Suami Gangster

Suami Gangster
kenapa devi?


__ADS_3

"Mama..!" Ucap Dava


Aurel menoleh lalu segera menggendong nya"ada apa?" Tanya Aurel dengan senyum manis


"Lapar" ucap Dava dengan pipi menggembung .


Mendengar hal itu Aurel pun menuntun Dava dan Juga Devi ke kedai makan di mana iya menitip kan barang barang nya.


Se sampai nya di sana Aurel segera memesan makanan untuk ke dua nya lalu memberikan nya ke pada Dava dan Devi


"Kau sungguh tak berperasaan tidak kah kau membelikan ku sebuah makanan?" ucap Rey yang tiba tiba bersuara iya juga menggembungnkan pipi nya bak anak kecil apa Dia cemburu?


Aurel menatap aneh ke arah Rey,


"Beli saja sendiri!" Ucap Aurel dengan ketus ,Rey yang mendengar itu semakin kesal saja.


"Apa kau marah?"


"Aku tak marah hanya saja tak suka meladenimu" ucap Aurel datar


Rey menggerutu dalam hati lalu pergi dari sana,beberapa menit kemudian iya kembali,duduk di sebelah Aurel dengan wajah dingin.


"Ma,Devi ke toilet dulu sebentar ya" ucap Devi berdiri


"Eh, apa perlu mama temani?"ucap Aurel yang merasa agak khawatir membiar kan Devi pergi seorang diri.


Devi menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu aku bisa sendiri lagian kan aku sudah besar"


Aurel yang mendengar itu hanya mengganggukkan kepala nya kemudian Devi pun pergi meninggal kan meja.


Dari kejauhan Jingga yang melihat Devi pergi pun menyeringai iya mempunyai rencana licik untuk membuat Aurel jerah,


Jingga pun pergi dari sana di ikuti beberapa anak buah nya mengikuti Devi yang berlalu ke arah kamar mandi.


di dekat toilet ada beberapa orang yang tengah mengamati seperti nya tengah menunggu Devi keluar.

__ADS_1


"Nona apa yang kita lakukan di sini? Apa kita tengah menunggu seseorang keluar?" Tanya salah seorang anak buah Jingga yang bernama kris


"Ya,kita sedang menunggu seseorang keluar dari sana ,jadi saat seorang anak kecil keluar dari sana cepat bekap dia hingga pingsan langkah selanjut nya biar aku saja yang melakukan nya" jelas Jingga di angguki anak buah nya


beberapa menit kemudian Devi tak kunjung keluar membuat para anak buah Jingga bosan


"bos anak itu tak kunjung keluar apa dia kepeleset di dalam dan mati mengenas kan?" tanya salah satu dari mereka


"itu yang aku harap kan agar Tidak perlu repot-repot membuang nya ke lautan" Ucap Jingga yang juga lumayan bosan karena Devi tak kunjung keluar dari toilet


"apa benar dia sudah mati? apa perlu ku periksa?"batin Jingga ingin melangkah keluar dari persembunyian nya namun di hentikan oleh bisikan kris


"nona itu,Dia sudah keluar" ucap Kris setengah berbisik ke arah Jingga hal itu membuat senyum lebar tercetak di wajah Jingga


Devi keluar dari toilet dan tepat saja Anak buah Jingga segera membekap mulut Devi dengan tisu yang telah di semprot obat tidur alhasil Devi pun tertidur.


Devi di masukkan ke dalam mobil Jingga,Jingga pun melajukan mobil nya ke arah pinggir pantai yang jarang di jangkau orang orang.


Tanpa rasa simpati sedikit pun iya menenggelam kan Devi di sana lalu pergi dari sana.


"Dek bangun dek" seseorang yang berjenis kelamin laki laki itu menepuk nepuk pipi Devi yang pucat tapi tak kunjung sadar kan diri


"Akhh' sebaik nya aku bawa dia ke penjaga pantai saja untuk menemukan orang tua nya" gumam pria itu lalu segera bergegas ke arah penjaga pantai


"Kak Indra..!" teriak seseorang yang telah membantu Devi saat tenggelam


Indra menoleh ketika seseorang memanggil nya Dia adalah penjaga pantai di sini


"Ada apa?" ucap Indra dengan nada khawatir


"Ini ada seorang anak kecil yang tenggelam di tepi pantai tapi aku tak tau dia anak siapa dan juga sedari tadi iya belum sadar kan diri tapi detak jantung nya masih ada"


Mendengar hal itu Indra pun segera mengambil tubuh Devi lalu memriksa denyut nadi nya iya menghela nafas lega"untung saja hanya pingsan ,segera beri pengunguman tentang anak ini mana tau orang tua nya tengah mencari nya"


Pria itu mengangguk lalu pergi


Di sisi Aurel iya amat cemas Devi tak kunjung kembali,saat Aurel datang ke toilet Devi sudah tak di sana

__ADS_1


"Devi kamu di mana hiks hiks jangan buat mama khawatir" Aurel menangis tersedu sedu


Dava dan Rey sudah pergi mencari Devi meninggal kan Aurel seorang diri di kedai


"Yang sabar ya mba mana tau Anak ibu hanya tersesat saja pasti akan ketemu kok" salah satu pengunjung kedai mencoba menenang kan Aurel


"Terimakasih"


"Mama..!" Teriak Dava dari kejauahan


Aurel menoleh


"Ada apa? Apa kalian sudah menemukan Devi?"


"Belum tapi ada kabar jika ada seorang anak kecil perempuan yang tenggelam di pantai dan sekarang berada di tempat penjaga pantai"


Mendengar hal itu Aurel pun dengan segera menarik tangan Dava "dan papa juga di sana setelah mendengar kabar itu" lanjut Dava


Aurel yang mendengar itu hanya menggangguk kan kepala nya pertanda mengerti lalu segera melajukan jalan nya ke arah tempat penjaga pantai yang tak terlalu jauh dari sini


Se sampai nya di sana Aurel segera berlari lalu menangis tersedu sedu benar saja kini Devi terbaring tak sadar kan diri di atas tempat tidur wajah nya pucat pasi.


"Kenapa Devi menjadi seperti ini? Hiks hiks bukan nya dia tadi ke toilet?!"


"Sabar bu kemunkinan iya tersesat dan tanpa sadar berjalan ke arah pantai dan alhasil tenggelam untung saja ada seseorang yang lewat dan menolong nya jadi nyawa nya masih selamat tapi itu masih kemunkinan jadi kita menunggu Nya bangun dulu baru menanyakan apa yang sebenar nya terjadi" tutur Indra selaku penjaga pantai


"Tapi-" ucapan Indra terpotong


"Tapi apa?" Ucap Aurel


"Dia sudah cukup lama tak sadar kan diri yang ku tahu dia itu pingsan saja tapi tak munkin dia pingsan selama ini"


Rey berdiri" cukup! Kita bawa dia kerumah sakit saja" ucap Rey tegas lalu menggendong tubuh mungil Devi


"Ya itu lebih baik" sahut Aurel lalu menggandeng tangan Dava,mereka pergi menuju ke arah mobil


Rwy segera melajukan mobil nya sesungguh nya iya juga panik tapi iya menyembunyikan nya dalam wajah dingin nya ,iya juga sedih ketika melihat Aurel yang terus menangis

__ADS_1


__ADS_2