
"Mau kemana? Aku belum selesai bicara loh!"
Aurel mencoba untuk membuka pintu namun sia sia saja pintu di kunci rapat
Rey mendekat ke arah Aurel iya menenggelam kan kepala nya di bahu Aurel
Beberapa menit tak ada suara.
"Papa." Aurel tertegun mendengar suara Dava yang memanggil Rey papa apa dia tak salah dengar? Sedang kan Rey yang masih menenggelam kan kepala nya di atas bahu Aurel diam diam tersenyum penuh kemenangan
Dava mendobrak pintu kamar dan betapa iya terkejut melihat Aurel ada di dalam"mama!"
Dava menutup mulut nya tak percaya
Devi yang mendengar Dava menyebut kata mama pun menerobos masuk ke dalam lalu langsung memeluk tubuh Aurel membuat Aurel menepis kasar tubuh Rey lalu balik memeluk Devi
Rey yang di perlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum pasrah
"Hiks .. Akhir nya mama datang juga aku sudah lama menunggu mama Devi rindu sama mama" Devi menangis pilu
Dava yang melihat itu pun ikut memeluk Aurel
Devi melirik ke arah Rey yang tengah tersenyum bangga lalu menarik baju rey
"Papa! Peluk" ucap Devi merentang kan kedua tangan nya lalu di sambut oleh pelukan Rey
Setelah acara peluk pelukan yang mampu membuat orang lain iri tersebut Aurel merasa canggung akan ke adaan nya sekarang
"Bagaimana apa kamu masih ingin pergi?" Bisik Rey di telinga Aurel
Aurel yang mendengar itu pun melotot tak percaya"dasar pria sialan jika bukan karna Dava dan Devi yang tak mau ikut dengan ku aku tak akan sudi untuk tinggal di sini!." Batin nya
"Mama! Aku lapar, tolong masak kan makanan " ucap Devi yang mengelus perut nya
Aurel mengusap kepala Devi"emm dapur nya mana?"
"Puft" Rey menahan tawa di kala Melihat ekspresi malu malu dari Aurel ,sedang kan Aurel yang melihat Rey menahan tawa iya menahan Kesal
"Itu belok kanan" ucap Devi tersenyum
Aurel pun berjalan ke arah dapur sesekali memaki maki Rey di dalam hati nya tapi iya juga senang karena masih bisa bertemu dengan ke dua anak nya.
"Papa" ucap Dava dengan wajah yang penuh ke bahagiaan
"Hnn?"
"Besok adalah ulang tahun sekolah dan guru mengatakan untuk mengundang orang tua siswa apa Papa mau datang menemani kami?"
Rey mengelus kepala Dava "tentu saja tapi aku tak tau jika ibu mu juga akan ikut atau tidak"
__ADS_1
"Itu hal yang mudah untuk membujuk ibu!" Ucap Dava dengan binar dimata nya yang penting ayah nya bisa ikut ke pesta bukan? Kalau masalah membujuk Aurel itu adalah hal mudah bagi nya
"Aduh mama lama banget aku dah lapar" ucap Devi sembari mengelus perut nya
Rey beranjak lalu pergi ke arah dapur membuat kepala Dava dan Devi di penuhi pertanyaan
Di dapur
Aurel yang tengah memotong sayuran di kejut kan oleh tangan Rey yang memegang tangan nya sontak hal itu membuat nya terkejut
Aurel menoleh ke belakang.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Hanya ingin membantu mu"
"Tidak perlu aku bisa melakukan nya sendiri!" Ucap Aurel dengan ketus
Rey tak menghiarukan ucapan Aurel lalu memegang tangan Aurel Lembut lalu membantu nya memotong sayuran.
"Aku sudah bilang tidak perlu bantuan mu kan."
"Diam lah jika aku ingin membantu mu maka aku akan membantu mu"
Aurel terdiam lalu memayun kan bibir nya kesal
Tanpa di sadari Aurel dan Rey ,Dava dan Devi sedari tadi mengintip dari balik pintu kemesraan ke dua nya"kakak apa kakak pikir ayah menyukai ibu?"
"Apa itu.?"
"Sini aku bisik kan"
Dava pun menbisikkan rencana nya pada Devi dan hanya di angguki setuju oleh Devi
Aurel yang risih akan perlakuan Rey pun mempercepat memasak nya membuat Rey semakin puas karna berhasil menggoda Aurel
Selesai memasak Aurel pun membawa makanan ke ruang makan dengan senantiasa di bantu oleh Rey
Di ruang makan Aurel ,rey dan si kembar makan dengan tenang dan damai tapi sedari tadi Rey selalu memperhatikan Aurel membuat Aurel Risih
Aurel berhenti makan lalu menatap datar ke arah
Rey "kau kenapa? Sedari tadi selalu melihat ku? Apa
Ada yang aneh dengan ku?..!"
Rey ikut berhenti makan dan tersenyum"ya ada yang berbeda dengan mu hari ini entah mengapa aku merasa kau tambah cantik hari ini!"
Puft..
__ADS_1
Sikembar tertawa membuat pipi Aurel memerah "tidak masuk akal sama sekali." Ucap Aurel lalu kembali makan dengan cemberut
Rey yang melihat tingkah laku Aurel menjadi gemas dan tanpa sadar mencubit pipi Aurel
"APA yang kau lakukan!!.." Teriak Aurel.
Rey segera membungkam mulut Aurel lalu menyumpal nya dengan sayur"berisik!. Kalau makan itu tak bisa
Berbicara"
Aurel menguyah makanan di mulut nya lalu memandang aneh ke arah Rey"kenapa kau menatap ku seperti itu ? Apa sekarang kau menyadari jika aku ini tanpan??!"
Hampir saja Aurel menyembur kan makanan di mulut nya "kau jangan terlalu narsis hanya orang bodoh dan tak bermoral saja yang akan mengatakan kau tanpan"
Rey menatap ke arah Aurel iya memegang dagu Aurel"oh begitu kah? Tapi aku merasa kau juga akan mengakui kalau aku tanpan secara tidak langsung nanti nya"
"Apa pun yang terjadi aku tak akan mengatakan kau tanpan kau pria bejat tak tau diri" ucap Aurel menghempas Tangan Rey
Dava dan Devi yang sedari tadi menjadi penonton mulai bosan dengan pertunjukan membosan kan itu lalu pergi dari sana setelah siap makan meninggal kan Rey dan Aurel yang masih berkutip dengan masalah nya.
"Sialan!" Gumam Aurel yang kalah berdebat dengan Rey
"Eh? Dimana Dava& Devi?" Gumam Aurel mengalih kan pandangan nya namun tak menemukan si kembar
"Mereka sudah pergi tadi" ucap Rey dengan ketus dengan tangan melipat ke dada
Aurel yang melihat itu mendengus kesal lalu mengambil piring piring kotor ke dapur
Rey yang melihat itu juga ikut membantu Aurel.
"Tidak usah sok perhatian aku bisa melakukan nya sendiri!." Ucap Aurel yang tengah menggosok piring
"Jangan terlalu percaya diri siapa juga yang mau membantu mu aku hanya menaruh piring yang ku pakai di sini salah?"
Aurel terdiam dan tak lagi mempermasalah kan masalah tadi.
Devi keluar dari kamar lalu menarik tangan Aurel menuju kamar nya
Aurel sontak kaget namun tangan nya sudah terlebih dahulu di tarik Devi.
Se sampai nya di kamar Devi melepas kan gemgaman tangan nya lalu menyuruh Aurel untuk duduk,
Aurel menuruti nya.
"Ada apa Devi?" Tanya Aurel
"Mama besok ikut ke sekolah ya"
"Memang ada apa?"
__ADS_1
"Besok ada acara di sekolah dan harus ikut dengan orang tua"
Aurel mengganguk lalu mengelus kepala Devi dengan lembut sembari mengumbar senyum manis.