Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 06] Kesalahan fatal.


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan lebih Airyn menjalani sekolah reguler di yayasan miliknya, namun hari-hari hanya seperti biasa saja, bahkan gadis itu tidak memiliki niatan untuk berteman dengan siapapun dan malah menyibukan diri dengan masalah pekerjaan, entah kenapa Airyn melihat segala hal terjadi disekolah yang harusnya menjadi ladang pendidikan namun di penuhi oleh mereka yang selalu sibuk dengan pertengkaran, pembulliyan, bahkan banyak anak-anak yang bermuka dua dan gemar kebohongan, hingga rasanya Airyn cukup pengap dan memilih perpustakaan sebagai tempat ternyaman, beruntung saat dirinya merenovasi sekolah ini satu tahun lalu, Airyn meminta arsiteknya untuk mendesain perpustakaan sebagai ruagan yang luas dan memiliki banyak buku, dimana di ruangan ini akan memiliki segala fasilitas membaca dari berbagai gendre buku, hal itu berguna agar mengairahkan minat baca remaja dan para siswa, sayangnya tak banyak yang suka ke perpustakaan dan tak banyak dari mereka yang menghabiskan diri di ruangan ini, hanya ada beberapa dan termasuk Airyn sendiri.


Hansell tengah mendongakan kepala kearah atas, pria itu sedang menyelisik sebuah buku bacaan tentang Psikologi Bisnis yang ada cukup jauh dirak atas, baru saja tangan panjang Hansell ingin menjangkau, seseorang melintasi rak buku yang ada di sampingnya, Hansell terpaku ketika sorot mata itu mengakses Airyn yang sudah ia perhatiakan beberapa hari ini, dan bahkan rasanya Hansell cukup bingung kenapa selalu bertemu denganya, sayangny gadis itu tidak menyadari keberadaan Hansell, sekalipun mereka ada di ruangan yang sama, dan raduis jarak yang begitu dekat.


Airyn menjangkau sebuah buku yang sedang ia minati, tanpa menyadari jika seorang pria bernama Hansell berlalu diarah berlawanan namun Airyn tidak mempedulikan, berulang kali Hansell ingin menyapa namun niatanya selalu terurungkan, kenapa wajah dingin dan sikap ketusnya mampu membungkam Hansell yang selama ini penuh akan oercaya diri, hingga akirnya Hansell hanya mampu menatap dari sela-sela buku yang memiliki jeda, Airyn tengah fokus dengan bacaanya seolah mata itu hanya diakses untuk kata-kata, secara perlahan Airyn menyandarkan diri kearah rak kayu yang sangat kokoh untuk duduk bersimpuh di lantai, angin sepoi-sepoi yang menyelinap masuk ke ruang perpustakaan melewati jendela kacar mampu menjadi pendukung suasana untuk Hansell memandanginya, sungguh gadis itu selalu membuat Hansell menaruh kedua perhatian dan bola matanya tanpa berpaling.


“Bukan ini” ucap Airyn hingga memutus keheningan yang ada disana, bahkan gadis itu berdiri sesegera mungkin untuk menodongakan wajah melihat judul buku yang tertata rapi diatas sana. “Bisnis, bisnis....Psychology bisnis..” lirihnya saat membaca satu persatu judul tang tertera. “Aaa, buku ini” jangkau Airyn kearah rak yang sangat tinggi dari tubuhnya, bahkan Airyn sudah menjinjitkan kaki sedemikian rupa tetap saja tidak mampu menjangkau cover berwarna Dark itu.


“Permisi nona” sapa Hansell hingga mengalihkan perhatian Airyn, gadis itu terpaku kearah buku yang di julurkan kearahnya, bahkan matanya mengabaikan orang yang tengah memberikan bantuan. “Buku ini” ucap Airyn saat menjangkau buku yang Hansell berikan. “Bolehkan aku meminjamnya? Aku ingin membaca buku ini” sambungnya hingga kedua mata itu terpaku melirik buku yang ia minati.


“Bacalah, aku sudah selesai membacanya” timpal Hansell dengan senyum manis yang ia ulaskan ketika memandangi Airyn.


“Terimakasih-” balas gadis yang mengambil alih buku milik Hansell, bahkan baru saja ia mengangkat kepalanya untuk melirik orang yang memberikanya buku bacaan itu, Airyn terdiam dengan pandangan kurang suka. “Orang ini....” gumam gadis itu ketika mengkerutkan kening menatap Hansell.


“Apakah aku salah orang, tapi aku sangat yakin jika dia Hansell Hamillton” batinya saat menarik paksa buku dari tangan Hansell.


“Terimakasih sudah meminjamkanya padaku, permisi” ketus Airyn untuk berlalu dari sana, ia berlalu meninggalkan ruangan itu dan sesegera mungkin menjauh dari Hansell.


Namun dengan cekatan Hansell mencegat tangan Airyn untuk menahanya, bahkan membuat Airyn berpaling kearah belakang dengan penuh kaget. “Ada apa dengan mu!!” bentak gadis itu dengan nada meninggu ketika menepiskan tangan Hansell dengan sikap kasar.

__ADS_1


“Apa kau tidak mengenaliku?” tanya Hansell dengan penuh bingung.


“Apa penting aku mengenalimu” ucap Airyn dengan penuh pertentangan, membuat Hansell tidak mampu berkata-kata selain terpana melihat sikap kasar gadis itu.


“Aku ingin meminta maaf padamu, atas sikapku yang sedikit kasar tadi pagi” jelas Hansell dengan tenang, ia tentu sangat sadar bagaimana dirinya bersikap kurang sopan pada Airyn tadi pagi, demi membantu gadis itu untuk pergi dari kerumunan orang yang menatapnya, Hansell bersikap kurang ajar tanpa diminta, bahkan ia tidak sadar kenapa ia selalu ingin ikut campur dengan masalah gadis ini, tapi semua itu tetap dengan alasan, Hansell hanya ingin menolong saja.


“Ternyata kau pria tadi pagi” kesal Airyn sambil melipat kedua tanganya, gadis itu bersikap dingin namun terasa mengerikan, bahkan berulang kali Hansell kehabisan kata-kata hingga sulit untuk bicara. “Tapi aku tidak peduli apa tujuanmu, yang jelas jangan ganggu aku, sebelum aku menghancurkanmu, lebih baik enyahlah”


“Kenapa kau kasar sekali”


“Apakah aku harus bersikap baik?” balas Airyn saat melemparkan pertanyaan pada pria itu.


“Yasudah, kenapa kau harus bertanya jika tahu jawabanya” sontak senyum getir ia akses dengan jelas, gadis ini sangat sesuatu hingga membuat Hansell tidak bisa melakukan apapun, bahkan Airyn selalu menyerang duluan sebelum mangsanya mengeluarkan cakaran, seperti seekor landak yang tidak ingin tersakiti, membuat Hansell tidak akan berhenti untuk mengetahui akan kepribadian dan kehidupanya.


Airyn membalikan badan dengan segera, ia berlalu secepat mungkin untuk meninggalkan Hansell. “Tidak mungkin ahli waris Hamillton bersekolah di sekolah ini kan, jadi sangat tidak mungkin dia Hansell Hamillton, mungkij hanya mirip saja” fikir gadis itu saat berlalu meninggalkan perpustakaan, ia menjauh sejauh mungkin untuk beranjak dari sana, sedangkan Hansell menatap bingung atas reaksi Airyn yang di luar dugaanya, untuk pertama kalinya Hansell tidak bisa melepaskan kedua matanya dari seorang gadis, bahkan ia sangat penasaran dengan gadis bernama Airyn itu. Jika saja Hansell memiliki kesempatan, ia sungguh ingin mengenalinya, sayangnya kesempatan itu tidak akan mungkin setelah melihat sikapnya kali ini.


*


Hansell terpaku melihat laporan yang sangat luar biasa ini, bahkan ia tidak bsia berkata-kata saat Grup HS memuncaki saham bulan ini di Tiongkok, bahkan kenaikan saham di perusahaan Hansell membuat Grup Apv Petrov yang bernaung di bawah kepemimpinan Nona Petrov anjok hingga batas wajar, hingga membuat Hansell tidak percaya ini semua berkat kerjasama yang ia sepakati dengan Tuan Xiao, bahkan dalam seminggu ini beliau sudah melepaskan saham yang di milikinya dari perusahaan Nona Petrov dan beralih seutuhnya pada perusahaan Hansell, apa maksud semua ini?

__ADS_1


Tadinya Hansell mau bekerjasama karna ia ingin memenangkan hati adiknya saja, persetan dengan saham Petrov yang ada di perusahaan Tuan Xiao, bahkan dengan suka rela Hansell mau bekerjasama dengan Apv Petrov yang selalu ia hindari, namun niatan itu terbantahkan ketika Tuan Xiao mengangkat dirinya dan menjatuhkan pihak Apv, jika begini tentu saja perusahaan Hansell yang akan di serang oleh Apv Petrov.


“Darrel!!” teriak Hansell dengan penuh geram, bahkan suaranya keluar dengan kencang hingga kekesalan itu muncul secara tiba-tiba. Urat di nadinya menjalar deras hingga membakar amarah Hansell dengan emosi yang bergejolak.


“Ada apa Tuan Hansell?” tanya Darrel dengan penuh gugup, ia sudah tahu akan apa yang terjadi namun demi keselamatan dirinya, Darrel memilih tidak tahu menau akan apapun.


“Apa maksud dari semua ini!! Apa yang sebenarnya terjadi! Bagaimana bisa Grup HS memuncaki posisi pertama di Tiongkok dan melengserkan Grup Apv dalam waktu semalam. Apa kalian semua mau mati, tidakan sudah aku katakan untuk tidak perlu mencolok melawan Apv Petrov” teriak pria itu dengan penuh geram bahkan Hansell memancarkan tatapan tajam kearah depan seolah siap mencengkram siapapun yang ingin melawan.


“T-Tuan sebenarnya—“


“Sebenarnya apa!!” teriak Hansell dengan penuh kesal, ia mengambil pajangan kaca berkisar jutaan dolar itu untuk di hempaskan kearah dinding hingga menjadi hancur lebur, bahkan tubuh Darrel bergindik ngeri akan sikap Hansell yang ia lihat untuk pertama kalinya, usia pria itu masih 22 tahun, tapi kenapa sikapnya yang dewasa membuat Darrel menjadi lebih kecil di bandingkan dirinya. "Bukankah sudah aku katakan padamu, jangan pernah mengikuti perkataan ayahku!! Perusahaan ini ada di tanganku, dan aku akan menjalankanya sesuai dengan perinsipku, dan saat ini kau malah bermain di belakangku untuk hal ini. Apa kau mau mati”


“Maafkan Saya Tuan, maafkan Saya....” ucap Darrel dengan takut, rasanya hanya itu yang bisa ia keluarkan selain penjelasaan apapun.


Karna memang fakta jika Darrel menyembunyikan hal ini dari Hansell dan membuatnya menempatkan diri di dalam kesalahan, tapi semua ini terjadi akibat ancaman dari Tuan Besar Hamillton.


“Minta maaf, apa kau fikir semuanya akan selesai dengan meminta maaf! Kau seharusnya sadar kenapa aku sangat membenci Apv Petrov!” ucap Hansell dengan tatapan tajam penuh sikap membunuh, hingga malam yang cukup dingin ini bertambah suram akan kegeraman dalam yang membuat Hansell sangat kesal.


Darrel hanya mampu menundukan pandanganya, rasanya ia akan menerima jikapun di hukum gantung oleh pria itu, bagaimanapun Darrel tidak berhak membela diri lantaran ia adalah orang paling utama yang melangsungkan rencana luar biasa ini, awalnya Darrel berfikir Hansell akan menerima saja sebab saat di pesawat Hansell mengatakan kata “Yasudahlah bagaimana lagi jika terpaksa bekerjasama dengan Apv Petrov” hingga kata itu membuat stigma jelas bahwa Hansell tidak akan marah.

__ADS_1


Namun lihatlah kemarahan Hansell Hamillton hari ini, sangat luar biasa dan membuat Darrel cukup terpana, sungguh nasib sial bisa membuat kesalahan yang sangat fatal.


__ADS_2