Suami Gangster

Suami Gangster
kau kalah


__ADS_3

"Hoho kita bertemu lagi adik manis sudah ku bilang kan kamu tak bisa lari.Tadi kamu bisa lari tapi sekarang kamu akan merasakan akibat nya!" Ucap Ruby yang kembali mengambil posisi bersiap melawan Dava


Dava menggertak kan gigi nya kali ini Dia tak boleh kabur!, Iya harus menghadapi nya


Kemudian Ruby pun segera menyerang Dava dan juga di serang balik oleh Dava Dia tak kan kalah!


Tak jauh berbeda dengan Dava kini Devi juga di landa masalah di depan nya ada beberapa orang Dewasa tubuh nya kekar dan gagah,otot otot nya juga sangat jelas, seketika itu juga Devi merinding Apa Dia bisa melawan mereka? Bahkan satu saja pasti akan sulit.


"Heh, hanya seorang anak kecil ini pasti akan mudah!" Ucap salah satu nya dengan nada merendah kan.


"Hoho tapi tetap saja kita harus memberi nya pelajaran." Ucap yang satu nya lagi lalu mendekat ke arah Devi.


Devi yang ketakutan mundur lalu tak sengaja melihat sebuah ranting kecil dan dengan berani nya melawan mereka dengan ranting itu.


"Mati sanaaaa!!!" Teriak Devi sembari menutup mata nya mengayun ngayun kan ranting itu.


Krik krik.


Terjadi kehengingan ranting kayu itu tak membantu sama sekali, keringat dingin membasahi pipi Devi ketika melihat Orang orang itu menatap nya tajam.


"Maaf kakak kakak aku tak sengaja hehe" ucap Devi perlahan mundur sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Krik krik


Tak ada sahutan dari ke dua orang di depan nya itu, Devi semakin berkeringat


"Kenapa panas sekali nya?!" Ucap Devi sembari mengipas ngipas wajah nya


"Anak kecil kamu terlalu banyak bicara!, sebaik nya kita langsung memberes kan nya saja dari pada mendengar ocehan dari nya" ucap nya sembari melihat ke arah yang satu nya.

__ADS_1


"Hmm kau benar"


Salah satu dari mereka menarik Devi dengan enteng nya bagaimana pun Devi hanya bocah umur 5 tahun"uwaaaa lepas kan aku!!" Berontak Devi namun percuma saja tak ada gunanya


"Kita apa kan Dia?"


"Pukul saja hingga pingsan!"


Di saat tangan kekar orang itu melayang ke arah Devi.


"Tidakkkkkk, Kaliannnnn benarrrrrr benarrr membuatttttt kuuuuuu kesallllll" teriak Devi dengan suara yang amat nyaring yang bahkan bisa memecah kan gendang telinga orang.


"Akh sialan!. Kenapa anak ini bisa memiliki suara yang begitu keras?" Ucap nya sembari menjatuh kan Devi di tanah.


Devi kemudian melihat ke bawah"akhhhhhh aku akan jatuhhhhhhhh!!" Teriak Devi tak kalah nyaring dari sebelum nya.


"Berisik!.. Kenapa suara nya bisa sekencang ini? Akhhh sialan bocah ini"


"Emmm..Seperti nya ini kesempatan bagus untuk kabur" guman Devi lalu berjalan pelan menjauh dari orang orang itu


"Ahaa.." Mata Devi berbinar ketika melihat sebuah tongkat dengan senyum licik Devi pun mengambil tongkat itu lalu memukul orang orang itu.


Devi terus memukul tanpa berhenti membuat orang orang itu hanya bisa meringis kesakitan tanpa melawan dan alhasil membuat orang itu terkapar di tanah dengan tubuh penuh luka.


Devi menjatuh kan tongkat nya tak percaya"astaga aku bisa melawan mereka seorang diri? Woahhh aku memang pintar" teriak Devi lalu mengambil tongkat itu memukul orang itu hingga tak sadar kan diri


"Mhehe makanya jangan lawan Devi"ucap Devi dengan senyum sinis di wajah nya


Tak jauh berbeda dengan Devi kini Dava juga sangat senang ternyata Ruby tak sepintar yang iya duga memang iya tak pala pandai berkelahi tapi iya punya seribu rencana licik untuk menang

__ADS_1


"Haha dimana kesombongan mu tadi kak? Sekarang lihat aku yang menang!"


"Bocah ingusan ini" gumam Ruby sembari mengepal kuat tangan nya berusaha berdiri namun tangan nya di injak oleh Dava


"Auhhhh,sakit!" Teriak Ruby namun tak di hiraukan oleh Dava iya sangat bersemangat untuk memberi Ruby pelajaran


"Bocah ingusan sialan!, lihat saja aku pasti akan memberi mu pelajaran nanti nya- akhhh" belum selesai Ruby menyelesaikan perkataan nya Dava sudah terlebih dahulu menginjak telapak tangan Ruby dengan kejam nya


"Iblis dari mana ini?" Batin Ruby menatap kesal ke arah Dava.


Dava segera melepas kan ijakan nya lalu mengedar kan kepala nya melihat ke arah Devi yang  memukul mukul orang orang yang menyerang nya lalu mata nya kembali teralih pada Ibu dan Ayah nya"woahhh mama sama papa sangat kompak" gumam Dava ketika melihat Rey dan Aurel yang saling membelakangi ketika musuh menyerang lalu segera menghajar nya.


Melihat ke adaan yang mulai berbalik tentu saja Alvaro kesal iya pun mulai campur tangan lalu menyerang sepasang suami istri itu


"Kalian akan habis di sini!" Ucap Alvaro dengan nada dingin namun tak di hiraukan oleh ke duanya


"Yang akan habis belum di tentukan"


Alvaro menyela darah di sudut bibir nya ketika Rey dan Aurel berhasil menjatuh kan nya


"Kalian berdua memang benar benar pasangan sialan!" Ucap Alvaro sembari mengepal kuat tangan nya mencoba untuk berdiri namun Aurel segera mengambil pisau nya dan menempel kan nya di leher Alvaro.


"Who!, ternyata gadis yang dulu nya seperti anak polos itu kini berubah menjadi serigala liar hehe kamu sangat lucu"


"Lucu darimana nya?! Katakan kenapa kau ingin membunuh mereka?"


"Kau belum mengerti ya bukan kah aku sudah mengatakan nya aku ingin melenyap kan orang orang yang membuat ku kehilangan orang tua ku!" Ucap Alvaro dengan sorot mata tajam se akan ingin memakan apa pun yang ada di depan nya.


Mendengar itu Rey di buat bingung lalu mendekat ke arah Alvaro"apa maksud mu membunuh?"

__ADS_1


...


__ADS_2