
Sesampai nya di pantai Dava dan Devi segera keluar dari mobil berlari dengan amat sangat bahagia
Aurel yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala nya mengikuti Dava dan Devi.
Dava dan Devi tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah tepi air bermain air dengan riang,
Aurel dan Rey yang melihat itu saling bertatapan menaikkan bahu nya tak tahu harus mengatakan apa kemudian berjalan ke arah sebuah kedai makan di sana.
Aurel meletakkan barang nya menitip nya di sana agar tak hilang.Mereka juga membeli beberapa barang yang berguna lalu berjalan ke arah Dava dan Devi.
Aurel menangkap tubuh Devi begitu pun Rey menangkap tubuh Dava lalu tertawa bersama saling melempar air satu sama lain.
Dari kejauhan Jingga melihat itu entah mengapa beberapa hari ini iya selalu bertemu dengan ke dua nya entah sengaja atau hanya ke betulan yang iya tahu dia kesal,
Tersenyum licik.
Jingga mengambil hp nya menelfon seseorang yang tak lain adalah Silvi iya ingin memanas manasi Silvi memasang suara minta di kasihani
"Kakak..!"
"Iya ada apa?"ucap Silvi nada suara nya berubah lembut ,jika boleh bertanya apa yang di lakukan Jingga agar bisa menghasut Silvi untuk terus mendukung nya
"Hari ini datang ke pantai yuk temani aku,aku kesepian terlebih Rey ada di sini aku tak berani menjumpai mereka aku takut di marahi istri nya" ucap Jingga dengan Nada sedih membuat Silvi juga Sedih
"Baik lah tunggu aku di sana"ucap Silvi dengan nada tegas
Jingga mematikan hp nya tersenyum jahat "kenapa
Wanita ini bodoh sekali? Mudah sekali di bohongi" gumam Jingga lalu berjalan ke arah Rey
__ADS_1
sisi Silvi
setelah Jingga mematikan telepon nya Silvi pun bergegas masuk kedalam kamar nya ,mengganti pakaian nya lalu turun menuju ke bawah.
Ibu Rey yang melihat Silvi ingin pergi menjadi bingung pasal nya Silvi bukan tipe orang yang suka keluar rumah
"kamu mau kemana Silvi? tumben udah rapi mau kencan nya?" ucap Ibu Rey sembari menunjuk kan senyum menggoda ke arah Silvi hal itu membuat Silvi malu.
"mana ada kencan-kencan hanya ingin menemani Jingga ke pantai saja" tutur Silvi yang membuat raut wajah Ibu Rey berubah masam
"sebaik nya kamu jangan terlalu ikut campur dengan urusan Rey dan Anak siapa itu Jingga maksud nya ,seharus nya kamu perhatikan dirimu usia mu sudah hampir 30 tapi beluk menikah membuat ibu khawatir saja "ucap Ibu Rey jujur saja iya tak suka dengan Jingga iya merasa bahwa Jingga sama hal nya dengan wanita di luar sana hanya mengambil ke untungan dari keluarga nya tapi iya tak mau terlalu ceroboh dan memusuhi Jingga terang-terangan toh selama ini Jingga hanya lengket saja dengan Rey.
Silvi yang mendengar itu terdiam."Ibu kenapa sih? setiap aku berbicara tentang Jingga selalu aja marah!"
"hanya saja ibu melihat Jingga itu bukan orang yang baik Silvi bagaimana jika suatu hari Dia yang akan menjadi penyebap hancur nya keluarga kita?" ucap Ibu Rey dengan nada tenang seperti biasa nya
"itu tidak munkin!" bantah Silvi lalu pergi dari sana dalam ke adaan kesal,Ibu Rey yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang .
di sisi Jingga
"Rey"
Rey menoleh ketika ada yang memanggil nya,Rey melihat Jingga dengan pakaian yang amat seksi memamerkan bentuk tubuh nya namun Rey malah ingin muntah.
"Kenapa kau ada di sini?"
"Aku hanya tengah berjalan jalan ke sini dan tak sengaja melihat kalian jadi aku berpikir untuk menghampiri kalian" ucap Jingga dengan lembut dan lemah.
"Kau pergilah aku muak melihat mu!"ucap Rey setengah membentak ke arah Jingga.
__ADS_1
Jingga yang mendengar itu menggertak kan gigi nya lalu ingin melangkah namun langkah nya terhenti akibat suara seseorang yang akrab di telinga nya itu Silvi yang baru datang
"Jingga jangan pergi!, kau jangan pergi emang kenapa Rey kalau Jingga ada di sini apa itu sangat mengganggumu? Apa karena hasutan dari istrimu?" amarah Silvi meledak iya amat tak suka jika Rey terus terusan dekat dengan Aurel
"Kakak jangan asal menuduh! Ini tak ada hubungan nya dengan Aurel ini memang karena aku tak menyukai nya dan iya pergi bahkan lihat pakaian nya seperti seorang pelacur" ucap Rey dengan kejam nya tanpa memperdulikan ekspresi Jingga saat ini
PLAK
Jingga menampar Rey"kau keterlaluan ,ini pasti karena kamu kan? Cih tak ada habis nya setelah merebut lelaki orang kau bahkan menfitnah Jingga dasar wanita tak tau diri" ucap Silvi menunjuk nunjuk ke arah Aurel
Aurel yang mendengar makian dari Silvi hanya diam"cukup kak! Sebaik nya kalian pergi dari pada membuat ku semakin kesal" ucap Rey memijat kepala nya ,iya harus bagaimana lagi menenangkan kakak nya ini?andai Silvi tau sifat asli Jingga
"Kau sudah berani membentak ku Rey? Sudahlah tapi ingat satu hal aku tak akan pernah setuju kamu dengan perempuan hina ini" ucap Silvi lalu menarik tangan Jingga pergi dari sana
Jingga menoleh ke belakang menunjukkan senyum mengejek"kau pikir kau bisa mendapat kan tempat di hati gadis bodoh ini? Aku akan membuat mu menderita karena mengambil apa yang seharus nya ku permain kan" batin Jingga
"Hah"
Aurel menghela nafas lalu berjalan ke arah Dava dan Devi yang masih bermain main iya heran apa yang telah iya lakukan hingga membuat Silvi membenci nya
Rey yang melihat Aurel muram pun memeluk nya erat"maaf karena membuat mu seperti ini,dan juga maaf untuk sikap kakak ku"
"Tidak apa-apa ini bukan salah mu" ucap Aurel tanpa melihat ke belakang
Melihat tak ada respon dari Aurel ,Rey merasa ada yang kurang dan tanpa sadar menginjak kaki Aurel hingga jatuh beruntung jatuh nya ke tanah yang kering tapi posisi mereka saat ini bisa membuat orang salah paham dengan mudah
Segera Aurel mendorong tubuh Rey wajah nya memerah malu.
"Hnn seperti nya begini baru benar" gumam Rey
__ADS_1
"Apa nya yang benar" ucap Aurel dengan kesal lalu agak jauh dari Rey.