
Kebenaran
"Kamu jangan berpura pura jelas jelas malam itu kamu yang ada di sana dan hanya kamu saja yang bisa di curigai"ucap Alvaro yang entah sejak kapan sudah berada di depan Rey
"Hah? Apa maksud mu,malam itu? Kapan padahal kita baru bertemu dua bulan lalu dan tiba tiba kau mengajukan permusuhan" ucap Rey dengan sorot mata tajam ke arah Alvaro"kamu jangan berbohong,apa kamu pikir aku akan percaya padamu cih,pembohong besar."
Alvaro mencengkram kerah baju Rey dengan keras membuat Rey agak kesulitan bernafas dengan kasar Rey pun langsung menghempas tangan Alvaro.
"Bohong apa nya kita baru bertemu dua bulan lalu apa kamu pikir orang penting seperti ku ini punya waktu untuk mencari masalah dengan mu?, terlebih sampai membunuh keluarga mu jangan konyol,aku tak mengenal mu"
Alvaro terdiam,merenung sejenak"jadi maksud mu kamu bukan pelaku nya,jadi siapa yang melakukan nya dan juga aku melihat mu keluar dari jendela,meninggal kan kartu nama mu di sana" segera itu Alvaro teringat lalu merogoh saku nya menunjukkan sebuah kartu nama yang cukup konyak.
"Kamu mau mengelag apa lagi? Ini kartu nama mu bukan?" Ucap Alvaro dengan sorot mata tajam.
Rey segera merebut kartu nama dari tangan Alvaro,ya benar kartu nama ini memang milik nya tapi...
"Ini memang kartu nama ku tapi apa kau tak sadar jika di kartu nama ini ada sesuatu yang aneh?"
"Aneh? Apa yang aneh!" Ucap Alvaro yang ikut penasaran.
"Lihat ini" menunjuk bagian tanda tangan "apa kamu pikir seseorang seperti ku yang begitu terhormat akan menandatangani sesuatu dengan asal asalan?, tanda tangan ini bisa di bilang hanya di buat asal sedang kan tanda tangan ku" Rey mengeluar kan KTP nya"lihat semua nya sangat rapi tak seperti kartu nama ini jadi,Ini bukan kartu nama yang ku buat" ucap Rey dengan nada bangga.
Krik krik.
"Hah? Logika apa ini,kamu mencoba untuk mengelabui ku?" Ucap Alvaro yang kembali mencengkram kerah baju Rey.
"Ekhem baiklah baiklah,ini memang tak masuk akal tapi aku 100% percaya itu bukan kartu nama milikku kemunkinan itu adalah buatan orang lain untuk bisa menipu mu dan menjadi kan ku kambing hitam."
"Berikan aku bukti" ucap Alvaro dengan nada penekanan di setiap perkataan nya.
__ADS_1
Aurel yang melihat apa yang terjadi memijat dahi nya kasar"kenapa orang ini tak memiliki otak?" Batin Aurel lalu mendekat ke arah Rey lalu memegang tangan nya.
Rey yang merasa ada yang memegang tangan nya pun menoleh "eh? Ada-"
Ucapan Rey terpotong ketika tamparan Aurel sudah melayang di pipi nya.
Rey memegang pipi nya lalu menatap penuh tanya pada Aurel
"Kenapa kau menampar ku?"
"Salah kan dirimu yang sungguh bodoh apa kamu pikir orang akan percaya dengan logika aneh mu?" Teriak Aurel dengan nada berat dan dingin kepada Rey,Rey terdiam.
Aurel mengambil Kartu nama di tangan Rey lalu mengamati nya "hmm,memang ada yang janggal tapi apa?" Batin Aurel lalu menatap ke arah Alvaro.
"Kenapa menatap ku?, apa kau sadar jika aku ini lebih tanpan dari suami mu itu?" Ucap Alvaro dengan percaya diri.
"Mah?"
Aurel menoleh ketika ada yang memanggil nya ternyata itu adalah Devi "ada apa Devi?"
"Coba sini kartu nama nya"
Walau agak ragu,Aurel tetap memberikan kartu nama itu pada Devi
"Apa yang bisa di lakukan anak kecil"Gumam Alvaro sembari memutar bola mata nya malas
"Kamu terlalu meremeh kan ku paman,ayo kakak kita buktikan pada paman aneh ini kemampuan kita" ucap Devi,melirik ke arah Dava di samping nya,Dava hanya mengangguk
"Ekhem lihat baik baik kartu nama ini!'Dan coba bandingkan dengan KTP milik ayah Di KTP ini semua nya adalah asli sedang kan di kartu nama ini jelas jelas ke janggalan nya sudah menonjol.
__ADS_1
Tanggal lahir di kartu nama ini salah,tanda tangan juga tak rapi dan nama nya juga singkat hanya Rey.Dan juga apa paman benar benar melihat dengan mata kepala paman Ayah yang melakukan itu? Munkin saja ada yang menjebak nya untuk mengadu domba kalian!!"
Mendengar penuturan dari Devi,sejenak Alvaro merenung lalu mengambil ahli kartu nama dan KTP Rey membanding kan itu dan kemudian iya menatap sosok Rey,Rupa orang malam itu ternyata sungguh berbeda dengan Rey
"Apa munkin bukan Dia yang melakukan nya?jadi siapa?" Batin Alvaro
"Paman apa perlu kita mencari siapa pembunuh orang tua paman agar paman percaya bukan ayah yang membunuh orang tua paman?!" Ucap Dava dengan senyum percaya diri di wajah nya
Pandangan semua orang teralih pada Dava,menatap penasaran pada Dava"cara nya?"
Dava menunjukkan senyum aneh lalu duduk di tanah menggambar sesuatu di tanah menggunakan tangan nya
"Lihat!.Ini adalah kartu nama yang palsu,sosok pembunuh ini menjatuh kan kartu nama itu dengan sengaja ketika melompat dari jendela dan kebetulan paman baru sampai dan mendengar ada sesuatu dari jendela ,si sosok yang mulai menjalan kan rencana nya melakukan rencana nya secepat kilat agar paman hanya dapat melihat bayangan nya dan itu sesuai rencananya kemudian paman masuk ke rumah lalu mendapati keluarga paman yang sudah tak bernyawa paman yang tak percaya mencari petunjuk apa pun untuk menemukan si pelaku dan teringat akan sosok yang melompat dari jendela dan benar saja kartu nama palsu itu di temukan oleh paman jadi ini semua adalah rencana sosok itu masalah nya kenapa sosok itu memilih Ayah untuk di jadikan kambing hitam? Apa ayah punya musuh?" Ucap Dava yang langsung membuat Rey merenung.
"Tidak setahu ku hanya Dia saja musuh ku" ucap Rey sembari menunjuk ke arah Alvaro
"Baiklah kalau begitu karena tak ada petunjuk yang lain terpaksa kita harus melakukan cara terakhir" ucap Dava dengan serius yang membuat mereka penasaran.
"Apa itu?"
"Kembali ke tempat kejadian karena pelaku pembunuh itu pasti akan kembali lagi ke sana sebelum kasus itu terpecah kan atau di tutup"
"Tapi rumah itu sudah lama tak di tempati" ucap Alvaro yang membuat senyum di wajah Dava semakin lebar
"Oleh karena itu.Aku yakin sosok itu pasti akan kembali lagi sebelum kasus pembunuhan itu terungkap atau di tutup dan malam ini adalah lima tahun setelah kejadian itu"
Alvaro merenung lalu memandang ke arah Dava.
"Dia sangat pintar" gumam Alvaro menatap kagum ke arah Dava yang membuat Dava semakin bangga
__ADS_1