Suami Gangster

Suami Gangster
sudah lewat!!


__ADS_3

"Umm..Apa ini? Kenapa terasa sangat nyaman emm..Rasa nya seperti guling" ucap Aurel sembari membuka kelopak mata nya lalu menoleh ke samping nya


"Akh,Rey!"


"Berisik!, apa kamu tak bisa tidak berteriak sekali saja?!"ucap Rey yang langsung menutup mulut Aurel,


Aurel melepas kasar tangan Rey"tangan mu bau" gumam Aurel yang masih bisa di dengar oleh Rey.


"Apa kamu bilang?!"


"Enggak kok hehe..! Tunggu dulu Rey?! Kenapa kamu ada di sini dan juga kenapa aku ada di sjni semalam" ucap Aurel mencoba mengingat apa yang telah terjadi


"Kamu lupa? Atau pura pura lupa,Kamu dengan tak tau malu nya memeluk dan mencium ku aku tak menyangka kamu punya kebiasaan buruk seperti itu" ucap Rey dengan senyum sinis nya.


Aurel membulat kan mata nya.


Semalam itu Dia? Tapi kenapa Dia? Apa ini hanya kebetulan!


"Oh Iya!" Menatap tajam Rey"kenapa kamu memecat ku?, apa aku menyinggung mu." Aurel memelototi Rey yang hanya tersenyum misterius


"Aku hanya ingin kamu tidak bekerja lagi sebagai istri dari seorang ceo kaya raya ini apa kamu masih perlu bekerja?" Ucap Rey lalu tersenyum bangga


"Idih,Ceo konon,lihat hantu nangis"cibir Aurel dengan suara pelan


Mendengar hal itu tentu saja Rey kesal namun memilih untuk tidak meladeni Aurel.


Aurel yang melihat ke pergian Rey hanya menaikkan alis nya lalu pergi dari kamar


"Mama!!"


Aurel menoleh ketika mendengar teriakan seseorang yang tak lain adalah Devi


"Ada apa hmm"


"Mah,hari ini kan hari libur main sama papa yuk" ucap Devi dengan binar di mata nya "hah? Libur.APA LIBUR!" Pekik Aurel

__ADS_1


"Ada apa mah? Gak liat kalender."


"Bukan bukan" ucap Aurel menormal kan ekspresi nya


"HAPPY BIRTHDAY ANAK PAPA!" Teriak Rey lalu menghampiri Dava dan Devi


"Sudah lewat pah!!" Balas kedua nya dengan nada dingin sembari menatap tajam sang ayah"eh tunggu dulu.Papa kapan di sini? Kemarin berasa gak di rumah" ucap ke dua nya secara bersamaan dengan mata penuh selidik


"Emm..Itu" Rey tak bisa menjawab dua hari ini iya benar benar menghabis kan waktu nya di kantor


"Gapapa deh yang penting papa ada di sini sekarang mana kado buat kami!,kado nya harus yang istimewa nya" ucap Devi penuh harap menatap ke arah Rey


Rey berjongkok lalu mengambil dua buah kotak kecilĀ  yang iya sembunyikan di belakang nya,lalu memberikan ke pada Dava dan Devi.


Dava dan Devi segera membuka nya dan betapa mereka terkejut


"Ini?! Jam tangan yang selama ini Dava pingin!! Kok Papa tau." Ucap Dava yang langsung memakai jam itu ,Rey yang melihat itu hanya tersenyum


Sedang kan Devi iya juga terkejut"papa makasih makin sayang papa deh, aw jam nya cantik sama kek punya bang Dava,cuman ini warna pink akh aku jadi makin cantik kan"


"Emm..Aku juga punya hadiah untuk mu" ucap Rey menoleh ke arah Aurel lalu memberikan sebuah kalung


"Sini aku pakaikan!" Ucap Rey lalu membalikkan tubuh Aurel membelakangi nya.


Setelah memasang kalung itu Aurel menghadap kan diri nya ke arah Rey"bagaimana?"


"Cantik" gumam Rey membuat Aurel hanya mampu menguap malas


"Mama!papa main di taman yok ini kan hari libur apa papa sama mama gak libur!" Ucap Devi menarik tangan orang tua nya itu


Rey dan Aurel yang melihat itu hanya mengikuti ke inginan Devi maupun Dava bermain di taman belakang


"Eh?" Aurel tanpa sadar berjalan ke arah bunga yang tengah mekar lalu berjongkok di depan bunga tersebut


"Indah sekali!" Gumam Aurel lalu memetik bunga itu.

__ADS_1


Rey yang sedari tadi memerhatikan Aurel berjalan ke arah Aurel lalu mengambil bunga itu dari tangan Aurel"eh." Aurel yang melihat itu merasa bingung sedang kan Rey memegang bunga itu erat lalu meletak kan nya di atas telinga Aurel.


"Begini baru cocok" ucap Rey yang membuat wajah Aurel bersemu merah"ada apa dengan ku?" Batin Aurel.


Sedang kan di sisi lain.


Jingga nampak panik ketika tak sengaja menjatuh kan teh panas ke baju Ibu Rey,Ini benar benar bukan ke sengajaan!


Awal nya iya berniat untuk menarik perhatian nya namun iya malah membuat kesalahan.


"Maaf kan aku nyonya" Jingga tergagap gagap se akan diri nya sangat menyesal sedang kan hati nya sudah emosi.


"Hmm..Lain kali kalau berjalan itu gunakan kaki dan mata mu dengan benar atau tidak kamu akan melakukan kesalahan yang lebih besar dari ini ,beruntung aku tak mempermasalah kan nya" ucap nya dengan nada Dingin menekan Jingga agar tak berbicara lalu pergi meninggal kan Jingga yang masih berdiri seperti orang konyol di sana


Setelah kepergian Ibu Rey ,Jingga menggebrak meja "Dasar wanita Tua!.Kamu berani berani nya menertawai ku dalam hati dan sengaja mengejek ku,lihat saja setelah ini kamu yang akan ku perhitung kan terlebih dahulu!" Gumam Jingga


"Jingga? Ada apa dengan mu nampak nya kamu sedang kesal? Katakan saja mana tau aku bisa membantu mu" ucap Silvi yang baru tiba di depan Jingga Iya baru dari dapur.


"Itu.Sebenar nya aku tak sengaja menumpah kan teh di baju Tante seperti nya Iya tak suka.Emm aku ingin bertanya,Kak apa yang disukai oleh Tante? Aku ingin memberikan Dia hadiah"ucap Jingga dengan malu malu membuat Silvi hanya bisa menggeleng kan kepala nya.


"Sebenar nya Aku tak pala tau apa yang di sukai ibu tapi aku pernah melihat Dia sering pergi ke pegunungan munkin Ibu senang di sana karena udara nya yang sejuk" ucap Silvi yang membuat senyum licik Jingga muncul


"Apa cuman itu kak?"


"Oh iya Ibu juga sangat suka dengan yang nama nya hal baru atau bisa di bilang unik,jika kamu ingin menarik perhatian ibu yang perlu kamu lakukan adalah tampil unik dan istimewa di depan nya jangan seperti gadis lemah" ucap Silvi yang tanpa sengaja membuat Jingga tersinggung


"Si bodoh Ini! Apa itu tak sengaja atau memang Dia sengaja ingin mengejek ku karena terus berpura pura lemah di depan nya?..Ck" batin Jingga sembari menatap kesal ke arah Silvi


"Bagaimana? Apa kamu sudah memiliki rencana untuk menarik perhatian ibu?."


"Oh iya aku akan memikir kan nya" ucap Jingga menggaruk kepala nya ,Iya canggung karena berpikir Silvi melihat ekspresi nya tadi.


"Baiklah kalau begitu kalau kamu butuh bantuan telfon saja aku ingin pergi bekerja" tutur Silvi lalu pergi meninggal kan Jingga yang menahan emosi nya


"Baiklah langkah selanjut nya ada lah menyiap kan rencana untuk pergi ke pegunungan di sana aku harus membuat Wanita Tua itu memberikan kepercayaan nya padaku" batin Jingga dengan senyum licik yang tak pernah hilang dari wajah nya

__ADS_1


__ADS_2