Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode: 73] Dia tercipta untukmu


__ADS_3

Airyn mengalihkan pandangan kearah hansell, kali ini tatapanya menjelma menjadi sendu, wajah khawatir dan gelisah mulai menghilang bahkan membuat Airyn sedikit lega jika sesuatu yang buruk bisa ia cegah tepat waktu, namun gadis yang sedari tadi mengamati Hansell, memandangi Nona Petrov, serta sebuh cek yang bisa ia tulis nominal sesukanya, sedang berfikir sejenak, menimbang apa yang perlu ia putuskan sebelum akirnya melepaskan kertas tanpa batas maximal tanpa ada pertimbangan.


Sontak mata Airyn menajam, menatap ulang kearahnya seraya mencari tahu apa maksud dari tindakanya kali ini. “Kau siapanya? Apakah kau kekasihnya?” seketika hening terbentang, bahkan Nona Petrov mengepalkan tangan atas pertanyaan barusan.


“A-Aku-“ sungguh Airyn meragu, ia seperti gugup tanpa tahu harus bertindak seperti apa lagi.


Sadar lawan bicaranya terlihat tertekan dan penuh khawatir membuat Rebeca mendominasi keadaan, ia mendekati Nona Petrov yang sudah menampar dirinya sembari menyelisik tajam menatap gurat cemas dan takut di wajahnya.


“Biar aku tebak, apa kau menyukainya?” ledek gadis itu.


“Tutup mulutmu, apakah penting mengetahui hubunganku dengannya. Yang jelas ambil semua uang yang kau butuhkan dan tinggalkan dia, atas apa yang kau lakukan padanya, tidakah kau berfikir ini sama saja dengan kejahatan”


“Kejahatan apanya” hina Rebeca dengan tatapan selidik. “Seorang pria dewasa berada di-bar, dalam keadaan mabuk, berakir bersama wanita di sebuah kamar, apakah ini disebut kejahatan? Bahkan jikapun bisa di perkarakan, bukankah dia yang memiliki kerugian besar, jadi apa yang sedang kau lakukan sekarang, disaat kau bukan kekasihnya, pacarnya, bahkan kau bukan saudaranya, lalu menamparku hingga memberikan sebuah cek tanpa sopan santun, apa kau fikir aku terkesan dan pergi begitu saja” bentaknya dengan sikap arogan, bahkan membuat Airyn mengerjapkan mata atas kalimat yang sulit ia cela.


“Biar aku katakan padamu Nona, aku bukan wanita bayaran, atau sedang melakukan prostitusi, aku bersenang-senang dan tak sengaja mengetahui jika Tuan Muda Hamillton membutuhkan teman, dia sendiri yang mencumbu diriku, mengajak ku bersenang-senang di kemar, bagaimana bisa kau menerobos masuk dan memberikan uang bahkan menuduh aku melakukan kejahatan, apa kau gila Nona!”


“Benar, aku memang sudah gila” batin Airyn dengan ketakutan, bahkan matanya saja sudah terlihat kabur diatas ketidak percayaanya atas penjelasan gadis itu, jika begini kenyataanya, bukankah sama seperti Hansell sendiri yang mengiginkan malam ini bersamanya, ia mengiginkan gadis itu bahkan ia sendiri yang meminta gadis itu bersenang-senang, bagaimana bisa Airyn berlari sekencang mungkin untuk mengejar mereka bahkan menghentikanya disaat dua manusia saling membutuhkan, apakah Airyn benar-benar sudah gila.


“Pergilan, sebelum aku melaporkan tindakanmu, jika tidak aku benar-benar akan membunuhmu” bentak Rebeca dengan begitu kesal, bahkan ia mendorong paksa tubuh Airyn kearah luar seolah ia tidak sudi lagi melihat kehadiranya.


Sadar Nona Petrov tidak bisa berkutik lagi, bahkan gadis itu sudah kalah dan hilang kepercayaan diri, membuat Dikra melangkah maju, setidaknya ia yang akan bertindak jika Airyn tidak bisa mengatasinya.


“Kau benar, aku memang gila” lirih Nona Petrov ketika mengumpulkan keberanian dirinya, bahkan gadis itu terpaku bingung melihat kepercayaan dirinya yang seperti muncul tiba-tiba. “Aku mencintai pria itu, aku bahkan rela berlari sekencang mungkin untuk mengejar kalian, disaat kalian berdua tengah melangkah pada tujuan yang sama, dengan gilanya aku memberikanmu uang untuk mundur dan menamparmu dengan penuh kekesalan. Memang, aku gila dan sangat gila. Tapi apa kau yakin yang dia inginkan dirimu? Apa kau yakin seorang Hansell Hamillton yang selama ini jauh dari kehidupan gelap dan wanita akan membiarkan seorang wanita asing merusak harga dirinya, bahkan melakukan sesuatu yang diluar batasan ketika ia tidak sadarkan diri, tadinya aku memang berfikir kau gadis murahan yang sekedar mengiginkan uangnya, tapi ternyata kau mengiginkan orangnya, membuatku benar-benar muak dan gila memikirkan wanita lain ingin mendapatkan pria-ku”


“P-Pria-ku” beo gadis itu dengan kagetnya.


“Menurutmu, gadis gila mana yang akan menghentikan sesuatu yang buruk terjadi pada prianya, menurutmu gadis bodoh mana yang akan memberikan uang secara Cuma-Cuma untuk mencegahnya. Dan aku benar-benar gila memikirkan Hansell bersama wanita lain, bahkan wanita itu berniat mengambil kesempatan dengannya, tentu aku tidak sudi. Untuk sekarang ini, aku akan berbelas kasih denganmu, kau mengiginkan Hansell bukan, maka lakukanlah sesukamu, aku akan berdiam diri diluar untuk mendengarkan permainan hebat yang kau lakukan pada pria yang tidak sadarkan diri, serta seorang artis yang baru saja naik daun akan mengalami mimpi buruk dalam semalam, jangan salahkan aku jika besok namamu akan beredar dimana-mana atas kasus prostitusi”


“Kau! Siapa kau sebenarnya!”


“Apakah penting kau tahu siapa aku disaat kau sedang memanfaatkan pria yang aku cintai!” bentak Nona Petrov dengan penuh kegeraman, bahkan membuat gadis itu tidak percaya jika wanita itu cukup cerdas melawan dirinya, bahkan jika ia memanfaatkan Hansell diposisinya yang sekarang, tentu itu hanya akan menjadi boomerang dalam kehidupan dan karier.

__ADS_1


Selain itu, gadis yang mengaku sebagai wanita Hansell nampaknya bukan wanita sembarangan, sebab ia bisa memasuki tempat privasi ini dan menerobos ke kamar VVIP yang dimilikinya lewat jalur pribadi, bahkan gadis itu mengunakan seluruh barang seharga mobil dan rumah mewah, tak hanya itu saja, ia memberikan sebentuk cek yang dilemparkan secara Cuma-Cuma tanpa batasan limit, tentu hal ini membuktikan jika dirinya cukup berkuasa, dan juga kehidupan pribadi Rebeca bisa ia ketahui dengan mida, nampaknya mengalah dan pergi adalan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan karier dan nama baik Rebeca, tapi saat ini ia sedang di hadapkan pada tangkapan besar yang luar biasa memuaskan, apakah Rebeca bisa melepaskanya.


“Apa yang sedang kau lihat! Beranjaklah dari hadapanku, sebelum aku berubah fikiran” geram Nona Petrov dengan penuh ancaman, membuat Rebeca tidak memiliki pilihan lain, selain berlalu kearah luar dengan penuh kegelisahan dan takut, hingga akirnya meninggalkan Airyn dan Hansell dikamar mewah yang menunjang privasi tingkat tinggi.


Hingga..... tubuh Airyn ambruk seketika, bahkan gadis itu menarik nafas dengan susah payah sebelum akirnya menepis tiap air mata yang keluar dari sudut matanya, ia memalingkan kepala melirik Hansell, bahkan ia menyaksikan bagaimana Hansell tak sadarkan diri, tentu Airyn merintih sesak diatas debaran jantung yang berdetak.


Ia tidak menyangka jika mencintai Habsell akan sesulit ini, bahkan Airyn tidak percaya jika ia perlu menghadapi kenyataan pahit atas tindakan implusif Hansell Hamillton bahkan tadinya Airyn sudah membekali diri dengan penuh percaya diri serta harga diri yang tinggi, tapi sikap Hansell kali ini membuatnya merasa direndahkan, bahkan terhina, seolah Airyn tidak berhak ikut campur atas kehidupanya, padahal Hansell sudah menyatakan rasa suka yang begitu besar dengan penuh jujur.


Tapi lihat yany dilakukanya malam ini, memanjakan diri dengan alkohol, bersenang-senang dengan wanita, hingga tak sadarkan diri, apakah ia fikir Airyn sebatas lelucon.


“Hansell bagunlah” paksa gadis itu disaat menepuk pipi Hansell, bahkan pria itu seperti enggan beranjak lantaran terlelap di bawah pengaruh alkoholnya. “Apakah kata-kataku semenyakitkan itu hingga kau menghancurkan diri seperti ini, jika hal seperti ini sudah membuatmu kesulitan, bagaimana menghadapi diriku yang lain, masa laluku, kepribadianku, dan juga sikap kejamku, bahkan hidupku yang rumit” teriak Nona Petrov dihadapan pria yang ia cintai dengan begitu gila, bahkan ia menangis sesungukan sembari memukul tubuh Hansell yang tak sadarkan diri dengan penuh kurang ajar.


Namun Airyn tidak bisa terus begini, ia harus menyingkirkan air matanya, dan mengendalikan diri, setidaknya ia tidak boleh terlihat lemah sekalipun dihadapan Hansell.


Nona Petrov beranjak dari ranjang, menarik ketenagan yang begitu kacau balau, gadis itu menghidupkan alat dengar yang sedari tadi terpasang di telinganya, tentu benda itu menghubungkan komunikasi antara Airyn dan Frada, sehingga dengan bantuan Frada dapat mengetahui dimana kamar Hansell berada, untunglah gadis itu bekerja dengan baik dan selama ini ia selalu membantu, membuat Airyn akan menerimanya untuk menjadi sekutu dan bekerjasama mengungkap misteri di balik surat kontrak yang mungkin ada hubunganya dengan Fraada.


“Frada, kirim beberapa orangku untuk menopang Hansell, setidaknya mereka harus sampai dalam 60 detik”


“Baik nona, akan aku lakukan”


“Kenapa tidak anda saja yang mengantarkan Tuan Muda Hamillton?” tanya Frada dari balik sana.


“Aku, tidak ingin Hansell mengetahui kehadiranku malam ini, hapus semua bukti tentang kedatanganku, selain itu urus gadis yang berurusan denganku barusan, setidaknya gunakan kasus prostitusi yang ia lakukan supaya tutup mulut atas kejadian malam ini”


“Baik nona akan aku lakukan, oh iya……sedari tadi ada pria mencurigakan yang berdiri di depan pintu kamar, ia sepertinya hanya menguping pembicaraan anda dan tidak melakukan hal mencurigakan, setelah aku lacak identitasnya, dia bernama Dikra William, seorang murid kelas 3 SMA yang bersekolah disekolah yang sama dengan anda, dan-“


“Aku mengerti, dia sahabat Hansell. Dia tidak akan berbahaya” putus Airyn dengan kalimat lambat, hingga perbincangan mereka berakir tatkala Airyn menatap wajah Hansell dengan penuh tatapan sendu.


Melihat pakaian Hansell yang hampir saja dilucuti oleh gadis itu, membuat Airyn menjalin kembali kancing kemejanya untuk memasangkan pakaian yang Hansell gunakan dengan rapi, bahkan pria itu terus gelisah ketika menidurkan diri membuat Airyn mengerti alkohol yang di konsumsi membuat perutnya kurang nyaman, namun Airyn tidak bisa membangunkan Hansell dan membiarkan dia sadarkan diri, sebab hal itu pasti akan sangat memalukan, semoga saja setelah ia pulang ada orang yang akan mengurusnya dengan baik, dan juga Airyn mendengar jika hubungan Hansell dengan adiknya sangatlah harmonis, mereka memberikan kasih sayang yang tulus dan berbagi masalah, bahkan Hansell bukan terkesan sebagai kakak bagi Angeline, melainkan seorang ayah, ibu, dan juga kakak satu-satunya, untuk itulah, Airyn percaya adiknya pasti akan mengurus kakaknya dengan baik, yang perlu Airyn lakukan, mengantarkan Hansell pulang untuk mengistirahatkan dirinya.


Beberapa saat kemudian, beberapa pria yang patuh akan protokol yang diperintahkan oleh Nona Petrov, berhasil menopang Hansell untuk memasuki kabin penumpang, bahkan mereka menyetel alamat yang tepat dan juga berpesan untuk mengantarkanya sampai rumah dengan selamat, bahkan Airyn memotret plat nomor Taxi yang Hansell tumpangi,setidaknya untuk berjaga-jaga jika nanti terjadi sesuatu denganya, hanya saja dengan pengawasan yang Airyn siagakan, dan juga perlindungan yang diberikanya diam-diam pasti pria itu akan selamat sampai tujuan.

__ADS_1


Hingga Nona Petrov menghela nafas penuh lega diatas rasa kecewa dan terluka yang ia sembunyikan dalam-dalam.


“Keluarlah, kau terus mengamatiku” pinta Airyn ketika mengotak atik ponselnya, bahkan ia menyimpan foto itu dengan gambar jelas sebelum akirnya memasukan ponselnya ke saku baju hangat yang dikenakan.


Sadar Airyn tengah bicara membuat Dikra menolehkan kepala kearah belakang, bahkan ia tengah melihat apakah gadis itu bicara dengan orang lain, atau sedang meminta anak buahnya untuk mendekat, namun semua orang menatap dirinya tak terkecuali Airyn yang bisa menemukan keberadaan Dikra dibalik pilar bangunan nan tinggi, bahkan membuat Dikra sadar jika Nona Petrov tengah bicara denganya.


“Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?” tanya pria itu ketika melangkahkan kaki untuk keluar dari persembunyian.


“Apakah itu penting, sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau hanya melihat dan menyaksikan saja, apa yang sedang kau amati?” tantang Airyn dengan sikap arogan, bahkan membuat tubuh Dikra membeku sebelum akirnya menjawab todongan pertanyaan yang Nona Petrov ajukan.


“Nona Petrov yang terhormat, apa kau sedang mengintrogasiku” ledek Dikra dengan bercanda.


“Kau benar! Aku sedang mengintrogasimu, alih-alih bersembunyi dan menonton pertunjukan, bukankah seharusnya kau ikut campur dan menyelematkan sahabatmu, bahkan kau berhak bertangung jawab ketika ia sedang tidak sadarkan diri, lantaran kalian berdua pergi bersama untuk bersenang-senang. Tapi lihat dirimu, menonton, mengamati, membiarkan, bahkan kau tidak memiliki niatan untuk mengantarkanya pulang. Ada apa denganmu Tuan Muda Dikra, kenapa kau terkesan seperti menjebak Hansell untuk terjerumus kedalam masalah, apa kau merencanakan sesuatu padanya” tuding Airyn dengan penuturan jelas, bahkan seluruh argumen yang Nona Petrov lontarkan menciptakan hening yang membentang, bahkan Dikra menyelipkan tanganya ke saku celana sembari mehela nafas penuh ketidak percayaan.


“Bukankah ada kau, kenapa aku harus melakukanya, alasan kau datang pasti untuk menghentikan Hansell, jadi kenapa aku harus repot-repot”


“Meskipun ada aku, tetap tidak mengubah fakta jika Hansell hapir mengalami kejadian yang fatal, bahkan dia mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, di dekati wanita yang membahayakan, bahkan hal ini akan menciptkan skandal yang mungkin berpengaruh pada nama baik dan perusahaanya, kau sadar bukan, jika Hansell adalah publik figur yang cukup berpengaruh, jadi jika sesuatu benar-benat terjadi malam ini, bukankah posisi Hansell akan semakin buruk diatas banyaknya masalah perusahaan yang dihadapi Grup HS. Tapi kenapa seorang sahabat yang tumbuh bersama sedari kecil, tidak mencegah hal ini? Bahkan kau membiarkanya minum, di dekati wanita, hingga di manfaatkan, apakah kau sengaja melakukan ini?”


Sontak mata Dikra terpana diam, bahkan satu kata yang Airyn lontarkan tak ada yang bisa ia bantah.


“S-Senjaga” beo Dikra dengan tidak percaya.


“Ah…..nampaknya kau memang sengaja” kejar Airyn dengan penuh kepercayaan diri, bahkan ia melingkarkan tangan dengan sikap tegas sembari menatap Dirka dengan penuh kesal. “Aku tidak mengerti apa masalahmu dengan Hansell, tapi jika kau terus memupuk kekesalan dan bertingkah kekanak-kanakan, lebih baik tidak usah berteman denganya, setidaknya dengan cara itu, bisa menyelamatkan dirimu agar tidak menjadi manusia yang brengsek, dan juga Hansell yang bodoh dan tidak bisa melihat belangnya orang terdekatnya sendiri”


“Airyn!!” teriak Dikra dengan penuh emosi.


“Kenapa?” tanya Airyn dengan percaya diri nan tinggi. “Apa kau menyadari kesalahanmu, baguslah. Setidaknya aku akan tutup mulut tentang sikapmu malam ini dan kau harus tutup mulut tentang kehadiranku di Bar ini, dengan begini kita berdua impas” ungkap Airyn untuk bernegoisasi, bahkan membuat Dikra mengepalkan tangan sebelum akirnya bertanya.


“Kenapa kau tidak ingin Hansell mengetahui kedatanganmu?”


“Karna aku sangat memalukan” balas Nona Petrov disela senyum sunging yang ia ulas penuh miris, bahkan gadis itu meninggalkan Dikra bersama orang-orangnya yang sedang berjaga, membuat Tuan muda dari William itu terdiam di posisi seblum akirnya menatap punggung Nona Petrov yang menghilang di balik mobilnya.

__ADS_1


“Apakah dia benar-benar mencintai Hansell?” batin Dikra dengan penuh pertanyaan, bahkan Dikra tidak percaya Nona Petrov terpengaruh oleh kata-kata wanita itu, bahkan ia merasa rendah diri diatas harga dirinya yang paling tinggi, entah bagaimanapun manusia memang makhluk Tuhan yang sulit di mengerti, mereka dengan mudahnya bertekuk lutut dihadapan cinta, tanpa sadar apa yang sedang dilakukanya.


"Hansell, jika kau memang mencintai Nona Petrov sepertinya aku tidak akan meragukan gadis ini, meskipun aku tidak mengerti seberapa berbahayanya Airyn, yang jelas ia tidak akan menempatkan dirimu pada masalah, jikapun ada yang pantas menjadi wanitamu, mungkin Tuhan sudah menciptakan Airyn menjadi takdirmu" batin Dikra dengan senyum kecut yang ia ulas dengan samar.


__ADS_2