Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 17] Sesuatu dalam minuman.


__ADS_3

"Undangan apa ini?" tanya Hansell pada temanya Dikra di balik ponsel itu, bahkan Hansell sedang membaca beberapa kata sebagai tujuan dalam mengadakan acara.


"Datanglah, itu acara papaku, dan Airyn datang juga" terus Dikra dengan santai, membuat Hansell meyipitkan mata penuh ketidak sukaan.


"Aku menjamin ia tidak akan datang" balas Hansell dengan senyum merendahkan, bahkan membuat Dikra di seberang sana terkekeh ketika membayangkan reaksi Hansell, untung saja Dikra tidak memberi tahu bahwa papanya memiliki hubungan baik dengan Airyn, sebab Dikra ingin melihat reaksi Hansell ketika Airyn datang ke pestanya besok malam.


"Apa kau mau bertaruh denganku" ajak Dikra.


"Apa kau gila. Jangan mengunakan seseorang untuk mempertaruhkan sesuatu, jika ia mengetahuinya, hal ini sama saja menjadi pelecehan"


"Baiklah.....baiklah...aku mengerti, tapi jika Nona Petrov datang di pestaku, kau harus membukakan room untuku malam selanjutnya"


"Aku tidak tertarik untuk sebuah taruhan Dikra" ucap Hansell ketika menempati tempat duduknya.


"Tapi aku tidak membuat pertaruhan Hansell, aku hanya memberimu sebuah sanksi sudah meremehkan perkataanku"


"Baiklah, aku menjamin gadis itu tidak akan datang" saut Hansell dari balik ponselnya.


"Oke, aku terima pilihanmu, mari kita lihat besok hari di pesta" balas Dikra dari balik sana, ia sungguh tidak sabar bagaimana jadinya saat Hansell melihat Airyn menghadiri pesta.


"Apa Dirka itu berfikir gadis Petrov mau menghadiri pesta orang rendahan seperti kita. Setinggi apa Dikra memandang Airyn sebenarnya" kekeh Hansell dengan tawa penghinaan untuk melanjutkan tidurnya.


*

__ADS_1


Ke esokan harinya, tepat pada sore hari Dikra sudah sibuk sekali menghubunginya, padahal acara akan diadakan jam 07 malam, namun Dikra meminta Hansell datang jam 05 sore, untung saja pekerjaan yang ia tunda tidak terlalu mensesak, membuat Hansell menghadiri acara pada sore harinya.


"Selamat paman William atas pencapaianya" ucap Hansell pada beliau, Papa Dikra itu sudah ia anggap sama dengan papanya, untuk itulah hubungan Hansell terhadap keluarga Dikra, sangat dekat lebih dari lebih dari saudara.


"Terimakasih atas ucapanmu Hansell, paman bahkan tidak percaya diusia muda kau bisa membalikan keadaan di waktu dekat dalam beberapa waktu, itu sangat mengagumkan. Aku bangga padamu" ucap Paman William ketika menepuk pundak Hansell, membuat pria itu menundukan sedikit wajah dengan malu atas pujianya.


"Tolong nasehati Dikra agar menjadi sepertimu Hansell, bahkan paman sangat senang ia bergaul dengan mu, karna berharap ia mengikuti langkahmu dalam berbisnis, tapi lihat sekarang, tetap saja tak ada perubahanya selain pintar berganti wanita" ucap William pada Hansell dengan penuh ejekan akan Dirka.


"Kenapa Papa bicara begitu, apa papa menyesal memiliki ku sebagai anak"


"Tidak, aku bangga padamu. Karna dimasa muda aku tidak pernah berhasil menaklukan wanita, tapi dari mana kemampuan itu kamu milik nak, hingga kau sangat mudah berganti pasangan" ledek Willaim pada anaknya, membuat Hansell tertawa renyah atas lelucon yang di berikan paman william terhadap putra kandungnya.


"Bagaimanapun darahmu ada di nadiku, jagan salahkah aku menjadi seperti apa, karna kau sendiri yang menghadirikanku ke dunia"


"Iya paman...silahkan" sambung Hansell dengan segera, hingga beliau pergi dari arah mereka untuk menemui tamunya yang lain, bahkan Hansell melihat berbagai orang penting menghadiri pesta malam ini.


Hansell bertemu dengan beberapa temanya di pesta itu, bahkan ia bercengkrama dengan akrab seraya menghilangkah kebosanan disana, hingga suara keributan diambang pintu menarik perhatian semua orang, bahkan rekannya yang sedang berdiri disisi Hansell barusan, berlalu pergi dari arah sana untuk menemui seseorang, Dikra yang ada di sampingnya tertawa sunging ketika melihat wajah Hansell yang kebingungan, hingga mata pria itu menuntun kearah pintu, menampilkan seorang wanita cantik yang sedang mengunakan gaun indah, tubuhnya yang ideal membuat Hansell tidak pernah mengedipkan matanya.


Winski yang ia gengam itu terabaikan sudah, ketika wajah Airyn sangat teduh di pandang oleh kedua matanya, bahkan Hansell tidak percaya jika Nona Petrov itu benar-benar datang kepesta dan menarik perhatian semua orang padanya, bagaimanapun ini kali pertama bagi Hansell untuk melihat Airyn diluar perkarang sekolah, ia sangat elegan berdandan secantik itu, selama ini Hansell hanya menemui Airyn di sekolah dan juga kantornya hari itu, tapi tampilan Airyn malam ini sungguh membuat Hansell terpaku diam, ia memang sangat indah untuk di pandangi mata semua orang.


"Turunkan padanganmu" tukas Dikra hingga memutus pemikiran Hansell yang merajalela.


"Apa maksudmu, siapa.....siapa yang memandanginya" kesal Hansell sebab ketahuan terpesona oleh Airyn.

__ADS_1


"Benarkan apa yang aku katakan, dia akan datang ke pesta ini....kau jangan lupa degan perjanjian kita" ucap Dikra kearah temannya, membuat Hansell mengkerutkan kening dengan jengkel atas kekalahan yang ia terima, baru saja langkah Dikra berlalu.....


"Kau mau kemana?" tanya Hansell ketika melihat sahabatnya berlalu dari sana.


"Tentu saja menemui tamu penting ku" ucap pria itu, bahkan Dikra terkekeh dengan puas melihat wajah Hansell memerah akibat malu.


Hansell meneguk winski itu dengan kasar, ia amat jengkel atas kekalahanya, bagaimana bisa Airyn menghadiri pesta paman William, bukankah ia akan pilih-pilih untuk bergabung dengan pesta seseorang, bahkan ia selalu menolak menghadiri setiap pesta yang diadakan oleh orang terpandang di dunia, tapi kenapa ia hadir di acara Paman William, membuat Hansell tak habis fikir jika Dikra sangat asik bicara hangat dengan Airyn dan meninggalkan dirinya, sungguh ada kekesalan yang Hansell rasakan ketika melihat kedua orang itu, kenapa ia merasa tidak terima setiap kali melihat Airyn di dekatkan pria, tidak mungkin ia masih tertarikkan.


"Tidak mungkin, apa aku sudah gila tertarik dengannya" ejek Hansell pada diri sendiri, ia memutar tubuhnya untuk membatasi melihat mereka, namun baru saja Hansell berhadapan kearah lain, kepalanya tanpa terduga terputar dengan sendirinya untuk melihat Airyn dan Dikra, hingga senyum gadis itu mampu Hansell lihat dari kejauhan, bahkan mata Airyn seperti melirik kesana kemari seperti mengiginkan sesuatu. "Apa yang dia inginkan? Apakah dia butuh minuman" fikir Hansell.


"Hai Hansell..." Putus seorang gadis cantik padanya, hingga pria itu memandangi seorang wanita dewasa yang baru saja menghampirinya.


"Hai juga....bukankah kau.....e"


"Nama saya Veronica, model baju musim dingin perusahan anda tahun lalu" ucap Veronica ketika memperkenalkan dirinya pada Hansell.


"Oh saya sudah tidak ingat anda lagi Nona" balas Hansell dengan kalimat dingin, membuat Veronica tersenyum manis membalas perkataan pria itu.


Seketika Veronica memberikan salah satu minuman yang tengah ia bawa di tanganya, membuat Hansell menyipitkan mata melihat hal itu untuk mengetahui maksud Veronica. "Minumlah, anggap ini sebagai tanda bahwa kita pernah bekerjasama" ucapnya kehadapan Hansell.


Tentu saja sikap Veronica barusan membuat Hansell kurang nyaman dengan sikapnya, rasanya ia tidak bisa berlama-lama melihat seorang wanita dewasa menatapnya dengan nafsu mengiginkan, untuk itulah Hansell menarik paksa minuman di tangan Veronica untuk berlalu dari sana sesegera mungkin.


"Astaga, kenapa dia pergi" panik gadis itu, bahkan belum sempat Veronica mengucapakan sesuatu ia sudah meninggalkanya sambil lalu, jika begini tamatlah riwayat gadis itu, karna ia sudah memasukan sesuatu kedalam minuman Hansell, bahkan sesuatu itu memiliki dosis tinggi yang tidak ada obat. "Aish sialan, apa yang harus aku lakukan" gerutu Veronica ketika ingin mengejar langkah Hansell, namun langkahnya terurungkan melihat pria itu bergabung dengan Dikra William dan Nona Petrov. "Sial!! Aku pergi saja dari sini, orang-orang itu bisa membunuhku jika mereka mau" hingga Veronica pergi dari pesta itu sesegera mungkin.

__ADS_1


Ia tidak menyangka jika Hansell akan pergi setelah membawa minumanya, bahkan Veronica tidak menyangka jika ia akan bergabung dengan Nona Petrov dan Dikra William, tadinya jika Hansell mensesap minuman itu sedikit demi sedikit maka Hansell akan mengalami halusinasi pada lawan jenis di depanya, untuk itulah Veronica ada di depan pria itu agar bisa mengotong Hansell keluar dari ruangan, menuju kamar yang ia sediakan, di tambah posisi mereka beradan di dekat pintu keluar, tapi lihat pria dingin itu, malah pergi dan meninggalkanya setelah menerima minuman, Veronica hanya takut jika siapapun yang meminum minuman itu, akan mensesapnya sampai habis dalam hitungan detik, itu bisa saja membuatnya berada diluar kontrol diri dan bahkan mengalami hal luar biasa atas reaksi tubuhnya.


__ADS_2