Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 50] Kau juga menyukai aku.


__ADS_3

“Aku menyukaimu” lirihnya dengan penuh kejujuran, bahkan ia mengeggam kedua tangan Airyn untuk memberani diri bersuara.


Tapi Hanya dalam bayanganya!


Sunguh jantung Airyn berdegub kencang, kenapa Hansell menatapnya sedalam ini, bahkan Airyn tidak sanggup bertatapan dengan mata itu terlalu lama.


"Hansell, kau kenapa?" tanya Nona Petrov hingga memutus suasana hening antara mereka, bahkan membuat Hansell tergugu saat dirinya masuk kedalam lamunan.


Bodohnya pria itu, ia hanya bisa berfantasi namun tidak mampu mengakui, kenapa Hansell malah tertegun dalam lamunanya sendiri seolah berfikir bagaimana hebatnya dirinya menyatakan cinta namun dalam ilusi semata.


"Astaga" batinnya dengan malu, kenapa ia bisa membayangkan hal-hal seperti itu, bahkan ia sudah membayangkan dirinya mengakui perasaan pada Airyn, tapi ini sangat sulit sekali jika diungkapkan dalam kehidupan nyata.


"Tidak apa-apa, ayo jalan" ajak Hansell dengan segera, bahkan ia menarik tangan Airyn untuk mengenggam tanganya, seolah Hansell tidak membolehkan gadis itu melepaskan genggaman mereka.


Membuat Nona Petrov mengikuti langkah kaki Hansell seraya menatap dirinya dengan bingung, bahkan Airyn tengah berfikir, hal apa yang Hansell fikirkan barusan, seolah ia seperti mengungkapkan sesuatu yang besar, sebenarnya apa yang ingin pria itu katakan, atau apakah Hansell memiliki masalah.


"Hansell, apa aku boleh bertanya?" pintanya dengan kalimat lembut, membuat Hansell memalingkan wajah kearah samping sambil menganggukan kepala.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" sautnya.


"Apakah ada masalah?"


"Masalah? Masalah apa?" saut Hansell dengan penuh ketenagan, bahkan ia mengenggam erat tangan Airyn sambil diselipkan kedalam kantong baju hangat miliknya, membuat pipi Airyn memerah sempurna ketika tubuh mereka hampir menempel.


"Mungkin kau memiliki masalah perusahaan? Atau masalah lainya yang menganggu fikiranmu, jika kau ingin berbagi mungkin aku bisa mendengarnya"

__ADS_1


Hingga senyum di permukaan wajah Hansell mengambang, bahkan masalah terbesarnya adalah, bagaimana cara menyatakan perasaan yang begitu sulit pada Airyn, padahal selama ini Hansell tidak pernah gugup dan takut tentang apapun, namum terkait Airyn dirinya benar-benar payah.


"Tidak ada, aku tidak punya masalah apapun terkait pekerjaan, aku hanya memiliki masalah perasaan" ungkapnya dengan kalimat santai, bahkan Hansell memberikan seuntai senyum manis, sambil berjalan menuju tanda yang di tujukan.


"Perasaan?" beo gadis itu dengan hati berdesir.


"Ya, aku menyukai seseorang" seketika langkah kaki keduanya sama-sama terhenti, bahkan tepat di hadapan jembatan kayu yang harus mereka lintasi.


"Kau menyukai seseorang?" tanya Airyn ketika menyelisik kearah Hansell, bahkan mata mereka menyatu dengan lekat hingga darah Airyn mendidih karna kekesalan.


Apakah Hansell menyukai Hellena, gadis yang membuatnya cemas dan selalu bisa memberikan perhatian lebih padanya, bahkan Hansell sebegitu cemasnya ketika membawa Hellena pergi, sungguh ada rasa sakit yang tidak bisa Airyn jelaskan, hingga tanpa sadar gadis itu menarik tanganya dari saku baju hangat Hansell, sambil menghindar dari hadapan pria itu.


"Tentu saja, apakah kau mau tahu siapa orangnya?"


"Bagaimana kau bisa tahu" kejar pria itu dengan suara meninggi, jika ia sudah tahu bahwa Hansell menyukainya, kenapa Airyn malah marah dan menampilkan gurat kesal, apakah Airyn membenci dirinya. "Airyn, aku sunnguh-sungguh soal perasaan ini, untuk itulah kau harus menerima kenyataan tentang kita"


"Cukup" cegat Nona Petrov dengan segera, membuat mata Hansell membesar, bahkan pria itu terkesiap tak menyangka saat Airyn mengacungkan tangan kearahnya agar Hansell berhenti bicara. "Jangan lanjutkan lagi, apapun tentang perasaanmu aku sudah mengerti, tapi maaf, aku tidak mau terlibat apapun soal ini" sungguh Hansell mengkerutkan kening dengan dalam, bahkan membuat Airyn begitu kesal.


Dimata Hansell kenapa Airyn sebegitu marahnya, apa salahnya jika wanita dan pria memiliki perasaan lebih seperti manusiawi, bahkan Hansell sulit menyatakan hal ini namun Airyn menolak dirinya untuk menjelaskan apapun.


Sedangkan dimata gadis itu, Hansell sangat keterlaluan, apakah ia tidak tahu jika saat ini hati Airyn berdesir sakit, bahkan ia seperti tidak menyangka jika Hansell berani membicarakan perasaanya tentang Hellena pada Airyn, apakah ia fikir Airyn tidak memiliki perasaan, bahkan ia tidak mengerti kenapa ia merasa kesal dan sakit secara bersamaan.


"Airyn..... " lirih Hansell dengan bingung.


Membuat Airyn mengalihkan pandangan kearah depan, bahkan ia melangkahkan kaki untuk pergi dari sana, Airyn melintasi jembatan yang sedikit melendung itu, agar pergi secepatnya kearah api ungun yang ada di tengah hutan.

__ADS_1


"Apakah salah aku mencintai mu?" teriak pria itu dengan penuh kesal, bahkan ia tidak mengerti kenapa Airyn harus membuat tembok sebesar ini tentang mereka. "Aku sungguh-sungguh menyukaimu Airyn" sontak kaki gadis itu membeku, bahkan lampu lentera yang ada di pinggir jembatan kayu di tengah hutan, menjadi teman untuk bulan menyinari mereka dengan sempurna, sampai membuat Nona Petrov terpana dalam diamnya.


Apakah ia tidak salah dengar? Apakah Hansell serius mengatakan perasaan itu untuknya, hingga secara perlahan Airyn membalikan badan hingga menatap pria yang berdiri tepat di hadapanya.


"Sungguh aku menyukimu, aku bahkan hampir gila memikirkan bagaimana jantungku terus berdegup saat mengandeng tanganmu, aku bahkan merindukanmu setiap kali pulang kerumah dan ingin kembali ke sekolah secepatnya, apa kau tahu, aku ke Tiongkok khusus untuk mengejarmu, aku tidak pernah memberikan loyalitas pada seorang gadis dihidupku, tapi padamu, aku berubah menjadi pria gila cinta yang terus mengejarmu, mengikutimu, melihatmu, mengamatimu, memandangmu, sampai aku tidak bisa berfikir hal lainya hanya karna aku terus memikirkan dirimu" Teriaknya dengan begitu pasarah, Hansell tidak bisa menerima hubungan yang hanya sebatas teman, bahkan saat Hansell ada disisinya namun tidak mampu dimiliki, membuat pria itu merasa sesak dalam setiap harinya, bahkan hampir mengilai akal sehat Hansell.


"A-Apa yang kau ucapkan Hansell, kau menyukaiku?" lirih Airyn ketika hatinya berdebar tak kuasa melihat pria itu, bahkan pertanyaan yang di lontarkan oleh Hansell membuat tubuhnya tak bisa di gerakan.


"Iya, aku sangat menyukaimu, bahkan saat kita saling menatap dengan jarak yang dekat, aku terus merindukanmu" seketika gadis itu terpaku dengan diam, ia tidak kuasa dengan apa yang sedang di dengar oleh telinganya, bahkan ada bagian hati yang tidak bisa Airyn defenisikan.


"Maaf, aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ini Airyn, Aku tidak bisa menyembunyikan hal ini terlalu dalam, untuk itulah, jangan memintaku berhenti, karna aku tidak tahu cara berhenti"


"Tunggu" cegat Airyn hingga menghentikan langkah Hansell yang ingin mendekat.


"Kau menyukai aku?" tanya Airyn saat menunjuk dirinya sendiri.


"Tentu saja" sautnya ketika menganggukan kepala dengan naif.


"Bukanya kau menyukai Hellena" kejar Nona Petrov hingga Hansell terpana diam.


"Hellena, apa kau gila! Bagaimana bisa aku menyukai sahabat adik ku, bahkan aku tidak melihatnya sebagai seorang wanita" teriak Hansell dengan jengkel, membuat Airyn terpana diam mendengar perkataan pria itu. "Tapi..... tunggu dulu, apa kau marah karna berfkir jika aku menyukai Hellena, sebab kau...... "


"Tidak!" timpal Airyn.


"Kau menyukaiku kan" terus Hansell dengan senyum mengambang, bahkan membuat Airyn dibuat malu penuh dengan kegugupan.

__ADS_1


__ADS_2