Suami Gangster

Suami Gangster
Kebencian Jingga


__ADS_3

"Cieee saking sayang nya sama aku gak bisa jawab!" Ucap Rey di peloti oleh Aurel.


"Kapan kenarsisan anak ini hilang?!" Gumam Aurel.


Iya heran kenapa sifat pria ini bisa berubah ubah kadang dingin lah kek es balok kadang periang hah!, sulit untuk di tebak terlebih sifat nya err sangat sangat narsis.


Aurel beranjak untuk keluar hal itu tentu saja membuat Rey kesal"kamu sungguh tega meninggal kan suami mu yang tanpan ini di kamar seorang diri!" Aurel tak mengubris ucapan Rey lalu pergi ke dapur mengambil beberapa cemilan untuk di makan iya sangat lapar.


Duduk di sofa sembari menyalakan televisi,Rey datang dan ikut duduk di sana "kenapa kau mengikuti ku? Apa kamu tak punya pekerjaan lain."


Rey tak menjawab lalu mengambil cemilan di depan Aurel sembari ikut menonton ,Aurel menatap kesal ke arah Rey lalu memukul bahu nya"kamu benar benar keterlaluan hmmm" Aurel menggembungkan pipi nya hal itu membuat Rey gemes.


"Ihh gemes nya pen cubit ginjal nya deh" ucap Rey lalu mencubit Pipi Aurel.Bugh..


Aurel meninju wajah Rey hingga membiru"cubit ginjal apa nya ginjal mahal tau anda punya uang untuk mengganti nya?"


Rey yang kesal pun hanya bisa diam lalu mengarah kan pandangan nya ke arah televisi tersenyum licik ala diri nya "sini remot nya!" Ucap Rey lalu mengambil paksa remot di tangan Aurel.


Rey mengganti siaran televisi hingga!.


"Rey sialan! Cepat ganti aku takut." Ucap Aurel begitu melihat ada seorang badut di televisi spontan iya memeluk Rey dan alhasil membuat Rey memerah.


"Emakkk anak mu di peluk orang!" Teriak Rey dalam hati nya.


"Uwahhh..  ada badut  kyaaa dia liat kemari" Aurel menutup mata nya dengan tangan kiri dan tangan kanan  nya masih memeluk Rey tak ingin melepas kan nya.


"Ganti Rey kau ingin membuat jantung copot hah? Untuk aku gak punya riwayat jantung" teriak Aurel yang semakin gila dan tak memperdulikan apa pun lagi "emmm. Iya aku ganti tapi apa boleh kamu jangan memeluk seperti itu aku tahu kamu sangat mencintau ku hingga seperti ini"


Mendengar ucapan Rey Aurel segera membuka mata nya mematung di tempat oh tidak iya tak sengaja memeluk pria ini"maaf " Aurel segera duduk kembali di tempat memaling kan wajah nya.

__ADS_1


Rey pun langsung mengganti siaran televisi dan keheningan pun melanda hingga.


BRAK!


Aurel dan Rey memasang wajah datar entah kenapa beberapa hari ini sering sekali terjadi acara dobrak dobrakan "haisss siapa lagi ini?" Gumam Aurel.


"Mama!"


Ketika mendengar siapa yang memanggil Aurel segera berdiri ternyata itu adalah Dava dan Devi.


"Akhhh anak Mama sudah pulang!"


Dengan penuh drama Aurel pun berjalan dengan sempoyongan ke arah Dava dan Devi.


Dava dan Devi segera memeluk Aurel hal itu tentu saja membuat Rey kesal kenapa coba iya tak di perhatikan?


"Ekhem" Rey pura pura batuk dan Tatapan Dava dan Devi mengarah pada nya


Setelah acara keluarga penuh drama itu Rey menceritakan semua nya yang di simak dengan jelas oleh Dava dan Devi dan meminta maaf pada Aurel.


Lain sisi.


Jingga berjalan masuk ke ruangan dimana iya meninggal kan Alvaro tadi iya keluar sebentar karena persediaan gula habis jadi iya pergi ke warung dekat sini namun saat masuk ke dalam iya mendapati hanya Alvaro saja yang berada di sana.


"Al?!"


Alvaro menoleh lalu menatap tajam ke arah Jingga iya berdiri lalu langsung mempar Jingga"kau sangat bodoh, kemana saja kau tadi. Apa kamu pikir kamu nyonya di sini?"


Jingga menuduk"ada apa ini? Kenapa Al memperlakukan ku seperti seorang babu, ini bukan sifat nya yang selalu baik dan tersenyum padaku!" Batin Jingga ,Jingga melihat kembali ke arah Alvaro yang tengah marah besar tangan Jingga gemetaran ketika Al mengepal kuat tangan ny.

__ADS_1


"Al sakit!" Rintih Jingga namun tak di perdulikan Alvaro iya semakin menjadi lalu menghempas kuat tangan Jingga.


"Al.Kenapa kamu melakukan hal kasar ini padaku? Apa salah ku padamu? Aku selalu membantu mu dan selalu menyayangi mu" ucap Jingga setengah berteriak.


Alvaro yang mendengar itu memukul dahi nya lalu menyudut kan Jingga di tembok"apa kamu belum sadar?. Apa kamu belum tahu tujuan ku yang sebenar nya? Kamu hanya lah budak yang bersedia untuk ku pakai cih kamu selalu bermimpi untuk bisa hidup bersama ku selama nya.Apa kamu bercanda? Aku sama sekali tak menyukai mu!"


Hal itu sontak saja membuat Jingga tercengang lalu menghempas kuat tangan Alvaro.


"Apa maksud mu?"


"Jangan bilang kamu menjadi kan ku pion untuk bisa mencapai tujuan mu? Berarti kamu memanfaat kan ku, keterlaluan!"


"Memang nya kenapa?, kamu yang bodoh jadi sekarang kamu tak pantas untuk hidup lagi aku tak membutuh kan mu lagi" ucap Alvaro yang kembali mengambil belati di lantai mengarah nya pada Jingga.Jingga gemetaran iya takut.


"Tidak!, lepas kan aku .Aku belum ingin mati!" Jingga langsung mendorong tubuh Alvaro yang ingin mendekat lalu segera berlari keluar.


Alvaro memijat dahi nya kasar"kenapa bisa begini?! Ini semua salah wanita itu lihat saja aku akan memberimu pelajaran yang setimpal" batin Alvaro.


Jingga berlari sangat kencang lalu berhenti di kala jarak antara tempat itu dan diri nya sudah lumayan jauh iya mengambil nafas tertatur sebentar"hah,hah. Lihat saja kau Al aku akan membalas mu karena telah mempermain kan hati ku dan untuk pasangan sialan itu aku juga tak akan melepas kan kalin tunggu dan lihat saja saat aku sudah punya ke kuatan untuk melawan kalian aku akan datang dan membalas dendam ini!" Ucap Jingga penuh dengan kebencian di mata nya.


"Terutama kau Aurel lihat saja aku akan membuat mu menderita akan ku renggut semua nya dari mu kau tak akan bahagia lagi"


Jingga pergi dari sana entah kenapa dulu iya sangat mencintai Alvaro dan rela melakukan apa pun agar membuat Alvaro bahagia dan seketika rasa cinta itu lenyap di gantikan ke bencian


Dari kejauham dan tanpa di sadari oleh Jingga ada yang menatap nya dari kejauhan tersenyum menyeringai"kamu bisa keluar dari  kandang singa tapi kamu akan masuk ke kandang harimau ,sangat cocok untuk di jadikan eksperimen" Gumam orang itu yang masih memerhatikan Jingga dari kejauhan.


Kebencian mu menarik perhatian ku! Dan selamat kamu sudah resmi menjadi kelinci percobaan ku tapi jika aku menemukan yang lebih baik dari mu maka tanggung resiko sendiri!


❓ Siap Dia?

__ADS_1


      Dan apa hubungan nya dengan 


      Eksperimen?


__ADS_2