
Sudah ber hari hari Rey tak pernah mengunjungi Aurel,bahkan Aurel tak pernah mendengar suara Rey,Iya selalu di kurung di dalam gudang dan hanya di beri makan satu hari sekali.
Bagi Aurel ini bukan lah siksaan yang begitu menyakit kan karna bagi nya di telantar kan oleh orang yang begitu penting dari dalam hati nya adalah hal paling menyedih kan hingga...
Bugh!!
"Mama!!"
Mendengar pekikan itu Aurel spontan Menggedor gedor pintu Iya tahu suara ini! Dava!
"Dava? Apa yang terjadi?" Ucap Aurel dengan panik
"Hehe Aurel apa kamu mendengar nya barusan? Putra mu kesakitan loh dan kamu tak bisa ada di sisi nya benar benar tak pantas di sebut sebagai seorang ibu! Ck ck apa kamu akan merespon nya jika aku melakukan leb-" ucapan Jingga terpotong ketika Aurel berkata
"Berani menyantuh putra ku! Aku akan membuat mu lumpuh selama nya!" Ucap Aurel dengan emosi.
Kryet
Pintu terbuka,hal itu membuat Aurel mematung sebentar"ada apa dengan mu? Apa kamu tak ingin memeluk putra mu ini? Dia butuh kamu loh" ucap Jingga yang langsung membuat Aurel bergerak
__ADS_1
Namun semua tak sesuai yang di pikir kan Aurel,Jingga ternyata tak sebaik itu,iya menjauh kan tubuh mungil Dava dari hadapan Aurel membuat Aurel tambah emosi"apa yang kamu ingin kan?"
Jingga tersenyum licik" aku akan membuat kehidupan mu di sini bisa berjalan baik dan tak akan mengganggu mu dan anak anak mu asal kan-"
"Asal kan apa?" Potong Aurel yang sudah tak sabar mendengar apa yang akan di katakan oleh Jingga selanjut nya"asal kan kamu.mematuhi segala ke inginan ku di rumah ini dan menganggap dirimu sama hal nya dengan pembantu" ucap Jingga dengan nada sombong.
Seketika itu juga raut wajah Aurel berubah musam,bingung akan pilihan yang harus iya pilih,jika iya memilih untuk menuruti ke inginan Jingga maka harga diri nya di pertaruh kan tapi jika Dia tak menuruti nya maka anak anak nya akan selalu mendapat masalah,Aurel menghela nafas panjang
"Baik! Aku akan melakukan apa pun yang kamu ingin kan demi anak anak ku! Sekarang lepas kan Dava.Aku ingin memeluk nya" ucap Aurel dingin,"Anak pintar" Jingga melepas kan gemgaman nya dari badan Dava lalu membiar kan nya berlari ke arah Ibu nya.
"Baikalah karna kamu menerima nya kamu harus mematuhi ku,ekhem dan sekarang aku ingin kamu membersih kan seluruh rumah ini sebelum Mereka semua datang dan saat mereka datang bersikap lah seperti biasanya kamu masuk ke dalam gudang okey kamu mengerti?" Aurel mengangguk lalu berdiri.
Aurel menahan kesal,kali ini kesabaran nya benar benar di uji"demi Dava dan Devi" batin Aurel menyemangati diri nya sendiri.
Setelah selesai bersih bersih sesuai perkataan Jingga Aurel kembali masuk ke dalam Gudang.
Jingga segera pergi ke arah pintu masuk ketika mendengar bel berbunyi pertanda ada seseorang di luar dan tepat saja Rey dan Silvi yang baru saja pulang dari rumah sakit membawa pulang N.y Dinda dengan menggunakan Kursi roda karena N.y Dinda masih kesulitan bergerak.
"Kalian akhir nya kembali!,Ayo masuk aku sudah menyiap kan makanan!" Ucap Jingga dengan antusias dan hanya di angguki oleh Mereka,bahkan Rey juga sedikit tersenyum
__ADS_1
"Wah!! Kamu yang memasak nya Jingga.Sangat lezat"puji Silvi yang membuat Jingga malu malu,
Rey memakan masakan itu dan merasakan Familyar"masakan ini? Kenapa begitu mirip dengan masakan nya? Hah.Hanya perasaan ku kan" batin nya lalu melanjut kan makan.
Selepas sarapan Jingga juga menghidang kan teh kepada mereka saat di ruang tamu,menonton televisi bersama bak keluarga harmonis"lama kelamaan kamu semakin pandai dalam melakukan pekerjaan rumah tangga ya Jingga! Seperti nya kamu sudah siap menjadi ibu rumah tangga" ucap Silvi menggoda Jingga dan membuat gadis itu malu namun dalam hati Jingga malah memaki Silvi"aku? Ibu rumah tangga? Aku masih terlalu muda untuk melakukan itu semua" batin nya.
Selepas dari ruang tamu mereka pun kembali ke kamar masing masing untuk tidur begitu pun Rey.
Rey merebah kan diri nya di kasur,mengingat kembali ingatan nya dengan Aurel ini sudah berhari hari mereka tak bertemu namun iya sudah begitu rindu.
"Ah iya kenapa tadi aku tak melihat si kembar? Dan juga akhir akhir ini sifat mereka berubah drastis.Apa karena aku mengurung Aurel? Tapi ini juga demi kebaikan nya" gumam Rey lalu menutup mata nya agar tertidur.
Sedang kan di sisi Aurel,iya meringkuk di bawah kasur yang begitu tak layak pakai,iya kedinginan,bahkan iya juga lapar karena sedari tadi iya belum memakan apa pun,mencoba menutup mata untuk menghilang kan rasa lapar namun tak ada gunanya malah rasa lapar nya semakin menjadi.
"Jadi begini rasa nya di telantar kan? Sungguh sangat menyedih kan huft..Rey kenapa kamu mempercayai mereka? Bukan kah aku Istrimu? Seharus nya kamu percaya padaku hiks aku ingin di peluk dan di manja lagi oleh mu! Maaf selama ini aku sok cuek jujur saja aku mencintai mu! Tapi kenapa sekarang semua nya berbeda?"
"Ini semua karena Dia?! Jika bukan karna nya aku tak akan semenderita ini dan juga kenapa Dia begitu bersikeras untuk mendapat kan Rey kembali? Bukan nya Dia tak mencintai nya,aku pernah melihat nya bermesraan dengan Alvaro ketika pertama kali mendapat masalah Dengan Rey! Segitu benci nya kah Dia kepada ku hingga ingin merusak hubungan kami? Kenapa Dia selalu menfitnah ku..Hiks Rey ku mohon kembali lah ke sisi ku biar kan aku menjelas kan semua nya,peluk aku seperti dulu aku ke dinginan" ucap Aurel sembari memeluk tubuh nya
"Aku begitu ke dinginan! Apa kamu juga tak merasa ke dinginan? Apa kamu begitu tega melihat aku menderita di gudang? Dan kamu mengunci ku selama berhari hari di sini?! Rey kenapa kamu jadi jahat!!" Teriak Aurel sembari menangis.
__ADS_1
"Hosh hosh,itu mimpi? Tapi kenapa serasa nyata? Aurel! Aihh tidak tidak kamu tak boleh memikir kan nya lagi Rey Biar kan saja Aurel sendirian di gudang lagian Dia harus merenungi ke salahan nya"gumam Rey lalu kembali tertidur tak mau memikir kan soal mimpi singkat yang baru saja Iya alami.