
Aurel berdiri melihat ke arah jam dingding ini sudah pukul 17.00 seharus nya iya memasak bukan?
Aurel ingin pergi namun.
"Mau kemana?" Tanya Rey lalu menggemgam tangan Aurel.
Aurel melepas kan gemgaman tangan Rey"bukan kemana mana hanya ingin memasak saja kau tak ingin makan?!"
Rey ikut berdiri"tidak perlu memasak tubuh mu pasti sangat lelah kita makan di luar saja, bagaimana?"
Aurel merenung sejenak memang iya sangat lelah kemudian iya pun menggangguk kan kepala nya"baiklah kalau begitu"
"Nanti kita keluar jam setengah enam saja kamu istrahat lah dulu" ucap Rey lalu di angguki Aurel.Aurel berjalan menjauh dari Sana menuju kamar
Se sampai nya di kamar Aurel segera merebah kan tubuh nya"sangat capek!" Gumam Aurel.
Tanpa sadar Aurel perlahan mulai menutup mata nya dan tertidur.
-
-
"Aurel bangun!" Rey mengguncang tubuh Aurel,Aurel menggeliat lalu perlahan membuka mata nya
"Ada apa?"
Rey memijat dahi nya kasar"kamu sangat pelupa,ayo segera ganti baju mu bukan kah kita ingin pergi makan malam bersama?"
Aurel yang mendengar itu pun langsung teringat lalu mengusir Rey keluar dari kamar untuk berganti pakaian ,selesai berganti pakaian Aurel dan keluarga kecil nya pun berjalan ke arah garasi mobil lalu Rey melajukan mobil itu ke arah restoran yang terkenal di kota Z.
Se sampai nya di sana mereka masuk ke dalam .Aurel mengepal kuat tangan nya sedari masuk ke sini banyak yang bergosip tentang nya,apa gosip di internet itu belum kelar juga?
"Hei.Lihat bukan kah itu gadis yang berada di internet? Benar kata ku Dia wanita murahan berani menggoda orang haha"
__ADS_1
"Ya benar,dengar dengar anak anak yang di samping nya itu adalah hasil hubungan antara mereka"
"Sebaik nya jangan dekat dengan wanita murahan itu kalau tertular bagaimana nanti kita yang repot..!"
Bukan tentang itu saja gosip yang beredar masih banyak lagi namun Aurel tak menghiarau kan nya iya tak menunjukkan ekspresi apa pun walau hati nya marah dan sakit iya coba untuk meredam nya.
Rey yang melihat itu ikutan marah tapi iya lebih memilih untuk menenang kan sang istri terlebih dahulu"jangan takut ada aku di sini!, jangan dengar kan gosipan mereka toh itu tidak benar" ucap Rey lalu mengelus lembut rambut Aurel.
Aurel hanya mengangguk.
Mereka berjalan ke arah meja yang telah di sediakan untuk mereka,Aurel duduk di depan Rey dan di samping nya Devi ,Dava? Dia duduk di samping Rey.
Mereka mulai menyantap makanan mereka dengan tenang hingga.
"Who!, keluarga yang begitu harmonis nya"
Aurel menoleh"Jingga?!, apa lagi yang kamu ingin kan?"
"Rey , kamu bahagia nya! Kenapa kamu melupakan ku? Rey aku sudah berubah.Sungguh aku sangat mencintai mu ku mohon kembali lah pada ku" Jingga terisak lalu memegang tangan Rey
"Apa yang kamu lakukan?!" Ucap Aurel yang tak senang melihat hal itu.
"Ini semua karna kamu!; jika kamu tak datang ke sini apa munkin aku dan Rey akan berpisah? Lihat! DIA LAH PERUSAK HUBUNGAN ORANG YANG SEBENAR NYA!." teriak Jingga.
"Apa kah kamu gila? Sejak kapan aku merusak hubungan kalian?"ucap Aurel yang tak habis pikir akan pola pikir Jingga yang sangat pendek iya bisa bisa nya langsung menunjukkan ke bohongan di depan umum.
"Heh, coba kamu bayang kan apa selama ini kamu benar benar tidak menggoda Rey? Pertama aku melihat kalian Dinner bareng, lalu jadi karyawan dan atasan dan sekarang menikah lalu punya anak, Aurel apa kamu pikir aku bodoh!"
"Coba jelas kan pada ku jika bukan kamu yang menggoda Rey dan naik ke ranjang nya jadi ke dua anak mu itu bagaimana?" Ucap Jingga dengan menggebu gebu lalu mengumbar senyum licik
Aku yakin kamu tak bisa menjawab nya karna anak itu hasil dari hubungan mu dengan orang lain apa munkin dirimu yang baru 3 bulan bekerja di perusahaan tiba tiba punya anak dan kamu mengatakan itu anak dari Rey!, Dan sekarang pasti nya Rey juga akan curiga kalau anak itu bukan anak nya hanya sekedar kemiripan belaka hehe misi untuk memisah kan kalian pasti akan berhasil kenapa dari dulu aku tak memikir kan nya? Batin Jingga yang belum mengetahui Jika Rey dan Aurel pernah berhubungan enam tahun yang lalu.
Aurel terdiam bagaimana iya menjelas kan nya,
__ADS_1
Melihat Aurel yang tak kunjung berbicara Jingga semakin yakin jika Aurel akan kalah.
"Hehe mari kita lihat kamu akan menjawab apa" batin Jingga.
Semua orang yang mendengar penuturan Jingga tadi mulai bergosip dan memaki maki Aurel.
"Lihat sudah ku bilang kan Dia wanita murahan!, dan Sekarang pasti iya akan di telantar kan oleh lelaki yang ada di sana salah nya sih yang menggoda pria dan mengatakan jika itu anak pria itu hanya karna mirip haha lelucon apa ini?"
"Aku tak sabar melihat Dia di telantar kan oleh lelaki itu pasti akan sangat seru dan menyenang kan untuk di tonton"
"Hahahahha dasar wanita murahan!"
Rey yang sedari tadi diam berusaha untuk menahan emosi nya pun tak tahan lagi iya berjalan ke arah Aurel lalu memeluk nya hal itu sontak membuat orang orang di sana diam.
"Rey?, kenapa kamu masih memilih untuk bersama nya? Yang di sana bukan anak mu melain kan anak Aurel dengan pria lain" ucap Jingga dengan sorot mata tajam.
"DIAM!, ini adalah pilihan ku kamu tak berhak untuk mencampuri urusan ku urus urusan mu sendiri!" Ucap Rey dengan dingin.
Jingga menggertak kan gigi nya.
Pokok nya aku tak boleh membiar kan mereka lepas hari ini aku sudah bertekat untuk menghancur kan hubungan ke dua nya aku tak boleh menyerah, aku harus membuat harga diri Aurel jatuh sejatuh jatuh nya dan harus bisa mencuci otak semua orang agar mengganggap nya wanita rendahan.Dan saat itu tiba aku akan dengan mudah memberikan pelajaran pada pasangan sialan ini aku harus menghancur kan keluarga mereka batin Jingga dengan tekad ber api api
Di saat Rey ingin melangkah keluar tiba tiba saja Jingga menjatuh kan diri nya di dekat Aurel seolah olah Aurel lah yang mendorong nya.
"Aurel aku tahu kamu membenciku karna membongkar rahasia mu tapi tak sepantas nya kamu mendorong ku bukan kah yang aku katakan itu benar?" Ucap Jingga berpura pura sedih.
Salah satu pengunjung yang merasa kasihan pada Jingga pun membantu nya berdiri.
"Nona yang nona ini katakan benar kamu sungguh rendahan berani mendorong nya hanya karna membongkar rahasia mu ck benar benar murahan!" Ucap nya dengan nada merendah kan ke arah Aurel.
Plak..!
Ke sabaran Aurel sudah di ambang batas iya menatap ke arah Jingga dan seseorang yang membantu nya.
__ADS_1