Suami Gangster

Suami Gangster
Reva


__ADS_3

Di sisi lain


Gadis itu melempar barang barang di meja nampak dari raut wajah nya iya tengah marah besar iya tak habis habis nya memukul habis habisan bawahan nya


Umur nya masih berkisar 6-7tahun di didik maja oleh keluarga nya menjadikan nya manja.


Gadis itu bernama Reva anak yang di pukul oleh Dava sewaktu di kota B tapi seperti nya Dava tak mengetahui jika Reva sudah amat membenci nya


Reva sudah berminggu minggu mencari keberadaan Dava namun tak kunjung mengetahui dimana dia iya sangat kesal ,karena Dava iya harus di rawat di rumah sakit selama 1 minggu


"Lihat saja jika aku bertemu dengan nya aku akan menyiksa nya perlahan lahan" ucap Reva dengan senyum jahat di wajah nya


"NONA MUDA...!"


Reva membalikkan tubuh nya ketika pengasuh nya bi Rasti memanggil nya"ada apa bi?"


"Itu nona ada seseorang di depan rumah yang ingin bertemu nona muda kata nya ini adalah hal penting"


Mendengar hal itu Reva pun beranjak lalu pergi ke depan ,iya melihat seorang wanita yang tak lain adalah Clarissa ,Reva mengangkat sebelah alis nya.


"Kau siapa?"


Clarissa bangkit lalu tersenyum sebagai tanda hormat pada Reva Clarissa tak munkin kan melakukan hal bodoh di depan orang berkuasa?


"Maksud saya datang itu ingin mengajukan kesepakatan!" Tanpa basa basi Clarissa segera mengutarakan maksud kedatangan nya datang kemari


"Kesepakatan apa?"


"Dengar dengar nona muda sedang mencari seseorang yang telah memukul nona hingga masuk ke rumah sakit ? Dan kebetulan aku mengetahui dia dimana apa nona muda ingin mengetahui nya?"


Reva terdiam lalu melipat tangan nya di dada


"Apa kamu bisa ku percayai?"


Clarissa tersenyum lalu mengeluar kan sebuah poto yang tak lain adalah poto Aurel dan si kembar


Reva merebut foto itu lalu tersenyum miring akhir nya iya menemukan Dava "cepat katakan dimana dia?"


"Nona muda jangan terburu buru dulu bagaimana kalau kita sepakat setelah aku mengatakan dimana mereka maka nona harus membantu ku untuk menjebak orang ini" ucap Clarissa menunjuk ke arah foto Aurel.


Reva termenung lalu melihat Foto Aurel iya nampak sangat cantik di sana

__ADS_1


"Jika aku membantu nya dia akan dalam masalah" batin Reva.


Tanpa disadari Clarissa ,Reva sudah terlebih dahulu memeriksa latar belakang nya.


Reva pura pura ingin menelpon seseorang dan pergi dari sana sedang kam Clarissa yang tak tau hanya tersenyum.


Seusai kembali Reva segera menyetujui kesepakatan tersebut


"Baiklah kata kan dimana anak itu" ucap Reva tak sabaran ingin mengetahui dimana keberadaan Dava iya akan membalas dendam


"Kota z"


Reva tersenyum misterius"kota z ya awas kau Dava aku akan datang dan baik baik mengajar kan mu menjadi manusia" batin nya berapi api


"Haciuhhhh" Dava bersin "siapa sih yang gibah di belakang ku" batin Dava lalu menfokus kan pandangan nya ke depan


Hari ini hari jumat jadi mereka tengah melakukan pelajaran olahraga kini Dava dan teman teman sekelas nya tengah berada di lapangan bersiap untuk melakukan lomba lari sebagai bentuk latihan.


Pelajaran olahraga dilapangan adalah pelajaran paling menyenang kan...!


Tapi Dava sudah selesai berlari dan sial nya iya kalah dan hanya bisa menonton para pemain berikut nya iya masih kesal kenapa iya kalah?


Dava menerima nya lalu meminum nya dengan santuy


Di sekolah Dava dan Devi cukup terkenal munkin karena fisik mereka yang cantik dan ganteng atau munkin karna prestasi mereka.


Ya Dava dan Devi tergolong 10 murid yang pintar nya melebihi murid biasa nya membuat banyak orang agak iri dan benci pada mereka  tapi mereka tak perduli selama masih bisa tertawa dan bahagia itu bukan lah masalah besar


"Devi..!" Salah seorang teman Sekelas Devi memanggil nya nampak dari nada bicara nya iya tak suka berbicara dengan Devi anak kecil itu bernama Laura dulu nya iya selalu mendapat juara 3 namun setelah Dava dan Devi pindah kemari Juara nya menurun menjadi juara 5 sungguh iya sangat membenci ke dua nya


"Ada apa?" Tanya Devi dengan ramah malah membuat Laura ingin muntah


"Kau di suruh untuk datang ke ruang kepsek sekarang ada hal yang pernting" ucap Laura dengan senyum tipis di wajah nya


Devi yang tak tau apa apa pun mengikuti Laura pergi dan secara tak sadar iya telah masuk ke dalam jebakan Laura.


Orang orang di sekolah mengenal Devi sebagai siswi yang baik,ramah dan teladan tapi mengatakan iya lemah tanpa tau yang sesungguh nya


"Laura apa kita salah jalan seperti nya ini bukan jalan menuju ke ruang kepala sekolah?"


"Tenang saja aku tahu jalan pintas untuk ke ruang kepsek dari sini."

__ADS_1


Devi terdiam.


Laura berhenti begitu pula Devi tapi tak berhenti di ruang kepsek namun di ruangan kosong seperti nya itu perpus lama


"Laura seperti nya kita memang salah jalan ini bukan ruang kepsek!"


"Siapa bilang salah jalan aku memang berniat membawa mu kemari" ucap Laura lalu menarik paksa tangan Devi masuk ke dalam melempar nya ke dalam


"Kau..!" Devi marah


Laura tertawa terbahak bahak lalu menyuruh teman teman nya untuk keluar"Dita,Desi keluar! Mari kita hajar anak ini..!"


Dita dan Desi keluar dengan senyum meremeh kan menatap hina ke arah Devi yang terduduk di lantai


Laura memegang kuat dagu Devi.


"Jangan salah kan aku kejam salah kan dirimu yang selalu mengambil perhatian orang lain!" Ucap Laura lalu menampar wajah Devi


Devi memegang wajah nya dan sebuah tinju melayang ke arah nya beberapa kali iya muntah darah.


"Makanya kalau jadi anak itu jangan cuman cantik doang harus kuat biar bisa lindungi diri" ucap Laura mencemoh Devi


Devi bangkit lalu memukul perut Laura hingga terpental entah mengapa iya tak bisa mengendalikan diri nya kali ini


Iya menghajar habis habisan ketiga nya tanpa memberi celah untuk mereka bertiga melawan


Kaget?


Oh tentu saja mereka tidak pernah tau jika Devi bisa beladiri bahkan beladiri nya melebihi mereka yang setiap hari nya belajar beladiri dan sejenis nya.


"Kamu bisa beladiri tidak munkin..?!"


Devi terdiam lalu membuang tongkat yang iya rebut berjalan keluar dari perpua lama iya tak mau memiliki urusan dengan orang orang itu


"Sialan kau Devi aku akan membalas mu suatu hari!" Teriak Laura namun sudah tak di dengar oleh Devi karena sudah jauh


Devi berjalan ke arah toilet lalu mencuci tangan nya yang banyak noda darah itu darah nya sendiri.


Iya mencuci muka nya yang pucat tetap saja iya hanya anak kecil yang berusia 5 tahun bisa melawan tiga orang itu sudah hebat


Setelah mencuci wajah nya Devi pun keluar dari toilet.

__ADS_1


__ADS_2