
"Bagaimana paman? Apa perlu kita ke sana!."
"Tentu saja aku ingin melihat apa benar Dia tidak bersalah" ucap Alvaro menatap sinis ke arah Rey.
Setelah berbincang sebentar mereka pun pergi ke rumah dimana tragedi itu terjadi dan benar saja di saat masuk ke dalam gerbang mereka dapat merasakan ada yang janggal di sana.
"Aneh..Bukan kah seharus nya gerbang ini tertutup? Dan tidak bisa di masuki tapi mengapa di sana ada sebuah sepeda?" BatinAlvaro yang mulai menaruh curiga lalu mendekat ke arah sepeda itu.
DOR...
Beruntung Alvaro segera menunduk ketika mendengar tembakan,iya mengedar kan pandangan nya"siapa yang melakukan itu!!" Teriak Alvaro,suara nya menggema di dinding Rumah.
Segera setelah Alvaro mengatakan itu iya mengambil sikap waspada lalu mengisyarat kan pada Rey dan Aurel agar mengikuti nya masuk,Rey dan Aurel mengikuti Alvaro masuk ke dalam rumah secara mengendap endap.
Ke adaan rumah begitu gelap ada satu lampu yang nyaris redup di karenakan kekurangan listrik,Alvaro semakin merasakan ada yang ameh dalam rumah ini.
Tap ...Tap...
Se makin Alvaro dan yang lain nya menjadi semakin waspada "jadi benar ada orang di rumah ini? Tapi siapa"gumam Alvaro sembari mengedar kan pandangan nya
Dava menarik baju Alvaro memberi kan isyarata"paman apa kamu mendengar nya,di sini bukan kita saja" ucap Dava dengan pelan dan hanya di angguki oleh Alvaro
"Jadi bagaimana sekarang?" Tanya Alvaro yang kemudian membuat senyum terbit di wajah Dava.
"Mudah saja-...Hey orang bodoh!!.Apa kamu ingin terus bersembunyi?!, cepat tunjukkan diri mu dasar pecundang"teriak Dava dengan keras yang membuat Alvaro melotot
"Apa yang kamu lakukan?"
"Ini adalah cara yang terbaik untuk memancing para manusia itu untuk datang hehe aku memang pintar" ucap Dava lalu mengusap kasar hidung nya
__ADS_1
"Kamu benar-"
TAP..TAP..
Deru langka kaki itu semakin mendekat,Kemudian mereka sadar bahwa yang mendekat itu tidak hanya seorang"bersiap lah ini pasti akan sangat melelah kan" ucap Alvaro dengan pelan di belakang Rey.
"Kamu yang harus berisap lemah!!"
"Kamu yang lemah" ucap Alvaro dengan nada marah
Tip...
Tiba tiba saja lampu ruangan itu menyala dan memperlihat kan Seisi runagan dan Rey,Aurel,Alvaro dan si kembar sadar jika mereka tengah di kepung oleh sekelompok orang berbaju hitam
"Siapa mereka?" Ucap Aurel dengan gelisah muncul firasat buruk tentang ini hingga mata nya menatap tajam ke arah sosok manusia dengan pakaian serba hitam tapi Aurel begitu terkejut ketika melihat sosok itu membuka tudung yang menutupi kepala nya
"Ayah!!.."
"Apa maksud mu?! Jadi selama ini kamu yang telah membunuh orang tua ku dan sengaja mengalih kan masalah ini pada Dia, sungguh pengecut kamu tak berani menghadapi masalah!" Ucap Alvaro dengan menggebu gebu dan menunjuk ke arah Rey
"Ya itu aku tapi-" Dia mendekat ke arah Aurel lalu membisik kan sesuatu di telinga Aurel"Aku berharap setelah ini hubungan mu dan suami mu itu baik"
Setelah itu iya mengambil pistol di tangan nya lalu mengarah kan nya ke kepala nya hal itu membuat Aurel melotot"Apa yang ayah lakukan."
"Selamat tinggal"
DOR.
Sungguh tak di duga lelaki itu menembak kepala nya sendiri di ikuti para bawahan nya yang juga menembak kepala nya dan alhasil ruangan itu di penuhi darah,mereka yang menyaksikan itu menatap tak percaya"apa ini? Kenapa dia bunuh diri" ucap Alvaro dengan nada tak senang.
__ADS_1
Rey yang sedari tadi mendengar perkataan Ayah angkat Aurel merenung lalu menatap ke arah Alvaro"sekarang semua nya sudah jelas jadi jangan mencari masalah lagi dengan ku" ucap nya lalu berlalu pergi dari sana tanpa melihat ke arah Aurel.
Aurel yang melihat itu merenung teringat akan perkataan sang Ayah'Aku berharap setelah ini hubungan mu dan suami mu itu baik',Apa yang di maksud Ayah" batin Aurel lalu segera menggeleng kan kepala nya dan ikut meninggal kan rumah itu di ikuti oleh Dava dan Devi
Sedang kan Alvaro iya masih diam di sana memandang para mayat yang berlumuran darah"aneh,apa semudah ini memecah kan pembunuhan ini?, walau aku lega tapi aku merasakan firasat yang jauh lebih parah dari ini" gumam Alvaro lalu berjalan naik ke atas
"Hah, sudah malam saja padahal tadi seperti nya masih pagi waktu benar benar sangat cepat berlalu" gumam Alvaro
Se sampai nya di atas balkon Alvaro pun memilih duduk di sofa yang ada di sana menatap kota di malam hari kemudian menghela nafas"seperti nya aku harus meminta maaf pada nya karna menyalah kan nya selama ini"
Lain sisi.
Aurel dan Si kembar sampai di rumah namun mereka tak mendapati mobil Rey di depan rumah dan juga rumah sangat sepi dan gelap
Namun Aurel tak mempermasalah kan nya Iya masuk ke dalam dan saat melangkah kan kaki nya tiba tiba lampu menyala dan...
"SELAMAT ULANG TAHUN SI KEMBAR D.Hehe kalian tak menyangka kan" ucap Reva sembari mengedip kan sebelah mata nya
Dava dan Devi mematung lalu mengedar kan pandangan nya banyak orang di sana dan itu adalah teman teman sekelas nya
"Devi.."
Devi menoleh lalu mendapati Laura,tunggu dulu Laura?"eh kamu?"
"Ini hadiah untuk mu dan juga maaf selama ini aku jahat sama mu aku sudah sadar!" Ucap Laura sembari menyodor kan sebuah kado,Devi mengambil nya lalu menatap ke sekeliling nya.
"Kamu yang membuat nya?" Tanya Devi pada Reva yang di angguki oleh Reva"jangan heran aku melakukan ini karna kakak cantik aku berpikir pasti iya sangat lelah karna banyak masalah yang menimpa nya jadi aku membuat rencana pesta karna aku tahu hari ini ulang tahun kalian dan juga pasti kakak cantik akan senang kan?" Ucap Reva dengan genit lalu menoleh ke arah Aurel.
Dava dan Devi yang melihat itu memutar bola mata nya malas lalu mendorong Reva yang ingin memeluk Aurel"jangan peluk peluk ibuku!, dan lagi dari mana kamu tahu hari ini kami ultah hmmm?"
__ADS_1
"Ya jelas lah Tau Reva gitu loh apa sih yang gak bisa Reva lakuin" ucap Reva mengibas kan rambut nya
"Oh iya ini hadiah untuk kalian berdua yang ini untuk Devi dan yang ini untuk Dava" ucap Devi sembari membagikan kotak kado ke pada Dava dan Devi yang langsung di terima oleh Dava dan Devi mereka penasaran apa hadiah yang di berikan oleh Reva