Suami Gangster

Suami Gangster
cium


__ADS_3

Rey berangkat lebih dulu ke kantor


sedang kan Aurel menyusul dari belakang,


Aurel terlebih dahulu mengantar Dava dan Devi


Ke sekolah.


"Baik -baik ya jangan nakal!"


Ke dua nya mengangguk lalu melambaikan tangan nya


Ke arah Aurel,melihat ke dua sudah menghilang dari


Pandangan nya Aurel pun masuk ke dalam mobil lalu


Melaju dengan kecepatan rata rata.


Se sampainya di kantor Aurel pun segera berjalan


Masuk ke dalam nampak banyak orang yang mencemoh nya dan mentap nya rendah namun bukan Aurel nama nya jika iya meladeni mereka


"Heii...!"


Aurel memberhentikan langkah nya lalu menoleh


Ketika ada salah seorang karyawan wanita yang memanggil nya,Aurel menaikkan alis nya.


"Siapa?" Ucap Aurel dengan


nada terkesan santuy.


Wanita itu mendekat dan mendorong tubuh Aurel, Aurel yang tak terlalu fokus kehilangan ke seimbangan nya lalu terjatuh duduk di lantai.


Aurel mengelus pantat nya yang terbentur keras ke lantai lalu berdiri melipat tangan di dada menatap penuh pertanyaan ke arah Wanita itu


"Kenapa, kamu mendorong ku? Apa aku pernah berbuat


Kesalahan?." Aurel bernicara dengan nada sopan namun


Seperti nya wanita di depan nya ini tak tau malu


"Heh,kau bilang tak punya kesalahan instropeksi diri mu dan lihat seberapa banyak kau telah menyinggungku!"

__ADS_1


Aurel merenung, menyinggung? Seingat nya iya belum pernah sekalipun bertemu dengan wanita ini dan tiba tiba saja iya menyinggung nya.


"Nona seperti nya kau salah orang"


Iya segera menjawab dengan tergesa gesa"apa nya yang salah orang,jelas jelas itu kamu gara gara kamu jabatan ku di copot dan di turun kan menjadi karyawan biasa apa kau tahu aku telah bekerja keras dan karena kau semua nya hancur!."


Aurel tambah di buat bingung"aku katakan apa kau mengingat karyawan yang bernama Linda,? Itu aku!" Aurel menaikkan alis nya


"Aku tak tau tentang itu dan tak pernah mendengar nama itu" ucap Aurel mencoba untuk tenang kembali


PLAK...!


Linda tanpa pikir panjang menampar wajah Aurel iya telah kehilangan kendali nya akibat emosi.


Aurel memegang pipi nya entah sudah berapa kali iya di tampar seminggu ini memang tidak terlalu sakit tapi tidak ada kah cara lain selain menampar?


"Kau sungguh wanita sialan!, jika tak di beri pelajaran maka kamu akan semakin melunjak"


Beberapa karyawan lain nya menahan tubuh Linda agar tidak berbuat aneh kepada Aurel


"Ada apa ini?..!" Suara Rey yang dingin membuat hawa di sekitar menjadi mencekam.


Linda menggigil ketakutan lalu menyebunyikan wajah nya dengan cara menunduk iya takut!, takut melihat tatapan Rey yang setajam elang.


"Bahkan di kantor pun kau tak munjukkan rasa hormat" batin Rey kesal.


Salah seorang karyawan yang merupakan sahabt dari Linda menjelas kan dengan ragu ,Aurel yang mendengar itu tak perduli hingga tangan Aurel di tarik paksa oleh Rey iya memberontak namun sia sia saja tenaga Rey lebih kuat dari nya.


Linda yang melihat itu tersenyum puas,iya mengira


Rey akan menghukum berat Aurel"cih,biar wanita sialan itu mendapat hukuman sebaik nya kita kembali bekerja kalau tidak kita akan di hukum nanti nya." Ucap Linda di angguki karyawan karyawan lain nya


Aurel mwnghempas kuat tangan Rey selepas sampai di ruangan nya menatap tak senang"apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa ku kemari? Aku masih harus bekerja"


Rey tak menghirau kan ucapan Aurel,iya menutup pintu rapat rapat lalu menarik Aurel untuk duduk di pangkuan nya.


Aurel memberontak"kau? Apa yang kau ingin kan sebenar nya?".


Rey tak membalas lalu membalikkan tubuh Aurel menghadap ke pada nya ,Rey menatap lama wajah cantik Aurel.


"Kenapa kau me-" belum sempat Aurel menyelesaikan perkataan nya Rey mengecup bibir nya lembut


Aurel membulat kan mata nya tak percaya dan segera memukul perut Rey.

__ADS_1


"Kau bajingan sialan! Berani berani nya mencium ku.Tak tau malu"


Rey kembali tenang untung saja iya sempat mengelak ketika Aurel memukul nya.


"Kau sungguh tak punya hati membiar kan ku tak menyentuh mu.Bahkan hanya cium saja tak bisa" ucap Rey agak kesal berpikir dalam hati nya


Apa yang salah dengan mencium seorang wanita? Kecuali aku mencium wanita yang tak memiliki hubungan dengan ku tapi dia bukan nya dia istri ku ini tak adil!.


Aurel diam lalu memutar badan nya ingin pergi tapi tubuh nya sudah Di peluk lebih dulu oleh Rey mengakibat kan nya tak bisa pergi ,iya menatap datar ke depan tak tau lagi harus berkata apa.


"Sebenar nya ada apa dengan otak pria ini? Apa dia kecelakaan dan mengakibat kan nya menjadi bodoh? Saat pertama kali bertemu dia orang yang dingin tapi sekarang,akhhh memikir kan nya saja sudah membuat ku kewalahan" batin Aurel frustasi


"Sebenar nya apa yang kau ingin kan membawa ku kemari ,hah?" Aurel berkata dengan tenang iya tak mau menghabis kan banyak tenaga untuk hal yang akan menjadi sia sia.


"Aku hanya ingin satu hal,sebelum kau pergi cium wajah ku!" Ucap Rey tanpa rasa malu sedikit pun ,Aurel merenung


"Cium sekali tak apa lah'dari pada harus terus terjebak di sini bersama pria bodoh ini" batin Aurel.


Aurel yang sudah memutus kan pun segera mencium pipi Rey lalu mengambil kunci yang Rey pegang keluar dari sana dengan cepat.


Rey mematung lalu segera memegang pipi nya yang baru saja di cium Aurel


Apa ini adalah balasan karena iya tak membuat para karyawan nya kerja lembur beberapa hari ini?.


Rey terus terbengong masih tak percaya jika Aurel benar benar mencium nya hingga suara Vania mengejut kan nya


"Bos.. Kenapa anda melamun?" Ucap Vania sembari meletakkan berkas berkas di meja Rey


"Eh bukan apa apa"


Rey mengambil berkat itu dengan cepat memaling kan wajah nya yang masih memerah iya malu jika vania tau iya tersipu.


TapiVania lebih pintar dari yang iya duga


"Bos ada apa dengan wajah mu?, sedari tadi Anda selalu menunduk dan juga terlihat merah apa Anda teraipu?"


"Oh iya tadi aku melihat seorang gadis yang keluar dari ruangan ini dengan ke adaan marah dan kesal dan tak sengaja mendengar nya memaki mu!, apa jangan jangan Tuan menyukai nya?" Sambung Vania dengan wajah di buat seterkejut munkin.


BUGH..!


Rey memukul kepala Vania dengan dokumen dokumen itu"kau terlalu banyak bicara cepat kerjakan tugas mu." Ucap Rey dengan dingin


"Siap bos!" Ucap Vania dengan menghormat Rey seperti seorang polisi lalu bergegas masuk ke dalam ruangan nya di sebelah

__ADS_1


Rey mengambil dokumen itu menutupi wajah nya"aih,ada apa dengan ku? Kenapa Banyangan Aurel terus saja menghantui ku? Memang nya selalu membuat ku tak bisa tenang sedetik pun" batin Rey yang masih frustasi entah apa sebap nya.


__ADS_2