
Airyn di pindahkan keruang inap yang berada di kelas terbaik, Hansell baru saja menerima penjelasan bahwa Airyn sangat baik-baik saja, membuat pria itu memandang teduh kewajah wanita yang membuatnya seperti orang gila.
Gadis itu terlihat lelap ketika menutup mata, rasanya Hansell ingin mengetahui mimpi apa yang ia alami dibawah sana hingga tidak mau bangun padahal sudah 3 jam lebih menutup mata, hingga ia mengenggam tangan Airyn tanpa ia lepaskan, berharap gadis itu tidak akan pergi lagi dan dapat merasakan sentuhan pria yang mengiginkanya kembali.
"Hansell...." putus Dokter Fu ketika memasuki rungan itu.
"Dokter" ujar Hansell seraya melepaskan tangan Airyn secara perlahan.
"Bagaimana keadaanmu dan Angel, apakah kalian baik-baik saja?" tanya beliau.
"Kami baik, Angel masih terpukul atas kehilangan papa, tapi saat ini ia memiliki dukungan dari sahabatnya" jelas Hansell dengan penuh tenang, ketika memandang kearah Airyn.
"Lalu siapa gadis ini?" tanya beliau, bahkan ia sangat bingung kenapa banyak sekali penjagaan dilantai tersebut, padahal Dokter Fu paham jika cara-cara seperti ini bukanlah gaya Hansell, pria ini biasanya tidak suka dengan hal-hal yang memperlihatkan siapa dirinya, seperti memiliki pengikut, anak buah, penjagaan ketat dan lain-lainya.
"Dia adalah orang-orang Airyn" seru Hansell dengan lirih, seraya memandangi wajah yang begitu teduh itu.
"Yang benar saja, siapa memangnya gadis ini hingga dikawal dengan sanga ketat" sahut Dokter Fu dengan ingin tahu besar, bahkan ia tidak percaya jika gadis yang Hansell bawa bukanlah orang sembarangan.
"Dia Airyn" sahut Hansell dengan singkat.
"Aku tahu dia Airyn, bahkan sedari tadi setiap aku tanya namanya siapa, kau selalu mengatakan dia Airyn, tapi yang aku maksud, dia ini anak koglomerat mana, atau dia ini siapa hingga memiliki hal-hal seperti ini disisinya, lagian-"
"Airyn Petrov" tukas Hansell hingga menghentikan pembicaraam Dokter Fu yang tak sempat ia lanjutkan. "Dia Nona Petrov, penguasa sebagian Tiongkok" hingga Dokter Fu dibuat tersedak ketika mendengar perkataan Hansell.
__ADS_1
"N-Nona Petrov" ucapnya penuh hati-hati ketika memelankan nada yang ia redam dengan pelan, Dokter Fu meminta penjelasan Hansell sekali lagi agar pria itu mengkonfirmasi ulang ucapanya.
"Iya, dia Nona Petrov, kenapa aku harus berbohong soal ini"
"Tapi Hansell, kenapa sikapmu sesantai ini" ujar beliau saat menajamkan mata menatap Hansell. "Apa kau tidak tahu jika Nona Petrov bukanlah orang sembarangan, ia kalangan elit yang tidak bisa kau sentuh sembarangan, gadis ini bukanlah publik figur yang bisa kau ekpos tanpa fiir panjang. Bagaimaba jadinya jika ada beberapa orang yang sadar bahwa Nona Petrov dibawa kerumah sakit ini, dan pihak rumah sakit tidak memberikan penaganan terbaik. Pada akirnya tempat ini akan bisa ditutup, banyak dokter yang berhenti bekerja dan aku bisa saja mati" panik Dokter Fu atas identitas gadis itu, bahkan Dokter Fu tidak menyangka Hansell setenang ini berada disamping gadis itu.
"Hansell kenapa kau diam saja, katakanlah sesuatu" ucap beliau seraya memelankan suara agar tidak terdengar oleh siapa-siapa.
"Mungkin bagimu dia adalah gadis berkuasa yang tidak bisa disentuh oleh siapapun, tidak ada yang bisa menyaingi dirinya, melawanya ataupun mendekatinya, nampaknya Nona Petrov orang yang menempati posisi puncak, namun tanpa disadari jika posisi itu tidak ada siapapun selain dia, Nona Petrov yang sebenarnya gadis berusia 20 tahun, juga sama seperti kita, sedih, kehilangan, terluka, sakit, kesepian, bahkan ia mengalami penderitaan, meskipun bukan dalam hal materi namun fisik dan psikis. Aku tidak lagi melihatnya sebagai Nona Petrov yang kejam, penuh arogansi dan sifat mengerikan. Sekarang aku melihatnya sebagai Airyn, gadis biasa yang memiliki hati nurani, untuk itulah, terlepas dari apapun yang Airyn sandang, kau jangan lupa jika ia hanyalah pasien biasa, saat ini apa yang harus kau cemaskan Dokter, jika Nona Petrov yang kau anggap mengerikan itu saja, bergantung hidup padamu"
Membuat Dokter Fu memandang nanar atas penjelasan yang Hansell berikan, kata-kata yang ia tata dengan rapi masuk ketelinga Dokter Fu hingga ia cerna secara sempurna, bahkan ia lupa diri siapa dirinya hingga mencemasi hal tak terduga, apakah hal ini menjadi tanda jika jiwanya sebagai dokter yang harus berada di garda terdepan, malah goyang semenjak berubah menjadi pembisnis, hanya perkara uang, pekerjaan yang harusnya menjadi ladang kemuliaan hari ini malah membuat kelam jiwanya sebagai penolong atas rasa sakit mereka.
"Aku akan keluar, terimakasih sudah menenangkanku" serunya penuh malu sambil berlalu kearah laur, untuk meninggalkan Hansell disana.
*
Benar apa yang orang katakan, jangan terlau mencintai manusia berlebihan, sebab bisa saja rasa cinta itu memberikan luka yang paling menyakitkan, dan juga, jangan pernah membenci seseorang dengan begitu besar, karna orang yang paling kita benci bisa saja adalah dia yang paling kita sayangi.
Dan saat ini, Hansell merasakanya, hatinya berubah sekian besar dan dirinya bisa sadar bagaimana salahnya Hansell sebagai manusia, dulu Hansell pikir, dirinya adalah manusia yang paling mulia, sikapnya yang elok menjadi berbeda dari banyak orang diluar sana, hingga hal ini menjadi goals tersendiri yang sudah ia capai, tapi semenjak Airyn ada dan mengenal gadis naif ini, Hansell malah berfikir ulang tentang siapa dirinya, bahkan ia tak lebih rendah dari sekedar manusia munafik.
*
Mata Airyn mengerjap, bahkan reaksi tubuhnya itu membuat kedua bola mata Hansell mengerjap, membuyarkan seluruh kebingungan serta penyesalan yang tengah ia renungkan.
__ADS_1
"Airyn....." lirih Hansell ketika menyapanya, bahkan baru saja gadis itu membuka mata, beningan dikedua manik mata itu mengenang dengan jelas, hingga wajah Hansell berubah khawatir atas kondisi Airyn.
"Airyn, apa kau baik-baik saja?" tanyanya lagi, namun gadis itu diam membisu seolah tak mendengarkan apa yang Hansell tanyakan.
"Airyn apa ada yang sakit?" ucapnya penuh takut, seraya menjangkau tombol disisi ranjang untuk meminta dokter segera datang.
"Aku baik-baik saja" balas Airyn dengan tatapan dalam namun mengalirkan air mata secara perlahan.
Membuat Hansell tertegun, atas apa yang ia saksikan, kenapa Airyn menangis setelah bangun hari ini? Apa yang membuat Airyn terlula? Hingga Hansell dapat melihat, jika saat ini ia terlihat takut, seolah meminta tolong pada seseorang untuk ada didekatnya.
"Kenapa? Apa kau bermimpi buruk?" tanya Hansell dengan kalimat rendah yang ia ucap dengan lembut, seraya mengusap permukaan pipi Airyn penuh sayang.
"Ak-Aku...." sunguh tak ada kata yang bisa Airyn jelaskan, selain rasa takut atas apa yang sedang ia mimpikan, apakah mimpi kedua orang tuanya bisa dikatakan mimpi indah atau mimpi buruk?
"Huss.......aku ada disini, tenanglag" seru Hansell dengan tatapan teduh yang ia jatuhkan penuh sendu, memberikan kehangatan akrab agar gadis itu nyaman saat disisinya.
Airyn menganggukan kepala ketika memejamkan matan dengan berat, gadis itu menarik nafas dalam-dalam seraya menenangkan fikiran yang penuh kabut barusan.
Hingga para dokter datang seraya memeriksa keadaan Airyn, membuat Hansell sedikit menepi agar mereka leluasa memeriksa keadaan gadis yang ia sukai, setelah semuanya aman dan Airyn kembali sehat meskipun harus menambah beberaapa vitamin untuk tubuhnya, tetap saja secara keseluruhan tak ada yang perlu di khawatirkan.
Membuat pria itu mengucapkan terimakasih, ketika para dokter keluar dari sana, Hansell duduk disamping Airyn dengan senyum manisnya. "Bagaimana? Apa sudah tenang?" tanya Hansell dengan senyum hangat yang ia tampilkan.
Airyn menganggukan kepala seoah ia sudah baik-baik saja, bahkan Airyn tidak percaya ada Hansell yang menemaninya di rumah sakit ini,
__ADS_1
mereka bercerita tentang apa yang terjadi sebenarnya, bahkan sesekali Hansell menyelipkan sindiran didalam candaanya untuk menasehari Airyn secara bersamaan, setidaknya Airyn harus lebih memperhatikan kesehatanya, sebab Hansell terlalu takut jika ia seperti tadi pagi.