
Jingga memegang pipi nya "kamu berani nya !"
Jingga mendekat ingin menampar balik Aurel namun tangan nya langsung di cegat oleh Aurel sebelum berhasil menampar nya.
"Cukup kamu menghinaku.Kamu pikir aku wanita apa an ?! Aku juga punya harga diri!" Semua yang berada di sana seketika diam mendengar penuturan Aurel.
Bahkan Dava dan Devi juga merasa takut ini kali pertama mereka melihat Aurel semarah ini,Devi menarik baju Aurel"mama kita pulang saja ya!" Ucap Devi membujuk Aurel namun Aurel tak menjawab ucapan Devi.
Jingga menggertak kan gigi nya"memang nya kenapa kalau marah? Belum tentu iya benar benar berani melawan" batin Jingga.
"Wanita murahan akan tetap menjadi wanita murahan untuk selama nya!" Ucap Jingga dengan senyum merekah di wajah nya.
Plakk..Aurel menampar Jingga sangat keras bahkan suara tamparan itu membekas di telinga diam diam mereka yang menyaksikan itu bergidik ngeri mendengar tamparan itu saja sudah membuat bulu kuduk berdiri apa lagi merasakan nya.
Jingga yang marah pun seketika menarik tangan Aurel lalu mendorong nya kuat hingga jatuh kelantai.
"Cih lemah begini belagu amat" gumam Jingga.
Bugh..!
Jingga memegang perut nya rasa nya sakit sekali kemudian iya menoleh ke depan"kamu..?"
Dava menonjok perut Jingga iya sangat jengkel akan sifat Jingga yang sangat suka mengganggu hubungan orang"kamu yang lemah!,Ibu kuat tau Kau!" Ucap Dava dengan sorot mata tajam siap melahap Jingga hidup hidup.
Jingga masih memegang perut nya bekas pukulan Dava di perut nya masih terasa,iya berjalan ke arah Dava ingin memberi nya pelajaran seolah iya lupa jika itu bukan tujuan utama nya.
"Akhh" Dava meringis karna tak sempat menghindari Pukulan Jingga. Melihat hal itu Rey yang sedari tadi diam jadi murka lalu menampar sangat kuat wajah Jingga.
"Kamu keterlaluan! Jangan coba coba lagi kamu mengusik keluarga ku atau aku akan melakukan lebih dari ini." Ancam Rey lalu menuntun Dava,Devi dan Aurel keluar.
Setelah itu para pengunjung restoran kembali ke aktifitas mereka tanpa memperdulikan Jingga lagi memang sifat manusia sangat egois nya.
"Cih kali ini kau selamat"
-
-
__ADS_1
Aurel meringis ketika Rey mengoles kan obat ke wajah nya dengan keras"bisa pelan sedikit gak?" Ucap Aurel dengan nada tak bersahabat.
"Makanya jangan sok pemberani jika nyata nya masih butuh bantuan ku!"
Aurel menggembung kan pipi nya kesal akan apa yang baru saja iya dengar dari mulut Rey.
"Apa masih sakit?" Tanya Rey yang memegang wajah Aurel,Aurel menggeleng kan kepala nya.
"Pulang saja ini sudah malam aku ngantuk hoamm" ucap Aurel lalu menutup mulut nya menguap.
Rey yang melihat itu langsung melajukan mobil nya.
Dava dan Devi tertidur di belakang munkin mereka lelah.
Se sampainya di rumah Aurel turun lalu membuka pintu mobil belakang menggendong Dava dan Devi.
Aurel masuk ke dalam rumah di ikuti Rey di belakang.
Se sampai nya di kamar Aurel langsung merebah kan Dava dan Devi di kasur mengambil handuk ingin ke kamar mandi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Rey yang baru masuk ke kamar dan langsung mencegat tangan Aurel,Aurel menghempas tangan Rey.
"Mandi ,Jam segini? Apa kamu tidak takut masuk angin?" Aurel memutar bola mata nya malas"kalau gak mandi gerah tau" ketus Aurel lalu beranjak ke kamar mandi.
Dengan sigap Rey langsung menarik tubuh Aurel ke pelukan nya,hal itu membuat Aurel kaget"apa yang kau lakukan?!"
Rey menaruh kepala nya di bahu Aurel"kamu gak usah mandi ini sudah malam kalau masuk angin gimana? Lagian kamu gak bau kok malahan harum seharum bunga yang baru mekar"
Aurel menatap aneh ke arah Rey"bunga bangkai maksud mu?" Ucap Aurel menatap kesal ke arah Rey"bukan-" ucapan Rey terpotong.
"Sudah sudah aku tak mau mendengar kan ocehan mu aku mau mandi titik!." Aurel segera masuk ke dalam kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi rapat rapat takut Rey masuk dan berbuat aneh.
Rey duduk di pinggir kasur memayun kan bibir nya seperti seorang anak kecil"salah kah aku memuji nya? Haiss istri yang aneh" gumam Rey yang menatap ke arah Kamar mandi.
Selepas mandi Aurel keluar dari kamar mandi dengan piyama tidur di lihat nya ke arah kasur namun hanya ada Dava dan Devi"kemana Dia?" Tanya Aurel dalam hati, Aurel memutar kepala nya ke sana kemari mencari di mana Rey.
"Emm."
__ADS_1
"Ada apa?!" Tanya Rey yang entah sejak kapan berada di belakang Aurel, sontak Aurel yang terkejut pun langsung meloncat dan karena tubuh nya tak seimbang iya hampir jatuh beruntung Rey segera menangkap tubuh Aurel.
Beberapa menit mereka saling bertatapan ,degub jantung Aurel semakin cepat se akan sedang lari marathon"ada apa dengan ku?,tapi kalau di pikir pikir lelaki ini tanpan juga" batin Aurel dengan pipi yang memerah kemudian langsung berdiri karena sadar.
"Ada apa dengan mu, kenapa wajah mu merah?" Tanya Rey dengan polos nya.
"Bukan apa apa! Ini karna aku ke panasan ya ke panasan ruangan ini sangat panas" ucap Aurel lalu mengipas ngipas wajah nya.
Rey menaik kan alis nya.Panas? Perasaan Ac di ruangan ini tak rusak dan lagian iya juga tak kepanasan malahan ke dinginan.
"Aurel!"
Aurel menoleh ke arah Rey dengan raut wajah penasaran"ya ada apa?"
Rey menyerah kan baju tidur kepada Aurel hal itu membuat Aurel bingung"maksud nya?"
"Pakaikan aku baju tidur itu" sontak hal itu membuat Aurel heran"kamu kan punya tangan? Kenapa harus aku yang pakaikan!"
Rey memegang tangan Aurel lalu menatap manik mata Aurel dalam dalam"jika aku bilang pakai kan ya pakai kan emang apa salah nya memakaikan pakaian untuk suami sendiri ingat Aurel aku bukan orang asing!"
Aurel yang mendengar itu memandang datar ke arah Rey ingin menolak namun tatapan Rey membuat nya tak bisa berkata apa apa, dengan amat terpaksa Aurel pun membuka kancing baju itu satu persatu lalu menempel kan nya di badan Rey.
Aurel menutup mata nya"Sial! Ini adalah ujian kenapa coba pria ini punya roti sobek yang amat memukau astaga !" Batin Aurel yang wajah nya sudah semerah tomat.
Rey memegang dahi Aurel "kamu panas?" Pekik Rey."hah? Mana ada" bantah Aurel lalu berhenti.
"Kenapa dahi mu panas,dan wajah mu merah sekali apa kamu demam." Ucap Rey dengan amat polos nya membuat Wajah Aurel yang tadi nya memerah kini muram.Dengan kasar nya Aurel menghempas Rey yang di samping nya lalu berjalan ke arah tempat tidur.
Menelungkup kan wajah nya dengan selimut.
Melihat hal itu Rey merasa bingung,apa ada yang salah dengan perkataan nya? "Haiss kamu sangat merepot kan salah kata sedikit langsung marah" Gumam Rey lalu mengancing baju nya yang belum di selesai kan Aurel.
Rey berjalan ke dekat Aurel ingin tidur di samping nya namun Aurel langsung menendang nya hingga terjatuh kelantai.
"Apa yang kau lakukan!"
"Tidur di lantai!, aku tak mau seranjang dengan mu!"
__ADS_1
Dan malam itu dengan pasrah Rey tidur di Sofa sembari merenungi nasib nya yang sial