
Aurel yang tengah mencuci tangan nya di kejut kan
Oleh seseorang yang menepuk pundak nya ,Aurel menoleh dan alangkah terkejut nya iya mendapati
Clarissa di belakang nya
"Kau??..! Kenapa kau ada di sini?"
Clarissa tersenyum"apa kah salah jika aku datang kemari? Bukan kah ini tempat umum? Jadi terserah aku dong!"
Aurel terdiam lalu menatap jijik ke arah Clarissa ,melangkah kan kaki nya menuju keluar namun tangan nya di gemgam oleh Clarissa.
"Lepas!"
Clarissa melepas kasar tangan Aurel lalu melipat tangan nya di dada tersenyum meremeh kan ke arah Aurel seperti sedang meremeh kan nya
Aurel yang melihat itu pun balik menatap tajam ke arah Clarissa
"Sebenar nya apa tujuan mu? Kenapa kau selalu mengganggu ku tak cukup kah kau membuat hidup ku kacau?"
Clarissa mendekat lalu membisikkan sesuatu ke telinga Aurel
"Ya aku tak cukup hanya membuat mu hancur! Aku ingin melihat kau mati di depan mata ku sendiri jadi jangan terlalu banyak bicara tunggu dan lihat saja kau akan berlutut menangis di kaki ku" bisik Clarissa lalu pergi meninggal kan toilet
PRANK
Aurel meninju kaca hingga hancur pertama kali nya iya semarah ini. Iya melihat pecahan kaca di sana namun membiar kan nya begitu saja lalu pergi dari sana dengan tangan yang di penuhi darah
Aurel melihat ke arah Rey dan si kembar yang tengah bermain dengan amat gembira tak mau mengganggu Aurel lebih memilih untuk duduk tak jauh dari ke tiga nya namun Rey menyadari nya lalu berjalan ke arah nya
"Ada apa dengan mu?" Ucap Rey nada nya terlihat kahwatir.
"Bukan urusan mu" Aurel menjawab dengan ketus membuat Rey hanya mampu menghela nafas panjang.
Pandangan mata Rey tak sengaja melirik ke arah tangan Aurel
Rey spontan menarik tangan Aurel membuat Aurel meringis ke sakitas
"Ada apa dengan tangan mu? Kenapa banyak darah!"
Aurel tak menjawab iya menatap kesal ke arah Rey kenapa pria ini sangat suka mencampuri urusan nya?
"Jawab!"
Dengan tergagap gagap Aurel pun menceritakan nya dengan sedikit bumbu ke bohongan di dalam nya,Rey menatap tak percaya namun dia simpan dalam Hati nya iya pun merobek kain baju nya lalu mengikat nya di tangan Aurel sebagai ganti perban
__ADS_1
"Ini bisa mengurangi sakit nya sedikit!"
Aurel tak merespon.
Rey pun menuntun Aurel berjalan ke arah Dava dan Devi yang masih sibuk bermain mereka berdua duduk memerhatikan si kembar yang tengah asik bermain
Dari kejauhan Jingga menatap kesal ke arah Rey dan Aurel
"Heh sebentar lagi kalian tak akan bisa tersenyum bersama lagi!" Batin Jingga menatap mereka dari ke jauhan
Dari hati terdalam Aurel merasakan firasat buruk hati nya tak tenang iya mengedar kan pandangan nya lalu melihat seorang wanita yang tak lain adalah Clarissa mendekat kepada nya dengan Risa ibu nya di samping nya
DEG Jantung Aurel berdegub kencang di kala melihat Risa tersenyum ke arah Clarissa
Clarissa berjalan ke arah Aurel lalu melambaikan tangan nya tersenyum manis ke arah Aurel
"Hai!"
Aurel diam.
Risa merasa tak asing dengan wajah Aurel namun iya lupa jika wanita di depan nya ini adalah anak nya
"Kenapa kamu tak merespon? Apa kamu sudah melupakan kita? Padahal di toilet kita bertemu loh!"
"Kamu ? Apa kita pernah bertemu?"
DEG lagi lagi hati Aurel bagai tersayat ribuan pisau apa dia masih ibu nya yang dulu? Yang selalu baik dan tersenyum pada nya? Bahkan sekarang dia sudah melupakan Aurel.
Aurel tak menjawab memilih untuk diam biar kan saja semua nya berjalan sesuai keinginan Clarissa.
Clarissa pura pura menunjukkan wajah tak percaya nya dan terkejut
"Ibu apa kamu sudah melupakan Dia ? Dia adalah Aurel putri kandung mu!"
Lagi lagi Aurel harus diam ketika Clarissa menyatakan kalau Risa adalah Ibu nya
Risa yang mendengar itu terkejut lalu segera melepas gemgaman tangan nya menatap rendah ke arah Aurel.
"Oh begitu tapi Clarissa dia bukan putri ku lagi aku tak memiliki putri seperti seorang pelacur!"
Aurel terdiam mendengar cacian dari mulut ibu nya sendiri lalu menyungging kan senyum
"Sungguh konyol!" Gumam nya
"Oh iya ibu kan baru saja membelikan ku kalung apa ini terlihat bagus di leher ku?" Ucap Clarissa minta di puji.
__ADS_1
"Sangat bagus kamu adalah wanita tercantik!"
Aurel mengalih kan pandangan nya ke arah leher Clarissa membulat kan mata nya tak percaya
Puft..
Aurel menahan tawa"haha kalung baru? Bu Risa apa kamu tak punya uang? Hingga tak mampu membeli putri mu sendiri kalung baru yang se sungguh nya? Bisa bisa nya Anda memberikan kalung yang di berikan oleh nenek kepadaku pada wanita itu! Terlebih aku sudah memakai nya loh jadi apa nona Clarissa pemakai barang bekas?"
Clarissa terdiam lalu mengalih kan pandangan nya ke arah Risa meminta penjelasan ,Risa yang melihat itu segera menampar Aurel
"Dasar anak tak tau malu!"
Aurel memegang pipi nya yang sakit lalu menarik tangan Dava dan Devi menjauh dari sana jika bukan karna dia adalah ibu kandung nya iya pasti akan melawan nya habis habisan
"DASAR ANAK PUNGUT!!"
Aurel berhenti lalu membalik kan badan nya menaikkan ailis nya
"Apa maksud Anda?"
Risa memdekat ke arah Aurel lalu tertawa
"Apa kau tahu kau bukan anak kandung ku kau hanya anak yang ku pungut di tong sampah saja!"
Sakit rasa nya mendengar itu semua jadi selama ini Aurel telah di bohongi? Iya pun tersenyum kikuk lalu mengguncang tubuh Risa
"Katakan siapa ibu dan ayah ku?"
"Mana saya tahu ! Kau tahu kau ku temukan di tong sampah dengan wajah pucat itu membuat ku berbelas kasihan tapi aku tak menyangka kau berani melawan dan mempermalukan ku di depan umum! Dasar anak tak tau untung"
Aurel terdiam lalu menggertak kan gigi nya menjauh dari sana meninggal kan Risa dan Clarissa yang tersenyum puas melihat Aurel yang hancur
Rey yang mendengar pertengkaran itu pun merasa iba lalu memeluk tubuh Aurel.
Aurel berhenti
"Kenapa kau memelukku?"
"Aurel jika kau ingin menangis,menangis lah jadi kan aku tempat untuk kamu bersandar selama ini kamu telah menderita dengan kesalahan yang tidak kamu lakukan biar kan aku menebus kesalahn itu aku telah meninggal kan kalian selama 6 tahun biar kan aku mengambil peran untuk menjaga kalian!"
Aurel terdiam
"Kau tahu aku tak sepenuh nya menyalah kan mu! Hanya saja aku tak bisa berbohong pada diri ku sendiri bahwa aku selama ini memang sudah salah!" Ucap Aurel lalu pergi di ikuti oleh Dava dan Devi
"Aurel sampai kapan pun kamu tak akan bisa lepas dari gemgaman ku" guman Rey.
__ADS_1