Suami Gangster

Suami Gangster
ayah yang luar biasa !!


__ADS_3

Di depan mata kepala Dava dan Devi mereka


Berdua menyaksi kan ,Rey membunuh banyak orang tanpa rasa simpati sedikit pun


Devi menutup mulut nya tak percaya ,air mata mengalir dari mata nya begitupun dengan Dava


"Walau aku sudah pernah melihat ayah berlumuran darah tapi ini? Aku melihat nya membunuh banyak orang" Dava menarik tangan Devi


"Eh? Kenapa?."


"Kita pergi aja Devi kalau tidak bisa-bisa kita mati di sini" ucap Dava dengan suara pelan lalu di angguki oleh Devi.


Di saat ke duanya ingin pergi tak sengaja salah satu musuh Rey melihat nya bersiap untuk menembak di saat itu pula Dava membalik kan badan nya.


"Devi menunduk!"


Devi yang mendengar itu spontan menunduk dan DOR...!, suara tembakan menggema ,Devi mematung lalu membalikkan badan nya


"Matilah kita" teriak Devi


Rey yang mendengar suara yang familyar pun memandang sekeliling nya ,mata nya melotot ketika melihat Dava dan Devi yang tengah di kejar oleh salah satu anak buah musuh


"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Rey berusaha untuk mendekat ke arah Dava dan Devi namun iya di halangi oleh salah satu musuh nya.


"Maaf yahhh, kami mengikuti mu karna penasaran"teriak Dava ,Rey kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.


"Devi..!"


"Ya kak?" Jawab Devi yang masih berlari sesekali menghindar.


"Kamu ikuti intruksi kakak ya, kalau kakak bilang menunduk maka menunduk jika kakak bilang hajar ya hajar mengerti?"


Devi mengangguk walau dalam hati ragu.


Musuh mendekat Dava segera memberikan arahan pada Devi seperti menunduk ketika Musuh menembak kan pistol dan mendekat ketika peluru musuh habis dan menghajar nya sebelum mengisi ulang timah panas itu ke pistol.


Devi tersenyum membuat Dava heran.


"Ada apa dengan mu Devi? Ini bukan waktunya bermain!" Teriak Dava yang sudah agak jauh dari Devi

__ADS_1


Devi meloncat ketika peluru di tembak kan kebawah


"Bukan apa-apa kak! Ini masalah kecil" ucap Devi dengan mantap lalu membalikkan tubuh nya,berlari ke arah musuh menghajar nya habis-habisan ketika tengah mengisi ulang peluru,hingga babak belur


Tapi tangan Devi terluka tak bisa lagi untuk memukul iya menjatuh kan pantat nya di tanah"hiks.Sakit" gumam Devi ingin menangis.


Dari arah depan seseorang berlari bersiap untuk melempar kan Pisau di tangan nya,Rey yang tak sengaja melihat Devi spontan menarik peluru nya lalu menembak nya ke arah orang yang ingin melempar kan Pisau nya ke arah Devi.


Beruntung tidak terkena pada Devi.


Rey membunuh semua orang di depan nya tanpa belas kasihan iya juga sesekali membantu Dava maupun Devi ketika tengah lengah.


Hingga yang tersisa hanya bos nya dan beberapa anggota lain nya.


PLOK PLOK...


ya yang memimpin mafia itu adalah Al iya menyeringai


"Ternyata kau masih cukup hebat"


Rey yang teramat kesal pun langsung berlari,ingin membunuh Al dengan pisau di tangan nya namun pistol mengarah pada nya ,iya berhenti.Melihat hal itu Al melipat tangan di dada"ternyata kau punya kelemahan juga ya, aku pikir kau tak punya.Rey oh Rey hanya karna seorang wanita kau menjadi lemah di mana rasa sombong mu dulu? Bahkan diri ku juga akan cukup sulit untuk mengalah kan mu haha ternyata benar cinta dapat membutakan mu dan membuat mu semakin lemah"


"Kurang ajar...!"


Para bawahan yang tak terima bos mereka di perlakukan Rey seperti itu pun menyerang Rey membabi buta tapi Rey malah dengan mudah menghindari dan membalas nya


"Sangat ceroboh" gumam Rey.


Ada beberapa orang yang ingin melawan Dava dan Devi namun ke dua anak kembar itu di lindungi oleh Vano hingga mereka bisa di bilang aman


Tak butuh waktu lama hampirĀ  semua orang yang tersisa meninggal di bunuh oleh Rey dan orang-orang nya tersisa Al sebagai ketua dan kaki tangan nya.


"Lihat saja aku akan membalas mu suatu hari" teriak Al yang sudah di bawah pergi oleh kaki tangan nya itu


Rey tersenyum meremeh kan"hanya seorang pecundang berani menggertakku!" Batin Rey.


Rey berjalan ke arah Dava dan Devi menatap tajam ke dua nya,Dava dan Devi yang di tatap tajam oleh Rey pun hanya mampu diam dan menunduk,Rey menghela nafas


"Huh, kalian berdua memang benar-benar anak yang pemberani" Rey segera menggendong ke dua nya membawa nya masuk ke dalam mobil

__ADS_1


Di dalam mobil Hanya ada ke heningan ,Dava dan Devi tak lagi berbicara mereka masih takut akan banyangan sang ayah yang membunuh orang tanpa segan dan simpati, sebenar nya sekuat apa latar belakang ayah nya?


Hingga hal itu membuat Rey bingung tak biasanya Dava dan Devi bisa diam begini.


"Kenapa diam?"


"Emm.. Bukan apa-apa yah" jawab ke duanya secara bersamaan


Se sampai nya di rumah Dava dan Devi segera di antar Rey ke kamar masing-masing.


Dava dan Devi menuruti ucapan Rey agar istirahat, setelah Rey pergi dari rumah ,Dava dan Devi keluar dari kamar


"kak?"


"ya"


"menurut mu kemana papa pergi?" tanya Devi namun di respon dengan senyum menyeringai di wajah Dava membuat Devi bingung"kak!, jawab."


"oh iya-iya jadi gini tadi kan waktu di mobil aku letakin pelacak di sana jadi kemana pun ayah pergi kita akan mengetahui nya aku sudah menyambung kan pelacak itu pada android ini!." ucap Dava sembari menunjukkan Android kepada Devi


Devi tersenyum"wah .. kakak sangat pintar!"


"oh iya dong siapa dulu" ucap Dava dengan wajah songong membuat wajah Devi berubah muram.


"kenapa dengan wajah mu itu?" pertanyaan Dava berhasil membuat sebuah pukulan dari Devi melayang di wajah nya"huh.Puji dikit langsung sombong" Devi mendengus lalu pergi meninggal kan Dava yang diam mematung bingung apa salah nya


"aneh" gumam nya lalu pergi mengikuti Devi dari belakang


Dava masuk ke dalam kamar dan melihat Devi yang tengah berlatih memain kan musik


"apa yang kau lakukan?" tanya Dava padahal iya sudah melihat nya


Devi diam memilih untuk


tidak menjawab iya masih kesal pada Dava


"eh?, Devi coba kesini!"


Devi berhenti.Lalu berjalan ke arah Dava"ada apa?"

__ADS_1


Dava memperlihat kan Android nya kepada Devi"lihat, bukan kah ini tempat pertama kita bersama ayah? mobil ayah berhenti di sana!"


__ADS_2