
Sejak saat itu Rey jarang pulang ke rumah kadang bermalam di kantor iya sangat bingung ada apa dengan nya sebenar nya?
Bahkan Dava dan Devi iya abaikan iya masih tak sanggup untuk bertemu dengan ke dua nya.
Dan itu di jadikan peluang oleh Silvi,iya setiap hari terus membuat Aurel lelah fisik maupun mental ,iya selalu bermalam di rumah di mana Aurel berada bernotaben untuk memberi nya pelajaran.Apalagi saat Rey tak kunjung pulang membuat nya kian merajelela seperti pegi ini.
Bugh..
Pukulan itu melayang ke punggung Aurel,Aurel yang melihat itu hanya diam merintih."Dasar tak berguna!, hanya memasak saja tak becus!"
Silvi melempar kan mangkok di tangan nya hingga pecah,beruntung Aurel segera menghindar.
Dava yang baru saja turun dari kamar di kejut kan oleh ke adaan ibu nya yang seperti menahan sakit. Memang semenjak hari itu Dava dan Devi juga tinggal di sini untuk menjaga ibu nya.
"Mama!." Teriak Dava lalu segera berlari menuju ke arah Aurel.
Dava memeluk tubuh Aurel,"mama, kenapa mama diam saja saat di rendah kan oleh nenek lampir itu? Mama bukan wanita yang mudah di tindas! Buktikan itu ma." Ucap Dava dengan air mata di pelopak mata nya .
Mendengar hal itu,Silvi marah lalu menarik kerah baju Dava hingga membuat Dava agak sulit bernapas karna tecekik dengan kerah baju"lepas..Kan!"
Silvi menyeringai.
Aurel yang melihat perbuatan Silvi pun berjalan ke arah Silvi lalu menggemgam erat tangan nya membuat Silvi kesakitan"apa yang kau lakukan?! Lepas kan tangan mu itu atau aku akan mematah kan nya!"
Aurel segera menghempas kuat tanagn Silvi hingga gemgaman tanagn Silvi terlepas dari kerah baju Dava,Dava yang melihat itu tersenyum.
"Kau?! Sungguh berani sekali nya! Lihat saja aku akan melapor kan nya pada Rey" menyeringai"tunggu dan lihat saja aku akan membuat mu menderita!"
Silvi keluar.
Aurel yang mendengar itu tertegun lalu segera menghela nafas"Dava apa kamu tak sekolah ini sudah jam 6? Bersiap lah!" Dava mwngangguk "aku mau mama mengantar ku"
Ada keraguan dalam hati Aurel bagaimana jika Dava dan Devi di buly karena gosip di sosmed tapi iya segera menggeleng kan kepala nya"huf. Baiklah"
__ADS_1
Dava yang mendengar itu berlari kecil karena hati yang gembira setelah beberapa minggu tak sekolah untuk menemani sang ibu iya pun akhir nya akan sekolah lagi,tak lupa juga Dava memberitahu Devi yang berada di kamar.
Di sisi Silvi.
Silvi yang lapar pun memilih untuk ke restoran terlebih dahulu"aihh.Karna wanita itu aku tak sempat sarapan pagi" gumam Silvi.
Silvi masuk.
Silvi mengedar kan pandangan nya mencari kursi kosong di karenakan restoran sudah hampir penuh hingga mata nya menajam ketika melihat orang yang iya kenali.
"Siapa yang bersama nya?" Tanya Silvi dalam hati.Rasa penasaran membuat Silvi berjalan ke arah sana.
"Jingga?."
Jingga menoleh ketika ada yang memanggil nya dan betapa iya terkejut ketika mengetahui siapa yang berada di depan nya"mampus" batin nya,Jingga panik bagaimana jika Silvi menduga yang aneh aneh karna iya kini tengah bersama pria lain yang tak lain adalah Al.
"Emm..Kakak"
"Saya teman nya!"
Silvi termenung ada keraguan dalam hati nya namun lebih memilih untuk mengabaikan nya."ok,oh iya apa aku bisa duduk di sini? Semua kursi sudah penuh!"
Jingga mengangguk kan kepala nya
"Tentu saja!"
Silvi duduk,Silvi segera memesan makanan untuk iya makan begitu pun Jingga dan Al.Setelah beberapa menit kemudian makanan pun datang.
"Eh kak?"
Silvi meletak kan sendok nya
lalu menoleh ke arah Jingga"ada apa?"
__ADS_1
"Apa aku boleh mengajukan permintaan?"
Silvi menaikkan sebelah alis nya"permintaan apa?"
Jingga menghela nafas panjang lalu memegang tangan Silvi erat"sebaik nya kakak tidak perlu lagi memisah kan Rey dan istri nya, itu tidak baik! Huh walau aku tahu Aurel lah yang terlebih dahulu memulai semua ini tapi tetap saja kakak sekarang adalah kakak ipar nya biar kan saja yang sudah berlalu biar lah berlalu sebaiknya kalian berdamai saja kak walau aku yang harus tersakiti!" Ucap Jingga dengan berurai air mata membuat hati Silvi terharu,Silvi berdiri.
"Kau sangat baik Jingga.Tapi orang seperti Aurel tak pantas untuk menjadi adik ipar ku! Aku harus memberi nya pelajaran terbaik agar iya pergi sendiri dari kehidupan kami!" Ucap Silvi lalu pergi ke arah kasir membayar makanan nya iya sudah tak mood lagi untuk makan.
Jingga yang masih berada di dalam menunjukkan senyum licik akhir nya iya berhasil memanas manasi Silvi"bagaimana Al?"
Al menoleh ke arah Jingga lalu mengusap kepala nya lembut.
"Kamu memang tak pernah mengecewakan ku!" Ucap Al
Mendengar itu Jingga segera memeluk Al"ingat janji mu untuk menikahi ku setelah aku berhasil menghancur kan Rey beserta semua yang membuat nya bahagia!." Jingga menutup mata nya menenggelam kan wajah nya di dada bidang Al.
Al tersenyum merendah kan sembari terus mengelus kepala Jingga"iya aku akan menepati nya jika aku mau tapi jika aku tak mau maka pergi lah,tapi aku selalu berpikir seberapa bodoh wanita itu(Silvi) sehingga bisa di bodohi oleh gadis bodoh seperti mu?" Batin Al.
Tanpa di sadari ke duanya sedari tadi ada yang mengintip dia adalah Reva yang kebetulan mampir kemari untuk sarapan pagi karna tak sempat sarapan di rumah sebelum pergi ke sekolah"wah,wah ternyata rubah licik yang sebenar nya adalah Dia! Tenang saja kakak cantik aku akan membantu mu untuk membereskan nya dan juga pria brengsek di samping nya itu juga harus di beres kan oh iya aku foto aja deh sebagai hadiah ulang tahun untuk Dava" batin Reva.
"Tunggu dulu? Kenapa aku teringat bocah ingusan itu? Dan sejak kapan aku tahu ulang tahun nya haishh pasti ini pengaruh karna iya selalu membuat ku kesal." Gumam Reva lalu segera pergi dari restoran itu menuju ke sekolah.
Al melepas kan pelukan nya lalu mencium dahi Jingga membuat gadis itu memerah malu"akhh aku tak bisa membayang kan seberapa merah nya wajah ku sekarang! Aku di cium oleh orang ku sukai" batin Jingga
Al yang melihat reaksi berlebihan Jingga hanya memutar bola mata nya malas lalu menghadap kan tubuh nya dengan tubuh Jingga"Jingga? Apa kamu sudah berhasil merebut hati ibu nya Rey? Makanya kau begitu santay?"
Mendengar hal itu wajah Jingga berubah muram iya lupa akan hal itu"aku-"
Al memotong ucapan Jingga dengan nada dingin nya"jangan bilang kamu belum melakukan apa pun?!"
"Maaf Al tapi..Aku memang belum melakukan apa pun aku bingung harus memulai nya dari mana"tutur Jingga dengan nada polos tak berdaya membuat Al semakin muak lalu pergi meninggal kan nya.
Oh Jingga! Bukalah matamu Al hanya memanfaat kan mu saja dan akan membuang mu ketika kau tak di perlukan.
__ADS_1