Suami Gangster

Suami Gangster
Dava &Reva


__ADS_3

Setelah ke pergian Aurel,Rey dan si kembar


Kini ke adaan rumah menjadi sunyi.


"Silvi,apa kamu akan keluar hari ini?"


Silvi menoleh,lalu melihat ibu nya sudah berpakaian rapi.


"Ibu.Mau kemana?"


"Hanya ingin berjalan-jalan bersama teman-teman ibu saja,jika kamu juga ingin pergi kamu boleh pergi tapi jangan lupa kunci pintu!"


Mendengar hal itu Silvi hanya menggangguk kan kepala nya lalu Mika pun pergi meninggal kan rumah.


Silvi duduk diam di sofa menyalakan televisi sebagai penghibur.


Jujur saja iya tak tau harus berbuat apa


Jika iya ingin keluar,iya juga tak dapat melakukan apa pun.


Dert dert


Silvi mengambil hp nya melihat nama di layar hp ternyata Jingga yang menelfon nya


"Ada apa?" Tanya Silvi


"Kak? Apa kakak mau membantu ku?" Ujar Jingga yang langsung mengutarakan niat nya


"Ya'membantu apa? Jika kakak bisa melakuakan nya akan kakak lakukan!"


"Kakak tidak ke beratan?"


"Aku tidak akan ke beratan jika kamu yang meminta nya lagian ... Kamu telah menyelamat kan nyawa ku hari itu jadi aku berhutang budi padamu" ucap Silvi yang kemudian teringat akan kejadian masalalu tepat satu tahun yang lalu dimana iya dan Jingga bertemu.


Falsh back on.


Hari itu cuaca cerah,Silvi keluar dari rumah di temani oleh Rey.Ini adalah bentuk perayaan untuk merayakan ulang tahun Rey yang baru berusia 28,Silvi dan Rey berbeda satu tahun

__ADS_1


Rey dan Silvi menaiki kapal Pesiar awal nya semua nya berjalan baik.Hingga terjadi badai besar di laut,badai ini tak di tahu ke datangan nya hingga menyebap kan banyak nyawa yang melayang.


Beruntung Rey dan Silvi di bawa langsung ke rumah sakit jadi kondisi ke dua nya bisa di kontrol tapi terjadi pendarahan fatal pada Silvi karena menabrak dinding kapal amat keras.


Dan dia kehilangan banyak darah,di butuh kan pendonor namun golongan darah Silvi cukup sulit di temukanĀ  Golongan darah O sedang kan golongan darah Rey adalah B,jadi kemunkinan nya Rey tak bisa mendonor kan darah nya kepada Silvi,kebetulan stok darah golongan O habis jadi di butuh kan pendonor segera.


Tapi tak di sangka pada saat malam hari nya seorang gadis datang iya adalah Jingga mengatakan pada dokter untuk mengambil darah nya saja tak ada yang tau apa tujuan Jingga sebenar nya hanya saja Silvi sejak saat itu amat mempercayai Jingga iya menganggap nya sebagai penyelamat hidup,sekaligus adik nya.


Sejak saat itu Silvi dan Jingga amat dekat dan akrab.


Silvi yang terus saja diam membuat Jingga bingung


"Kak..! Kenapa tak menjawab? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Jingga dari seberang telefon agak panik


"Eh- bukan apa apa oh iya kamu mau minta bantuan bagaimana?"


"Boleh beritahu aku apa ke sukaan ibu kakak gak aku lagi pengen tau aja?" Ucap Jingga yang ingin memain kan siasat nya.


"Kalau gak salah sih mama paling suka ama yang kalem-kalen" ucap Silvi yang membuat Jingga kesal namun tetap memaksakan untuk bersikap ramah.


"Aku tahu kok kak ibu kakak suka yang kalem-kalem tapi dalam bentuk apa?"


"Ada apa dengan nya? Tak biasa nya iya langsung mematikan telefon ku" Silvi menghela nafas.


..


Setelah mengantar Dava dan Devi ,Aurel pun segera bergegas untuk pergi ke kantor atau iya akan mendapat hukuman dari Rey.


Di sekolah teman-teman Dava maupun Devi yang melihat ke dua nya sudah kembali ke sekolah menyapa mereka dengan antusias dan memberitahu kan beberapa kabar baru yang ada di sekolah nya


Ting ting


Bel berbunyi para murid pun masuk ke dalam kelas nya begitu pun Dava dan Devi masuk ke dalam kls yang sama karena mereka berdua di tempat kan di kls yang sama'kls 1-A


Masuk ke dalam kls Dava dan Devi segera duduk di bangku nya menunggu ke datangan guru hingga beberapa menit kemudian seseorang guru datang.


"Baiklah anak-anak kita akan memulai pembelajaran nya!"

__ADS_1


Semua nya hanya menggangguk namun ada sesuatu yang membuat bulu kuduk Dava terus berdiri iya ketakutan,iya merasa ada seseorang yang tengah menatap nya tajam tapi siapa? Memilih untuk bertanya pada teman sebangku nya Dio.


"Dio, apa kamu melihat ada orang yang tengah menatap ku? Punggung ku dingin sekali"bisik Dava pada teman sebangku nya


Dio mengalih kan pandangan nya benar saja sedari tadi ada yang menatap horor ke arah Dava itu murid baru." Yang menatap mu terus terusan itu murid baru" jelas Dio yang balik berbisik


"Hah? Murid baru kok aku baru tahu?" Bisik Dava


"Ya jelas gak tau lah orang kamu beberapa hari ini gak masuk kalau gak salah nama nya Reva!"


Dava tertegun,Reva? Nama ini tak asing di telinga nya setelah beberapa menit iya melotot kan mata nya tak munkin kan? Lalu menoleh ke arah Reva di sudut belakang.


Dava menjatuh kan rahang nya tak menyangka jika itu benar benar Reva


"Tidak munkin kan iya datang kemari hanya untuk balas dendam?" Gumam Dava yang agak takut karena Reva di sekolah nya dulu terkenal sebagai preman cilik yang juga suka berkelahi memikir kan nya saja sudah membuat nya bergidik negeri.


Plok plok..


Guru bertepuk tangan membuat Dava bingung."bagus ya Dava! Sudah berani tak mendengar kan penjelasan guru mu ini sekarang berdiri di dekat papan tulis"


"Tapi bu-"


"Tidak ada tapi tapian cepat..! Memang kamu harus di hukum biar tak membuat ulah"


Dengan pasrah Dava pun berjalan ke depan berdiri di dekat papan tulis iya masih mendapati tatapan tajam dari Reva


Reva yang melihat sang musuh di hukum tersenyum jahat"hoho sangat menyenang kan melihat mu berdiri di sana dengan malu baru pertama masuk setelah di rumah beberapa saat pasti kamu tak menduga kalau aku akan datang bukan? Ck ck kamu sih cari masalah sama aku tahu akibat nya kan" ucap Reva dalam hati lalu menopang tangan di dagu nya menikmati tersiksa nya Dava di depan.


Setelah beberapa jam,Jam istirahat pun datang semua siswa maupun siswi berhamburan ke kantin begitu pun Dengan Dava dan Devi yang tengah berjalan menuju ke arah kantin


"Stop..!" Teriak salah satu siswi yang tak lain adalah Reva sendiri


Dava menaikkan alis nya lalu melihat siapa itu


"Kamu? Jelas kan mengapa sedari tadi kamu terus mengusik ku?!" Ucap Dava yang emosi


"O ternyata kamu sadar juga akan kehadiran ku aku pikir kau sudah lupa dengan ku" Dava menggertak kan gigi nya hendak pergi namun di cegat oleh Reva.

__ADS_1


"Kamu tak sopan seharus nya kamu tak langsung pergi!.Aku kan belum selesai berbicara!" Gerutu Reva namun tak di hiraukan oleh Dava iya terus menerobos hingga Reva berteriak sekeras munkin


"KAMU BERHENTI...! AKU BELUM SELESAI BERBICARA" teriak Reva sembari menutup mata nya,Dava membalikkan badan nya lalu memijat dahi nya kasar


__ADS_2