Suami Gangster

Suami Gangster
Bantuan Aurel


__ADS_3

Dava dan Rey saling membelakangi se andai nya mereka punya senjata atau sejenis nya pasti mereka bisa mengalah kan Alvaro dan para bawahan nya.Rey berdecak kesal.


"Apa ini akhir segala nya?" Batin nya namun segera menggeleng kan kepala nya


Tak jauh berbeda dari ekspresi Dava dan Rey kini Devi juga di landa ketakutan seseorang terus saja megedor gedor kaca mobil agar Devi turun namun Devi tak kunjung turun.


"Papa,kakak bagaimana ini?" Gumam Devi yang hanya bisa pasrah dan menyerah kan semua nya pada ke hendak Tuhan begitu pun dengan Dava dan Rey.


Cit...


Aurel menginjak Rem secara mendadak lalu turun dengan berani Iya mengarah kan pistol itu ke arah orang orang yang bersiap untuk mendekat ke arah Dava dan Rey.


Walau Aurel takut Iya tetap berusaha untuk melawan ketakutan nya lalu melepas kan satu tembakan ke udara ,Ita menutup mata nya.


"Pergi atau aku akan membunuh kalian di sini" ucap Aurel dengan tegas.


Rey yang melihat Aurel yang begitu tegas dan pemberani kagum Kedatangan Aurel bagai seorang Dewi perang yang datang di saat Dia membutuh kan nya tapi ada satu hal.


Rey memincing kan mata nya melihat ke arah tangan Aurel yang sudah gemetaran ketika memegang pistol itu,Rey merenung.


"Apa Dia hanya berpura pura tidak takut saja agar bisa mengalih kan perhatian? Tapi bukan kah itu sangat berbahaya jika salah satu dari mereka tau dia sedang ketakutan bukan kah nyawa Aurel ancaman nya?" Gumam Rey.


Rey langsung tersadar lalu menatap ke arah Aurel.Aurel tak menyadari jika Rey tengah memperingatin nya dalam bentuk tatapan mata.

__ADS_1


Alvaro tersenyum lalu mendekat ke arah Aurel.


Aurel menodong kan pistol nya"mau mu apa?! Jangan mendekat atau aku akan menembak mu!" Ancam Aurel namun di hiraukan oleh Alvaro.


Alvaro seketika merampas pistol di tangan Aurel dan terang terangan memegang tangan Aurel hal itu membuat Rey mengamuk.


Rey yang sudah amat emosi pun mendekat ke arah Alvaro lalu meninju nya hingga babak belur namun bukan muka pasrah dan kesakitan yang di tunjukkan oleh Alvaro melain kan wajah puas.


"Apa kamu tak takut mati sehingga berani menyentuh Istriku!!"


Rey yang marah pun langsung berlari ke arah Alvaro,menerobos orang orang yang menghalangi nya.Tepat di depan Alvaro Rey langsung memukul habis habisan Rey namun Rey tak sebodoh itu iya juga ikut menyerang balik.


Aurel yang melihat itu hanya bisa memohon pertolongan Tuhan agar Rey tak kenapa kenapa tapi tatapan nya terlalih ketika Devi memekik"Devi!!"


Aurel ingin memaki maki mereka tapi hanya bisa melakukan nya dalam hati,Devi terus saja mencoba untuk memberontak namun sia sia saja usahanya sia sia saja karena tubuh nya tak sekuat orang orang itu.


"Kalian, lepas kan Devi!!" Ucap Aurel dengan sorot mata tajam mencoba untuk mengancam mereka.


Namun mereka malah tertawa,"Ha ha lelucon apa yang kamu katakan?, jelas jelas kamu hanya seorang wanita penakut lihat lah tadi!, begitu takut nya hingga tak bisa menggemgam pistol dengan benar haha Dia ingin mengancam kita mimpi saja."


Aurel yang mendengar makian Orang orang itu pun murka dan dengan cepat berjalan ke arah orang orang itu,menghajar mereka satu persatu.


Hal itu tentu saja membuat semua nya kaget"bukan nya Dia tak bisa melakukan apa pun? Tapi kenapa kali ini Dia bisa beladiri. Apa ini kenapa sikap nya berubah dalam sekejab." Batin orang orang itu lalu berjalan mundur.

__ADS_1


"Kalian sangat keterlaluan!.Cepat lepas kan Devi atau aku akan membuat kalian menyesal!, hnnn" ucap Aurel sembari menggesek tangan nya sok kuat.


Orang orang itu masih tak percaya"Cih, kamu hanya beruntung saja.Bukan berarti keberuntungan itu datang untuk ke dua kali.Semua nya hajar Dia sepuas kalian!" Ucap salah satu dari mereka yang merupakan perwakilan.


"Tapi-?"


"Lakukan saja perkataan ku aku yang akan bertanggung jawab pada bos" mata nya sudah gelap dan tak memperdulikan nasihat orang di samping nya,Iya sangat kesal karena  melihat tingkah sombong Aurel.


Dengan menggangguk kan kepala nya semua nya pun mulai menyerang Aurel dengan tidak ada nya rasa simpati"Ck.!Merepot kan dasar orang orang tak punya harga diri berani mengeroyok seorang perempuan!"


Mereka tak menghiraukan perkataan Aurel dan terus menyerang dengan membabi buta hal itu membuat Aurel juga agak kesal karena fokus nya untuk melawan harus terbagi ,Tapi iya tak menyerah di lihat nya Devi yang mencoba memberontak namun tetap sia sia.


Dengan langkah kaki cepat dan lihai Aurel pun berlari ke arah Devi yang di ikat di tiang yang entah sejak kapan di sana agar Devi tak kabur.


Melihat Apa yang di lakukan oleh Aurel mereka pun menjadi panik.


"Kamu berhenti!"


Aurel tak lagi memperdulikan perkataan orang orang di belakang nya,se sampai nya di depan Devi iya pun segera melepas ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Devi sebelum orang orang di belakang berhasil mengejar nya.


Setelah Devi terlepas Aurel pun menyuruh Devi untuk bersembunyi namun Devi yang keras kepala tidak memperdulikan nya,Iya yang melihat Devi ikut melawanan orang orang itu semampu nya membuat Aurel merasa bersalah namun iya segera ter sadar.


Aurel kembali ke dalam pertarungan melawan para orang orang yang membuat nya emosi dengan di bantu oleh Devi.

__ADS_1


__ADS_2