Suami Gangster

Suami Gangster
pagi yang panjang


__ADS_3

Pagi nya Aurel bangun lebih awal iya merentang kan tangan nya lalu menguap ,memandang ke arah rey besrta si kembar iya tersenyum lalu bernajak ke kamar mamdi


Selepas mandi Aurel pun segera memasak untuk keluarga kecil nya


Tak butuh waktu lama sekitar beberapa menit iya sudah selesai memasak di karenakan bahan bahan makanan sudah tertata rapi di sana


Iya berjalan ke arah kamar lalu melirik ke arah tiga orang itu masih terlelap melirik ke arah jam dinding, Aurel menggeleng kan kepala nya iya berjalan ke arah ke tiga nya


"Bangun kan siapa dulu ya?" Batin Aurel.


Aurel yang tak mau berlama lama pun berjalan ke arah Rey lalu mengguncang tubuh nya


"Bangun bodoh ini sudah pagi" ucap nya namun masih tak membangun kan Rey


"Apa suara ku terlalu kecil? Tapi menurut ku tidak!" Aurel mendekat lalu mengguncang kembali tubuh Rey


"Bangun..!"


Rey mencekat tangan Aurel lalu membawa nya ke dalam pelukan nya,Aurel seketika mematung ini bukan tujuan nya iya mencoba melepas kan tangan Rey yang mencekat tangan nya


"Jangan biar kan kau ku peluk sebentar" ucap Rey yang masih menutup mata nya


"Hah? Bukan kah dia masih tidur? Apa dia menipu ku?" Batin Aurel jengkel di buat Rey


Dengan kasar Aurel pun memberontak lalu memukul dada Rey "akhh, apa kau tak bisa menghilang kan ke biasaan buruk mu itu ketika membangun kan orang?" Ucap Rey yang kesal lalu membuka mata nya


Aurel segera berdiri lalu berjalan ke arah Dava dan Devi lalu membangun kan nya ,Rey yang tak di respon menjadi kesal


"Kau sungguh berhasil membuat ku marah awas saja aku akan membuat mu membayar nya" ucap Rey lalu berjalan ke arah kamar mandi sembari menghentak hentak lantai seperti seorang anak kecil


Aurel yang melihat itu menyungging senyum menyeringai


"Mama kenapa ribut sekali apa kalian berantam?" Tanya Devi yang baru saja bangun


"Lebih tepat nya aku membuat nya kesal" ucap Aurel tanpa rasa bersalah sedikit pun

__ADS_1


Aurel pun segera menuntun ke dua nya untuk mandi di kamar mandi sebelah sedangkan dia menyaip kan Baju untuk di kenakan oleh Rey


Iya membuka lemari lalu melihat baju yang begitu membosan kan iya pun mengambil kasod oblong beserta rompi ketat dengan sepasang celana Jins entah apa yang terjadi dengan otak Aurel


Rey keluar dari kamar mandiĀ  dengan hanya memakai handuk di bagian pinggang hingga ke bawah sedang kan badan nya terpapar menunjukkan perut kotak kotak dan kekar


lalu berteriak ketika melihat


baju yang di sediakan oleh Aurel


"Aurel!!..."


Aurel dengan malas berjalan ke arah Rey yang tengah menatap nya penuh pertanyaan


"Apa yang kau sediakan aku tahu kau begitu suka aku dengan pakaian ala seorang pemuda umur 20 an tapi bukan begini Aure aku ingin ke kantor! Bukan ingin liburan"


Aurel terkekeh iya memang sengaja melakukan itu agar membuat Rey kesal iya sangat menyukai eskprsi kesal Rey.


Aurel berjalan ke arah lemari lalu mengambil baju yang tepat untuk di pakai lalu menyerah kan nya ke Rey


Rey yang melihat itu tak bergeming"hei kau kenapa ambil baju ini!"


Aurel membelalak kan mata nya "kau sedang bercanda? Pokok nya aku tidak mau" bantah Aurel yang ingin pergi namun tangan nya segera di gemgam lalu di peluk di jatuh kan ke kasur


"Apa yang kau lakukan!" Aurel berteriak namun semakin membuat Rey geram


"Tak perlu sepanik itu juga kalik aku kan hanya ingin mengambil daun selada di kepala mu" ucap Rey lalu mengambil daun selada itu


Aurel terbengong seperti nya pikiran nya tak sehat"aku pikikir ingin melakukan hal itu" batin nya


Rey berdiri lalu memberikan pakaian itu kepada Aurel"cepat pakai kan!"


Pasrah Aurel pun memakaikan baju di badan Rey ingat hanya badan.


Selepas memakai pakaian pintu terbuka lalu memperlihat kan Dava dan Devi yang sudah memakai seragam sekolah bersiap untuk berangkat

__ADS_1


Ke empat nya melang kah ke arah meja makan lalu makan secara bersama


"Aurel..?"


Aurel mendongakkan kepala nya ketika mendengar nama nya di panggil oleh Rey


"Hnn"


Tanpa pikir dua kali Rey pun mengambil sendok nya lalu menyuapi Aurel membuat Aurel tersedak


"Uhuk uhuk apa yang kau lakukan kau ingin membunuh ku?"


Rey dengan cepat mengambil air lalu memberikan nya pada Aurel"bukan begitu hanya saja aku pikir jika makan seperti ini tak enak yang enak itu jika makan suap menyuap suap aku dong" ucap Rey namun hanya di balas tatapan datar dari Aurel


"Apa kau tak waras? Cepat habis kan makanan mu itu!" Perintah Aurel membuat Rey memaling kan wajah nya kesal dan seperti mogok makan


Dava dan Devi yang melihat itu tersenyum licik"ma jangan gitu kasihan papa gara gara mama bentak papa jadi sedih" ucap Devi yang juga terurai air mata dan juga Dava yang kondisi nya tak jauh berbeda dengan Devi


Aurel yang melihat itu menoleh ke arah Rey lalu tersenyum paksa lalu menyuapi nya"jangan ngambek sungguh tak cocok dengan sikap mu yang selalu dingin" ucap Aurel peran dan masih bisa di dengar oleh Rey


"Wah iatri ku sangat perhatian!"


"Sabar sabar" batin Aurel mengelus ngelis dadanya melihat tingkat aneh Rey


"Hehe bagus anak anak terus buat mama kalian ini tidak bisa membantah ku" ucap Rey dalam hati lalu tersenyum ke arah Si kembar


Ke dua nya tentu saja senang hanya orang bodoh saja yang tak ingin keluarga nya hidup harmonis dan bahagia


Setelah acara suap menyuap itu Aurel langsung memukul kepala Rey ketika berada di dapur karema terus mengikuti nya


"Aduh.. Kamu memang sangat suka memukul nya seperti nya istri ku perlu di beri palajaran agar tau cara menghargai suami"


"Jangan panggil aku istri geli tahu panggil nama ku tidak bisa kah?"


"Tidak kita sudah menikah jadi harus memanggil istri kepadamu dan kau juga harus memanggil ku suami" ucap Rey sembari memeluk tubuh Aurel dengan erat tak mau melepas kan

__ADS_1


Aurel pasrah dan hanya bisa menggeleng kan kepala nya "andai aku tahu dia akan se bucin ini" batin Aurel yang ingin menangis sekali


Iya ingin sekali memberitahu kan pada dunia betap bucin nya seseorang yang dingin nya telah mendarah daging dan juga kekejaman nya tak ada dua nya tapi iya juga cukup heran mengapa setiap sentuhan dan pelukan dari Rey iya tak pernah menolak nya se akan akan iya sudah amat terbiasa padahal mereka baru juga bertemu dan juga iya samar samar seperti pernah bertenu dengan pria ini sewaktu kecil.


__ADS_2