
Tiba tiba saja kepala Aurel sangat sakit
Aurel memegangi kepala nya membuat Rey agak cemas
"Ada apa dengan mu?"
Aurel tak menjawab memilih untuk menjauh dari pria ini sial! Kepala nya sangat sakit akibat terlalu banyak minum.
Melihat Aurel yang menjauhi nya entah mengapa darah di tubuh Rey mendidih
Wanita di depan nya ini sungguh kurang ajar berani mengacuh kan nya
Tanpa pikir panjang pun Rey menggemgam tangan Aurel yang ingin pergi
"Lepas kan! Aku ingin pulang"
Rey tak mengubris ucapan Aurel lalu membawa Aurel paksa masuk ke dalam mobil
"Lepas kan aku dasar Bajingan sialan!"
Terus saja Aurel.mengatakan kata kata yang mampu membuat orang emosi namun Rey mencoba untuk menahan amarah nya iya tak ingin membuat Aurel membenci nya nanti nya
"Aku akan membuat mu membayar cacian yang kau lontar kan hari ini!" Gumam Rey
Rey membawa Aurel ke rumah sakit karena Aurel sudah tak sadar kan diri iya bisa langsung menebak jika Aurel terlalu banyak minum munkin saja iya stres akibat banyak nya masalah yang menimpa nya
"Bagaimana dok?" Tanya Rey dan hanya di jawab dengan kata kata baik baik saja membuat hati Rey merasa lega
Pagi hari
Aurel di dalam kamar pun terbangun dan mendapati diri nya dengan baju rumah sakit dan tubuh yang amat lemah
Iya meraba meja di samping nya dan tak sengaja menjatuh kan Gelas
PRANK!
Suara itu membuat Rey segera berlari ke arah kamar Aurel "apa yang kau lakukan kenapa tangan mu berdarah?"
Aurel tak menjawab dan malah memandang dingin ke arah Rey ,sang dokter yang merasa tak baik untuk menggangu pun memilih untuk keluar.
__ADS_1
"Jawab!"
Aurel tersentak"bajingan! Jangan berbicara padaku jika bukan karna kau apa aku akan mengalami ini semua hah? Sebenar nya darimana nya aku menyinggungmu?"
Rey mendekat lalu duduk di kursi tersenyum manis ke arah Aurel yang membuat Aurel merasakan perasaan Aneh
"Kau bilang tak menyinggung ku? Aurel apa kau sudah lupa setiap kali kita bertemu kau selalu membantah dan mencoba melawan ku.!"
"Tapi kau yang memulai duluan!"
"Aurel apa kau tak mengerti? Di kota Z apa yang tak bisa ku miliki sekali kau membuat Ku tertarik jangan harap Bisa lari dengan mudah jangan salah kan aku salah kan dirimu yang selalu membuat ku penasaran dan juga aku menantikan di saat aku mengetahui jika kau adalah wanita yang tidur dengan ku malam itu dan saat itu kamu tak bisa mengelag lagi."
Aurel terdiam dan ingatan nya teralih pada ingatan enam tahun yang lalu samar samar iya mengingat sesuatu wajah,penuh ***** , hingga membuat Aurel ingin muntah bagaimana jika Pria itu memang adalah Pria malam itu?
Rey keluar dengan senyum penuh kemenangan lalu melajukan mobil nya meninggal kan Aurel seorang diri di sana"biar kan kamu yang memilih kabur atau ingin tetap tinggal!" Batin Rey
Rey melajukan mobil nya ke arah SD tempat Dava dan Devi belajar.
Masuk ke dalam Rey menyamar menjadi seorang petugas kebersihan dan lewat dari kls ke dua nya
Rey tertegun ketika melihat Dava dan Devi yang amat periang apa mereka telah melupakan kejadian semalam
"Syukur lah kalau begitu!" Gumam nya
Jam istirahat berbunyi seluruh murid di sekolah segera berhamburan keluar dari sekolah ,Devi mengambil Biola nya lalu menyuruh kakak nya untuk melihat pertunjukan singkat nya di Ruangan musik ,Dava menyetujui nya lalu mengikuti nya
Rey yang mendengar hal itu pun mulai penasaran akan pertunjukan Biola Devi dan ikut dari belakang
Kelas musik
Devi dan Dava masuk ke dalam ,Dava duduk di kursi sedang kan Devi naik ke panggung iya tersenyum lalu mulai mengambil posisi yang nyaman untuk menggesek biola nya
Alunan melodi yang indah dan lembut menyapa telinga ini adalah melodi kisah romantis di musim panas Dava menutup mata nya menikmati alunan musik iya terpukau
Tak berbeda jauh dengan Dava ,Rey yang sedari tadi berada tak jauh dari mereka pun juga terpukau
"Yang satu gemar bermain musik yang satu nya pandai berkelahi dan usia nya masih 5 tahun anak anak ini cukup istimewa" batin nya
Alunan melodi semakin turun naik membuat Dava greget tak bisa menentukan melodi selanjut nya tapi masih terdengar lembut dan elegan di telinga.
__ADS_1
Kini suara Biola tak terdengar lagi Devi sudah menyelesaikan permainan biola nya lalu berlari ke arah Dava
"Bagaimana kak?"
"Seperti biasa nya sangat bagu!"
Kedua nya tertawa menikmati momen singkat itu hingga bel sekolah berbunyi.
Mereka pun kembali ke kls untuk belajar
Rey yang sedari tadi mengintip dari jauh pun keluar lalu tersenyum seperti nya iya semakin percaya diri jika ke dua anak ini memang adalah anak anak nya.
Rey pergi dari kls musik menuju keluar sekolah iya datang kemari hanya untuk melihat Dava dan Devi saja
Rey melajukan mobil nya ke arah sebuah restoran ini sudah menjelang siang jadi iya harus segera sarapan
Rey memarkir kan mobil nya lalu masuk ke dalam restoran Iya pun segera memesan makanan nya dengan tenang
Se sampainya pesanan Rey mulai menyantap Makanan nya hingga sebuah suara memberhentikan aktifitas nya
"Rey!!.."
Rey menoleh kan kepala nya lalu melihat Jingga yang tengah menatap ke arah nya genit rasa nya ingin sekali Rey muntah
"Ada apa?" Tanya Rey sembari menaikkan alis nya
"Kau melupakan ku bagaimana munkin kau pergi makan tanpa mengajak ku kau jahat!"
Rey memaling kan pandangan nya dari Jingga lalu menyantap sarapan nya
BRAK!
Jingga menggebrak meja karna kesal
"Rey ini keterlaluan kau sungguh tak memerdulikan aku lagi apa itu karna wanita itu ?"
Rey menatap tajam ke arah Jingga
"Jingga seharus nya kau sadar diri kau yang telah menghancur kan hubungan kita kau selingkuh! Meskipun kau orang pertama yang ku suka bukan berarti aku tak dapat membencimu jadi berhentilah berjuang dan mudur saja kau tak memilki tempat lagi di hati ku!" Ucap Rey dengan ketus lalu berjalan menuju ke arah kasir membayar makanan nya
__ADS_1
Melihat punggung Rey yang semakin menjauh Jingga menggertakkan gigi nya
"Aku juga tak akan sudi melakukan ini semua jika bukan karna keinginan Dia tunggu saja Rey kamu akan jatuh dalam pesonaku! Dan saat itu tiba maka hidup mu akan hancur!" Batin Jingga dan juga ikut pergi meninggal kan restoran tersebut sembari memaki maki Rey di dalam hati nya.