ia sedang menyesal atau membuatku menderita” kesal Airyn sembari bersendekap saat bicara sendirian, bahkan Hansell yang sedari tadi duduk dihadapanya menatap bingung sambil tertawa pelan tentang sikap Airyn yang mengemaskan.
“Apa yang membuatmu sekesal ini? Ceritalah” tegur Hansell ketika menarik senyum kecutnya dengan samar.
“Apa kau kenal dengan guru sejarah kita, Bu Lamna, dia benar-benar menyebalkan” ungkap gadis itu dengan hebohnya, bahkan membuat Hansell tak mampu menahan senyuman tatkala mendengarkan celotehan dari mulut Airyn. “Beberapa minggu yang lalu dia masih bersikap sopan dan penuh hormat padaku, bahkan saat itu dia mempermalukan aku dihadapan semua kelas, dia mengatakan sangat sulit memperlakukan Nona Petrov setara dengan anak murid lainya dan terus memberikan aku tempat tersendiri, tapi hari ini dia memanggilku ke ruangan guru untuk mengatakan hal sebaliknya, ia mengatakan sangat menyesal dan bersalah atas sikapnya itu, tentu aku menerima penyesalanya dan aku memaafkan kekasaranya. Tapi apakah dia harus memperlakukan aku seburuk ini, bahkan jika aku sadar ia hanya memanfaatkan saja, aku sungguh menyesal diperlakukan seperti murid biasa, lebih baik aku bertingkah sebagai Nona Petrov yang berkuasa agar tidak ada yang berani mengusik lagi”
Hingga Hansell menarik nafas dengan dalam atas celotehan Airyn yang tidak berjeda, bahkan dia yang sedang mendengarkan perkataan Nona Petrov dibuat kehabisan nafas untuk mengikutinya, bagaimana bisa Airyn bicara dengan begitu cepat tanpa ada titik dan komanya.
“Memangnya apa yang Bu Lamna lakukan padamu?” tanya Hansell dengan ingin tahu tinggi, setidaknya ia tidak boleh berpihak kepada Airyn meskipun ia mencintai gadis itu.
“Airyn……bawakan buku ulangan teman-teman mu ke kelas”
“Airyn bagikan buku ulangan teman-teman mu”
“Airyn hapus papan tulisnya”
“Airyn bagikan lembar soalnya”
“Airyn kumpulkan lembar jawaban teman-teman”
“Airyn apa kamu mendengarkan ibu”
“Airyn apa kamu tahu jawabanya”
“Airyn apa kamu bisa membacakan paragraf 3 di halaman 199”
“Airyn suaramu kekecilan”
“Airyn….”
“Airyn……..”
“Dan Airyn…..”
“Sungguh aku muak sekali mendengar namaku, apakah aku harus ganti nama, atau aku harus bertingkah penuh kuasa lagi” bentak gadis itu ketika menjambak rambutnya, membuat Hansell tertawa lepas, seraya mengusap lembut kepalanya, bahkan sikapnya yang memperagakan semua perintah Bu Lamna membuat Hansell tidak mampu menghentikan kekehan itu.
Hingga tatapan Nona Petrov berlabuh menjadi jengkel, seolah wajahnya memainkan gradasi yang begitu cepat berbedanyq, hingga sikap pria itu tidak bisa ia kondisikan lagi lantaran Airyn benar-benar mengemaskan.
Apakah Airyn tidak menyadari, sikapnya yang kaku, dingin bahkan dirinya yang ketus dan kejam perlahan menghilang tanpa disadari, kali ini gadis itu bisa bertingkah konyol, hangat dan bahkan menyenangkan, dia seperti gadis mengemaskan yang begitu ceria, bukankah melihat sisinya yang seperti ini menghipnotis Hansell semakin jatuh hati dan gila lagi.
__ADS_1
“Apa kau menghinaku” teriak Nona Petrov dengan sikap ketus, gadis itu mempelototi matanya sembari berkacak pingang menghadap Hansell, tentu Hansell masih tertawa renyah sembari menghentikanya, bahkan cukup sulit untuk pria itu menormalkan diri sebelum akirnya mencubit hidung mancung Airyn yang sangat sempurna.
“Aku sedikit lucu saja melihatmu mengomel, apa kau tidak sadar jika saat ini sikapmu sangatlah mengemaskan, meskipun aku sedikit kasihan padamu, lantaran Bu Lamna mempermainkanmu, tapi aku bersyukur beliau bisa membuatmu mengeluarkan emosi yang konyol”
“Hansell!” rengek Airyn disaat pria itu tidak berpihak padanya.
“Iyaa....aku mengerti, Bu Lamna memang keterlaluan. Tapi sebagai kompensasi atas kesulitanya selama ini saat memperlakukan Nona Petrov, bukankah ini wajar, lagian di dunia ini semua murid pasti pernah membawakan buku pelajaran dari kantor guru dan membangikanya, bahkan semua hal yang ia minta darimu sudah dirasakan semuanya, jadi untuk memperlakukanmu sama, bukankah ini sudah haknya sebagai Guru kita, jadi mengertilah. Bukankah itu menyenangkan, namamu di panggil tanpa ada embel-embel lagi, bahkan ia memperlakukan dirimu tanpa rasa segan dan canggung, seolah kau memanglah Airyn yang menjadi murid dan siswa baginya, kadang tanpa kita sadari sikap-sikap menyebalkan dari orang lain menjadi pembuktian, jika kita dianggap berharga, semakin santai seseroang memperlakukanmu, semakin erat kualitas hubungan yang dimiliki, jadi apa yang Bu Lamna lakukan, semata-mata untuk mendekatimu, ia ingin merangkulmu seperti orang tua yang ada disekolah, jadi terimalah” jelas Hansell ketika mengelus lembut kepala Airyn, bahkan ia meraih tangan gadis itu lantaran sisa minuman yang menempel disana membuat tanganya sedikit kotor, tentu Hansell membersihkan jemari kecil itu dengan tissu yang ada di meja kantin, bahkan sikap perhatianya tidak di sadari oleh Nona Petrov.
“Lalu, apakah kau memperlakukan aku sesantai itu juga?”
“Tentu tidak” saut Hansell dengan segera, membuat wajah Airyn berangsung gelap dengan penuh jengkel, bahkan ia merampas kasar tanganya hingga Hansell terhenti dari aktifitasnya. “Kemarikan tanganmu, dan dengarkan dulu penjelasanku” dengusnya sembari menarik paksa tangan Airyn untuk melanjutkan penuturan. “Aku memang tidak memperlakukanmu dengan santai, hanya saja aku memperlakukanmu berbeda dari yang lainnya, aku bisa bersikap informal, aku bisa bersikap formal kadang aku bisa bersikap santai, dan yang aku berikan saat ini, aku sedang merayumu, karna aku menyukaimu”
“Men-yukai apa” celetuk Airyn dengan gugupnya, bahkan ia tersentak kaget atas kejujuran Hansell di kantin sekolah yang sangat ricuh ini. “Lepaskan tanganku, kau terlalu membersihkanya”
“Kau harus memperhatikan kebersihan tanganmu, bagaimana bisa kau membiarkan sisa makanan menempel padahal kai seorang gadis"
"Apa masalahnya, nanti akan aku bersihkan sendiri"
"Baiklah kalau begitu. Jika kau malu aku melakukanya, aku akan berhenyi, tapi...... habiskan makananmu, karna sebentar lagi jam istirahat akan berakir” perintahnya dengan begitu tenang, membuat Airyn terpana bingung atas sikap aneh pria itu.
“Bagaimana bisa kau bertingkah biasa setelah mengutarakan rasa suka dengan santainya” ketus Nona Petrov kehadapan Tuan Muda Hamillton.
“Apa salahnya, semua orang juga bisa melihatnya, untuk apa aku sembunyikan lagi” balas Hansell.
“Aku tidak canggung sama sekali, walaupun kau menolak ku, aku akan terus mengejarmu”
“Hansell” rengek Airyn dengan penuh rasa malu.
“Kenapa? Apa kau malu?” ledek pria itu.
“Diamlah, tutup mulutmu, aku tidak ingin ada orang yang mendengar kita”
“Baiklah, aku mengerti, tapi pertimbangkan untuk menjadi pacarku, bagaimanapun semenjak pulang dari perkemahan itu dan setelah kau menyatakan rasa suka yang sama kau belum menyetujui untuk menjadi kekasihku, lebih baik kau fikirkan masalah itu sebelum aku mengungkapkan rasaku dua kali”
“Hansell” geram Nona Petrov dengan penuh frustasi, bahkan ia tidak menyangka pria itu akan bicara sefrontal itu saat mereka berada di kantin sekolah yang ramai oleh siswa dan siswi, jika terus melawan dirinya, Airyn benar-benar mati gaya dan bungkam seribu bahasa, untuk itulah menghabiskan makanan untuk meninggalkan Hansell adalah jalan keluar terbaik untuk masalahnya.
*
Airyn berlalu mendahului Hansell, rasanya ia tidak bisa berjalan dengan tenang disamping pria itu, bahkan Airyn semakin malu jika terus mengigat perkataanya, hingga Hansell menarik senyum dengan simpul atas reaksi berlebihan dari Nona Petrov.
“Airyn tunggu aku, kau mau kemana terburu-buru sekali”
__ADS_1
“Aku ingin ke toilet, jangan ikuti aku” bentak gadis itu yang saat ini ada dibagian depan.
Membuat langkah Hansell terhenti ketika gadis yang ia sukai memasuki toilet khusus wanita, bahkan Hansell tersenyum manis atas tingkahnya, sebelum akirnya berdiri disisi bagian luar, sedangkan Airyn menyembunyikan diri di dalam.
Gadis itu mengunci bilik kamar mandi dengan jantung berdebar, bahkan pipinya memerah secara sempurna dengan penuh rasa malu atas sikap Hansell yang luar biasa membingungkan, bagaimana bisa dia bersikap santai diatas pembicaraan mereka yang amat mendebarkan, bahkan memikirkanya saja, membuat Airyn merinding.
Hanya saja apa yang harus Airyn lakukan, jika Hansell benar-benar mengajukan pertanyaan, apakah Airyn akan mengakui hubungan mereka atau terus menjalaninya sebatas teman biasa? Tapi Airyn benar-benar berdebar tiap kali bersama Hansell, bahkan tatapan matanya yang terus menegas dan menantang sang lawan, untuk pria itu melumpuh tanpa bisa di pertahankan, sikapnya yang penuh intimidasi membuat Airyn merasakan getaran yang amat dahsyat, hingga membuat gadis itu semakin tak berdaya jika Hansell bersikap leluasa tanpa ada gugup ataupun canggung antara mereka.
Airyn duduk diatas Closet yang ada dibilik kecil itu, ia bahkan tidak melakukan apapun selain berfikir, bahkan kesunyian di ruangan membuat suasana berfikir semakin mendukung, hingga Airyn perlu memilih tindakan yang tepat atas hubungan yang semakin serius ini.
“Bukankah Nona Petrov terlalu naif” celetuk segerombolan wanita yang saat itu memasuki toilet, bahkan telinga Airyn dibuat jengah atas namanya yang tengah di perbincangkan.
“Benar, sekalipun kita berada di sekolah yang sama, kursi yang sama, kelas yang sama, tetap saja perbedaan antara Nona Petrov dan kita terlalu jauh. Bagaimana bisa kita memperlakukanya seperti biasa atas apa yang ia miliki, itu sangat mustahil”
“Kau benar sekali, aku bahkan sangat lelah akir-akir ini, ketika orang tuaku selalu menasehatiku untuk menjauh dan tidak menganggu Nona Petrov, meskipun keluarga Brain mengundurkan diri dan mendapatkan hukuman sosial dari masyarakat, tapi jika bukan Nona Prtrov yang ia ganggu aku yakin keluarga Brain akan baik-baik saja, sayangnya ia berurusan dengan orang yang salah, bahkan tanpa Nona Petrov memberi pelajaranpun pada orang yang mengusik hidupnya, tetap saja mereka akan hancur dengan sendirinya, Nona Petrov memang luar biasa mengerikan, lebih baik menjauh saja dari orang sepertinya”
Celetuk mereka semua ketika berargumen tentang Airyn, bahkan membuat Airyn terdiam sembari mendengarkan segala pembicaraan yang bisa diakses oleh telinganya, entah bagaimanapun mereka terdengar masuk akal, bahkan Airyn sadar tanpa ia terlibat melakukan apapun, namanya saja sudah sangat mengerikan terlepas dari kekuasaan dan segala atribut yang ia sandang.
“Selain itu aku mendengar sesuatu tentang Nona Petrov” terus gadis itu pada temanya, bahkan membuat tangan Airyn mengepal hingga air matanya tertahan dengan berat. “Kata orang tuaku, semenjak ayahnya meninggal, Nona Petrov menjelma menjadi gadis yang mengerikan, dan kesuksesan yang dia dapatkan itu terikat dengan surat kontak yang di tanda tangani oleh Tuan Petrov sendiri, sehingga putrinya menjalani kehidupan mewah dibalik kendali seseorang. Tentu itu terlihat bagus dan sangat menguntungkan, hanya saja, kontrak yang ia sepakati itu bertujuan untuk melindunginya dari segala musuh dan penghalang serta ancaman, untuk itulah tak ada yang berani berbuat macam-macam dengan Nona Petrov, apa kau tidak tahu, keluarga tiri ayahnya sudah meninggal dengan cara mengenaskan, bahkan kecelakaan itu diyakini sebagai tindak pembunuhan, hanya saja sampai saat ini polisi tidak bisa membuktikan apapun, untuk itulah semua orang mengetahui jika yang melakukan kejadian naas itu adalah orang dibalik surat kontrak, dan Nona Petrov pasti mengetahui ini lebih jelas, tapi dia diam saja dan membiarkanya, ia bertingkah seolah tak terlibat tapi sebenarnya ia juga mengiginkan semua yang dilakukan oleh orang dibalik surat kontrak itu”
"Benarkan? Astaga....aku sangat merinding"
"Tentu saja benar!"
“Apakah orang itu bertindak sesuai perintah Nona Petrov?”
“Tentu saja, jika tidak kenapa ia repot-repot sekali membunuh, bukankah misteri keluarga Petrov sangat mengerikan, bahkan aku tidak menyangka, untuk hidup menyedihkan seperti Nona Petrov membuat semua orang tidak berani menyentuhnya, sepertinya ia di takdirkan hidup sendirian tanpa siapapun”
“Astaga, pantas saja dia sangat dingin dan terlihat kejam, ternyata ia tidak memiliki figur orang tua, aku sangat maklum jika saat ini Nona Petrov bisa memiliki tempat setinggi itu, untuk itulah aku tidak akan bernai memperlakukanya selayak manusia bisa, setidaknya ia amatlah mengerikan dan juga penuh kekuasaan, jadi kita perlu memperlakukanya seperti Ratu Neraka”
Hingga pembicaraan itu diakiri dengan tawa penuh penghiburan, bahkan rasanya membuat mereka menjadikan Airyn sebagai lelucon, hingga suara pintu dari bilik kamar mandi terhempas, membuat semua gadis-gadis yang tengah berdandan di wastafel terpana diam hingga kosmetik yang mereka genggam terlepas dari tangan tatkala Nona Petrov keluar dari ruangan kecil itu.
“No-Na Petrov” sumpah demi apapun, mata mereka mengerjap ketakutan, bahkan semuanya saling memeluk dengan gemetar diantara kecemasan yang melanda, apakah ia sedari tadi mendengar pembicaraan mereka, dan mendengarkan semuanya, bahkan tatapan mata Airyn begitu tajam hingga semuanya tak berdaya berdiri disana.
Airyn melangkan dengan penuh arogansi, bahkan semuanya memberi ruang untuk Nona Petrov menghidupkan air dari saluran wastafel, gadis itu mencuci tanganya dengan Airyn yang mengalir, sebelum akirnya menghentikanya dengan sikap kasar, pantulan gurat cemas dan ketakutan diwajah semuanya dapat Airyn amati dari kaca yang ada di depan, bahkan tak perlu membalikan badan tatapan mata mereka saling menyatu, Airyn menyungingkan senyum dengan penuh kemirisan, seolah mereka menilai sampul tanpa mengenali isi, tapi Airyn sudah terbiasa dengan semua ini, untuk itulah bersikap tegas adalah alasan untuknya terus tenang.
“Apakah aku terlihat seperti pembunuh” tanya Nona Petrov dengan senyum manis, namun senyum sunging yang minim itu membuat tubuh mereka merinding hebat, bahkan tak satupun yang berani angkat bicara setelah bersikap kritis beberapa saat lalu. “Nampaknya aku baru menyadari sesuatu, aku terlihat seperti Ratu Neraka yang penuh dengan sikap mengerikan, apakah itu benar?” tanyanya lagi, namun tak ada yang bernai bersuara.
“Terimakasih sudah menghormati aku dan takut padaku, hal ini menjadi bukti jika kalian memang layak aku perlakukan dengan cara rendahan, terkait image baru-ku tentu aku berterimakasih sekali lagi, setidaknya aku menunggu kalian semua memandangku setakut itu. Mulai detik itu jadilah manusia rendahan yang selalu takut dengan kekuasaan dan pangkat seseorang, dan lepaskan semua harga diri yang kalian miliki jika tenga berhadapan denganku, lalu katakan pada orang tua kalian masing-masing, terimakasih sudah menasehati anaknya dengan baik, aku tidak akan segan memberikan sumbangan atau sedekah jika kalian semua membutuhkan”
Hingga Nona Petrov berlalu dari sanaa, sebelum akirnya keluar dari toilet sekolah, bahhkan membuat mereka menarik nafas dengan lega setelah sekian lama lupa mencerna oksigen dengan baik, betapa bodohnya semua orang itu, membicarakan Airyn dan di dengar langsing olehnya.
__ADS_1
Tentu mereka tidak menyangka akan sesial ini, bahkan semuanya saling meyalahkan dan berdebat, tapi tak ada yang bisa diubah selain fakta jika Nona Petrov sudah terlanjur mengigat wajah semuanya, apakah mereka bisa dikatakan sebagai golongan yang sudah menyinggung nona petrov.
"Matilah aku!" batin semua gadis malang itu.