Suami Gangster

Suami Gangster
bantuan Aurel 2


__ADS_3

Di sisi lain.


"Hah?!. Clarissa,apa Kamu bercanda?,bagaimana munkin anak itu bisa menjadi istri dari anak keluarga ternama itu?"


Clarissa tak menjawab iya menyerngit kan dahi nya,Dia pun bingung apa yang telah iya lewat kan selama ini"apa kah-" gumam Clarissa.


"Apa munkin pria yang tidur enam tahun yang lalu bersama nya adalah Dia?, tapi bagaimana munkin.Aku sudah mengatur semuanya dengan teliti seharus nya yang tidur dengan nya adalah seorang Gigolo yang ku sewa,apa terjadi kesalahan?" Batin Clarissa.


"Bu.Seperti nya Anak itu melakukan cara yang tidak baik agar bisa mendekati mereka,Sungguh memalukan!" Ucap Clarissa yang mulai memanas manasi Risa.


Risa langsung teringat akan gosip di internet,mengepal kuat tangan nya"Jelas jelas Dia bukan lagi anak keluarga Zovanka kenapa aku masih malu melihat semua tingkah laku nya?!" Risa memijat kening nya kasar.


Clarissa yang melihat itu tersenyum menyeringai lalu menggam tangan Risa memohon"Bu, Apa perlu Kita beri Dia pelajaran?, biar Dia kapok dan tak memalukan Ibu lagi?" Clarrissa berkata dengan sungguh sunguh.


Risa yang mendengar itu merenung dan menaikkan alis nya"cara nya?"


Clarissa tersenyum jahat lalu membisikkan sesuatu di telinga Risa "Bagaimana bu?"


Risa mangguk mangguk.Bagaimana pun iya sangat setuju dengan rencana Clarissa"tapi apa kamu tak takut jika Kamu akan mendapat masalah?" Ucap Risa dengan nada Khawatir.


Clarissa menggeleng"tidak apa apa Bu Aku akan melakukan apa pun agar Aurel tak lagi menodai nama besar keluarga Zovanka" Clarissa menepuk bahu Risa"bagaimana pun Aku yakin Dia(Alvaro) pasti akan membantu ku,hehe kan mereka musuh!." Lanjut Clarissa dalam hati nya,senyum jahat terus iya terbit kan di wajah nya.


"Baiklah kalau begitu"


"Oh iya bu, Aku kan ingin pergi berbelanja bisakah?" Ucap Clarissa pelan se akan takut di marahi.


Risa yang mendengar itu tersenyum lalu memberikan sebuah Chek yang isi nya lumayan banyak.


"Ini, Kamu pakailah sepuas nya"


Clarissa berbinar ketika mendengar itu lalu dengan cepat mengambil ahli Chek itu dari tangan Risa, tersenyum manis ala Cindirella.

__ADS_1


"Makasih banyak bu, tenang saja Aku hanya akan membelanjakan sedikit kok." Ucap Clarissa se akan akan diri nya tidak boros uang.


"Tidak perlu sungkan; Lagian kan, Kamu anak Saya jadi sudah kewajiban Saya untuk memberikan apa yang kamu ingin kan!."


Clarissa tersenyum jahat dalam hati nya"haha benar benar keluarga yang sangat mudah di bohongi" batin nya lalu menatap senang ke arah Chek dengan nominal uang yang cukup besar di dalam nya.


"Hari ini Aku pasti dapat berbelanja sesuka hati" gumam Clarissa"kalau begitu Clarissa pamit dulu ya bu, dah" ucap Clarissa berlalu pergi sembari melambai lambai kan tangan nya.


Risa yang melihat itu hanya menggeleng geleng kan kepala nya 


Kembali ke sisi Aurel.


Alvaro mengusap darah yang menetes dari sudut mulut nya menatap ke arah Rey dan Aurel yang menatap nya tak suka.


Dia sungguh tak menyangka jika wanita seperti Aurel bisa beladiri bahkan mengalah kan bawahan nya yang sudah iya latih.


Kemudian Iya pun tersenyum sinis  kembali menyiap kan pistol.


"Hari ini aku akan memberi pelajaran besar Rey!"


DOR


DOR


Namun tembakan itu meleset di karenakan Rey yang bergerak lincah tapi itu tak membuat Alvaro menyerah,Iya tetap menyerang membabi buta tak memberi Rey celah untuk melawan balik.


Hal itu tentu saja membuat Rey kesulitan Iya sudah cukup lelah terus menghindar tapi jika Iya melawan kemunkinan itu tak akan ada guna nya di karenakan Alvaro yang sangat cepat dan lincah


Rey berdecak kesal


"Bagaimana cara ku agar bisa melawan pria sialan ini?" Tanya Rey dalam hati nya kemudian menghindar ketika mendengar suara tembakan.

__ADS_1


Dor...


Tembakan pertama meleset, Alvaro kemudian meluncur kan tembakan yang ke dua


Dor..


Tapi masih tetap sama, Rey dapat menghindari nya walau agak kesulitan.Alvaro menyeringai lalu menyiap kan peluru,bersiap untuk menembak.


Dor...


"Akhh!" Pekik Rey ketika tak berhasil menghindari tembakan Rey,iya meringis lalu memegang kaki nya yang terkena tembakan.Untung saja iya masih bisa bertahan di karenakan tembakan itu berada di kaki dan juga tak terlalu dalam.


Aurel memincing kan mata nya,iya pun berjalan ke arah Rey"apa yang terjadi kenapa ini terjadi? Bajingan!"kemudian mata Aurel menajam ke arah Alvaro yang masih berdiri dengan santai.


Tak jauh berbeda dengan ekspresi Aurel.Dava dan Devi juga geram.


Kemudian mereka tersentak kaget ketika melihat para anak buah yang tadi nya sudah di lumpuh kan kembali bangkit


Seketika itu juga Dava dan Devi segera waspada


Alvaro tersenyum jahat lalu memerintah kan bawahan nya"buat mereka merasakan apa akibat nya membuat ku kesal!" Ucap Alvaro dengan dingin lalu duduk di tanah sedikit menjauh dari posisi nya tadi.


Seketika itu juga Aurel segera berdiri di depan Rey"aku akan melindungi mu! Aku tak akan membiar kan siapa pun menyakiti mu hanya aku saja yang bisa berbuat demikian" ucap Aurel dengan nada tegas.


Rey tertegun lalu tersenyum"tapi aku tak ingin di lindungi oleh wanita" Rey berdiri dengan susah payah dan ikut berdiri di samping Aurel"tapi-"


"Jangan khawatir Aku pasti akan baik baik saja ini hanya luka kecil aku bisa mengatasi nya."Ucap Rey dengan nada menyakin kan, hal itu membuat Aurel hanya mampu menggangguk kan kepala nya lalu kembali fokus ke depan ini bukan saat nya untuk sepasang kekasih bermesaraan.


Mereka pun segera menyerang dengan segenap ke mampuan mereka tapi Rey tak terlalu bisa bertahan kaki nya masih amat sakit karena peluru itu masih ada di kaki nya, dengan nekad nya Iya mengambil pisau yang tak senagaja di jatuh kan oleh bawahan Alvaro lalu mencunkil peluru itu.


Aurel yang melihat itu melotot"REYYY, KAMU SUDAH GILA!"

__ADS_1


Rey tak menghiraukan ucapan Aurel,rasa sakit di kaki nya sudah mulai mereda sedikit walau masih terasa nyilu tapi Iya terus memaksakan untuk bertarung


Melihat hal itu Aurel hanya bisa menatap sendu Rey, iya khawatir tapi Iya juga marah.Dia benar benar sudah terjatuh dalam pesona Rey


__ADS_2