Suami Gangster

Suami Gangster
Dava&Reva2


__ADS_3

Dava menyilang kan tangan nya di dada.


"Ada apa? Kau tak malu kah?!, lihat semua


Orang melihat mu."


"Aku tak perduli.SEkarang aku ingin


Memberimu pelajaran karena telah mempermalukan ku dulu!" Ucap Reva dengan sorot mata yang semakin menajam.


"Hah? Jangan bilang kamu datang ke sini hanya karena itu?, konyol sekali" ucap Dava lalu meludah.


"Banyak bacot!"


Reva memukul perut Dava.Alhasil hal itu menimbul kan keributan,


Semua siswa maupun siswi yang melihat hal itu terperangah.


"Sialan kau bocah tengik


Berani memukul ku!, apa kamu tak


Puas dulu ku permalukan hah?" Dava memegang perut nya ternyata tenaga Reva besar juga.


Reva tersenyum sombong se akan apa yang di katakan Dava adalah pujian.


"Biarin aja! Yang penting aku berhasil memukul mu"


Dava yang tak terima pun memukul pantat Reva"dasar bocah tengik"


"Heh' memang kenapa kalau aku bocah? Situ juga bocah sok ngatain huhhh" Dava semakin di buat kesal oleh Reva iya terus mengejek Dava.


"Sialan...!"


Reva terus saja memancing emosi Dava hingga pertengkaran pun tak terhindar kan tapi di lihat Reva lah yang santai, Dava terus berusaha untuk memukul Reva namun dengan cepat Reva hindari


"Hoammmm,membosan kan! Aku heran kenapa


Dulu aku bisa kalah dengan orang seperti mu


Pasti kau telah melakukan sesuatu kan? Asal kamu tahu,aku ini 1000 kali lebih pandai berkelahi dari kamu jadi kagak usah songong dah" jelas Reva yang semakin membuat Dava kesal


"Sialan! Bisa bisa nya aku di maki oleh anak perempuan jelas-jelas beladiri ku lebih hebat dari nya." Gumam Dava.

__ADS_1


"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN? BERKELAHI DI SEKOLAH? APA KALIAN BERDUA INGIN DI HUKUM!"


Dava dan Reva menoleh,meneguk ludah nya kasar"mampus..!" Batin ke dua nya


"Emm.. Itu bu kita cuman bercanda kok iya kan gak serius kok" ucap Reva sembari merangkul bahu Dava,Dava ikut merangkul Reva


"Iya bu ini cuman salah paham kita ini kawan baik benar kan Reva"


"Iya benar sekali" ucap Reva dengan pasrah


"Tidak perlu banyak drama hari ini kalian berdua ibu hukum membersih kan toilet!, dan jangan harap bisa pulang sebelum selesai membersih kan nya apa lagi berencana kabur atau kalian akan menerima akibat nya" ancam guru tersebut menatap tajam ke arah ke dua nya,Dava dan Reva meneguk ludah kasar oh Tuhan ternyata guru ini lebih menakut kan dari setan


"Hikss aku tak mau membersih kan Toilet" teriak Reva,seumur hidup nya iya tak pernah membersih kan toilet biasa anak manja.


"Sudah kagak usah banyak cincong mending kita bersihin aja dari pada di hukum"


"Tidak mau mending kau aja yang bersihin sendiri" ketus Reva ingin pergi namun tangan nya di tahan oleh Dava


"Eitsss mau lari nya kagak bisa Mba elu yang mulai duluan jadi kamu yang harus selesaiin yok bersihin kamar mandi!,eh Devi" ucap Dava lalu mengalih kan pandangan nya ke arah Devi mata nya berbinar binar


"Ada apa?"


"Bantu kakak mu yang malang ini untuk bersihin toilet dong"


"Bersihin aja sendiri" ketus Devi,Dava menggembung kan pipi nya ketika melihat Devi pergi.


"Maaf om"


Devi mendongak lalu melihat siapa yang menabrak nya ,iya tak pernah melihat nya.


"Oh tidak apa,kenapa kau di sini? Dimana teman-teman mu?"


"Mereka sedang di kls semua" tutur Devi


"Jadi kenapa kau tak di kls? Kenapa malah datang ke sini?"


"Hanya bosan!" Ketus Devi lalu pergi,iya merasa tak nyaman di dekat pria itu


"Hnn,dia mirip dengan nya" gumam Pria itu


Devi masuk ke dalam perpustakaan meminjam beberapa buku untuk di baca,


Di saat meraih buku tangan nya di gemgan kuat oleh seseorang,Devi menoleh

__ADS_1


"Laura? Kenapa kau di sini!"


"Urusan kita belum selesai loh kamu harus bertanggung jawab akan hari itu" ucap Laura dengan senyum licik di wajah nya


Devi menghela nafas"sebenar nya apa yang kau ingin kan?"


"Aku ingin kau mati!" Ucap Laura tanpa segan mengeluar kan pisau nya


"Aku benci kau Devi..!"


Di saat Laura ingin menusuk Devi,Devi terlebih dahulu mengambil pisau itu dari tangan Laura


"Apa kau gila?! Ini di tempat umum,di sini banyak orang apa kamu tak takut jika kamu berhasil menusuk ku aku akan berteriak dan kamu akan di buru oleh para siswa sebenci itu kah kamu pada ku?"


Laura menjatuh kan pisau nya,menggertak kan gigi nya memang ke adaan perpus sepi tapi masih ada orang orang di luar.


"Aku begitu membenci mu! Kau tahu kau di sayangi banyak orang,di perhatikan banyak orang,dan memiliki saudara yang baik dan aku baru-baru ini mendengar bahwa ayah mu adalah CEO di R.A GROOP aku iri!, dirimu sempurna kau punya segala nya sedang kan aku? Yang ku banggakan adalah ke populeran ku tapi kau merebut nya sekarang aku di lupakan bahkan teman-teman ku meninggal kan ku,apa kau tahu sejak kau datang suasana sekolah menjadi ramai dan hanya membicarakan mu dan kembaran mu" ucap Laura setengah menangis.


"Maksud mu?"


"Ya aku memang memilki orang tua nya mampu tapi apa kau tahu? Tak ada kasih sayang bagi ku,aku tak di perhatikan.Dan satu satu nya yang bisa membuat ku bahagia kau renggut apa kau pikir untuk bisa di lihat orang-orang itu mudah?,jadi kenapa kau tak mati saja hah?"


Devi terdiam iya bingung apa iya salah? Bukan dia yang mengingin kan ini semua tapi melihat air mata Laura iya juga ingin menangis iya simpati pada Laura.


"Bagaimana kalau kau jadi teman ku saja dari pada menjadi musuh itu tak baik" ujar Devi namun di sangkal keras oleh Laura


"Tidak akan!"


Laura pergi., Devi menghela nafas lagi lalu mengambil buku kembali.


"Aku harap dia tak berbuat aneh aneh, tapi aku merasa kasihan pada nya sesuatu yang membuat nya bahagia ku rebut apa aku memang salah?" Gumam Devi lalu keluar dari perpus setelah mengurus peminjaman


Sedang kan Reva dan Dava yang tengah membersih kan toilet saling menyalah kan.


"Ini semua karna kau memulai nya kalau kau tak memancing ku mana munkin kita di hukum" gerutu Dava dengan sesekali menginjak lantai dengan keras


"Apa apaan kau duluan!,kenapa kau membuat ku marah dan kesal?"


"Sejak kapan aku membuat mu kesal?! Orang aku gak tau kamu masuk ke kls dan juga kenapa pula kamu ke sekolah ini!"


"Tentu saja untuk membalas dendam apa kau pikir nona muda ini akan terima dengan hinaan mu itu? Bahkan ujung dunia akan ku arungi untuk memberimu pelajaran"


"Ujung dunia konon" ucap Dava dengan nada mengejek,Reva hanya memutar bola mata nya malas

__ADS_1


"SUDAH SELESAI BICARA NYA? APA perlu ibu tambah kan hukuman nya" ucap Guru yang kebetulan lewat,Dava dan Reva menggaruk kepala nya lalu menyengir.


Dava dan Reva pun segera menyelesaikan pekerjaan nya atau mereka akan mendapat tambahan hukuman


__ADS_2