Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 74] Pagi hari dikediaman Hamillton


__ADS_3

Pagi sekali Hansell mengerjapkan mata dari tidur lelapnya, pria tampan yang setengaah meringis lantaran rasa sakit di kepala melirikan mata kearah jendela kamar, matanya mengakses tirai putih yang terpapar sinar matahari untuk menyelinap masuk ke ruangan kamar, tentu Hansel mengulas senyum manis sembari memaksa tubuh untuk menyuduk kekepala ranjang tidur.


Hingga langkah kaki seorang gadis yang masih mengunakan piama merah muda bercampur putih, membuat Hansell menujukan pandangan kearah samping, bahkan membuat pria itu mengeryitkan dahi melihat adiknya membawakan sarapan di nampan.


“Apa kau sudah bangun?” sapa Angeline kepada kakaknya. “Makanlah sup hangat ini untuk melegakan perutmu, bagaimana bisa kau pulang dengan keadaan menyedihkan seperti semalam, membuatku malu saja” hina Angeline pada kakak semata wayangnya itu, tentu Hansell terdiam sembari berfikir atas apa yang terjadi, bahkan ia sedikit malu ketika mengigat bagaimana ia membuat kehebohan didini hari, sadar sikapnya yang tidak bisa di toleransi, membuat Hansell menghela nafas dengan lirih atas beberapa kejadian yang begitu samar di ingatanya.


“Bagaimana bisa aku pulang ke rumah?” Tanya Hansell dengan rasa ingin tahu, sebab otaknya tengah merespon ransangan untuk mengulang kejadian semalam.


“Kau pulang mengunakan Taxi, dan sopirnya mengatakaan jika kau dipulangkan oleh teman perempuanmu, bahkan dia begitu protektif terhadap sopir Taxi. Apakah dia paacarmu?” Tanya Angeline penuh selidik.


“Pacar apanyaa" bantah Hansell dengan segera. "Dia bukan pacarku, dia hanya kenalan saja” terusnya dengan sedikit malas, bahkan ia berfikir keras tentang seorang gadis yang ia ajak bicara dan menemani dirinya, sungguh Hansell merasa malu dan sedikit menyesal, bahkan ia tidak membayangkan bagaimana bodoh dirinya tadi malam, bahkan ingatan yang samar-samar membuatnya berdecak jengkel hingga akirnya menegadahkan kepala menatap Angeline.


“Lalu, bagaimana dengan Dikra, apa dia tidak mengantarku?” Tanya Hansell binggung, lantaran ia mengunjungi Bar dengan temanya.


“Tidak. Bahkan dia tidak menghubungiku, ataupun menanyakan kabarmu. Apakah dia sengaja membiarkanmu hilang kesadaran, bukankah ini sama dengan kejahatan, bagaimana bisa Dikra melakukan ini tanpa bertanggung jawab, membuat aku begitu kesal melihat tingkahnya yang selalu menyebalkan itu” dengus Angeline ketika berdiri di hadapan Hansell setelah meletakan sarapan di nakas, bahkan Hansell tersenyum masam saat perkataan gadis itu cukup memprovokasi dirinya.


“Permisi tuan” putus seorang wanita yang merupakan pegawai rumah tangga Hamillton, bahkan membuat dua adik kakak itu melirikan mata kearah dirinya. “Ada tuan muda Dikra dibawah, dia mengatakan akan menunggu ada untuk berangkat sekolah”


“Dikra, kenapa dia tidak naik?” Tanya Hansell dengan binggung.


“Saya tidak tahu Tuan, dia hanya meminta saya menyampaikan pesan ini”


“Baiklah bi, aku akan bersiap-siap, biarkaan saja dia diluar, sebentar lagi aku akan turun” seru Hansell dengan senyum ramah, seraya mengambil sarapan yang Angel berikan, bahkan pria itu menghabisinya beberapaa detik hingga membuat Angel mengelengkan kepala dengan kesal.


“Kenapa kau terburu-buru sekali, apakah karna pria itu. Lebih baik kau tidak perlu berteman denganya, aku tidak suka dengan Dikra” celetuk Angeline pada kakaknya, bahkan ia melipat kedua tangan dengan sikap malas.


“Jangan begitu, Dikra sudah tumbuh dan besar dengan kita, bahkan dia seperti saudara kita” saut Hansell saat memisahkan diri dari ranjang.

__ADS_1


“Saudaara apanya, dia sama seperti pembawa sial dan selalu saja membuatku kesal”


“Angeline, sudahlah.....kakak akan siap-siap, kau sarapaanlah, karna sebentar lagi gurumu akan datang” celetuk pria itu hingga menghilang dibalik pintu kamar mandi.


Tentu Hansell cukup kesal lantaraan Dikra meninggalkan dirinya dengan wanita asing, biasanya ketika Dikra tengah mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, Hansell selalu menjaaga kesadaran untuk melindunginya, tapi sekarang bagaimana bisa Dikra meninggalkan Hansell tanpa penjaagaan dan membiarkan seorang gadis menyentuh dirinya, sungguh Hansell tidak terima diperlakukan seperti ini oleh pria bodoh itu.


Hingga, Tuan muda Hamillton selesai dengan kesibukanya, ia mengunakan pakaian sekolah dengan sangat rapi, bahkan ia keluar dari pintu utama dan melihat Dikra sedang duduk di mobilnya, tentu secepat mungkin pria itu tersenyum ramah, membuat Hansell mengkerutkan kening ketika pria bodoh yang meninggalkanya tadi malam tertawa polos tanpa dosa.


“Apa tidurmu nyenyak?” sapa Dikra dengan senyum manisnya.


“Nyenyak apanya” kesal Hansell ketika membuka pintu mobil dan berlalu meninggalkan pria yang kala itu melangkah kearahnya.


Bahkan sikap Hansell yang dingin membuat Dikra melirik bingung, tentu Dikra merasa Hansell sedikit kesal padanya, namun tak butuh waktu lama, Dikra menyusul pria itu, untuk memasuki mobil sembaru duduk dikursi kemudi.


“Ada apa denganmu pagi ini, apa kau kesal padaku?” Tanya Dikra dengan sikap bercanda, sembari melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Hamillton.


“Wanita tidak di kenali? Apa kau tidak ingat tentang kejadian semalam?” kejar Dikra penuh ingin tahu tinggi.


“Tentu aku ingat, memang apa yang terjadi? Apakah aku membuat kesalahan?” terus Hansell Hamillton dengan gurat khawatir, bahkan jika benar ia melakukan kesalahan ketika tidak sadarkan diri, sungguh ini akan menjadi masalah yang sulit diatasi.


“Tidak, hanya saja kau bercumbu dengan seorang wanita di club tanpa tahu malu”


“Apa!” teriak Hansell dengan kagetnya, bahkan ia tersedak dengan takut atas apa yang Dikra tuturkan.


“Kenapa kau berteriak dengan kencang, kau mengagetkan aku! Tapi, apakah kau tidak ingat sesuatu yang lebih penting?” Tanya Dikra sekali lagi.


“Tidak, sama sekali tidak ingat. Aku hanya ingat ada seorang wanita yang menghampiriku, dan lupa apa yang terjadi setelah itu, adik ku hanya mengatakan seorang wanita memesankanku Taxi untuk pulang, aku fikir tidak ada yang terjadi antara kami, sebab gadis itu seperti menyelamatkan aku”

__ADS_1


“Menyelamatkan apanya, bahkan kau yang di selamatkaan oleh Nona Petrov” batin Dikra dengan senyum masam, bahkan ia masih kesal atas perkataan Airyn tadi malam yang tidak bisa ia bantah, sebab hampir mencapai sempurna.


“Tapi dimana kau berada hingga kau membiarkan hal itu terjadi” geram Hansell ketika menatap tajam kearah sahabatnya, membuat bulu kuduk Dikra merinding hebat lantaran pria itu seperti menerkam sebagiaan tubuhnya.


“A-A-Aku….”


“Bagaimana bisa kau membiarkan seorang gadis mendekatiku disaat kita berdua pergi bersama ke Club malam, bukankah seharusnya kau berada disisiku, dan menjauhkan aku dari para gadis, tapi kau meninggalkan aku dan membiarkan semua itu terjadi, apakah ini sudah menjadi rencanamu untuk menjatuhkan aku Dikra William”


“Tidak” bantah Dikra dengan setengah berteriak. “Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu, aku tidak bermaksud apa-apa selain membiarkaanmu bersenang-senang dan melupakan masalahmu, tapi aku bersumpah demi Tuhan dan demi ibuku di surga, jika aku tidak akan membiarkanmu terjerumus pada kesalahan, untuk itulah aku tidak ikut campur, sebab seseorang sudah menghentikannya lebih dulu”


“Seseorang?” beo Hansell dengan tatapan selidik, bahkan matanya seperti menuntut untuk Dikra menjelaskan satu hal. "Siapa yang kau maksud?”


Membuat pria manis dengan rupawan sempurna yang saat ini blasteran antara china dan Irlandia menarik nafasnya dengan gugup lantaran ia salah membicarakan sesuatu, jika saja ia mengatakan tentang Nona Petrov yang menyelamatkan Hansell, sungguh Dikra akan dikebiri oleh Airyn, tapi apa yang bisa Dikra lakukan disaat Hansell mendesaknya penuh akan tuntutan.


“Dikra, siapa yang menghentikanya?” bentak Hansell dengan ingin tahu tinggi, apakah ingatan yang sekilat itu sebatas ilusi atau kenyataan, jika benar itu nyata sungguh Hansell sangat menyesal sekali.


“Gadis itu....” celetuk Dikra dengan begitu gugupnya.


“Gadis yang mana?" paksa Hansell dengan sikap memaksa.


“Gadis yang tadi malam bersama mu, gadis yang kau cumbu dengan begitu intim, dialah yang meghentikan tingkah buasmu yang sangat memalukan itu”


“Benarkan? Berarti dia bukan gadis bayaran?”


“Bukan, dia adalah artis papan atas yang saat ini sedang terkena skandal, dia menghentikan sikap buasmu mungkin karna dia sadar akan latar belakangmu dan dirinya, untuk itulah-”


"Oh begitu, aku mengerti” putus Hansell, bahkan ia menyandarkan tubuh dengan cukup tenang ketika berfikir terlalu panjang, ternyata wanita itu yang mengantarkanya pulang dengan selamat, bahkan tadinya Hansell sedikit mengkhayal jika Airynlah yang melakukanya, lantaran Angeline mengatakan jika wanita yang memesankan Taxi cukup protektif, bagaimana bisa ada orang asing yang begitu peduli padanya, bukankah seharusnya wanita itu mengambil keuntungan, terlepas dari apa yang Hansell fikirkan, yang jelas dia sangat berterima kasih jika wanita itu adalah orang yang baik.

__ADS_1


 


__ADS_2