Suami Gangster

Suami Gangster
akhir nya!!


__ADS_3

Pagi berikut nya Aurel terbangun karena mendapati pintu gudang terbuka ,cahaya dari luar mmebuat nya terbangun.


Aurel mengusap mata nya malas berpikir jika yang membuka pintu itu adalah Jingga"mau sampai kapan kamu di situ?!,Apa kamu tak ingin keluar lagi? Jika itu ke inginan mu aku akan menutup pintu kembali"


Mendengar suara yang begitu familyar Aurel menoleh dan mendapati Rey,Iya tersenyum bahagia"Rey?!..Kamu datanga" ucap Aurel dengan binar di matanya tapi bukan nya tersenyum malahan Rey menatap nya datar.


"Seperti nya kamu lebih suka di gudang kalau begitu aku tutu-" ucapan Rey terpotong Dikalah Aurel menangis lalu bergegas berlari ke arah Rey lalu memeluk tubuh Rey erat erat.


"Hiks,kamu datang juga,kamu ingin membawa ku keluar kan? Kamu percaya aku kan?" Ucap Aurel dengan sesenggukan.


"Jangan terlalu berpikir kepanjangan,aku masih belum memaaf kan mu aku hanya berpikir kamu sudah tak sanggup tinggal di sana" ucap Rey dengan dingin dan datar namun di mata nya ada terpancar ke sedihan ketika melihat penampilan Aurel yanh sudah seperti gelandangan"pergi ganti baju mu!" Rey pergi meninggal kan Aurel.Aurel tersenyum"setidak nya kamu masih memikir kan tentang ku" gumam nya lalu berjalan ke arah kamar mandi


Selepas dari kamar mandi Aurel melihat rumah yang begitu bersih ternyata yang membersih kan rumah kali ini adalah pembantu,sudah lama Aurel tak melihat para pembantu itu bekerja kembali setelah iya masuk ke dalam rumah ini,bahkan saat Aurel melewati Dapur nampak pembantu lah yang memasak.


Aurel berjalan ke arah kamar Dava dan Devi dan masuk ke dalam kamar yang tak di kunci


"Dava,Devi bangun! Kalian tak sekolah?" Ucap Aurel dengan pelan sembari mengoyang goyang kan badan ke duanya,kmeudian Aurel terkejut"asataga Dava,Devi kenapa tubuh kalian panas sekali? Kalian demam" dengan panik Aurel berjalan keluar dari kamar iya ingin keluar membeli obat demam tapi saat ingin melewati pintu keluar iya di hambat oleh Rey.


"Mau kemana?"


"Jangan halangi aku Rey! Aku ingin membeli obat untuk Dava dan Devi"

__ADS_1


"Obat? Dava dan Devi? Memang nya ada apa dengan ke duanya?"


Plak!!


Aurel dengan nekad menampar wajah Rey,iya benar benar kesal"kau ayah nya! Tapi mengapa kau tak mengetahui kondisi anak mu sendiri? Terserah kamu mau memperlakukan ku seperti apa tapi jangan sesekali menelantar kan Dava dan Devi!!" Ucap Aurel penuh penekanan lalu keluar dari rumah itu.


Rey memegang pipi nya yang baru di tampar oleh Aurel lalu pergi ke arah kamar Dava dan Devi.


Saat berada di depan pintu kamar,Rey masuk ke dalam dan mendapati Dava dan Devi yang tengah menggigil ke dinginan,Rey mendekat lalu memegang tubuh ke duanya"sangat panas" gumam nya.


"Kenapa aku egois sekali? Bukan kah mereka adalah anak anak ku? Darah dagingku,bagaimana munkin Aku menelantar kan ke duanya.Maafkan  Ayah mu ini" batin Rey dengan penuh penyesalan benar kata Aurel walaupun iya marah pada Aurel iya tak boleh menelantar kan si kembar begitu saja.


Selang beberapa menit Aurel kembali dengan membawa alat kompres dan beberapa obat penurun demam,tanpa memperdulikan Rey iya segera duduk di sebelah nya mengompres dahi Dava dan Devi,iya benar benar tekun melakukan nya tak seklaipun memperdulikan dan memperhatikan Rey"apa seperti ini seorang ibu yang panik ketika melihat anak nya dalam keadaan mengenas kan" batin nya yang kagum ketika melihat ketekunan Aurel.


"Ck.Bukan nya mereka sedang bertengkar? Tapi menagapa mereka bisa bersama! Tidak aku tak boleh membuat mereka bersama aku sudah berjalan sejauh ini aku tak boleh gagal ya aku harus berjuang lagi dan setelah ini awas kau Aurel aku akan memberi mu hukuman dengan menggunakan anak anak mu,kelemahan mu benar benar simpel ya" batin nya lalu pergi meninggal kan kamar itu.


Aurel tersenyum lega ketika suhu tubuh Dava dan Devi menurun iya kemudian memberes kan alat kompres nya meletakkan nya di atas meja begitu pun dengan obat itu.


Saat Aurel ingin pergi tangan nya lagi lagi di gemgam oleh Rey,Aurel kesal"lepas!" Ucap Aurel dingin,


Rey yang mendengar itu segera melepas kan gemgaman nya lalu membiar kan Aurel pergi begitu saja,Iya memijat dahi nya kasar"aih,ada apa dengan ku?"

__ADS_1


Aurel tak tau harus kemana jadi iya memutus kan untuk pergi ke arah ruang tamu namun siapa sangka iya menbrak seseorang hingga iya terjatuh"ah maaf aku tak sengaja" ucap Aurel lalu berdiri,


Aurel seketika terdiam ketika melihat siapa yang iya tabrak begitu pun orang yang di tabrak nya.


"Aurel?" N.y Dinda berkata dengan santai seperti biasa iya berbicara dengan orang lain hal itu membuat Aurel agak terkejut"emm,ada apa N.y?"


"Kamu sedang apa di sini? Bukan kah kamu sedang di kurung? Jika Rey tahu kamu akan semakin dalam masalah" ucap nya lalu duduk di sofa yang ada di sebelah nya.


"Tidak Dia tak akan marah Dia yang mengeluar kan ku"


N.y Dinda hanya mengangguk kan kepala nya,keheningan pun kembali melanda"ah.Sebaik nya aku pergi saja permisi" ucap Aurel lalu pergi iya tak sanggup bertatap mata dengan N.y Dinda lebih lama lagi


N.y Dinda menghela nafas"entah kenapa aku melihat kalian semua yang ada di rumah ini adalah manusia bermuka dua menyembunyikan sifat asli di balim topeng! Jadi tak ada yang pantas untu di bela" batin nya,Entah kenapa sejak seminggu yang lalu iya mengamati tingkah laku dari Jingga iya merasa Jika Jingga tak memerhatikan nya lagi,,hal itu hanya bisa di geleng kepala oleh nya,sifat manusia benar benar memuak kan nya tapi itu lah yang membuat mereka istimewa dari mahluk lain nya.


Aurel akhir nya bisa menghirup udara segar di taman ,iya memandang sekeliling nya lalu melihat pak kebun yang tengah menyiram bunga bunga,Aurel mendekat "pak apa boleh saya yang menyiram bunga itu?" Ucap Aurel sembari tersenyum membuat pak kebun menoleh.


"Tapi-"


"Tak apa lagian mereka tak munkin marah kan hanya karna hal sepele"


Pak kebun yang mendengar itu menghela nafas lalu memberikan selang nya ,Aurel pun menyirami tanaman bunga dengan hati hati.

__ADS_1


Dari kejauhan Silvi yang baru saja kembali dan berjalan dari taman melihat hal itu kemudian iya teringat akan masa kecil nya"kenapa Dia sangat mirip dengan nya? Sewaktu kecil juga kami sering melakukan nya,Aku ,Rey dan gadis kecil itu" gumam Silvi yang seketika teringat akan masa lalu


"Apa munkin itu Dia?"


__ADS_2