Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 48] Permintaan maaf yang tulus.


__ADS_3

Airyn kembali menuju tendanya, bahkan ia mengabaikan luka tipis yang membuat kulitnya memerah hingga saat ini berangsur biru, Airyn megamati buku panduan yang sangat mini untuk mendirikan tenda, bagaimanapun kepribadiaanya yang sangat kompetetif membuat Airyn tidak akan melewatkan satu kesempatanpun, ia bahkan sangat sibuk dengan apa yang harus ia lakukan, hingga pria itu kembali dengan wajah bersalah.


Bahkan melihat kehadiran Hansell, membuat gadis itu memalingkan wajah kearah lain sembari mengabaikanya, rasanya sikap Hansell yang berlebihan membuatnya sangat malu, selain itu Airyn tidak terbiasa dengan perhatian yang di berikan seseorang padanya.


“Maafkan aku” ungkap Hansell dengan berat hati, bahkan ia tidak mengerti harus melakukan apa selain mengutarakan maaf, bagaimanapun Hansell tidak ingin Airyn mendiaminya ataupun membencinya, bahkan sampai titik ini saja, Hansell sudah mengorbankan banyak waktu, tenaga dan usaha, hingga sedikit demi sedikit ia merubah dirinya untuk sesuai dengan dunia Airyn.


Membuat mata Nona Petrov terangkat jengkel pada pria itu, ia melihat Hansell mengacungkan tangan pada dirinya untuk Airyn segera menjabat sebagai balasan atas permintaan maaf itu, sayangnya Airyn tidak bisa menerima hal ini. “Jangan meminta maaf saat kau tidak tulus mengutarakanya, jikapun kau memberikan satu ton uang atas permintaan maafmu, aku tidak akan bisa menerimanya karna kau tidak sungguh-sungguh merelakan permintaan maaf itu,  namun berbeda hal jika kau memberikan satu lembar uangmu asalkan di berikan dengan tulus, aku dengan senang hati menerimanya, karna yang dibutuhkan bukan sekedar kata-kata, tapi rasa. Lupakan saja tentang sikapmu, sekarang bantu aku mendirikan tenda” tegas Airyn dengan nada perintah, rasanya ia terlalu malas meladeni Hansell.


"Tapi aku sungguh-sungguh meminta maaf! Lagian dari mana kau menyimpulkan ketulusan seseorang hingga melabel diriku tidak serius, apa kau ini dewa bisa mengetahui seberapa orang itu tulus atau tidaknya”


“Itulah kesalahanmu, kau dengan mudah marah untuk membalas perkataanku, alih-alih mendebatku tentang ketulusan bukankah seharusnya kau bersikap menerima dan merubah dirimu, menyadari kesalahanmu dari pada melemparkan sebuah kekesalan pada orang lain, bahkan dari segi ini saja aku bisa menilai, bahwa hatimu sedang jengkel, untuk apa aku menerima maaf orang yang tengah kesal” dengus Airyn ketika membalas perkataan Hansell, bahkan membuat pria itu tergugu karnanya, bukankah gadis itu sangat luar biasa, bahkan rasanya Hansell tidak bisa bicara, hingga akirnya Hellena menghentikan perdebatan mereka.


“Bagaimana jika kau yang membantumu untuk melanjutkan pekerjaan?” tawar Hellena dengan sikap ramah, bahkan ia menebar senyuman untuk di perlihatkan dengan serius pada Airyn, membuat gadis di hadapnya menatap panjang sebelum akirnya menyetujui hal itu.


“Boleh saja, lebih baik kau saja yang membantuku" saut NoNa Pertrov dengan segeea. "Kau pergilah menyelesaikan bagian tendamu, aku sudah mengerti cara membangunnya” pinta Airyn dengan kalimat serius, membuat Hansell meremukan obat oles yang tadi ia dapati dari petugas medis, bahkan Hansell tidak menyangka Airyn akan bersikap semenyebalkan ini padanya, hingga pria itu membalikan badan dengan segera sembari pergi dari arah sana.

__ADS_1


Meninggalkan Hellena dan Airyn, bahkan mata Hellena memancar tajam pada gadis itu ketika senyumnya memudar total, bahkan sikap dan watak Airyn yang begitu sombong itu sungguh membuat Hellena naik pitam, apakah gadis itu tidak bisa menghargai sedikit perhatiaan dan juga kebaikan orang lain, bahkan perhatiaan yang sedang hellena kejar dan susah payah ia dapatkan dari Hansell, malah dibuang dengan Cuma-Cuma oleh gadis itu, membuat jiwa dengki dan rasa iri dalam hatinya meronta, ingin rasanya Hellena memberi Airyn sedikit pelajaran agar tidak melunjak.


“Apa kau tahu, aku sangat menyukai kak Hansell” celetuk Hellena hingga tangan Nona Petrov terhenti, tatkala pernyataan itu menyita perhatiaanya, bahkan tali yang berhasil ia pasang pada penyangga tenda terlepas hingga Hellana sadar, jika perkataanya menganggu Airyn. “Aku memilih pindah ke sekolah ini hanya untuk melihatnya dari dekat, aku ingin dia menatapku, melirikku, dan menyadari aku ada aku di dekatnya, namun sebesar apapun usaha yang aku kerahkan saat ada gadis lain yang dia inginkan, tetap saja usahaku akan kalah” terus Hellena dengan sikap dingin, membuat Airyn melanjutkan pekerjaanya, hingga tenda itu berdiri dengan sempurna.


“Apa kau mendengarkan aku” bentak Hellena dengan nada pelan, bahkan membuat Airyn memalingkan kepalanya kearah samping atas sikap permusuhan yang sedang Hellena mainkan.


“Apa kau bicara denganku” celetuk nona Petrov dengan mata merendahkan, membuat wajah Hellena mengelap seolah kata maaf tidak bisa ia berikan lagi.


“Apa yang membuat orang sepertimu sebegitu sombongnya Nona?” bisik Hellena ketika berdiri dihadapan Airyn, bahkan gadis itu mendekatkan tubuhnya untuk menghalangi langkah Nona Petrob, namun Aieyn diam saja sambil merapikan beberapa peralatan yang berantakan. “Menjauhlah dari Hansell, jika kau tidak bisa memperlakukanya seperti manusia” kali ini Airyn melepaskan segala benda yang sedang ia genggam, tadinya ia masih ingin menghargai Hellena karna Airyn fikir gadis itu hanyalah wanita yang terbodohi oleh cinta, tapi perkataanya seperti merendahkan harga diri Airyn sampai tidak berharga, dengan penghinaan seperti ini, apakah ia pantas memperlakukan Nona Petrov dengan seenak hatinya.


“Budak!” seketika tangan yang sedang mengepal erat itu, Airyn coba untuk tahan, beraninya gadis itu menilai dirinya tanpa mengenalinya, apakah ia fikir dirinya ini pantas memperlakukan Airyn tanpa sopan santu.


“Benarkah……” balas Nona Petrov dengan karakter dinginya yang mengerikan, bahkan ia meraih ujung rambut Hellena yang menjuntai indah, mempermainkan ujung rambutnya dengan sikap mengerikan, hingga menatap mata itu dengan lekat. “Aoakah aku terlihat memperlakukan Hansell seperti budak, jika begitu aku akan menambah sebuah makna lagi, aku akan membuatnya menjadi budak cinta, yang akan menatapku dimanapun dia berada, hingga terus terikat disetiap langkahku, bukankah kau sadar dia sebegitu mengilai diriku, jadi sangat mudah untuk menjadikan Hansell sebagai budak cinta” membuat wajah Hellena mengelap. secara sempurna, hingga mata Hellena menatap tajam dengan geram, namun Airyn melanjutkan penuturan tanpa memberikan Hellena ruang untuk membalas argumenya. “Terimakasih atas opinimu Nona Hellena, aku bahkan sangat berterimakasih saat kau mengakui dirimu menyukainya, berarti aku bisa antisipasi untuk menjauhkan budak cintaku darimu, untuk itulah, jaga caramu bersikap untuk kedepanya, sebelum aku mengungkap sebuah kenyataan”


“Kenyataan?” saut Hellena ketika membeokan perkataan Nona Petrov.

__ADS_1


“Alasan kau pindah kesekolah ini? Apakah alami karna membela temanmu, atau sebuah setinggan untuk menipu seorang gadis bernama Angeline, jika tidak salah, Angeline adalah adik kandung Hansell Hamillton bukan, jadi bagaimana jika aku mengungkap sebuah fakta ini”


“K-Kau…..bagaimana bisa mengetahuinya”


“Astaga…..naifnya, bahkan kau langsung mengakui tanpa membuat pertahanan dirinya, nampaknya kau tidak sebanding denganku, untuk itulah” geram Airyn ketika meletakan permukaan tanganya dibahu Hellena. “Jangan pernah menganggu diriku, bicara denganku, berdebat denganku, ataupun sok akrab denganku, jika kau tidak ingin aku menendangmu dengan memalukan dari sekolah ini, tidak hanya di hadapan semua orang, namun  hadapan Angeline Hamillton, terkhusus Hansell Hamillton” seketika kalimat yang ia tandaskan dengan final membuat tubuh Hellena membeku, darahnya seperti mendidih dengan tatapan melumpuh kerah depan, bagaimana bisa gadis itu mengetahuinya, siapa gadis itu sebenarnya.


Airyn pergi meninggalkan Hellena, rasanya ia butuh udara segar untuk menenangkan fikiran, untunglah perkemahan musim panas ini diadakan di dekat pergunungan, bahkan udara yang sejuk, dengan pemandangan hijau yang membentang membuat rongga dadanya yang dipenuhi amarah mulai longgar, Airyn mendongakan kepala kearah atas ketika langit biru menjadi pemandangan terbaik untuk dinikmati oleh panca indranya, rasanya Airyn ingin sekali tidur dibawah pohon yang rindang ditemani alunan gitar yang mengirinya.


“Indahnya”  ungkap Nona Petrov dengan mata memuja, rasanya ia benar-benar bebas setelah berdebad dengan Hellena, bahkan ia begitu geram akan apa yang dilakukan Hellena oleh Angeline, namun Airyn tidak bisa terlibat apapun, sebab ia juga tidak mengenal siapa itu Angeline, untuk itulah Airyn tidak bisa ikut campur dengan masalah Hansell.


“Maafkan aku” putus seorang pria itu membuat Airyn sedikit kaget bahkan pria itu menyodorkan minuman dingin saat keringat tipis Airyn sudah mengotori pelipis.


“Kau, kenapa kau disini” tanya gadis itu dengan mata menajam.


“Aku mencarimu, aku melihatmu begitu kelelahan, terkait masalah tadi, aku minta maaf” terus Hansell dengan sungguh-sungguh, bahkan wajahnya terlihat teduh hingga senyum indah yang Hansell tebarkan seperti energi untuk Airyn isi ulang pada dirinya.

__ADS_1


“cih, dasar menyebalkan…….”decaknya dengan kesal sambil menerima minuman itu, bahkan Hansell tersenyum malu jika minuman yang Airyn terima ia tarik dengan senyum manis. “Terimakasih, aku menerima permintaan maafmu” terus Nona Petrov, ketika membuka tutup botel diminuman kemasan, namun Hansell dengan segera merampasnya, membukakan penyegelnya untuk di sodorkan kembali pada Airyn, hingga gadis itu bicara. “Terimakasih sekali lagi” membuat tawa mereka merekah satu sama lainya.


__ADS_2