
"Sial..!,Kenapa aku bisa sampai mencium nya
Akhh." Teriak Aurel frustasi entah mengapa setelah keluar dari ruangan Rey iya sangat menyesal karena berani mencium nya.
TING
Bunyi notif di hp nya
'Datang ke jln xx di pinggir restoran'
Aurel mwnggerutu.
"Heh, baru juga sampai di sini udah nyuruh nyuruh aja" batin Aurel lalu mengambil tas nya,
Benar! Pesan itu Aurel dapat kan dari Rey
Aurel keluar dam mendapati tatapan tak bersahabat dari karyawan karyawan.
Tak menghiraukan Aurel terus berjalan hingga ke pintu keluar,
Masuk ke dalam monil dan segera melajukan nya ketempat yang di tuju
Aurel memarkir kan mobil nya di pinggir restoran ,mata nya melihat seorang pria yang tak lain adalah Rey menatap nya tajam
"Kamu lama sekali."
Aurel tak menjawab
Rey menarik tangan Aurel masuk ke dalam ,Mata Aurel bingung di kala Rey membawa nya ke meja yang di duduki oleh seorang wanita muda dan satu nya seperti nya sudah tua
"Mereka kakak dan ibu ku" ucap Rey dengan nada malas sejujur nya iya sangat malas untuk datang kemari karena akan mendapat ocehan tak berfaedah dari Silvi
Aurel tersenyum"ternyata kakak ipar dan ibu mertua" batin Aurel.
Aurel beranjak dan mulai menyalam ibu mertua sebagai bentuk rasa hormat nampak iya senang lalu memgang kepala Aurel"menantu yang baik" ucap nya
Tapi perlakuan ibu mertua begitu berbeda jauh dengan sang kakak ipar Iya segera menampar Aurel ketika Aurel menyentuh nya.
"Jangan sentuh aku!. Dasar pelacur" ucap nya sembari meludah
Aurel terdiam iya melihat ibu mertua nya berusaha membujuk Silvi,"kamu dia itu adik ipar mu setidak nya sopan lah sedikit dia sudah berbaik hati untuk menyalami mu bagaimana kau bisa melakukan hal itu dan memaki nya?"
"Tapi bu! Dia itu pasti wanita bermuka dua dia sangat tak bermoral berani menggoda Rey hingga naik ke ranjang!"
Kata kata itu sangat menusuk hati Aurel "hei aku adalah korban!" Batin nya berteriak dalam hati namun hanya air mata yang mengalir
"Aku pergi dulu..!"Ucap Aurel lalu berlari keluar dari restoran itu,Rey ingin mengejar namun di tahan sang ibu
"Biar kan saja iya menenang kan diri nya"
__ADS_1
Rey menggangguk.
Rey menatap tajam ke arah Silvi"kenapa dengan tatapan mu itu? Apa kamu sekarang membenci kakak? Hei Rey buka mata mu Jingga bahkan 100× lebih baik dari nya."
"Kakak yang harus membuka mata!" Ucap Rey dingin lalu berjalan meninggal kan tempat itu,
Ibu Rey menghela nafas panjjang dan mencoba menenang kan Silvi.
Rey berjalan menelpon Aurel namun tak ada jawaban munkin iya tak mendengar nya atau memang sengaja tak menjawab
"Huh dia kemana sih" gumam Rey
Rey kembali menelpon seseorang.
"Ya halo" ucap dari seberang telpon
"Vano, apa Aurel sudah datang ke kantor?"
"Belum tuan,ada apa?"
"Tidak apa apa!"
Rey segera menutup telpon"jika bukan di kantor lalu dimana tak munkin kan iya secepat itu pergi" batin Rey lalu melihat Mobil Aurel yang masih terparkir di sana
"Hnn seperti nya memang dia masih di sini" batin nya
"Hei gadia cantik menyerah lah dan ikut lah bersama kami kau tak akan kelelahan lagi"nampak iya tersenyum mesum semakin membuat Aurel ingin membunuh nya
"Jangan mimpi!" Ucap Aurel lalu melempar kan pukulN keperut nya namun masih bisa di tangkis oleh nya
"Aku cukup terkesan dengan cara mu bertarung kau gagah berani hanya saja itu tak cukup"
Aurel merasakan geli ketikan preman itu menyentuh tangan nya iya dengan sekuat tenaga nya memukul perut nya hingga terpental ke belakang
"Kau..!"
Melihat bos mereka terjatuh di tanah para bawahan nya menjadi murka.
Habisah sudah, Aurel.benar benar sial 20 menit yang lalu Aurel tak sengaja lewat dari gang sepi ini sembari menggerutu dan melempar lempar kaleng di depan nya dan tak di sangka mengenai para preman dan jadi lah begini.
Aurel memasang kuda kuda di kala mereka ingin mendekat ,tapi belum sempat mereka melayang kan pukulan mereka sudah terkapar tak berdaya di tanah.
Aurel mendongak kan kepala nya melihat ke arah Rey dia gagah berani
"Ada apa? Kagum?"
Aurel dengan segera memaling kan wajah nya malu memang iya kagum kepada nya tapi kenapa pria ini sangat narsis
Selepas menuntas kan para preman tanpa aba aba Rey pun menggendong Aurel.
__ADS_1
Aurel memberontak "lepas kan aku!"
"Diam dan menurut saja kita akan pergi ke perusahaan tetap saja kau harus bekerja bukan?" Aurel menggembung kan pipi nya.
Rey memasukkan Aurel ke dalam mobil nya lalu memberikan nha sabuk pengaman sedang kan Aurel hanya diam iya masih bingung harus menunjukkan ekspresi apa jika para karyawan di kantor berteriak histeris ketika melihat dia turun dari mobil CEO
"Ada apa?apa kamu takut di keroyok oleh karyawan karyawan itu?" Ucap Rey dengan nada meremeh kan
"Mana ada" bantah Aurel.
Rey tersenyum aneh ternyata wanita ini sangat imut jika Sedang marah
"Jika boleh sering sering lah marah"
Aurel segera memukul kepala Rey pelan "sialan kau"
Se sampai nya di kantor Aurel dan Rey turun mobil bak sepasang kekasih tapi memang benar sepasang kekasih.
Tatapan mata karyawan karyawan kini menatap tajam ke arah Aurel,Aurel memutar bola mata malas ini memang terjadi seperti yang iya duga
Masuk ke dalam tanpa memperdulikan ocehan orang orang
"Cih, berani nya dia menggoda bos dan bahkan sampai menggoda nya"
"Wanita tak tau diri, rela melakukan apa pun agar terkenal"
"Biasalah jaman sekarang mah semua nya bisa di lakukan menggoda lah ,menjual diri bahkan masih banyak lagi"
"Apa jangan jangan bos dan wanita rendahan itu sudah melakukan hubungan?"
"Munkin saja"
Aurel memutar bola mata nya mendengar karyawan karyawan tengah nergosip
"Baru juga naik mobil bersama udah iri aja trus kalo tau aku nikah ama tuh anak giman reaksi mereka nya" batin Aurel terkekeh kecil ketika membayang kan wajah panik para karyawan
Aurel segera masuk ke dalam ruangan nya,menutup pintu rapat agar tak ada siapa siapa yang bisa datang.
Aurel menyandar kan tubuh nya di kursi lalu menutup mata nya
"Hadeh, kenapa jadi begini? Kenapa coba tuh anak benci amat sama aku emang aku pernah buat salah ama dia?" Batin Aurel yang mengingat tatapan benci dari Silvi
Aurel pun segera mengambil dokumen dokumen nya lalu mengerjakan nya dengan teliti
"Gara gara Rey aku juga jadi punya banyak masalah dasar..!" Batin Aurel lalu merutuki Rey dalam hati nya sungguh iya sangat kesal akan laki laki itu
Kenapa coba iya punya banyak fans di sini dan itu membuat nya jadu ke susahan
"Memang nya cuman dekat sedikit aja dah di gosipin" ucap Aurel terkekeh ketika mengingar kejadian di pintu tadi.
__ADS_1