
Aurel masuk ke dalam rumah lalu menghempas kan tubuh nya di kasur iya menghela nafas panjang mencoba tenang
Aurel berjalan ke arah dapur iya sangat haus lalu mengambil secangkir teh.
Selama satu hari penuh itu iya menghabis kan waktu nya di rumah tak berniat sama sekali untuk pergi ke kantor
Sedangkan Rey iya tak terlalu memperdulikan nya karena iya bisa menebak jika Aurel sedang kacau
Di ruangan Rey
Vania mengetuk pintu lalu masuk ke dalam iya mengambil secangkir teh kepada bos nya ,Rey mengambil teh itu lalu meminum nya
"Tuan ada seorang nona yang ingin bertemu dengan mu kata nya ada urusan penting untuk di bicarakan dengan mu!"
Mendengar hal itu Rey beranjak lalu berjalan keluar ,iya melihat seorang wanita tengah menatap nya datar dia adalah kakak kandung Rey 'Silvi'
"Kakak! Kenapa kau datang kemari?"
"Rey,kita berbicara nya di cafe dekat sini aja" Rey hanya mengganguk lalu mengikuti Silvi dari belakang ,nampak dari raut wajah Silvi tidak senang.
Se sampai nya di cafe dekat kantor Rey dan Silvi pun masuk ke dalam di salah satu meja ada seorang wanita yang terasa tak asing bagi Rey
Rey berhenti.
"Kenapa kamu berhenti Rey kita belum sampai loh?" Ucap Silvi
Rey tak bergeming,iya tetap berdiri di posiai nya sembari menatap tak senang ke arah kakak nya
"Kak siapa wanita itu?"
"Jangan bercanda Rey masa kamu lupa sama pacar kamu Jingga!, tiap hari ketemu masih aja pura pura dasar"
"Kak dia bukan pacar ku!"
Silvi yang mendengar itu terkejut "hah? Bukan kah seminggu yang lalu kalian baik baik saja tapi sekarang?"
"Dia selingkuh!" Ucap Rey dengan ketus
Silvi yang tak percaya pun menarik tangan Rey paksa menuju ke arah meja dimana Jingga duduk
__ADS_1
"Jingga tolong jelas kan kenapa Rey mengatakan kamu selingkuh?"
Jingga terdiam lalu menghela nafas.
"Rey,ini semua salah paham-"
Rey menggebrak meja lalu menatap tajam ke arah Jingga "sudah cukup kamu berbohong aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri kamu berduaan dan bermesraan dengan lelaki lain apa kamu pikir aku sebodoh itu , tidak ada gunanya aku berada di sini hanya membuang buang waktu ku saja." Rey pergi tanpa pamit membuat Silvi emosi
"Sudah lah kak Rey hanya terpengaruh saja" ucap Jingga dengan nada lemah dan tak berdaya
Silvi menaikkan alis nya"terpengaruh? Apa ada orang yang sengaja merusak hubungan kalian?"
Jingga mulai menetes kan air mata nya tak sanggup untuk mengatakan kata kata selanjut nya
"Kata kan saja kakak pasti percaya padamu!" Ucap Silvi sembari menghapus air mata Jingga
"Ini semua karena karyawan pertukaran di kantor Rey ! Sejak dia datang sifat Rey mulai berubah padaku dan dia juga yang menjebakku di lobi Hoteng waktu itu hingga membuat Rey salah paham hiks aku tak tau apa apa" Jingga semakin menangis
Merasa iba Silvi pun memeluk Jingga erat"jangan khawatir aku akan memberinya pelajaran."
"Tapi munkin itu sudah terlambat kak dia sudah berhasil membuat Rey terpesona bahkan iya meniduri Rey dan sekarang dia memiliki Anak dan dia mengaku bahwa anak itu adalah Anak Rey jadi Rey pasti akan menikahi nya hiks sebaik nya aku mundur saja!" Ucap Jingga terurai air mata
Silvi menggebrak meja"keterlaluan wanita itu harus di beri palajaran!"
Sedang kan di sisi Rey
Rey tengah berada di rumah sakit untuk memastikan hasil tes DNA di saat dokter keluar dan memberikan catatan Tentang Tes iya menyungging kan senyum miring di wajah nya
"Sudah ku bilang jika aku mengingin kan nya maka aku akan melakukan apa pun untuk mendapat kan nya!."
Rey pergi dari sana menuju alamat Rumah Aurel iya yakin Aurel akan terkejut dengan hasil tes ini iya menantikan wajah pasrah dari Aurel.
Se sampai nya di rumah belum juga Rey mengetuk pintu Aurel sudah terlebih dahulu membuka pintu
Aurel membulat kan mata nya"buat apa lagi kamu kesini??..!"
Rey tak mengubris ucapan Aurel lalu menarik tangan Aurel menuju ke mobil"lepas kan aku!"
Rey melajukan mobil menuju ke rumah di mana iya menempat kan Dava dan Devi
__ADS_1
"Mau kau bawa aku kemana hah?"
Rey tersenyum "tenang saja aku tak akan berbuat jahat!"
Se sampai nya di rumah Rey menarik paksa Aurel yang sedari tadi memberontak tak mau masuk ke dalam"apa kamu tak ingin bertemu dengan anak anak mu?.."
Pertanyaan itu berhasil membungkam Aurel iya pun dengan pasrah mengikuti Rey masuk ke dalam Aurel memandang rumah mewah itu di sana sangat sepi hanya ada satu ,dua pembantu jadi apa Dava dan Devi tidak ke sepian?
Tapi iya tak terlalu memperdulikan nya yang ada di pikiran nya sekarang dimana Dava dan Devi
Sudah hampir sepuluh menit mereka berjalan namun Rey belum memberitahu dimana Dava dan Devi berada.
Aurel menghempas kuat tangan Rey mata nya melotot marah
"Kamu mau bawa aku kemana hah? Dimana Dava dan Devi ini sudah hampir sepuluh menit kita berjalan dimana kau menempat kan mereka!"
Rey tertawa kecil lalu menggendong tubuh Aurel"kalau kamu lelah kamu bisa memberitahu ku pasti nya aku akan dengan senang hati menggendong mu!."
Aurel memegang leher Rey takut terjatuh iya diam tak tau lagi harus menjawab dengan apa ,mereka menaiki lantai 1 lalu membuka salah satu pintu namun di dalam kamar tak ada siapa pun.
Rey menduduk kan Aurel di kasur "kau pasti lelah bagaimana jika kamu istirahat dulu!"
Aurel yang merasa di permain kan pun merasa kesal dan beranjak namun tubuh nya tak seimbang ingin terjatuh Rey segera menangkap tubuh Aurel kini tatapan mereka bertemu.
Aurel segera melepas kan tangan Rey yang memeluk nya "katakan dimana Dava dan Devi?"
"Heh apa kamu lupa si kembar kan sedang sekolah" ucap Rey dengan ketus membuat Aurel menjatuh kan rahang nya ternyata Aurel telah di tipu oleh pria ini.
"Jadi mengapa kau membawa ku kemari?..!"
Rey mendekat lalu menjatuh kan Aurel di kasur menindih nya"Karena ini" Rey memperlihat kan sebuah kertas di tangan nya itu adalah hasil tes DNA
"Awal nya aku tak menyangka jika anak anak mu itu adalah anak ku juga tapi sekarang apa yang bisa ku lakukan aku juga tak bisa memberontak!, kamu sudah menandatangani kontrak tersebut pernikahan akan di adakan 7 hari setelah hari ini!."
DEG! jantung Aurel kembali berdegub kencang Pria ini tenyata tak pernah berbohong akan perkataan nya awal nya Aurel mengira jika Rey hanya berpura pura untuk menikahi nya dan hanya menjadi kan nya bahan pelampiasan makanya iya marah
Aurel segera mendorong tubuh Rey lalu pergi dengan menggerutu"memang nya kenapa kalau sudah menandatangi kontrak bukan berarti kau bisa semena mena dengan ku!"
Tapi Aurel lupa jika pintu sudah di kunci oleh Rey mengakibat kan iya tak bisa keluar
__ADS_1