Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 15] Takdir tidak merestui.


__ADS_3

Hansell memilih fokus pada perusahaan dan mengambil jadwal libur dalam 2 kali seminggu, bahkan ia tidak aktif dalam kegiatan basket dan olahraga apapun sebab memfokuskan diri pada perusahaan yang berada di ambang krisis, pria itu sangat sibuk hingga waktu bertemu dengan Dikra bisa di katakan tidak sempat, selain pulang dini hari dan kembali bekerja pagi-pagi sekali, nampaknya Hansell tidak memiliki waktu luang pribadi, lantaran ia menolak kerjasama dengan perusahaan Petrov dan memilih mencari jalan keluar lain atas krisis ekonomi yang dialami perusahaan.


Hansell berada di ruang rapat yang ada di perusahaan cabangnya di luar kota, ia sedang mempelajari perkembangan perusahaan itu sebab hampir tidak menguntungkan, Hansell membuat kesepakatan bersama Tuan Ji untuk mengakuisisi anak perusahaanya dan memberikan peputaran modal dari Bank Jivi, rasanya tak ada pilihan selain melepaskan anak perusahaan yang di inginkan beliau, setidaknya Hansell memerlukan pengorbanan untuk mendapatkan bantuan, beruntung Tuan Jilixing yang biasa di panggil akrab Tuan Ji itu ialah kenalan orang tuanya, membuat Hansell tidak merasa asing melepaskan anak perusahaan kepada beliau, pria paruh baya itu sangat hangat dan penuh jiwa ke-bapakan, meskipun dirinya pengusaha tersukses di Korea yang cukup Hansell hargai sebagai mitra bisnis, lantaran Tuan Ji sendiri sangat penyayang pada istri dan anak tirinya dari pernikahan istri yang gagal sebelumnya, bahkan itu bukan fakta yang di kubur olehnya, melainkan rahasia umum yang di ketahui semua orang.


“Kenapa kau tidak mau bekerjasama dengan perusahaan Petrov, Hansell? Bahkan sangat mudah bagimu jika membuat lingkaran bisnis dengan Petrov, selain menambah relasi, tumpuan modal Nona Petrov sangat luar biasa kokoh, ia bahkan bisa membeli satu perusahaan dengan cuma-cuman jika dia mau” ucap Tuan Ji ketika ingin tahu alasan dari sikap Hansell itu, tentu beliau sudah mengetahui permasalahanya lantaran Hansell sudah menceritakan keseluruhan.


“Aku tidak mau paman, rasanya tidak cocok dengan caraku bekerja” balasnya dengan enggan.


“Aku ingat sekali ketika anak usia 15 tahun bicara dengan arogan padaku, jika seseorang tidak sesuai dengan prinsipku bekerja, maka ak uang akan membuat segala cara agar sesuai dengan caraku bekerja. Kemana selogan yang kau banggakan itu” ledek beliau, hingga membuat Hansell cukup malu pada dirinya sendiri.


“Tapi gadis ini pengecualian, bagaimanapun aku ingin mencoba mengubahnya tetap tidak bisa, karna prinsipnya tidak bisa di perbaiki” kekeh Hansell ketika mendebat jawaban Tuan Ji, membuat beliau menyungingkan senyum hangat sembari melirik panjang pada Hansell Hamillton.


*


Sudah seminggu Airyn bersekolah setelah perdebatanya dengan Hansell Hamillton yang penuh akan penghinaan dan makian yang mereka lemparkan satu sama lainya, membuat Airyn tidak melihat wajah pria itu dan tidak mendapati keberadaan Hansell di sekolahan, Airyn bahkan tidak melihat lagi sikap campur tanganya atas hal yang Airyn lakukan, bahkan Airyn tidak merasakan lagi langkah kaki yang terus mengisi jejaknya ketika berjalan, biasanya pria itu selalu ada di belakang, mengamati dan terus mengikuti, namun kali ini Airyn kehilangan itu semua, ada apa dengan Airyn? Kenapa ia harus merasa kehilangan?


“Tidak mungkin!! Apa kau gila Airyn!” bentak gadis itu pada dirinya sendiri, ia berjalan sekencang mungkin untuk menuju ruang kelas, bahkan anak-anak yang memenuhi jalanan membuat Airyn memperlambat gerakan, hingga seorang pria yang sama menyebalkan seperti Hansell mencegat dirinya dan menghalangi langkahnya.


“Ada apa denganmu” bentak Airyn kehadapan Dikra, rasanya ia cukup lelah untuk berdebat dengan seseorang, apalagi dengan pria itu. “Minggir” ketus Airyn dengan nada membentak, namun Dikra tak bergerak lantaran memberanikan diri untuk menentang.

__ADS_1


“Kenapa kau jahat sekali” kesal Dikra kehadapan Airyn, membua gadis itu mengkerutkan kening dengan dalam saat dirinya di hadapkan dengan kata menuduh. “Jika bukan karna dirimu, temanku tidak akan bekerja keras seperti itu, bahkan sudah seminggu aku tidak bermain dengan Hansell, dasar wanita jahat” hina Dikra dengan terus terang, membuat Airyn begitu malas mendengar ocehanya.


“Lalu?”


“Lalu!” kesal Dikra dengan nada membentak saat mengulangi perkataan singkat dari gaadis itu, Dikra sungguh kesal dan tidak bisa terima, bahkan ia beradu mulut dengan Airyn hingga beberapa kali jawaban yang Dikra lontarkan selalu saja kalah talak tanpa mampu di serang, gadis itu memang pintar mendebat dan juga berdebat, hingga Dikra kehabisan kata-kata, namun kali ini Airyn diam membisu, bahkan membuat Dikra mendapatkan celah untuk menang darinya.


“Jika bukan karna Hansell, mungkin tidak akan ada orang yang akan menawarkan bantuan padamu, bagaimana bisa kau sejahat ini pada temanku, dia pria bertanggung jawab yang sangat baik, tapi kau malah menyusahkan perusahaanya setelah kepergian paman Hamillton, bahkan berduka saja Hansell tidak sempat karna dirimu, tidakah kau memiliki belas kasihan sedikitpun sebagai wanita, lagian bagaimana bisa ada wanita berhati dingin sepertimu” celoteh pria itu tanpa menyadari bagaimana gurat kelam di wajah Airyn.


“Jadi yang memberiku tumpangan itu Hansell?” tanya airyn untuk memastikan lagi.


“Tentu saja, pria yang kau anggap berengsek itu adalah orang yang memberimu tumpangan-“ sontak Airyn berlalu pergi dari hadapan Dikra, ia seperti tidak bisa menerima kenyataan jika penolongnya disaat itu adalah Hansell Hamillton, kenapa harus pria itu. “Hei, Airyn!!” teriak Dikra yang tengah di tinggalkan tanpa ada kata perpisahan. “Nona Petrov” terusnya dengan suara mengema, namun sayangnya Airyn terlanjut menghilang dan keluar dari lobby sekolah.


Seluruh bagian itu seutuhnya mengeluarkan emosi, dendam dan rasa benci pada Hansell, seperti racun yang keluar setelah mendapatkan vaksinya, apa yang terjadi pada dirinya? Kenapa hatinya menjadi perih saat mengetahuu Hansell yang menolongnya 2 tahun lalu, apakah ini perasaan menyesal serta bersalah?


“Kenapa harus dia!!” gadis itu menepis air matanya ketika memori mengerikan itu tertampilkan dengan nyata.


*


...Dua tahun lalu...

__ADS_1


Saat itu Airyn masih duduk di bangku SMA, ia adalah gadis biasa yang tidak ingin menjadi pengila kerja seperti ayahnya, meskipun potensi yang Airyn dapatkan sangat mengarah kesana tetap saja Airyn ingin menikmati sekolah seperti remaja pada umumnya, gadis itu bersekolah di SMA khusus putri yang terkenal di Irlandia, ia menempati kelas A sebagai jajaran murid berprestasi dan pintar.


Sepulang sekolah Aryn tidak di jemput oleh supir yang biasanya mengantar dirinya, melainkan orang berbeda yang menodong kepalanyaa dengan senjata, tubuh yang berani dan tak kalah takut itu tentu saja mengikuti langkah kaki mereka, sekalipun jantungnya berdebar kencang namun Airyn percaya ahli waris Petrov tidak akan berani di sentuh oleh orang manapun.


Ia di tempatkan di sebuaah lokasi yang sangat terpencil, nampaknya hanya gunung dan perdesaan terpencil yang ada di lokasi itu, bahkan akses rumah masih jauh dari keramaian dan memiliki jarak yang cukup jauh dari satu rumah ke rumah lainya, tentu Airyn mempertanyakan kemana ia di bawa dan kemana Airyn di kirimkan.


Namun siapa yang menduga Airyn menemukan sosok ayahnya disana, di ikat dengan tali dan di gantung dengan posisi menelantang, ayahnya tidak di siksa dan bahkan tidak dalam kondisi yang menyedihkan, namun nampaknya kesadaran beliau sudah terkuras habis hingga sulit menahan kesadaran, Airyn di hadapkan dengan orang-orang yang menutup seluruh permukaan wajah mereka, hanya akses mata yang sulit Airyn kenali yang nampak di balik topeng itu, namun di posisi seperti itu siapa yang akan peduli tentang penculikan dirinya, ia hanya peduli pada ayahnya yang begitu pasrah, seseorang yang ada di dekat beliau sedang mengeluarkaan sebuah suntikan mematikan, seolah bersiap-siap untuk menancapkan zat itu ketubuh ayahnya.


Ketikaa Airyn bertanya apa tujuan mereka dan apa yaang mereka inginkan, orang-orang itu hanya mengiginkan kematian Louis Petrov dan ingin Airyn yang mengantikanya, bahkan disaat itu mereka mengiginkan Airyn yang akan melanjutkan Grup APV setelah ayahnya meninggal, tentu itu sebuah mimpi buruk dimana Airyn ingin sadar secepat mungkin, sayangnya itu bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang harus ia hadapi.


Airyn menagis sejadi-jadinya, memohon agar ayahnya di lepaskan dan ia ingin mengantikan posisi beliau, sayangnya orang itu terlanjur menyuntikan sesuatu pada tubuh Louis petrov, membuat pria tua itu meraung kesakitan dengan nafas tersengal, hingga pada akirnya Louis Petrov membelalakan mata sampai akirnya menutupnya dengan sempurna, tentu saja Airyn masih berharap itu mimpi, ia meronta dengan begitu hebat, sampai di lemparkan ke tumpukan kardus yang memiliki debu setebal meja.


Sekali lagi orang-orang yang tidak Airyn kenali itu mengatakan, bahwa ayahnya akan di kabarkan meninggal dengan serangan jantung dan di larikan ke rumah sakit Jily Petrov secepatnya, bahkan rombongan orang bertopeng lengkap dengan pakaian yang entah terbuat dari apa memasuki pergudangan itu, membawa tubuh ayahnya pergi dan bahkan membawa beliau menghilang.


Di saat itu Airyn tidak mengerti harus begaimana, rasanya jika ia harus di bunuh Airyn sangat rela dan mengikhlaskan segalanya, ia ingin di pergi bersama ayahnya meninggalkan dunia yang begitu kejam ini, tapi mereka mengatakan dengan jelas, jika Airyn akan mengantikan posisi ayahnya, memimpin Grup Petrov dengan otak yang mereka kendalikan, bahkan mereka mengeluarkan sebuah suntikan yang nampaknya sengaja di sediakan, hal itu berguna untuk memanipulasi ingatan Airyn untuk melupakan kejadian ini, tentu saja gunanya agar Airyn bisa di kendalikan dengan sangat mudah.


Tapi siapa yang menduga, sebuah ledakan yang mencengangkan terjadi, membuat mereka semua terpana dan melihat kearah luar, nampaknya ledakan itu diluar perhitungan mereka, lantaran kerumunan orang mengepung lokasi dan tak banyak persenjataan dengan titik merah di layangkan ke keseluruh tubuh orang yang sudah menyandra Airyn, tubuh yang melemah melihat kondisi ayanya tentu saja membuat Airyn tidak bisa berkata apa-apa, ia berusaha mengendalikan kekuatan namun dirinya sudah melemah sedemikian rupa.


Hingga semuanya melarikan diri dari tempat kejadian,dan Airyn tinggal seorang diri disana, namun tiba-tiba saja seorang pria yang tidak Airyn kenali mengangkat tubuhnya, meneriaki namanya seperti panggilan akrab yang bisa Airyn dengar di telinganya. Nampaknya mereka berada di pihak Airyn,dan benar dugaan gadis itu, setelah ia sadar sore harinya, Airyn sudah berada di sebuah montel kecil di pingir jalan, tubuhnya sudah basah kuyup mengunakan seragam sekolah yang telah kotor dan berantaakan, ketika Airyn bertanya pada penjaga montel tentang pria yang membawanya, mereka mengatakan seorang pria dewasa dan anehnya cctv di montel itu seperti diretas seseorang, membuat Airyn tidak bisa mendapatkan apapun, namun disaat itu juga Airyn keluar dari sana karna ia harus ke rumah sakit, dan penjaga montel mengatakan Airyn tidak akan mendapatkan kendaraan sore ini, paling tidak hanya sebuah angkutan sapi yang akan mengantarkanya ke perbatasan, setidaknya Airyn bisa menaikinya sampai pinggir jalan raya, membuat gadis itu berjalan di trotoar jalanan sembari mencegat mobil yang melintas, namun tidak ada yang menumpanginya selain Hansell Hamillton. Tentu saja Hansell dan orang misterius itu adalah dua sosok yang membuat Airyn berhutang budi, tapi kenapa harus Hansell, sialnya Airyn berulaang kali ingin membenci namun takdir tidak pernah merestui.

__ADS_1


__ADS_2