
Aurel menghempas kan tubuh nya di kasur, jam dinding sudah menunjukkan pukul 20.00 tapi sejak tadi pagi Aurel tak melihat batang hidung Rey sedang kan Dava dan Devi sudah tertidur pulas di kamar sebelah.
Aurel merentang kan ke dua tangan nya ke arah langit langit merenung sejenak;
"Entah mengapa aku merasa hampa jika tak ada Dia di sini, sepi tak ada yang memulai percakapan"Gumam Aurel lalu menutup mata nya.Bayang bayang wajah Rey menghantui pikiran nya.
"Aihh,kenapa aku memikir kan nya terus?.Hmm" ucap Aurel yang segera membuka mata nya duduk di tepi kasur
"Tapi kalau di pikir pikir ini terlalu sepi biasa nya Dia kan selalu mencari masalah!"
Merasa terlalu bosan Aurel beranjak dari kasur nya berjalan menuju ke arah ruang tamu,menyalakan lampu.
Aurel berjalan ke arah taman belakang
"Huh..Sejuk sekali" ucap Aurel lalu menghembus kan nafas nya lega
Setelah beberapa saat Aurel kembali masuk ke dalam rumah.Saat itu telfon rumah berbunyi
"Emm..Siapa yang menelfon malam malam begini?" Gumam Aurel lalu berjalan mendekat ke sana
"Ya? Halo!"
"... Oh ternyata Aurel yang mengangkat ku kira Rey dimana Dia sekarang Aku ingin berbicara!"
Ternyata yang menelfon malam malam adalah Jingga!.Apa lagi yang di ingin kan nya.
"Kamu?, kenapa menelfon malam malam begini? Dan ada apa dengan Rey" ucap Aurel yang nampak agak kesal
"Bukan apa apa hanya ingin berbicara sebentar tapi ternyata Dia tak ada di rumah haihh,sungguh di sayang kan"
"Jika kau ada yang ingin di bicarakan dengan Rey katakan saja padaku!"
"Ada apa dengan mu? Nampak nya kamu kesal.Eh maaf aku lupa bahwa kamu istri nya Rey sudah seharus nya mengkhawatir kan suami nya aduh aku mudah lupa.Oh iya bagaimana kalau kita bertemu?"
"Malam ini?"
"Ya.Di Bar xx jika kamu tak ke beratan aku akan menceritakan nya dengan mu tapi kalau kamu tak mau datang juga tak apa dan juga aku ingin mengatakan hal penting"tutur Jingga yang membuat Aurel penasaran.
Tit ,Telfon di matikan secara sepihak oleh Jingga.
"Apa aku pergi saja? Tapi kalau Dia berniat menjebak ku apa yang harus ku lakukan?!, tapi Aku penasaran apa yang ingin Dia bicarakan" batin Aurel lalu membulat kan tekad nya untuk pergi ke sana
__ADS_1
Tapi apa Ini adalah jebakan?
Malam ini aku akan memberimu neraka yang sebenar nya Aurel
.
.
Aurel berjalan di dekat Sebuah Bar yang cukup terkenal di kota Z,menoleh ke kanan dan ke kiri namun tak menemukan orang yang tengah iya cari
"Apa Dia membohongi ku?" Batin Aurel lalu menggertak kan gigi nya kesal.
"Kamu sudah lama menunggu? Bagaimana kalau kita masuk ke dalam?" Tiba tiba sebuah tangan menempel di pundak Aurel,Aurel menoleh lalu menghempas kuat tangan Jingga;
"Tidak perlu basa basi cepat katakan tujuan mu!" Ucap Aurel sembari menatap tajam Jingga
Hari ini sikap Jingga begitu aneh diri nya yang selalu menatap remeh Aurel ketika berpapasan dengan Aurel seketika berubah menjadi gadis manis dan lugu dan selalu tersenyum sedari tadi
Hal itu membuat rasa curiga di hati Aurel semakin dalam.
"Kamu jangan terlalu sewaspada itu tenang saja aku tak akan berbuat aneh,tujuan ku hanya memberitahu mu informasi penting tentang suami mu!" Lagi lagi Jingga tersenyum semanis bunga membuat Aurel bergidik ngeri
Jingga yang merasa tak di respon menarik tangan Aurel masuk ke dalam bar.
Bau bauan yang menyengat memasuki hidung Aurel,ini kali pertama Dia menginjak kan kaki di tempat seperti ini rasa nya iya ingin muntah.
Jingga menuntun Aurel ke sebuah meja yang sudah tersedia berbagai jenis alkohol,Aurel menaikkan alis nya"apa ini?"
Jingga tertawa hambar lalu mempersilah kan Aurel untuk duduk namun Aurel tak mau duduk dan masih dengan mata elang nya menatap tajam ke arah Jingga.
"Kamu jangan terlalu mencurigai ku seperti itu.Tidak kah kau lelah selama ini?, maka beristirahat lah selagi kamu masih punya kebahagian!" Ucap Jingga bagaikan bisik kan mengerikan di telinga Aurel.
Aurel merenung,bingung akan apa yang di maksud kan oleh Jingga namun segera iya duduk agar memperlancar rencananya untuk mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Jingga selanjut nya
"Ini!.Minum lah" Jingga menyodor kan sebuah bir ke depan Aurel namun di tolak Aurel
"Tidak aku tidak minum bir" ucap Aurel yang segera menolak perkataan Jingga
Namun Jingga tak berhenti di sana iya menghentikan langkah seorang pelayan bar dan memanggil nya untuk datang kemari"hei.Kamu datang ke sini"
"Ya ada apa nona?" Ucap sang pelayan dengan sopan dan ramah
__ADS_1
"Kamu ambil kan jus jeruk kemari teman ku ini tidak bisa minum alkohol" ucap Jingga lalu merangkul pundak Aurel membuat Aurel menepis kasar tangan Jingga
"Kita bukan teman!" Gumam Aurel yang masih mampu di dengar oleh Jingga
Si pelayan pergi dan datang kembali setelah beberapa menit,menghidang kan minum dan beberapa cemilan manis lalu pergi
"Maaf kan aku sebelum nya tapi aku tak bisa minum aku sedang tidak ingin minum dan juga tak haus"tolak Aurel dengan suara nya yang iya tahan agar terlihat lelah
"Tidak usah sungkan sedikit saja" ucap Jingga berusaha membujuk Aurel,Aurel yang melihat itu mengambil segelas jus itu lalu meminum nya dengan satu kali tegukan membuat Jingga tersenyum penuh kemenangan ke arah Aurel.
Tapi yang tidak di ketahui Jingga adalah Aurel melukai tangan nya dengan menggunakan pisau yang iya bawa sejak tadi jaga jaga,dan benar saja Jingga berbuat ulah.
Semenjak tadi Aurel sudah menduga jika Jingga memasuk kan sesuatu ke dalam jus itu walau Aurel tak melihat nya dengan mata nya,tapi itu sudah terlihat jelas dari cara nya membujuk Aurel agar meminum jus itu.
Aurel pura pura pusing dan kehilangan setengah ke sadaran nya"kenapa kepala ku sakit sekali?" Ucap Aurel sembari berdiri dan berpura pura ingin terjatuh sehingga Jingga menangkap tubuh nya.
"Aihh aku tak tau kau juga tak bisa meminum jus terlalu banyak.Bagimana kalau kamu istirahat dulu aku ada pesan kamar" ucap Jingga yang di angguki oleh Aurel.
Jingga menuntun Aurel masuk ke dalam sebuah kamar lalu melempar kan nya di kasur,keluar dari sana menemui seseorang.
"Bagaimana? Apa kamu melihat nya tadi?" Ucap Jingga yang tengah berbicara dengan seorang pria berkumis dengan perut buncit
"Ya sangat memuas kan ini bayaran nya!"
Mata Jingga langsung berkedip lalu menerima uang itu"hehe aku sangat beruntung"gumam nya.
Si pria gendut memasuki kamar dengan air liur yang menetes dari mulut nya
BUGH!!
"Akhh..!"
Teriakan itu membuat Jingga segera berlari masuk ke dalam lalu melotot kan mata nya ketika melihat Aurel yang masih sadar kan diri
"Kenapa bisa begini?"
Aurel mendekat ke arah Jingga
"Jangan berani bermain main padaku atau kamu akan tau akibar nya!,kali ini aku melepas kan mu" ucap Aurel dengan nada dingin lalu pergi meninggal kan kamar itu.
"Gagal lagi.Gagal lagi!" Teriak Jingga sembari menggertak kan gigi nya pergi dari sana
__ADS_1