
“Menjijikan sekali” batin Hansell melihat para idung belang itu bermain dengan wanita muda diantara umur mereka yang senja, apakah tua bangka yang tidak tahu diri tersebut tidak malu dengan pangkat dan jabatan yang mereka sandang, terlepas dari mereka yang menjabat sebagai orang penting dengan lingkup kehidupan elit, tetap saja tidak mengubah fakta jika mereka semua memiliki anak dan istri yang sedang tengah berada di rumah.
“Hai Hansell, akirnya kau datang juga” sambut Tuan Ming yang mungkin setengah sadar akibat alkohol yang entah berapa banyak ia teguk.
Melihat keadaan Tuan Ming yang cukup menjengkelkan itu, bagaimana bisa Hansell membatalkan kerjasama jika ia berada dibawah alam sadarnya sendiri, jika tahu mereka akan begini membuat Hansell begitu malas memberikan perhitungan, tapi ia sudah sejauh ini, rasanya akan sia-sia jika Hansell tidak menikmati pertunjukan.
“Apa yang kau lakukan sebenarnya Tuan Ming?” tanya Hansell dengan tatapan menajam, bahkan sambutan hangat dari beliau ia abaikan tanpa ada sikap sopan sedikitpun. “Apa kau fikir aku memiliki waktu sengang untuk melihat hal ini” kesalnya dengan wajah memerah yang di penuhi amarah, namun sekuat tenaga ia kontrol agar tidak meledakan emosinya, sebab Hansell cukup menghargai usia beliau.
“Hansell Hamillton tenanglah, kenapa kau serius sekali, duduklah sebentar, bukankah kita cukup melakukan tanda tangan kesepakatan saja, kenapa kau tegang sekali” ejeknya diantara para wanita yang tengah bergelantungan di tubuh gemuknya.
Tentu sikap pria itu membuat Hansell tidak memiliki pilihan, ia memilih mendudukan diri diantara kursi panjang yang ada disana, bahkan beberapa rekanya seperti hilang akal oleh para wanita yang tidak memiliki harga diri sedikitpun, entah bagaimanapun Hansell perlu menahan jijik oleh pemandangan yang tidak mengenakan, setidaknya ia akan keluar setelah semua masalah selesai.
Pria itu melipat kedua tanganya dengan sikap jengkel, bahkan ia menatap jijik pada para pria yang tidak tahu diri, hingga seorang wanita menghampiri dirinya, mendekati Hansell dengan sikap menggoda di tambah lipstik merah merekah yang ia tonjolkan, demi apapun Hansell hanya bisa tersenyum kecut, saat membiarkan gadis itu bergaya nakal di depanya.
“Sepertinya kau bukan orang Jepang, apakah kau membutuhkan sesuatu untuk menghangatkan ranjangmu malam ini Tuan?” tawarnya ketika membusungkan belahan dada yang hampir menelanjangi diri.
“Ranjangku sudah hangat, sepertinya aku tidak butuh pekerjaanmu” ketus Hansell ketika menepiskan tangan wanita tersebut.
“Apa kau yakin” terusnya lagi, bahkan wanita itu tidak menyerah dengan penolakan yang Hansell berikan, dengan paras rupawan seperti orang pribumi Jepang, gadis itu menyentuh lengan kekar Hansell sembari melipat kedua kakinya hingga pakaian mini terangkat kearah paha bagian atas.
“Menjauhlah!!!” geram Tuan Muda Hamillton dengan nada rendah yang begitu tajam, bahkan ia menatap dongkol penuh kesal hingga wanita itu terpaku atas penolakan yang Hansell pertentangkan, apakah ia sudah kelewatan menggoda pria itu, bagaimana bisa tatapan matanya mengerikan hingga bulu kuduk sang wanita merinding hebat karnanya. “Jika kau tidak pergi secepat mungkin, aku benar-benar akan membunuhmu, menjauhlah” kesalnya lagi dengan murka, membuat wanita yang tadinya memiliki kepercayaan diri penuh, kali ini berdiri dengan segera untuk beranjak dari hadapan Hansell, bahkan membuat Tuan Ming terkekah atas pertunjukan yang ada di hadapanya.
“Luar biasa, ternyata apa yang orang katakan tentangmu sangatlah benar. Aku salut denganmu Hansell, diusia muda sudah begitu matang menguasai bisnis, meskipun ini sedikit menjijikan bagimu yang begitu bersih, tapi kau harus sadar, jika tidak bergelimang dengan hal seperti ini, bagaimana bisa kau menghadapi dunia bisnis, padahal segala sarang racun ada disini, entah uang kotor, wanita, mafia, pengkhianatan bahkan kekejian manusia yang siap membunuh satu sama lainya hanya untuk bertahan hidup, dengan segala kebusukan itu apa kau yakin akan bertahan seperti sikapmu sekarang?”
Membuat Hansell menatap tajam kearah beliau, rasanya ucapan pria itu sangatlah mengesalkan, tapi apa yang ia bicarakan memanglah benar, Hansell sendiri tidak bisa menutup mata tentang kejinya dunia bisnis ini, bahkan uang bisa menengelamkan hati nurani manusia, untuk itulah marah pada Tuan Ming terasa membuang waktunya saja.
__ADS_1
“Kau benar! Dunia kita memang seperti ini, bahkan banyak hal keji yang kapanpun mendorong kita bergelimang di dalamnya, tapi aku tidak seperti dirimu. Sekeji apapun aku, aku tidak akan menyentuh gadis yang seusia dengan putriku, sekeji apapun aku, aku tidak akan mengkhianati istriku, sekeji-kejinya aku, aku tidak akan membunuh sekutu, bahkan sekeji apapun aku, tidak akan mengisi perut dengan uang kotor. Setidaknya sampai detik ini aku masih bersih dan suci, menjalankan bisnis sesuai dengan standart yang di tetapkan, aku tidak akan merendahkan harga diriku yang tinggi, dengan kenangan masa lalu yang mengerikan, menurutmu……….apakah orang yang sudah bergelimang kekejian, sanggup membunuh saudaranya sendiri untuk menaiki tahta?” seketika wajah Tuan Ming mengelap, bahkan ia mengepalkan tangan dengan penghinaan yang diberikan oleh Hansell.
Melihat wajah beliau yang saat ini berubah secara drastis, tentu Hansell tersenyum puas, rasanya ia cukup muak bekerjasama dengan manusia rendahan seperti ini, apakah ia fikir Hansell pria yang bodoh dan tidak mengetahui kelemahan sekutunya sendiri, nampaknya ia terlalu menyimpulkan Hansell dengan pandangan yang sederhana. “Jika istrimu mengetahui apa yang sudah kau lakukan sampai detik ini, apa kau yakin dirimu akan baik-baik saja Tuan Ming” terus Hansell ketika berdiri dari tempatnya, ia melangkah kehadapan beliau, hingga perbincangan yang cukup menegangkan itu membuat semua orang terdiam.
“Masuk!” titah Hansell dengan kalimat tegas, membuat pintu lebar yang begitu besar itu terbuka dengan sempurna, hingga seorang pria yang mengunakan pakaian rapi membawa sebuah dokumen di tangannya, bahkan Hansell menerimanya dengan segera, hingga menandatangani sebuah perjanjian disana, tentu saja pria itu melemparkan kontrak kerjasama mereka yang akan di batalkan ketepian meja yang ada di hadapanya,.
“Tanda tangani surat ini! Karna aku sudah jijik melihat dirimu” hina Hansell dengan tatapan merendahkan, bahkan ia menajamkan kedua matanya dengan penuh keseriusan sampai membuat Tuan Ming tak bergeming dari posisinya, hingga beberapa wanita berhamburan keluar dari sana, ketika pengawal Hansell sudah memenuhi segala titik penjagaan.
“Apa kau gila?” teriak Tuan Ming dengan tatapan tajam, bahkan tubuhnya membeku seolah terintimidasi oleh sikap Hansell, bagaimana bisa penjagaan Hansell mengalahkan orang-orangnya, jika begini pasti Tuan Ming akan berada dalam masalah jika terus memprovokasinya.
“Aku tidak gila, aku hanya ingin membatalkan kerjasama dengan hama sepertimu, jadi cepat tanda tangani ini, sebab aku tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan yang tidak cerdas memilih sekutu”
“Apa maksdumu?”
“Jika kau ingin tahu maksudku, tanda tangani surat perjanjian ini, sebelum kita bicara yang sebenarnya” demi apapun kata-kata Hansell membuat pria itu tidak berdaya, apakah ia sudah berada pada posisi terdesak, bukankah seharusnya Hansell yang akan memohon kerjasama denganya, tapi kenapa pria itu seperti siap melepaskan perusahaan Tuan Ming seolah ini akan menghancurkan dirinya, apa jangan-jangan.
Hingga mata beliau dibuat terpana dengan sempurna, seolah pistol yang ada di tangan mereka siap di jatuhkan kepada kepalanya, membuat Hansell tersenyum penuh kelicikan hingga Tuan Ming tidak bisa mempercayai pengliahtanya sendiri.
“Ha-Hansell, apa yang kau lakukan, bukankah kau paling benci dengan sikap seperti ini, sejak kapan kau begini”
“Sejak kapan?” beo Hansell seraya memikirkan Airyn, jika di tanya kenapa ia begini mungkin semenjak mengenal gadis itu, dulu Hansell berpikir dunia yang seperti ini masih bisa dirubah jika kita memulai dari diri sendiri, tapi ternyata tak ada yang bisa diubah jika semua manusia semakin gila dan menghancurkan hati nuraninya sebagai manusia, jadi untuk bertahan hidup disituasi yang tidak memungkinkan, Hansell perlu beradaptasi dan sejenis dengan mereka, setidaknya ketika ia terdampar di tengah laut tanpa ada makanan ataupun minuman, bukankah jalan satu-satunya melahap sekutu, untuk itulah mengancam Tuan Ming dengan cara hidup yang ia jalani, salah satu cara untuk Hansell beradaptasi dengan dunia yang akan ia tinggali. “Tentu saja semenjak aku sadar, tidak akan ada yang bisa berubah jika semua orang tidak pernah bisa memberikan pilihan. Aku seperti ini karna kau tidak memberiku pilihan Tuan Ming, apa kau tidak tahu, perusahaan yang akan kau modali tengah terjerat dalam krisis uang kotor, bahkan jika kau terlibat dengannya kau juga harus bersiap-siap karam dengan perusahaan tersebut, untuk itulah, mengkhianati diriku hanya akan membuatmu semakin hancur. Jadi lebih baik tanda tangani pembatalan ini jika kau tidak ingin nyawamu aku habisi disini. Menurut informasi yang aku dapatkan, tempat ini tidak hanya di gunakan kalangan atas sebagai tempat bersenang-senang, tapi tempat ini juga bisa menghilangkan segala bukti pembunuh yang terjadi. Untuk itulah membunuhmu disini tidak perlu membuatku repot-repot menghancurkan bukti, sebab semuanya akan hilang dengan sendirinya”
“Hanselll!!” teriak Tuan Ming dengan tidak percaya. “Aku akan menanda tanganinya, tapi jangan membunuhku” terus beliau dengan segera, membuat Hansell memberikan sebuah pena untuk Tuan Ming menandatanganinya.
Melihat hal itu, tentu Hansell tersenyum puas, rasanya sangat bahagia melihat beliau berada di posisi terdesak, tapi hal ini seperti pedang bermata dua bagi Hansell, jika ia membatalkan kerjasama dengan Tuan Ming, tentu Hansell akan menyelamatkan perusahaanya dari kebangkrutan, tapi jika Hansell tidak mendapatkan sekutu untuk berinvestasi secara penuh, maka ia harus siap mengalami posisi terdesak, untuk itulah, tujuan Hansell ke Jepang untuk menemui Tuan Reino Shimura.
__ADS_1
Beliau dikenal sebagai investor yang memiliki rantai keuangan yang begitu kuat, Tuan Shimura terkenal sebagai orang yang kompeten sehingga tidak mudah baginya untuk berinvestasi di sebuah perusahaan, hanya saja, bagaimana cara Hansell mendapatkaan beliau, sebab orang seperti Tuan Shimura hanya akan bermain dengan kalangan atas, mungkin salah satunya seperti Airyn yang bergerak di pasar Internasional.
*
“Bagaimana?” tanya Airyn ketika membalikan sebuah berkas di tanganya, tentu saja fokus gadis itu bukan lagi pada pekerjaanya melaikan pada Hansell.
“Tuan Muda Hamillton sudah membalatkan kerjasama dengan Tuan Ming, bahkan beliau keluar dengan begitu takut dari ruanganya, dan orang-orang Tuan Hansell tengah mendominasi di tempat ini Nona” jelas salah seorang wanita yang menjadi kepercayaan Airyn.
Hingga Airyn menutup berkas itu dari tanganya, bahkan ia menghela nafaa dengan cukup berat atas keputusan berani yang Hansell lakukan.
“Nampaknya anda membutuhkan bantuan saya Nona Petrov” ungkap Tuan Shimura yang kala itu duduk di hadapan Airyn, bahkan beliau merasa cukup beruntung jika saat ini dirinya menjadi tongak penyangga dalam bisnis ini. “Saya pasti akan menjadi Investor pada perusahaan Hamillton, tapi apakah anda bisa menganti hal ini dengan 5% saham sebagai kompensasinya?” terus Tuan Shimura dengan penuh penawaran, membuat Airyn memandang diam seolah berfikir tenang.
“Apa yang sedang anda inginkan sebenarnya? Jika anda mengiginkan 5% saham dari perusahaanku, berarti kedudukanmu tidak bisa diragukan lagi, sebagai pemilik 15% saham aku perlu megetahui, ada sindikat apa kau ingin berinvestasi padaku Tuan Shimura?” tanya Airyn kearah pria itu.
“Tentu saja aku ingin menjadi sekutu dari Apv Petrov, rasanya tidak merugikan jika aku berpihak padamu Nona Petrov, sebab 2 tahun yang kau butuhkan untuk menguasi Eropa menjadi bukti, tidak ada Airyn Petrov kedua di dunia ini. Untuk itulah, aku sangat ingin berkerjasama denganmu lantaran sangat mudah bagi perusahaan mu ber-inflansi, untuk itulah berpihak menjadi ajang yang tepat dalam pengembangan uangku” ungkapnya dengan penuh bercanda, membuat Airyn tersenyum simpul mendengar perkataan dan juga kelicikan dari beliau.
“Kau memiliki pemikiran yang luas Tuan Shimura, tidak heran kenapa kau begitu kuat dalam bidang keuangan. Baiklah aku terima permintaanmu” saut Airyn dengan segera, membuat Tuan Shimura terpana, apakah Nona Petrov tidak bercanda menyetujuinya semudah itu.
“A-Apakah kau serius Nona?” tanya Tuan Shimura ketika bersikap sopan, bahkan ia bicara dengan begitu gelisah sebab sangat sulit untuk Nona Petrov semudah ini, sebab segala hal yang ia bicara pasti menyelipkan sebuah ancaman, tadinya Tuan Shimura hanya sedikit bercanda, tapi siapa yang menduga jika ia malah bersikap serius dalam menanggapinya.
“Apa kau lihat aku sedang bercanda” ketus Airyn dengan tatapan jengkel, seraya berdiri dari tempatnya. “Aku harap kau bisa menepati janjimu, jika kau tidak melakukanya dengan baik dan membuat Hansell curiga, aku tidak segan menghabisi semuanya Tuan Shimura. Untuk itulah bersikap secara profesional, serta teliti dengan baik apa yang Hansell tawarkan, sebab aku paling mengerti bagaimana hebatnya Hansell Hamillton”
“Jika begitu, kenapa tidak kau saja yang berinvestasi padanya?” kejar Tuan Shimura dengan pertanyaan bingung.
“Jika saja ia mau, maka dengan senang hati aku akan membantu, sayangnya ia tidak ingin terikat apapun dengan orang sepertiku, setidaknya dalam dunia bisnis” terus Airyn dengan sikap dingin, bahkan ia tersenyum kecut, sebelum akirnya meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1