Suami Gangster

Suami Gangster
rumah ibu mertua


__ADS_3

Dert dert....


Rey mengambil hp nya lalu mengangkat nya dengan tangan kanan sedang kan tangan kiri nya memegang hp.


"ya'halo"ucap Rey dengan nada dingin dan datar


"Rey ,apa kamu tak berniat pulang? sudah beberapa hari kamu tak kunjung pulang.Apa kamu tak rindu pada ibu mu ini?" ucap seseorang dari seberang telfon


Rey terdiam ketika mendengar sang mama berbicara dengan nada menyedih kan iya pun menghela nafas nya


"baik ma Rey pulang hari ini" setelah mengatakan itu Rey pun segera mematikan hp nya lalu memutar balik mobil nya membuat Aurel bingung


"ini bukan jalan menuju ke rumah kenapa kau ke sini?ucap Aurel yang merasa bingung kenapa Rey memutar balik?apa dia meninggal kan sesuatu?


"aku ingin pulang ke rumah mama"ucap Rey menghela nafas berat jujur saja iya amat takut jika ibu nya marah kepada Aurel tanpa alasan seperti kakak nya Silvi.


Aurel tak lagi menayakan,sepanjang perjalanan hanya ada ke heningan hingga mobil berhenti di sebuah rumah mewah dan enak di pandang ,Rey turun lalu berjalan ke arah samping nya membuka kan pintu mobil Aurel


Aurel melangkah kan kaki nya turun dengan si kembar senatiasa di pelukan nya


masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh mama Rey yang sudah lama menunggu


"akhir nya kau pulang juga Rey.Mama sangat merindukan mu" Dia bergegas memeluk Rey dengan erat.


"eh? dia siapa?" tanya mama Rey dengan bingung pasal nya Rey tak pernah sekalipun membawa seirang perempuan ke rumah terlebih Aurel membawa sepasang anak kembar,iya bergegas menutup mulut nya


"jangan jang-" Rey segera memotong ucapan Ibu nya takut ibu nya berpikir yang aneh aneh


"aku akan menjelas kan nya bu!jadi jangan berpikir aneh aneh" ucap Rey yang langsung masuk ke dalam


..


Kini mereka duduk di ruang tamu,mama Rey sudah tak sabar mendengar penjelasan Rey

__ADS_1


Rey,segera menjelas kan semua yang iya tahu,selesai berbicara Ke adaan ruangan itu menjadi hening hingga deheman ibu Rey memcah ke heningan


"Ehem karena ini hanya kesalahan jadi nak tolong maaf kan anak ibu ini yang tak bertanggung jawab hingga menyebar kan anak pada orang lain dan tak bertanggung jawab!" Ucap Ibu Rey dengan nada agak kasihan pada Aurel


Aurel hanya tersenyum canggung"mulai sekarang kamu adalah menantu ku karna kalian berdua merahasiakan masalah sebesar ini padaku maka kalian berdua akan ku hukum..!"


Rey yang mendengar itu hanya menatap datar sang ibu sedang kan Aurel tersenyum aneh


"Baiklah kamu anak tak berbakti bereskan rumah ini hingga bersih jika ti-" ucapan Nya terpotong oleh Rey


"Mana boleh gitu ma!, rumah ini sangat luas aku tak sanggup mengerjakan nya sendiri" bantah Rey


"Begitu nya, emm siapa nama mu?" Ucap Ibu Rey mengarah kan pandangan nya pada Aurel.


"Aurel tante"


"Baiklah tapi mulai sekarang kamu jangan panggil aku tante. Panggil aku mama, kalian berdua bersekan rumah ini hingga bersih aku dan cucu ku yang imut imut ini akan pergi ke atas bye bye" ucap Ibu Rey sembari menggendong Dava dan Devi hal itu berhasil membuat Rey beserta Aurel membelak kan mata nya


Aurel segera pergi dari sana mengambil sapu yang berada di sudut ruangan di ikuti oleh Rey mereka menyapu lantai dengan muka masam


BRUK


Tanpa sadar Sapu mereka saling bertubrukan sangat keras membuat ke dua nya meringis di kala jatuh"kamu? Tak bisa hati hati nya? Kalau nyapu itu yang benar!" Marah Aurel.


Rey yang yang tak terima di marahi pun segera berdiri"ini semua bukan salah ku, jika kamu tak di samping ku apa aku akan menabrak mu?"


Aurel memincingkan mata nya lalu mengambil sapu nya yang masih berada di lantai berjalan menjauh dari Rey.


Mereka menyapu.Rey dari kanan sedang kan Aurel dari kiri


Aurel mengusap Keringat di wajah nya akhir nya menyapu seluruh ruangan selesai juga iya berjalan ke arah Kamar mandi mengambil tongkat pel tapi di saat ingin keluar dari kamar mandi Aurel tak melihat jalan hingga kepeleset untung saja Rey ada di sana dan menangkap tubuh Aurel.


Mereka saling memandang satu sama lain tanpa berbicara dengan posisi yang masih sama ,Rey memeluk pinggang Aurel dan Aurel melingkar kan tangan nya di leher Rey

__ADS_1


"Ah maaf"


Aurel segera membenar kan posisi nya dan hendak pergi dari sana namun tanagn nya di cegat oleh Rey di tempel kan pada dinding


"Apa yang kau lakukan?!"


Rey tak menjawab dan mendekat kan tangan nya ke arah Rambut Aurel ,Aurel yang pikiran nya sudah kemana mana menutup mata nya erat namun beberapa menit tak ada yang terjadi iya pun membuka mata nya


"Kamu kenapa menutup mata? Apa sesakit itu saat aku mengambil daun di rambut mu? Haihh,lagian dari mana asal nya Daun ini" ucap Rey lalu membuang Daun tersebut entah kemana


Aurel mematung iya telah salah paham iya pikir Rey akan melakukan hal aneh pada nya iya pun menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Bukan apa-apa aku hanya tidak ingin melihat daun itu" ucap Aurel yang asal memberi jawaban iya sangat malu sekarang.


Walau jawaban nya tak masuk logika Rey hanya mengangguk kan kepala nya lalu mengambil kain pel dari tangan Aurel.


"Jika kamu tak ingin mengepel biar aku saja" ucap Rey lalu pergi dari sana dan segera di kejar oleh Aurel


"Kau meremeh kan ku? Kau pikir aku wanita apa an mengepel rumah aja gak bisa" teriak Aurel masih mengejar Rey


"Gitu amat sih orang bercanda di bawa ke hati neng kalau jadi orang itu jangan baperan" ucap Rey kejam membuat Aurel semakin marah saja


"Kau bilanga aku apa? Baperan? Dasar Rey sialan...!"teriak Aurel dengan muka semerah kepiting rebus


Aurel segera mengambil pel itu dari tangan Rey lalu pergi"huh,dia pikir aku ini wanita apa an" batin Aurel


"Ekhemm..!"Ibu Rey berdehem dari atas memandang datar ke arah Aurel dan Rey yang saling berjauahan,


Rey yang melihat tatapan sang ibu pun mengaruk kepala nya iya terkekeh.


Selepas selesai membersih kan rumah Aurel dan Rey pun berjalan ke arah sofa ruang tamu di mana Ibu rey dan si kembar berada.


Mereka duduk dengan canggung di sofa

__ADS_1


__ADS_2