
Rey yang mendengar perkataan Dava pun hanya bisa diam lagian iya tak bisa menyuruh nya kembali lagi.
"Kalau begitu Dava jangan sampai kamu kenapa kenapa!" Tegas Rey lalu di angguki Dava.
Rey kembali melawan Alvaro sedang kan Dava iya di seret oleh seorang gadis yang umur nya 17 tahun nan "adik manis aku adalah lawan mu" ucap nya lalu menendang kaki Dava.
Dava tak sempat menghindar kemudian memegang kaki nya se bentar lalu memaksakan untuk berlari."Siapa pun diri mu aku tak akan segan untuk menghajar mu" ucap Dava sesekali menghindar ketika gadis itu melayang kan pukulan.
"O begitu Kamu anak yang pemberani tapi itu tak cukup" Gadis itu berlari semakin cepat untuk mengejar Dava.
"Kamu tidak bisa lari dari Ruby" ucap Gadis itu yang ternyata bernama Ruby.
Ruby menyungging senyum sinis ketika melihat Dava berhenti di karenakan tak ada jalan lagi ini jalan buntu!."Ck seperti nya hanya melawan kamu saja cara terakhir!" Ucap Dava berdecak kesal lalu mengayun kan tangan nya ingin meninju Ruby namun tinju nya meleset.
"Ups, maaf tidak kena" Ruby tersenyum meremeh kan ke arah Dava"Kamu bukan tandingan ku dan Kamu akan habis hari ini" ucap Ruby dengan senyum sinis.
Dava menggertak kan gigi nya lalu kembali mengumbar senyum iya mengambil ancang ancang berlari, dengan cepat ke arah Ruby lalu menendang perut nya.
Dava yang sangat cepat tidak membuat Ruby menyerah iya lebih profesional dari Dava dengan Elegan iya melakukan salto menghindari tendangan Dava dan mendarat sempurna di tanah.
Dava yang melihat itu menggertak kan gigi nya gagal lagi!. Tapi Iya tak menyerah iya melayang kan tinju, tendangan demi Tendangan dan alhasil Ruby yang tak terlalu fokus karena kecepatan Dava pun terkena sesekali tendangan di wajah.
__ADS_1
Ruby menyeka darah yang keluar dari sudut mulut nya tersenyum senang ke arah Dava"kamu sangat menarik adik manis bisa membuat ku terluka!" Ucap Ruby yang kembali mengambil ancang ancang untuk menyerang.
Dava segera mengambil kuda kuda sebagai peratahanan kali ini Iya menjadi lebih waspada dari yang tadi tapi tetap saja Dava tidak sehebat Ruby Iya masih kalah telak.
"Bocah ingusan berani melawan ku apa kamu tak takut mati?" Ucap Ruby mencengkram kuat dagu Dava.
Dava dengan kasar langsung menepis nya lalu memukul perut Ruby"Kamu ternyata belum kalah haha sangat menyenangkan" Ruby berdiri ke adaan nya sudah kacau balau begitu pun dengan ke adaan Dava iya juga kacau.
Ruby mengambil sesuatu dari kantong saku nya"kali ini kamu akan habis!"
Dava mengepal tangan nya kuat ketika melihat Ruby sudah mengeluar kan senjata nya itu adalah pistol apa Ruby berniat untuk membunuh nya dengan menembak nya.
Ruby langsung melempar tembakan ke arah Dava ,Dava langsung menghindar dan Duar..
"Aku harus bisa menghindari nya" Gumam Dava.
Ruby melontar kan tembakan ke dua nya dan dengan sigap Dava segera menghindar,Dava berdecak kesal"Dia sangat lincah walaupun aku bisa berlari cepat dan menghindari serangan nya tapi Dia bisa memukul ku dari belakang.Apa yang harus ku lakukan agar fokus nya terpecah?" Batin Dava yang di buat bingung.
Ruby yang melihat wajah muram Dava menyeringai lalu menembak kan peluru nya untuk ketiga kali nya,Dava yang melihat itu segera menunduk dan kaki nya tanpa sengaja terbentur batu besar yang ada di sana.
Dava meringis kesakitan memaksakan kaki nya untuk berjalan namun percuma saja iya tak kuat.
__ADS_1
Ruby tersenyum meremeh kan lalu meniup pistol nya mendekat ke arah Dava hal itu membuat Dava menjadi khawatir dan tanpa sengaja melihat ke samping nya"eh? Aha aku punya ide" Gumam Dava.
Di saat Ruby ingin melepas kan tembakan nya dengan cepat Dava mengambil batu kecil di depan nya lalu melampar kan nya ke pistol Ruby hingga Pistol itu terlempar jauh.
Ruby memegang tangan nya yang tak sengaja terkena lemparan batu Dava iya menatap tajam ke arah Dava menggertak kan gigi nya ternyata anak ini pintar juga hingga bisa membuat nya hilang fokus.
Dava langsung berdiri walau agak susah namun iya tetap memaksakan nya.
"Anak kecil sialan!,Akan ku pastikan kamu menderita" Teriak Ruby lalu berlari ke arah Dava melawan nya dengan tangan kosong.
"Apa kamu pikir aku tak bisa mengalah kan mu walau dengan tangan kosong? Hehe kamu tetap adalah anak lemah yang sok kuat"
Mendengar hal itu Dava hanya mampu merutuki Ruby dalam hati nya tapi perkataan Ruby ada benar nya iya hanya anak kecil lemah tapi salah kan seorang anak kecil yang lemah berusaha?
-
-
PRANK.
Aurel menjatuh kan gelas hati nya mendadak kacau kemudian teringat dengan Dava,Devi dan Rey"apa mereka baik baik saja?, kenapa hati ku tak tenang? Apa terjadi sesuatu, Apa aku perlu ke sana untuk memastikan nya?" Batin Aurel dengan seribu bertanyaan di otak nya.
__ADS_1
Hati nya masih risau teringat akan keluarga kecil nya Aurel menggigit bibir bawah nya sebenar nya apa yang terjadi? Karena hati nya yang sangat kacau akhir nya Aurel memutus kan untuk menyusul Rey dan si kembar menuju ke sekolah tak lupa juga iya membawa beberapa senjata yang kebetulan iya temukan di kamar Rey walau iya tak tau betul cara memakai nya tapi Aurel tau itu berguna.
"Tak apa kan aku mengambil nya untuk jaga jaga?" Gumam Aurel lalu masuk ke dalam Mobil nya,melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.