Suami Gangster

Suami Gangster
Musuh menyerang


__ADS_3

Pagi pun tiba Aurel membuka mata nya,melihat kesekeliling nya


"Udah pagi rupa nya" ucap Aurel lalu meregang kan otot otot nya,seperti biasa Aurel akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.


Dan tibalah saat makan, Aurel menghidang kan banyak makanan hari ini ,Dava dan Devi berbinar perut mereka sudah minta di isi.


Kemudian makan.


"Emm..Aurel" ucap Rey di sela sela sarapan,Aurel menaikkan alis nya "ada apa?"


"Hari ini kamu istirahat lah dulu pasti kamu capek tidak usah pergi bekerja dulu" Aurel mengerut kan dahi nya bingung akan apa yang baru saja di katakan Rey."Memang kenapa kalau aku bekerja? Lagian aku tidak lelah"


"Hah' kalau ku bilang istirahat ya istirahat saja" ucap Rey yang nada bicara nya mulai meninggi.


Melihat hal itu Aurel hanya menggangguk kan kepala nya.


"Oh iya bagaimana dengan si kembar?" Tanya Aurel lalu mengalih kan pandangan nya ke arah Dava dan Devi yang sudah selesai makan.


"Aku akan mengantar nya ke sekolah" Rey berdiri.


Mendengar itu Aurel diam.


Kemudian Rey pun menuntun Dava dan Devi keluar setelah pamit kepada Aurel.


Aurel menyandar kan tubuh nya di kursi lalu menutup mata nya"bagus lah kalau dia mau menjaga si kembar aku bisa istirahat juga" Gumam Aurel.


Rey melajukan mobil menuju ke sekolah ,ini kali pertama iya mengantar Dava maupun Devi ke sekolah.Iya juga turut senang.


"Papa" ucap Devi dari belakang yang tengah duduk bersama dengan Dava.

__ADS_1


Rey menaikkan alis nya"ada apa Devi?" Ucap Rey dengan nada lembut.


Devi tersenyum lalu maju ke depan memperlihat kan sebuah gambar"lihat pa! Bagus tidak? Ini aku yang gambar kemarin sewaktu di sekolah sebenar nya kemarin malam ingin menunjukkan nya pada mama dan papa tapi Devi lupa" tutur Devi dengan senyum manis merekah di wajah nya.


Rey menoleh sebentar lalu kembali memandang ke depan"ya sangat bagus anak papa memang pintar menggambar" ucap Rey dengan tertawa kecil.


Devi yang mendengar itu senang lalu kembali duduk seperti semula"coba kakak lihat bagus atau tidak mana tau ayah bohong agar kamu senang" ucap Dava yang langsung merebut kertas di tangan Devi.


"Eh, yahhh kakak!" Ucap Devi dengan suara yang agak meninggi.


Dava meletakkan jari telunjuk nya di dagu"jelek begini di bilang bagus haha" ucap Dava yang berniat memancing emosi Devi.


"Ih kakak mah suka nya bercanda mulu" Devi menggembung kan pipi nya kesal lalu memaling kan wajah nya dari Dava hal itu membuat Dava tertawa agak keras"kamu mudah sekali tersinggung bercanda dikit marah"


Rey yang mendengar ke dua nya tengah bertengkar kecil hanya menggeleng kan kepala nya.


Citt....


Rey langsung menginjak rem dan hal itu membuat Dava dan Devi yang berada di belakang kaget beruntung tak terjadi apa pun,"papa kenapa berhenti?" Tanya Devi lalu memegang kepala nya yang sedikit pusing.


"Bukan apa apa tapi di depan ada beberapa mobil yang menghambat jalan kita jadi ayah rem mendadak" jelas Rey dengan ekspresi bingung.


"Hah? Ada yang menghambat jalan!, siapa." Ucap Dava yang berdiri dan ingin membuka pintu namun tangan nya langsung di cegat oleh Devi karna merasa khawatir.


"Kakak sebaiknya jangan keluar.Bagaimana jika itu orang jahat? Bagaimana kalau kakak di celakai!, kalau mama nangis lagi gimana?" Ucap Devi dengan air mata yang menetes dari sudut mata nya.


Mendengar hal itu Dava berhenti lalu kembali duduk seperti semula."Jadi bagaimana sekarang ayah?" Tanya Dava lalu mengalih kan pandangan nya pada Rey yang tengah di landa ke bingungan "hah' sebaik nya kita duduk di mobil saja dulu,jika kita keluar takut nya mereka memang menarget kan kita dan menyerang munkin ayah masih bisa menangani mereka jika tak mempunyai senjata tapi bagaimana kalau mereka mempunya alat dan menyerang kita." Ucap Rey lalu di angguki Dava dan Devi.


Rey menajam kan mata nya melihat mobil itu ada seseorang yang keluar dari sana.Tapi wajah nya tak terlalu jelas karna lumayan jauh.

__ADS_1


Semakin mendekat ke arah mobil Rey dan semakin jelas pula banyangan wajah nya.


Rey mengerut kan dahi nya ketika melihat siapa orang itu"kenapa Dia? Apa yang Dia ingin kan?" Ucap Rey dalam hati ketika melihat sosok lelaki yang amat akrab di mata nya Dia adalah Alvaro.


Seseorang menggedor gedor kaca mobil ke munkinan Dia adalah bawahan Alvaro"keluar!, jangan jadi pengecut yang hanya bisa bersembunyi!" Teriak nya namun Rey tak menghiraukan nya iya masih tetap duduk dengan santay di dalam mobil.


"Kamu pengecut!, lemah dan hanya bisa bersembunyi Dimana ke angkuhan mu yang dulu hah?!" Suara itu begitu mengganggu di telinga Rey, Rey memijat kasar dahi nya"Dava ,Devi apa pun yang terjadi jangan keluar dari mobil nya!" Ucap Rey dan membuka pintu mobil.


"Apa yang Kamu ingin kan?" Ucap Rey dengan dingin dan angkuh hal itu malah membuat Alvaro terbahak bahak"Kamu masih bertanya, apa kamu bodoh? Sudah jelas Aku datang kemari untuk balas dendam karna kamu telah mempermalukan ku hari itu."Alvaro mengepal kuat tangan nya dengan gigi yang iya keras kan.


"Cih merepot kan,"


Dari dalam mobil Dava dan Devi memerhatikan apa yang tengah di perbincang kan antara Rey dan Alvaro namun mereka tak dapat mendengar ucapan mereka.


Hingga mata Dava melotot ketika melihat Rey dan Alvaro berkelahi tanpak Rey agak kewalahan karna kalah jumlah.


"Devi kamu tunggu di sini ya kakak mau bantu ayah" ucap Dava lalu memegang tangan Devi erat berusaha menyakin kan nya.


"Tapi kak, Ayah tadi bilang Kita jangan kemana mana"


"Tidak papa Aku bisa menjaga diri ku sendiri lagian lihat Ayah Dia seperti nya butuh bantuan mereka sangat curang mengeroyok Ayah dengan menggunakan senjata!" Ucap Dava dengan sorot mata tajam.


"Tapi kak-" Devi masih agak ragu.


"Jangan khawatir aku tak akan kenapa kenapa dan juga jangan Keluar ya pokok nya apa pun yang terjadi jangan keluar!" Ucap Dava lalu di angguki Devi.


Dava membuka pintu lalu keluar.Ketika melihat Dava yang keluar Rey mengerut kan dahi nya"apa yang kau lakukan Dava bukan kah aku sudah mengatakan jangan keluar?!" Pekik Rey.


"Aku akan membantu Ayah" ucap Dava dengan semangat di mata nya.

__ADS_1


__ADS_2