
Semenjak Airyn menyatakan rasa suka yang sama, akirnya mereka tidak pernah bertemu lagi setelah pulang dari perkemahan musim panas, bagaimanapun perkemahan itu adalah penutup untuk libur sekolah yang akan menanti, bahkan Hansell merasa sangat bosan ketika beberapa hari tidak mendapatkan kabar dari Airyn.
Gadis itu dengan jelas mengatakan jika ia memiliki perjalanan bisnis yang membuatnya perlu menetap diluar negri selama beberapa minggu kedepan, bahkan Airyb menghabiskan libur sekolag hanya untuk bekerja, hingga sudah 2 minggu lebih Airyn tidak pernah mengabari lagi, membuat Hansell benar-benar bosan dengan aktifitas bekerjanya.
Ketukan dari pintu luar menarik perhatian Hansell, bahkan ia melihat Darrel tengah melangkah memasuki ruangan seraya membentang beberapa dokumen yang siap mendapatkan tanda tangan pria itu.
“Tuan muda, ada beberapa kendala yang terjadi terkait pembangunan yang akan dilakukan tahun depan, beberapa investor membatalkan kerjasama lantaran saham kita sempat anjlok dalam beberapa bulan belakangan, hal ini membuat mereka meragukan jika kita masih kurang kualifikasi untuk menerima kerjasama yang berskala besar tersebut”
Mendengar penuturan dari Darrel, membuat Hansell tersenyum simpul, seolah ia tidak terlalu masalah atas kesombongan mereka, bagaimanapun hubungan baik yang terjalin dalam jangka waktu panjang akan mudah hancur hanya perkara uang dan juga kegagalan seseroang, bahkan Hansell tidak heran lagi kenapa mereka membatalkan hal ini, sebab bisnis yang dilakukan oleh perusahaan asing lebih mengiurkan dalam hal investasi, tentu Hansell sudah mengerti jika penolakan kali ini hanya untuk keserakahan jangka panjang.
“Kalau begitu biarkan saja, apakah mereka memberikan uang pinalti?” tanya Hansell kearah Darrel.
“Benar. Mereka siap membatalkan kontrak kerjasama dan menanda tanggani surat sepakat. Apakah ada hal lain yang perlu saya lakukan tuan”
“Siapkan penerbanganku ke Jepang, aku ingin mengembalikan uang pinalti itu pada Tuan Ming, sembari mengajukan kerjasama dengan orang yang lebih berpengaruh dari perusahaan mereka”
Entah bagaimanapun, Darrel cukup terpaku atas sikap Hansell, bahkan ia membereskan beberapa dokumen yang selesai di tanda tanggani oleh pria itu, sembari membungkukan tubuh untuk berlalu dari sana.
Hansell berdiri dari tempat duduknya, bahkan ia menarik jas lebar yang sedang dibaluti kearah kursi, hingga pandangan pria itu terpana melihat senja yang siap memerah bersama cakrawala dari balik dinding kaca, nampaknya tak ada yang lebih berkesan selain mengiggat Airyn, gadis itu sama indahnya dengan sang surya yang tengah menenggelamkan diri, mungkin terlihat mengerikan ketika memancarkan rona merah dilangit, tapi senja selalu mengerti kemana ia akan berpulang, entah untuk menyambut datangnya malam, atau menghentikan siang yang benderang.
“Aku rindu sekali” batin Hansell dengan wajah gelisah, ia ingin sekali mengetahui, dimana gadis itu berada, apa yang sedang Airyn lakukan, apakah ia mengkonsumsi makananya dengan sempurna, atau ia terlalu sibuk bekerja hingga dini hari.
*
__ADS_1
Malam harinya, Darrel sudah menyiapkan keberangkatan Hansell, bahkan ia sesegera mungkin mengantarkan pria itu keatap perusahaan, untuk menaiki Helikopter yang akan mengantarkanya ke bandara lewat jalur privasi, bagaimanapun perusahaan memiliki Helipet disetiap atap gedungnya, sehingga sangat berguna jika melakukan perjalanan mendadak.
Jika bukan karna waktu yang mendesak, mungkin Hansell akan mengunakan taxi untuk kebandara, namun ia baru saja menyelesaikan sebuah rapat penting tentang pembatalan Investor, serta rancangan baru yang harus direvisi lagi, bagaimanapun Hansell harus memperlihatkan kemampuan terbaiknya, untuk memberikan serangan pada sang lawan.
“Hati-hati di jalan tuan muda, aku akan menjaga Nona Angeline dengan baik” ungkap Darrel dengan penuh tulus, membuat Hansell mengusap lengan pria itu seraya menaiki Helikopter yang tengah menantinya, pria itu duduk dengan gagah, bahkan ia menutup mata setelah melakukan penerbangan, bagaimanapun Hansell cukup lelah hari ini, sebab merindukan Airyn sangat menguras tenaga, sebenarnya dimana gadis itu berada, apakah ia ada di Kanada, Amerika, Australia, Itali, atau eropa bagian mana, mungkin saja Asia.
“Airyn……kenapa menganggu sekali” batin Hansell dengan jengkel
*
Baru saja pria itu mendarat di Jepang pagi-pagi sekali, ia langsung menuju hotel untuk mengistirahatkan diri, Hansell memanjakan tubuhnya dengan olahraga yang dilakukan di lingkungan hotel, bahkan fasilitas Gym yang di gunakan sangat menunjang pola hidup sehat yang Hansell jalani.
“Permisi tuan muda Hamillton, Tuan Ming memiliki sebuah acara penting di Bar yang tidak bisa dia hindari, karna kedatangan anda mendadak, membuat beliau memohon maaf dengan sangat, untuk itulah beliau menanyakan, apakah anda bisa menemuinya di Bar malam ini untuk pembatalan kesepakatan kerja?” tanya seorang wanita cantik yang berpakaian sopan, yang saat ini menjadi asisten pribadi Hansell selama berada di Jepang.
“Nampaknya Tuan Ming memiliki kehidupan sosial yang sibuk” hina Hansell dengan kesal, sembari menegak minuman yang ada dibotol kemasan, bahkan Hansell keluar dari ruangan itu seraya menatap jengkel pada asistenya.
Hansell bersiap-siap dengan setelan jas yang begitu gagah di tubuhnya, bahkan pria itu terlihat seperti sang pangeran yang begitu rupawan dengan wajah teduh alami yang ia miliki, mungkin Hansell masih berusia muda namun sikap dan karakternya sudah membuat pria itu menjadi dewasa, sehingga pakaian cukup menunjang penampilan yang amat matang.
“Selamat Malam Tuan” sapa seorang wanita cantik yang begitu sexy di depan pintu Bar.
Bahkan pakaian minim yang ia gunakan membuat gadis itu menonjolkan aura membunuh yang alami tapi tetap dalam konteks Sexy, namun Hansell tidak peduli, gadis seperti itu hanya akan membuang waktunya.
Langkah kaki yang menapak keluar dari lift di ikuti oleh beberapa orang berpakaian rapi disisinya membuat Hansell menghentikan mereka, seolah Hansell ingin memasuki ruangan VVIP itu sendirian, lantaran ia ingin memberikan privasi bersama Tuan Ming.
__ADS_1
Tentu beberapa orang kepercayaan Hansell berjaga diarah luar, sembari bersikap diam dengan wajah yang tidak memiliki emosi, hingga sepatu hak tinggi berwarna merah pekat terhenti ketika menatap tajam kearah depan, bahkan gadis itu menyelisik dengan tajam atas pemandangan di depan matanya.
“Hansell.......” seru Airyn dengan sikap bingung, apa yang pria itu lakukan, bukankah semalam ia masih meninggalkan pesan jika dirinya tengah bekerja dengan bosan, tapi sekarang ia sudah berada di Jepang.
“Nona Petrov, apa ada yang menganggu anda?” tanya pria dewasa yang saat itu melangkah bersama Airyn.
“Tidak, aku seperti mengenali seseorang” ungkapnya dengan perasaan bingung.
“pakah maksud anda Tuan Muda Hamillton?” tanya pria itu dengan santainya, membuat Airyn memalingkan kepala kearah pria itu seolah ia sangat tertarik dengan apa yang di sampaikanya.
“Apa kau mengenalnya? Jika tidak salah Hansell tidak banyak memabangun relasi di Jepang, tapi kenapa kau bisa mengenali dirinya?” ketus Airyn dengan mata menajam, bahkan suaranya membuat semua orang cukup tertekan, tadinya sepanjang perjalanan semua ornag hanya hening dan bersikap sopan ketika melangkah bersamanya, namun kali ini Airyn menanyakan sebuah pertanyaan yang cukup serius sehingga sangat sulit untuk diabaikan.
“I-Itu……” demi apapun mereka sangat sulit untuk membicarakanya.
“Katakan!” bentak Airyn dengan kesal, saat melangkah secepat mungkin untuk memasuki ruangan yang ada di samping tempat Hansell, bahkan ia mendengarkan penjelasan dari rekanya terkait kepentigan Hansell yang saat ini berada di Jepang.
“Jadi menurutmu, Tuan Ming mengkhianatinya?” kesal Nona Petrov dengan wajah mengelap.
“T-Tidak Nona, aku tidak bermaksud seperti itu” kejar pria itu dengan segera, bagaimanapun ia tidak bisa menyinggung sekutu, sebab beliau cukup berkuasa di negara ini, tapi kenapa Nona Petrov malah memojokan argumenya, padahal ia menjelaskan hal sebenarnya.
“Sepertinya Tuan Ming sangat suka bermain-main diusianya yang cukup senja” hina Airyn dengan tangan mengepal, bahkan ia cukup kesal mendengar penjelasan pria itu terkiat Hansell.
Berani-beraninya tua bangka itu mempermainkan Hansell, seolah dia dengan suka rela melepaskan relasi hanya demi keuntungan, apakah ia sedang merendahkan Hansell, sungguh jantung Airyn bergemuruh hebat, rasanya ia ingin sekali ikut campur dan melabrak pria tua itu, namun Airyn tidak bisa bertemu dengan Hansell setelah hal memalukan yang terjadi pada mereka, bagaimana bisa Airyn siap menghadapi pria yang membuatnya berdebar, ketika Airyn mengkecup bibirnya secara implusif sebagai tanda untuk kepergian Nona petrov yang cukup lama, semenjak itu ia sudah membuat diriny sendiri berada dalam lingkup kecangungan.
__ADS_1
Jika tahu situasi akan semenyebalkan ini, mungkin Airyn akan menahan dirinya pada sore itu, ia mungkin akan mengikat kedua kaki dan tanganya untuk tidak kurang ajar, tapi sialnya Hansell malah melakukan perlawanan, bahkan jika Airyn tidak cepat sadar mungkin mereka benar-benar kelewatan batas diusia yang cukup muda ini.
“Astaga!! Sialan!!” teriak Airyn hingga membuat semua orang tersentak, bahkan rasanya mereka tidak percaya jika Nona Petrov yang berwibawa bisa mengumpat sekasar itu.