Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 39] Atmosfer berbeda antara Hellena dan Airyn.


__ADS_3

Tatapan kosong itu Hansell arahkan ke gelas kaca elegan di depan matanya, saat ia berada antara dua atmosfer wanita yang memberikan kesan pertentangan, kenapa dengan gadis-gadis di hadapan Hansell, bahkan semenjak mengenalkan mereka, Hellena dan Airyn nampak tidak cocok, hingga meneguk minumanpun terasa pekat bagi pria itu.


"Airyn, habiskan makanan mu" putusnya atas perhatian yang di berikan dengan jelas, membuat Hellena melirk piringnya yang sedari tadi tidak tersentuh, namun Hansell tidak memberikan perhatian yang sama.


Sungguh Hellena cemburu.


"Aku tidak berselera" balasnya dengan malas, sembari meneguk air mineral di gelas kaca itu.


"Tapi kau baru memakanya beberapa suap, makanlah sarapanmu, untuk meberikan tenaga, sebelum Merry dan Berto datang"


"Aku tidak berselera!"


"Kenapa? Apa makanan mu tidak enak, jika tidak, pesanlah yang lain"


"Tidak perlu, aku tidak mau makan apapun"


"Airyn....." lirih pria itu dengan nada peringatan.


"Hansell" balasnya dengan geram.


Hingga tatapan Airyn dan Hansell saling memancar, seolah mereka larut dalam permbahasaan berdua, sedangkan Hellena seperti ada diantara tempat yang tidak terlihat, kenapa Hansell seperti ini, bahkan ia tidak menghiraukan Hellena dan malah memperhatikan Airyn.


"Terserah kau saja" kesal pria itu atas ucapan yang Airyn abaikan.


Hansell menyodorkan beberapa salad sayur kemulutnya, seolah ia tidak mau berdebat lagi, bahkan ia ingin menutup mulut itu dengan makanan, karna perhatianya tidak di indahkan.


Membuat Airyn menolehlan kepala seolah tidak peduli, sebab ia sangat kesal, bukan pada Hansell namun gadis sombong itu.


Hellena yang memperlihatkan ketidak sukaanya, melirik Airyn dengan tatapan permusuhan, hingga Airyn menyungingkan senyum simpul seolah mengatakan jika ia tidak gentar sedikitpun.


Apa gadis itu gila, menampilkan pertentangan kepada Nona Petrov, astaga, lucu sekali, fikir Airyn dengan penuh jengkel atas sikap Hellena yang kekanak-kanakan.


Melihat respon yang keterlaluan dari gadis bernama Airyn, sungguh Hellena sangat membencinya, bahkan ia mengengam perangkat makan dengan geram, saat menahan kekesalan di hadapan Hansell, sang pujaan hatinya.


Karna, demi Hansell, ia harus seperti biasa, menahan emosi, kekesalan dan memendam rasa geram. "Kak Hansell, kenapa kakak lama sekali dalam perjalanan bisnis kali ini?" tanya Hellena dengan senyum manisnya untuk menanti jawaban dari Hansell.


"Ada kendala penting" ujarnya sambil memandangi Airyn, bahkan Hellena mengkerutkan kening dengan jelas atas sikap Hansell.


Tidak pernah Hellena melihat dengan mata kepalanya, seorang Hansell melirik gadis untuk mengoda, tapi kali ini ia melakukan hal itu pada Airyn, tanpa mempertimbangkan Hellena, memangnya siapa Airyn ini, hingga sikap Hansell berubah besar, apa istimewanya ia selain kecantikan saja, toh Hellena lebih cantik darinya.

__ADS_1


"Oh begitu" sambutnya dengan malas, seraya mengaduk-ngaduk salad sayur yang malas untuk ia telan.


"Dan bagaimana dengan Angeline?" tanya Hansell dengan ingin tahu besar, ketika mempertanyakan kabar adiknya.


Membuat mata Airyn memancar tajam, setelah nama gadis lain di ucapkan Hansel, siapa lagi Angeline itu, bahkan kali ini Hansell antusias sekali memgetahui kabarnya.


"Angeline baik-baik saja, kemarin kami membuat pesta BBQ di halaman belakang, sambil memainkan monopoli, dan Angel selalu saja bangkrut kak" kekeh Hellena untuk mencairkan suasana, namun Hansell tersenyum paksa mendengar hal itu.


"Benarkan, kenapa dia masih belum suka berbisnis, sayang sekali" sahut Hansell dengan sedikit kecewa.


"Kakak tenang saja, Angeline pasti menemukan passion yang ia minati" terus Hellena dengan sikap menenangkan, membuat Airyn semakin kesal ketika ada diantara mereka.


Berapa banyak lagi gadis yang Hansell miliki memangnya, bahkan gadis yang bernama Hellena ini memanggilnya kakak dengan akrab, seolah mereka memiliki hubungan yang cukup dekat, selain itu ada yang bernama Angeline, yang terkesan sepantaran dengan Hellena, apakah kekasih Hansell.


"Aku sudah selesai" putus Nona Petrov hingga menarik perhatian keduanya.


"Kenapa terburu-buru sekali?" bantah Hansell, sebab ia berharap Airyn bertahan sebentar lagi untuk ada disisinya.


"Merry sudah menungguku diluar" ucap Nona Petrov ketika menarik ponsel genggam yang sedari tadi ia letakan diatas meja sarapan.


Membuat senyum Hellena mengambang bahagia ketika gadis menyebalkan itu, meninggalkan tempat ini untuk Hellena dan Hansell.


"Tidak perlu Hansell, aku bisa sendiri" putus Airyn dengan tegas, ketika melirik Hellena yang berharap Hansell tinggal dan Airyn beranjak pergi.


"Tapi-"


“Kau disini saja, aku ingin duluan. Terima kasih atas waktunya semala 2 hari di Tiongkok, jika di hotel itu kau tidak ada, mungkin aku tidak tau apa yang akan terjadi sekarang, sekali lagi terimakasih Hansell, sebab kau sudah menyenangi ku disana” sindir Airyn dengan geram, untuk melontarkan perkataan yang membingungkan.


Mendengar kalimat itu, jiwa membantah Hansell yang tadi ingin mengantarkan Nona Petrov keluar, mulai mencair dengan luluhnya, bahkan pipinya memerah penuh malu saat Airyn bisa mengucapkan kalimat semanis itu, tidakah Airyn tahu jika Hansell sangat menyukainya, dan ia mengatakan bahwa Hansell berhasil menyenangkan dirinya, ini seperti tanda positif atas hubungan mereka yang memilili kemajuan.


Dan ya, Airyn berhasil membuat Hellena terpancing, akan fikiran liar yang tengah di kelola oleh otak kotornya. Tentu saja tatapan membunuh Hellena terpancar dan di sambut baik oleh gadis Petrov tersebut, bahkan Airyn merasa menang tanpa harus mempertimbangkan perasaan Hellena.


“Hati-hati di jalan, aku juga senang menghabiskan waktu dengan mu” sambung Hansell dengan senyum malu, lantaran sangat jarang Airyn bermulut manis padanya.


Gadis itu berdiri dengan segera, namun Hansell mencegat tanganya, tanpa memikirkan bahwa Hellena ada disana.


Hansell tersenyum manis memandangi Airyn dengan lekat, menghafal tiap gurat yang di tampilkam wajahya, untuk mengusap kepala Airyn penuh sayang.


Gadis itu terdiam, ia yang tadi hanya berniat membalas Hellena, kali ini di buat kaku dan membisu, pria itu memperlakukanya dengan penuh lembut seolah Airyn seperti gadis biasa yang bisa ia sentuh dengan nyaman, padahal selama ini Airyn telah kehilangan orang yang bersikap seperti ini, mereka terlanjur takut dengan bingkai mengerikan serta kekuasaan yang Aiyrn dapatkan, hingga mereka lupa bahwa Airyn hanyalah gadis biasa.

__ADS_1


"Sampai jumpa di sekolah, Nona" ejek Hansel sambil mecebikan bibirnya, membuat Airyn terkekeh penuh geram saat menepuk pundak Hansell, bahkan pria itu meringis kesakitan dengan sikap bercanda. "Sudahlah, hati-hati di jalan"


Hingga gadis itu menganggukan kepala untuk menyetujuinya, bahwa ia akan mendengarkan kata Hansell


Membuat bulir bening di kedua mata Hellena membayang kepermukaan, Hansell yang ia sukai malah bersikap menyebalkan dengan gadis lain tepat di depan matanya, lalu apa arti Hellena berdandan seperti ini? Berdandan cantik, memberikan waktunya dengan bebas, menemui Hansell, bersikap baik pada Angel, jika akirnya hanya menjadi gadis yang tidak dianggap.


Hansell masih mematung melihat pungung gadis yang beranjak meningalkan, bahkan senyum bahagia masih belum pudar setelah melihat tawa manis Airyn ketika berpamitan, hingga ia memandangi kursi yang ingin di dudukan, tanpa sengaja mengakses Hellena yang ada di depanya.


"He-Hellena.....maaf aku melupakanmu" lirih pria itu dengan kalimat malu, membuat tatapan Hellena menerkam namun berhasil ia sembunyikan.


"Tida apa-apa kak, sepertinya kakak menyukainya" balas gadis itu dengan pertanyaan bodoh yang sengaja ia lontarkan penuh sakit.


Tentu saja Hansell tersenyum diam atas perasaan cintanya yang ketahuan, apakah sejelas itu Hansell menyukai Airyn, sampai-sampai orang lain sadar, Astaga.


"Iya, se-"


Pengakuan bodoh yang sempat ia lontarkan, terurungkan, tatkala perkataan Hansell barusan mengigat dirinya soal Angeline. Astaga, Hansell dengan naif ingin mengakui soal cintanya, padahal Angeline menentang keras untuk Hansell berkencan, jika ia mengakui hal ini pada Hellena, bukankah keberadaan Airyn akan terancam, setidaknya Hansell harus memperjuangkan cintanya, setelah ia berhasil, barulah sama-sama dengan Airyn memperjuangkan restu Angeline.


"Iya?" beo Hellena dengan wajah mengelap yang membuat dirinya hampir terbakat api cemburu atas emosi mengerikan.


"Tidak, maksud ku. Iya kau benar, aku terlihat dekat denganya, tapi kami tidak pacaran dan aku tidak suka pada Airyn. Karna kami hanya teman satu sekolah, selain itu ia mengurus bisnis kecil-kecilan di Tiongkok, yang mebuat kami bertemu dan saling mengenal" jelasnya dengan berbohong, membuat Hansell mengutuk dirinya sendiri atas kebodohan ini.


Bisnis kecil-kecilan apanya! Bahkan jika Nona Petrov mengetahui tentang fitnah ini, mungkin Hansel akan di penggal hidup, tapi ia tidak punya pilihan, selain berbohong, jika identitas Airyn terungkap, takutnya Hellena semakin penasaran dan mencari tahu hal ini bersama Angeline, jadi untuk saat ini, berbohong adalah pilihan terbaik untuknya.


"Oh begitu, tapi kepana Kakak sangat akrab denganya"


"Karna dia temanku saja. Meksipun aku sulit berteman dengan wanita, tapi Airyn teman yang asik untuk aku ajak berdiskusi, selain itu ia memiliki hobi berbisanis, di tambah kemampuanya yang sangat cakap, jadi tidak salah untuk aku berteman denganya"


Hingga mata gadis yang memancar kesal, kali ini meredup penuh pengertian, nampaknya Hansell sungguh-sungguh ketika menjelaskan, lagian tidak mungkin ia berbohong soal perasaanya, anggap saja ini sebagai kesempatan yang baik untuk Hellena maju, meskipun ada Airyn atau bukan, ia percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil.


Merry dan Berto dengan sigap menyambut Airyn seraya membukakan pintu mobil untuk gadis itu, beberapa pengawalpun berlari kearahnya, dalam melindungi langkah kaki gadis tersebut, tak terkecuali dengan Taun Sillky, yaitu Direktur bandara itu sendiri, ia berdiri sejajar dengan Merry dan Berto untuk menyambut Nona Petrov.


Airyn mengulas sentum sungging yang nyaris tak terlihat, bahkan ia mendapatkan hormat dari pria paruh baya itu, setelah anaknya membuat pertentangan, tapi menilai dari sikap belia Airyn sadar ia sangat profesionalx tentu ia tidak akan mencampurkan masalah pekerjaan dengan pribadi.


Hanya saja Airyn sedikit takut, jika nanti Tuan Sillky bisa saja mendapatkan masalah jika putrinya tidak mengontrol kesombongan yang di pancarkan barusan, dan jika sikapnya keterlaluan, Airyn yang hanya manusia biasa juga memiliki batas kesabaran.


*


Karna beberapa hari agak slow update, hari ini Authoor kasih Up 3 Episode, atas kesetiaan kalian. Terimakasih juga sudah menyukai tulisan ini, Authoor harap kalian terus memberikan dukungan dengan Like, komen dan Vote, makasih Raider's tercinta.

__ADS_1


By : Della Meyna


__ADS_2