
"Silahkan turun Nona" ucap Merry pada gadis dingin itu, membuat Airyn turun dari mobilnya hingga sesegera mungkin menandaskan kaki untuk melangkah kearah dalam.
Dari arah samping seorang pria yang ia kenali membuat langkah Airyn tergugu, ternyata pria itu adalah Hansell dan Dikra, bahkan pandangan mereka sama halnya dengan Airyn yang cukup kaget.
"Ayo" ajak Hansell tanpa banyak bicara, ia melewati Airyn untuk megajak Dikra pergi bersamanya, bahkan sikap pria itu berubah total setelah tahu bahwa gadis itu Nona Petrov, sedangkan Airyn mengerucutkn bibir dengan jengkel tatkala seseorang itu mengabaikanya, jujur saja Airyn cukup mengikuti perkembagan HS, ia sangat lega pada akirnya pria itu sudah kembali sekolah, tapi nampaknya mereka memang tidak bisa bersatu, mungkin hutang budi masa lalu akan Airyn balas nanti.
Hansell duduk di kursinya sedangkan Dikra menyandarkan bokong di sisi meja, ia melihat kedua tanganya memandagi gurat Hansell tang berubah menyebalkan. "Kenapa dengan wajahmu Hansell, bukankah selama ini kau selalu tertarik dengan Airyn, sekarang kenapa kau menjadi bersikap aneh?" tanya Dikra pada pria itu, membuat Hansell berdecak kesal mendengarnya bicara.
"Jika aku tahu dia adalah gadis Petrov aku tidak akan menaruh perhatian padanya"
"Lalu apakah sikapmu ini sebagai sikap kecewa dan patah hati, sebenarnya apa yang membuatmu membenci Airyn, jika aku lihat ia seperti wanita biasa, bahkan Aku cukup bahagia saat temanku yang tidak tertarik pada wanita, akirnya melirik seorang Airyn Petrov di sekolah ini, sialnya kau memiliki kesan yang buruk terhadapnya"
"Jangan bicara sembarangan tentang ku, aku bahkan tidak membencinya secara pribadi, aku membencinya karna satu hal" ucap pria itu dengan malas.
"Hal apa?" sambut Dikra dengan ingin tahu, bahkan ia menapakan tangan di permukaan meja sambil mendekatkan diri kearah Hansell
"Menjauh dariku, apa kau mau menciumku" bentak pria itu pada sahabatnya Dikra, membuat Dikra terkekeh ketika Hansell terus memperlihatkan kejijikan setiap kali dirinya bertingkah imut.
"Apa kau tidak tahu jika gadis itu menjadi VVIP di markas utama, ia bahkan mengantongi pengurus inti yang berpihak padanya" ucap Hansell dalam bahasa spanyol, membuat mata Dikra membulat sempurna atas perbincangan tingkat tinggi yang tidak bisa diakses oleh orang sembarangan.
__ADS_1
"Apa kau gila, mengatakan hal itu di tempat seperti ini" terial Dikra pada temanya, hingga membuat Hansell menghela nafas dengan berat seraya menatap sinis kearah Dikra.
"Kau tenang saja, di tubuhku terpasang alat deteksi jika ada sinyal penyadap aatau hal membahayakan, bahkan itu berada di radius yang cukup jauh, selain itu hanya kita yang ads, karna itulah aku bicara dalam bahasa Spanyol, lagian apapun tentang gadis itu sudah menjadi rahasia umum yang tidak perlu di sembunyikan lagi"
"Tetap saja Hansell, kau jangan sembarangan, bagaimanapun kau itu adalah calon pemimpin di markas besar, jika saja kau bicara sesantai ini, maka dirimu bisa di ketahui oleh orang lain, kau masih ingat pesan paman Hamillton kan, untuk tidak mengambil alih tahta itu" ucap Dirka saat menatap kedua mata temanya, ia bahkan bicara dengan penuh ancaman seraya memperingati Hansell.
"Aku mengerti, tenang saja" ucap pria itu, hingga pembicaraan mereka berakir, saat jam pelajaran mulai berlangsung, Dikra kembali ke kelas sebelah meninggalkan Hansell di kelasnya.
*
Sepulang sekolah Hansell bergabung dengan tim basketnya, pria itu tengah berlatih untuk menenangkan fikiran, bahkan Hansell terlihat sangat tampan dengan kerigat yang sudah membanjiri tubuh nya, jika terus di pandangi, akan membuat siapapun merasa terpesona, otot tubuh serta perawakanya sangatlah luar biasa, lompatan tingginya membuat para siswi tak mampu mengatupkan bibir, hingga ketika pria itu mengiringi bola untuk masuk ke ring musuh, lemparanya sangat sesuai sasaran, sungguh Hansell tidak bisa tersaingkan.
"Hansell, kenapa kau bermain agresif hari ini? Apa ada masalah?" tanya Jeroam, yang merupakan patnernya dalam bermain serta pria yang sangat pintar matematika, bahkan Hansell sering memberikan candaan jika Jeroam mau bergabung di perusahaanya, maka ia langsung menempati posisi Direktur Keuangan, namun pria itu menolak dan mengatakan jika mimpinya menjadi seorang dokter.
"Apa kau tidak bisa menikmati sedikit harimu, bahkan sudah lama aku tidak melihatmu bermain basket" ucap Jeroam dengan sedikit bercanda.
"Sayangnya tidak bisa" kekeh Hansell dengan senyum sunggingnya, hingga beberapa anak basket lainya melampaui mereka.
"Dia tidak akan membaca surat kita"
__ADS_1
"Aku ingin sekali mendekatinya, tapi semenjak tahu seberapa luar biasa dirinya menjadi Nona Petrov aku tidak percaya diri" ucap beberapa orang hingga membuat mata Hansell dan Jeroam terpaku.
"Apa kau sudah tahu tentang anak baru bernama Airyn?" tanya Jeroam pada pria itu.
"Sudah" ucap Hansell dengan malas.
"Sungguh??" teriaknya dengan tidak menyangka, biasnaya Hansell tidak tertarik dengan wnaita manapun bahkan setiap ia tanya soal wanita, Jeroam selalu mendapatkan jawaban tidak, tapi ada apa denganya hari ini.
"Kenapa kau sekaget itu? Apakah salah aku mengenalinya?"
"Tidak" ucap Jeroam dengan segera, membuat Hansell meneguk ninumanya hingga tandas.
"Tapi Hansell, ini pertama kalinya aku bertanya padamu soal wanita dan kau mengetahuinya, apakah gadis itu tipe mu?" ledek Jeroam kehadapan Hansell.
"Tidak!" bentak pria itu dengan segera. "Bagainana mungkin gadis seperti itu tipe ku, aku bahkan tidak menyukai karakternya yang menyebalkan. Astaga, apa kau bercanda" hina Hansell dengan tidak terima.
"Jika tidak, kenapa kau harus bereaksi seperti ini" ejek pria itu ke hadapan Hansell, membuat telinga pria itu memerah akibat malu bercampur kesal. "Sudahlah Jeroam, aku pergi dulu" ucap pria itu sambil lalu, membuat Jeroam menganggukan kepala untuk menyetujuinya.
Hansell meletakan tas yang sedang ia sandang dengan bahu selatanya, pria itu memasuki ruang ganti untuk menyegarkan diri, hingga berlalu pergi untuk pulang sesegera mungkin, namun langkah Hansell terhenti ketika mengakses seorang wanita yang ada di taman belakang, bahkan ia menyipitkan mata melihat kearah beberapa orang itu.
__ADS_1
Beberapa siswa tentu sudah pulang hanya ada beberapa orang saja yang sedang melakukan kegiatan ekstrakulikuler, termasuk Hansell, namun ia menyaksikan Airyn duduk di taman belakang sambil membaca berkas dengan orang-orang yang berdiri hormat disisnya.
Nampaknya tidak hanya Hansell saja yang bekerja dan menghabiskan dirinya untuk sekolah, tetapi ada gadis lain yang dirasa sangat sama denganya, yaitu Airyn Petrov. Tapi kenapa saat hatinya sudah membenci dan ia terlanjur kecewa, tetap saja kedua mata itu tak bisa di nasehati, ia terus memandangi Airyn dari titik yang tidak di ketahui, bahkan ia seperti magnet yang terus membuat Hansell terus meliriknya.