
“Rendra!!!!!” bentak Hanselll dengan begitu mengelegar, bahkan menghentikan niatan anak buah Rendra yang baru saja melepaskan satu pengait dibaju Airyn.
Bahkan mereka menjauhkan diri dari Nona Petrov, disaat amarah yang begitu besar dari Hansell melemahkan pertahanan dirinya, suara yang mencengangkan semua orang, hingga rasa jijik dan muak yang Hansell tampilkan, semakin merajai kewarasanya, bahkan pancaran tajam dari manik mata itu, menampilkan aura membunuh yang paling mengerikan.
“Han-sell….tidak! Hansell jangan!" jerit Airyn ketika pria itu berhasil menerkam Rendra dan memukuli tubuhnya, bahkan dua anak buah Rendra terkapar takut dan gemetaran hingga membuat Airyn tidak percaya dengan gelora amarah yang luar biasa dahsyatnya.
Hansell mencengkram kuat kerah seragam yang dikenakan Rendra, bahkan Hansell memukuli wajahnya dengan penuh amarah yang masih belum puas ia keluarkan, matanya menajam dengan aura membunuh yang siap mematikan sang lawan, bahkan Rendra terpana diam melihat pria itu menindih dirinya, memukuli wajahnya, bahkan berulang kali memberikan serangan bertubi-tubi hingga rahang pipinya terasa sangat hancur.
Rendra menahan serangan itu, bahkan ia mencegat Hansell mengila memukulinya, tentu Hansell tidak akan melonggarkan pertahanan tubuhnya, bahkan Hansell memberikan serangan balik dengan cara licik, sehingga mengunci pertahanan diri Rendra, tubuh Hansell yang begitu mahir dalam bela diri membuat Airyn tidak bisa menghentikanya, bahkan Rendra sendiri kewalahan untuk menahan pria itu.
“Dasar sampah. Apa kau fikir dirimu manusia hingga memperlakukan wanita seperti itu” hinanya dengan suara mengelora, bahkan membuat Airyn meneteskan air mata sembari melirihkan nama Hansell untuk segera berhenti, namun Hansell tidak peduli, rasanya sebelum membunuh pria brengsek yang menyentuh gadis yang ia sayangi, Hansell tidak bisa diam dan melepaskan dirinya.
“Lalu apa hubunganya dia denganmu, apa kau fikir kau bisa membunuhku, sadarlah” teriak Rendra dengan penuh hinaan, bahkan darah yang sudah keluar dari permukaan bibirnya tak membuat jiwa brengsek pria itu pudar, bahkan ia terus memprovokasi Hansell untuk mencoba menghabisi dirinya, sebab Rendra percaya Hansell tidak akan bisa melakukanya.
Sebab ayahnya adalah orang yang cukup berpengaruh untuk membantu perusahan Hansell yang tengah mengalami krisis beberapa waktu belakangan, untuk itulah Rendra menatap pria itu dengan tatapan hina seraya menyungingkan senyum dengan penuh kemenangan.
__ADS_1
Sadar Rendra tengah menantang dirinya, membuat Hansell mengepalkan tangan dengan begitu geram, bahkan ia meraih tubuhnya untuk bangkit dengan segera agar melakukan pergulatan seperti anak laki-laki bahkan Airyn terpana diam melihat sikap Hansell yang luar biasa mengerikan, jiwa tenang dan sabarnya kali ini benar-benar hancur dan menampilkan sikap Hansell yang berbeda, sorot mata tajamnya, bahkan aura membunuh dari dirinya, hingga amarah yang memuncak hingga memenuhi ruang kepalanya membuat Airyn sadar, Hansell sudah mencapai batasan marahnya, bahkan jika terus dibiarkan Hansell benar-benar akan membunuh pria itu, hingga Airyn berteriak dengan begitu pasrah namun tak ada perubahan dari sikap Hansell.
Pria itu berhasil mengalahkan Rendra, menghancurkan wajahnya, dan membuat tubuhnya lemah tanpa tenaga, Airyn terdiam memandangi kedua pria itu, ia menatap Hansell yang sudah begitu lelahnya, bahkan helaan nafas dan goresan serta memar diwajahnya membuat Airyn terpaku kearah depan.
“Apa kau fikir aku takut dengan ayahmu!!” hina Hansell dengan tatapan mengerikan, bahkan ia bicara dengan kalimat dingin hingga membuat Rendra gelagapan untuk menyautinya. “Kau terlalu dini untuk mengerti, jadi jangan bertingkah seolah-olah kau bisa menginjak orang lain dengan mudah, Tuan Muda Rendra. Selain itu sikapmu yang hampir melecehkan gadisku, nampaknya tidak bisa aku ampuni, bahkan tak ada penyesalan yang kau lakukan, hingga aku benar-benar bernafsu ingin membunuhmu. Bagiku, kau tidak lebih dari seorang sampah yang menyedihkan, untuk itulah, lebih baik kau mati!" terus Hansell diantara nafasnya yang tersengal.
“Jangan mimpi” bentak Rendra saat memberontak untuk memberikan perlawanan, tentu saja kata yang Hansell ucapkan tidak membuat Rendra menyerah, bahkan ia tidak paham dengan siapa yang paling berkuasa atau tidak, namun dilingkungan sekolah, semuanya akan sama, untuk itulah, jika Hansell ingin membunuhnya, tentu Rendra akan membunuh pria itu juga, apakah ia fikir dengan gertakan kata itu Rendra akan menyerah, setidaknya ia tidak akan sebodoh itu.
“Hansell!!” teriak Airyn, bahkan dua anak buah Rendra menahan dirinya, seolah melindungi Nona Petrov dari ancaman perkelahian mereka, langit yang baru saja mendung, kali ini mendatangkan hujan, bahkan perubahan cuaca yang begitu mendadak tak membuat keduanya bercerai, Airyn terus berteriak dan meminta mereka untuk berhenti, namun tak ada yang menyauti perkataanya, bahkan Leon yang terkapar lemah setelah dihabisi Rendra, tidak mampu melakukan apapun, sebab tubuhnya benar-benar mati rasa dan hancur.
“Hansell, lepaskan dia, jalan lakukan itu”
“A-Aku memang tidak bisa mengalahkanmu, ta-pi apa kau tahu, aku sudah menyentuh kancing baju gadismu, bahkan aku hampir-“
“Rendra!!!!” teriak Hansell dengan murkanya, bahkan suaranya membuat Airyn terpana , begitupun dengan kedua orang yang menahan tubuh Nona Petrov.
__ADS_1
"Lepaskan aku" berontak Nona Petrov.
Tak sampai disana saja, Hansell mengambil sebuah batu besar yang berada tepat dipermukaan tanah, ia menangkat batu yang melebihi genggaman tanganya untuk siap dihantamkan ke kepala Rendra, membuat arendra memucat ketika tangan Hansell sudah melayangkan daratakan.
“Jangan!” cegah Airyn ketika memeluk tubuh Hansell, bahkan ia menangis sejadi-jadinya dan memohon Hansell berhenti. “Jangan melakukan ini Hansell, aku mohon, aku takut” paksa Nona Petrov diantara tangisanya yang menderas, bahkan Hansell gemetar hebat ketika amarahnya benar-benar menguasai kepala, matanya saja hampir memerah, hingga urat tangan Hansell yang begitu kekar muncul kepermukaan sembari menahan kekuataan dan sikap implusifnya.
Jika bukan karna tangisan Airyn, Hansell benar-benar menghancurkan kepalanya, bahkan Hansell tidak akan membiarkan satu darah yang sama denganya hidup dipermukaan bumi ini, mungkin ia terlihat lemah dan begitu lembut, bahkan ia tidak akan tega menyakiti manusia, tapi jika sudah terkait Airyn, Hansell benar-benar seperti orang gila yang berada diujung batasanya, bahkan ia seperti mengeluarkan sisinya yang tersembunyi dengan begitu dalam.
“Hansell….” Lirih Airyn dengan gemetar, bahkan ia menatap mata Hansell diantara kelopak matanya yang bengkak, tentu Hansell melemparkan batu besar yang ia genggam, sembari bangkit dari atas tubuh Rendra, pria itu memeluk Airyn dengan segenap jiwa pelindungnya, bahkan Hansell melepaskan Blazer Navy dengan kancing emas untuk dipasangkan pada tubuh gadis itu.
Hansell memeluk Airyn sehangat mungkin, sembari mengeratkan kekuatanya untuk menyatukan tubuh mereka, bahkan Hansell menenangkan gadis itu padahal jantungnya sendiri dilanda kerusuhan yang luar biasa, namun Hansell sadar, apa yang sempat ia lakukan, pasti membuat Airyn ketakutan, bahkan Airyn cukup gemetar hingga Hansell mengendong tubuhnya untuk keluar dari arah hutan, Rendra yang terkapar tentu saja di topang oleh kedua temanya, bahkan Leon yang menjadi korban perundungan mereka tidak mampu bergerak sama sekali, hingga orang-orang berbadan tegap dan berpakaian formal memasuki hutan, bahkan mereka membantu korban perundungan untuk keluar.
“Siapa kalian?” tanya anak buah Rendra.
Namun tak ada yang menjawab, selain menyelamatkan pria yang terluka cukup parah, tentu Hansell sudah menghubungi orangnya untuk mencari Airyn, bahkan jauh sebelum ia memasuki hutan, tadinya Hansell hanya sekedar penasaran dan ingin mengecek sebentar, sebab ia berfikir Airyn tidak mungkin sejauh itu, tapi siapa yang mengira di tengah perjalanan ketika Hansell ingin membalikan badan suara teriakan Airyn mengema di sepanjang hutan, bahkan telinganya jengah dan dadanya bergemuruh hebat, membuat Hansell berlari secepat mungkin tanpa tau arah dan tujuan, namun mengikuti firasat dari sumber suara, untunglah Airyn berteriak, dan membuat Hansell dengan mudah menemukanya, namun siapa yang mengira jika gadis itu hampir dilecehkan oleh para brengsek itu, membuat darah Hansell mendidih luar biasa diatas gelora membunuh yang begitu kentalnya.
__ADS_1